Pedang Buta

Pedang Buta
diablo dan pekerjaanya


__ADS_3

Saat sampai disana ia sudah ditunggu oleh beberapa orang, yang tentu ia mengenal mereka semua, orang orang ini adalah orang yang bersama dengannya dahulu di dalam objek percobaan.


“ Bukankah kau terlalu sering membuat kami menunggu.” Ucap Salah satu ang yang ada disana.


“Ini adalah pertemuan kita Setelah beberapa tahun, jadi dari pada banyak mengomel Seperti itu bagaimana jika kau memberikan ku beberapa pelukan,” balas diablo.


“sudahlah langsung saja ke intinya, kenapa kau sampai memanggil kami Seperti ini?” ucap seseorang yang memotong pertengkaran kecil yang terjadi antara diablo.


“Kalian Semua tidak berubah,” ucap diablo.


 Setelah itu ia Segera menjelaskan apa yang terjadi dan niatnya untuk membentuk sebuah pasukan khusus. Jika apa yang dikatakan  sang Naga tentang sebentar lagi akan menjadi aktu kebakitan para iblis maka seharusnya tidak susah untuk membentuk Sebuah  pasukan sedini mungkin.


“Aku tidak menyangka Zero yang sudah terkenal sangat dingin, ingin berusaha menjadi seorang pahlawan,” ucap perempuan yang di awal sudah membuat perang mulut dengan Diablo.


Ia terlihat sangat cantik dengan wajah yang terlihat sangat mudah ditambah  rambut hitamnya yang lurus panjang, kaki yang jenjang dan bagian depannya yang terlihat sangat menonjol membuatnya akan terlihat sangat mempesona.


“Semua orang bisa berubah bukan, dan sekarang panggil aku Diablo,” balasnya dengan tegasnya ia juga melepaskan auranya.


Ia telah belajar banyak  jika ingin mendominasi sebuah pembicaraan maka ia harus memperlihatkan kekuatan nya,  apalagi teman-temannya ini adalah orang orang yang memiliki kepribadian yang sangat unik tentu berbicara secara biasa-biasa saja  tidak akan berhasil.


“Jenius dari Zamannya memang tidak akan pernah mengecewakan, ia bahkan telah berhasil membentuk area mana ya Sendiri, yang biasanya hanya bisa dilakukan oleh para penyihir tingkat lanjut” ucap seorang laki-laki yang terlihat lebih banyak diam dari tadi.


“Aku akan ikut dengan rencanamu, tapi kau tahu Itu akan memerlukan banyak uang bukan,” lanjutnya.


Ia adalah orang terpintar dalam grup ini sehingga  jika boleh berharap Diablo lebih berharap kalau orang ini akan ikut dengan nya, jadinya saat ia menanyakan pasal uang, Diablo segera melemparkan beberapa kantong uang kepada laki laki itu.


Uang-uang itu adalah hasil dari judi dan tambahan dari hasil bayaran mereka dari kerajaan Gowa, Melihat tumpukan uang yang ada di depan Mata, mereka semua langsung bersiul karena terkejut dengan caranya Diablo mengumpulkan uang.

__ADS_1


Mereka semua yang ada disana hampir berprofesi sebagai pembunuh bayaran, atau melakukan berbagai pekerjaan yang berbau kriminal, tapi mereka tidak bisa menghasilkan sebanyak yang Diablo kumpulkan.


“Jika kau  menganggap Sebagai jenius, aku tidak akan habis pikir kalian akan menganggap apa orang yang sedang ku jadikan tuan saat ini,” ucap diablo.


Mereka tidak percaya dengan diablo yang mengikuti seseorang, atau bahkan ada orang yang lebih berbakat dari Diablo.


“Jika kalian tidak percaya, Sebastian adalah salah satu bukti nyatanya, ia sudah bertemu dengan orang yang kulayani saat ini.”


Saat diablo mengatakan hal tersebut semua pandangan mengarah kepada sebastian yang dari tadi hanya mendengarkan, ia Sudah pasti ikut dalam urusan yang diablo lakukan sehingga merasa tidak perlu ikut bicara.


“Jika boleh mendeskripsikannya aku bisa mengatakan kalau orang itu adalah seorang monster?” ucap sebastian yang terlihat seperti orang yang sedang berpikir


Ia mengingat bagaimana Aksi dari Aether menghalau pahlawan kerajaan sidrap, dan  menga bagaimana aksinya di pertarungan kemarin tentu jika dibandingkan dengan diablo itu memang memiliki perbedaan yang cukup signifikan.


Mungkin penampilan mereka tidak terlalu beda jauh, tapi mengingat grimoire apa yang digunakan oleh Aether dan apa yang digunakan oleh Diablo itu sudah menjelaskan kalau Aether memang seorang monster.


Walaupun mereka memiliki kepribadian yang berbeda beda tapi tetap saja mereka adalah orang yang sangat cinta dengan kekuatan Sehingga mendengar Seperti itu membuat jiwa mereka menjadi membara dan Seera setuju untuk bergabung  dan melihat apa yang dikatakan diablo dan Sebastian sungguh seperti itu.


“setelah lama tidak berkumpul Seperti ini, kenapa kita tidak melemaskan beberapa tulang ,” ucap Diablo, ia memberikan tantangan untuk bertarung kepada teman-temannya itu.


“Siapa yang takut, kau tidak berpikir untuk bisa menang semudah dulu bukan?”


“betul.”


Beberapa orang Sepertinya termakan oleh provokasi dari Diablo Sehingga mereka bersiap untuk bertarung. Dulu diablo adalah orang yang terkuat diantara mereka, tapi sekarang pasti berbeda dan peta kekuatan mereka Sudah sangat berbeda, apalagi terakhir kali mereka bertarung itu adalah saat mereka masih berumur 8 tahun.


Kembali lagi kepada aether  yang saat ini sedang berada di rumah Baron, tenun kedatangannya kesini untuk mengecek bagaimana perkembangan dari Senjata yang dia miliki.

__ADS_1


  


 Saat sampai disana ia malah dikejutkan oleh Mia dan Baron yang tiba-tiba datang kepadanya dan terus memberikan permintaan maaf, ia menebak kalau sepertinya ada pembuatan senjatanya.


“Ada apa?”


Saat bertanya seperti itu Mia mulai menjelaskan tentang apa yang terjadi, ia menjelaskan bahan bahan yang dia dapatkan darinya terlalu hebat membuatnya terlalu bersemangat untuk membuat sebuah senjata yang sangat bagus.


Awalnya Sebuah proses berjalan dengan sangat baik, bahkan berlangsung terlalu baik,  tidak ada masalah dalam proses pembuatannya.


“Terus masalahnya apa sehingga kalian terus meminta maaf seperti itu,” ucap Aether yang masih tidak mengerti tingkah mereka yang terlihat sangat aneh.


“Sebenarnya tidak ada masalah bahkan kami berhasil menciptakan senjata yang kami inginkan, jadi menjadi masalahnya pedang itu terlalu mengerikan saking mengerikannya sampai sampai tidak bisa digunakan,” jelas mia yang semakin membuat Aether semakin tidak mengerti apa yang terjadi.


“Tidak bisa kau membawanya kesini dan aku mengecek apa yang salah dengan pedang itu,” balas Aether.


Semakin lama penjelasan mereka malah membuatnya Pusing, jika memang pedang itu telah selesai Maka  tidak masalah jika oa mencoba jika memang tidak bisa di gunakan makan itu adalah takdir dari Aether.


Mereka berdua sedikit ragu- ragu, dan pada akhirnya mereka memutuskan untuk membawa pedang itu ke hadapan Aether, pedang itu terlihat sedang berada dalam sebuah peti yang tertutup rapat,


“Jika kau ingin mencobanya tolong jangan di sininya.” Ucap Baron dengan ragu ragu.


“Iya, buka saja biarkan aku merasakan apa yang salah dengan pedang itu,” balas Aether akhirnya ingin membuka kotak tersebut.


“Hati-hati.” Balas Mia


Menurut Aether mereka ini terlalu Berlebihan , tapi saat menyentuh pedang itu akhirnya Aether mengerti tentang masalah dari pedang ini, jika harus mengatakan bisa dikatakan kalau pedang ini terlalu mengerikan.

__ADS_1


Sekarang Mia dan Baron yang malah di buat terkejut, saat melihat Aether malah dengan mudah mengangkat pedang itu Sedang mereka Saja waktu mereka ingin menyentuh setelah pedang ini selesai harus membutuhkan ekstra tenaga.


 


__ADS_2