Pedang Buta

Pedang Buta
arc 3 selesai


__ADS_3

Perang hari itu menjadi perang yang paling memalukan bagi para pahlawan, dengan berbagai informasi yang mereka dapatkan mereka masih belum berhasil mendapatkan kemenangan.


Di detik terakhir mereka terlalu percaya diri akan kemenangan mereka, Sehingga Sebenarnya saat para Orc utama bergerak mereka Seharusnya mundur,di momen penting seperti itu mereka  malah termakan provokasi oleh para orc.


sehingga mis yang seharusnya mereka menjadi berantakan dan tidak bisa dijalankan sehingga mau tidak mau mereka harus  bertarung dengan melawan para Orc alhasil mereka menerima kekalahan telak, akibat ulah mereka yang sangat ceroboh.


Bagi diablo yang melihat itu, Ia bahkan tidak bisa berkata-kata, karena baginya itu adalah Sebuah tindakan yang benar benar bodoh, termakan provokasi oleh Seekor babi.


Anto dan Kenshi adalah pemimpin dalam perang itu, Sehingga saat terjadi kesalahan orang yang paling disalahkan adalah mereka, mereka hanya cukup beruntung Karena Diablo masih bisa bergerak untuk menyelamatkan berbagai orang yang berada dalam bahaya karena tindakan ceroboh seperti itu.


Jika tidak ini akan menjadi perang paling mengerikan yang akan mereka lihat, dalam setiap perang pasti akan ada korban yang berjatuhan.


Tapi korban berjatuhan karena pemimpin yang terprovokasi Oleh Musuh itu adalah kesalahan yang sangat fatal dalam perang. Sehingga diablo sama Sekali tidak meluangkan waktunya untuk mendengarkan mereka.


Untuk menghindari kerumunan ia lebih memilih untuk datang ketempat Aether dan Mia, disana ia menemukan Aether yang masih sedikit oleng karena terlalu banyak minum.


“Kau Minum?” ucap DIAblo melihat kondisi dari Aether.


“Seperti yang terlihat, itu cukup menyegarkan untuk mehilangkan beban yang ada di pikiran,” balasnya dengan santai.


 Saat ini ia berusaha memulihkan diri dengan  menggunakan pernapasan Naganya, dan hilangkan efek mabuk itu dengan Menggunakan Mana yang ada di sekitarnya.


“Setelah ini, atur pertemuan dengan putri kerajaan pinrang Karena kita   akan  mulai  bergerak untuk mencari peluang,” lanjut Aether memberikan perintah kepada Diablo.


“Tapi Sepertinya ada beberapa Masalah,” ucap Diablo, ia menceritakan perang yang terjadi dengan para Pahlawan.


“Bukankah kita Sudah menebak kekalahan mereka?” tanya Mia tidak mengerti.


“Dengan kekalahan bodoh seperti itu pasti akan berakibat pada mental mereka Sehingga membutuhkan waktu untuk membuat mereka kembali bergerak.” Jelas Diablo.

__ADS_1


“Itu tidak masalah, Lagian dalam pergerakan Kita, aku juga tidak berharap banyak kepada mereka,” balas Aether Singkat.


Ia memiliki rencana Sendiri dan memang ia tidak pernah terlalu peduli dengan para pahlawan, jika IA ingin bergerak bagaimanapun situasinya  maka ia akan berusaha Sebaik mungkin untuk membuat situasi itu berada di pihaknya.


Aether menjelaskan Secara singkat tentang rencana yang ingin dijalankan, “Jadi kita tidak perlu menunggu Hades?”  tanya Diablo.


“Jika Hades masih belum Kembali Sepertinya Ia sedang berada dalam pelatihan tertutup untuk meningkat kekuatan nya, jadi kita tidak bisa mengganggunya,” ucap Aether.


“Yang perlu kalau lakukan hanya mencari beberapa  informasi tentang perekrutan tentara yang ada di daerah Sekitar kerajaan Pinrang,  dan disana aku akan menyusup untuk melihat situasi, dan menunggu jika ada kesempatan untuk para kerjaan itu berperang secara besar dengan para goblin,” jelasnya.


 Mendapatkan perintah Seperti itu Diablo hanya bisa mengangguk, lagian  untuk saat ini bisa dikatakan Kalau Rencana dari Aether adalah yang terbaik.


“Tapi untuk putri itu bagaimana kita harus mengurusnya, bukankah akan mencurigakan jika terlihat membantu mereka tanpa imbalan yang berarti,” tanya Mia yang mengingatkan kalau Mereka masih harus memikirkan Putri Alea.


“Untuk itu, kita bisa membiarkan Diablo menikahinya,” balas Aether dengan santai.


Mereka mengira kalau kecepatan dari Zeus untuk membalas dan kabur dari masalah adalah terbaik, kini mereka melihat Diablo dengan cepat merespon ucapan itu, “Enak aja, aku sama Sekali tidak cocok untuk menjadi Raja,” balasnya.


“Untuk masalah itu makanya kita  perlu bicara, tapi terlepas dari Itu jika mereka memang tidak memiliki penawaran yang menarik, kita bisa mengambil uang dari mereka, dan jika tidak bisa lagi, kita bisa memanipulasi informasi yang  beredar, Seperti Kalau beberapa barang yang kita cari ada di kerajaan Pinrang, Sehingga kita bergerak membantu Sehingga putri bisa membantu kita bukan?”


Untuk masalah Seperti itu Aether tidak pernah kehabisan ide, bermain permainan kata adalah keterampilannya dan menurutnya Sekarang manipulasi informasi tidak terlalu Sulit, jika Pergerakan Diablo dan perkembangan dari gereja kegelapan Sudah membaik.


“Dari pada kau menyebut Zeus sebagai penipu ulung, mungkin ia masih tidak ada apa apanya jika Ia disandingkan dengan muh,” balas Mia, dan mendapatkan persetujuan dari Diablo.


Setelah berbicara b panjang lebar dan telah membicarakan apa yang harus mereka lakukan kedepannya. Mereka Segera bergerak untuk melakukan Sesuai rencana.


Diablo dan Aether kembali menuju kerajaan Gowa, Sedangkan Mia masih tinggal bersama dengan para Elf, karena Sudah beberapa hari tidak pulang membuat Aether menyuruh diablo untuk membawanya menuju penginapan Tempat Sari.


Sehingga ia bisa langsung beristirahat, dan ia berencana untuk bertemu dengan perwakilan dari Kerjaan pirang, keesokan harinya.

__ADS_1


Setelah sampai di depan pintu penginapan, Aether langsung memukul Diablo dengan sangat keras,  dengan satu pukulan Itu Diablo langsung pingsan.


Sebuah lirikan kecil, ia berikan kepada Aether, “Kau bekerja terlalu keras dan Kau butuh istirahat,” ucap Aether yang menatar Diablo masuk ke dalam penginapan.”


Merek langsung disambut oleh dan sari dan ibunya, tapi mereka sedikit terkejut melihat Diablo yang sedang tidak sadarkan diri, “Bisa satu ruangan untuk beberapa hari.” Ucap Aether dengan Sedikit tersenyum.


Aether adalah pengan disini dan Selamanya mungkin akan ada satu kamar kosong untuknya, jadi ia hanya meminta satu kamar tambahan untuk diablo beristirahat.


Setelah sampai di kamar, “ Keluar,” ucapnya.


Ia bisa merasakan kalau ada Seseorang yang terus mengikuti mereka, Sehingga ia menyuruh mereka keluar ia tahu kalau itu adalah rekan rekan dari diablo jadi Aether Tidak menyerang dan hanya menyuruh mereka keluar dan menunjukkan diri.


“wow, aku masih bisa di temukan, Aku cukup kagum dengan bos yang telah dipilih Zero,”  ucap salah satu orang yang keluar di balik kegelapan.


“aku sudah bilang bukan hanya menjadi pekerjaan sia-sia, untuk bersembunyi di hadapannya,” ucap Orang lainnya, yang ternyata itu adalah Sebastian.


“Biarkan dia beristirahat untuk semenatara waktu, untuk urusana kecil  seharusnya kalian tidak kerepotan untuk mengurusnya bukan,” ucap Aether santai.


Aether cukup nyaman mengetahui Kalau Sebastian ada disana Sehingga ia langsung ke intinya, dan membiarkan urusan-urusan Sederhana diurus oleh mereka.


“Baik!” ucap mereka Secara bersamaan.


Setelah mengatakan itu mereka langsung menghilang seperti cara mereka datang, Setelah itu aether juga meninggalkan kamar yang ada disana, untuk membiarkan Diablo beristirahat lebih baik.


Aether tidak langsung ke kamar karena ia juga ingin menikmati beberapa makanan yang ada dalam penginapan ini.


Orang tua sari menanyakan alasan Diablo bisa Seperti itu, “Aku memukulnya sampai pingsan,” jawab Aether santai.


Setelah mengatakan seperti itu Aether menikmati makanannya dan berbincang bincang singkat  dengan mereka, setelah itu ia segera kembali ke kamarnya dan beristirahat dengan baik.

__ADS_1


 


 


__ADS_2