Pedang Buta

Pedang Buta
mendekati akhir


__ADS_3

Melupakan perdebatan yang terjadi dalam ruangan tunggu kerajaan gowa,  Rangga melihat lemparan dari Diablo juga bereaksi, ia melepaskan sebuah sihir yang berupa  tepasan angin yang menargetkan Burung air yang digunakan oleh rendi untuk terus terbang.


Rendi yang pada saat itu tidak siap dengan Serangan Dari Rangga tidak bisa melakukan apa-apa, sehingga serangan mengenai burung itu dengan sangat telak, dan segera menghancurkannya, hancurnya pijakannya membuat Rendi sedikit goyang.


“kerja bagus,” ucap DIablo yang langsung berteleportasi menuju  ke tombaknya yang saat itu sudah berada di belakang dari Rendi dengan sedikit putaran kecil ia mengambil tombaknya dan menusuk Rendi.


Itu benar telah menjadi kekalahan dari Rendi, ia tidak bisa mengatakan apa- apa, bahkan setelah sampai  di dalam  ruangan tunggu, ia masih terus berdiam diri karena menurutnya kekalahan ini adalah kekalahan yang sangat telak


Sedangkan Diablo sedang duduk santai  bersama dengan Rangga menyaksikan pertarungan antara Aether melawan Kenshi dari bone Dan anto dari sidrap, mereka berencana untuk memulihkan diri sambil memikirkan apa yang akan mereka lakukan.


“Mau membantunya?” tanya Diablo kepada Rangga


Diablo menanyakan hal ini karena tidak ada lagi yang mereka bisa lakukan, pertarungan para monster juga telah berakhir. Jadi mau tidak mau mereka hanya bisa menyaksikan atau  menunggu pertarungan dari Aether. Saat ditanya seperti itu membuat Rangga Menggelengkan denganya tanda ia tidak ingin membantu Aether.


“Aku setuju denganmu sih,” lanjut Diablo, ia mengerti kalau  Rangga ingin Aether menyelesaikan pertarungan itu sendiri.


Setelah mengatakan itu mereka tertawa secara bersamaan, apalagi mereka bisa melihat kalau Aether terlihat  sangat kesusahan karena harus melawan dua orang secara bersamaan, tapi satu hal yang harus mereka lihat adalah ekspresi dari Aether yang terlihat semakin lama semakin bersemangat untuk bertarung.


Aksi saling serang di udara menjadi pemandangan yang sangat jarang untuk dilihat apalagi para petarung kali ini adalah para pengguna senjata, yang sangat jarang terlihat di golongan para penyihir.


Awalnya Baik Anto dan Kenshi tidak bekerja sama dengan baik, karena mereka memiliki tujuan berbeda untuk mengalahkan Aether, tapi saat melihat jika  mereka tidak bekerjasama malah mereka berada dalam posisi yang tidak diuntungkan membuat mereka menyampingkan ego mereka masing-masing dan bekerja sama untuk melawan Aether.


 walaupun asal mereka berbeda tapi mereka tetaplah pahlawan yang terpanggil di dunia ini yang suatu saat pasti akan bekerja sama, sehingga mereka menganggap kalau ini kerja sama mereka dalam pertarungan.


“Sepertinya temanmu sudah kalah,” ucap Aether bersuah mengalihkan perhatian dari Anto selama beberapa detik.


Tapi sepertinya Anto tidak terkecoh, malah mengejek Balik tentang Diablo dan Rangga yang terlihat tidak membantunya.

__ADS_1


“Itu artinya IA tahu kalau aku tidak membutuhkan bantuan untuk mengalahkan kalian.” Balasnya melemparkan sebuah kunai atau pisau kecil untuk bertarung.


Terlihat cara  bertarung dari Aether  sangat unik, dimana ia terus menggunakan pedang panjang yang ia miliki, sedang di sekitarnya ia memiliki sekitar Lima pisau yang ia kendalikan menggunakan kekuatan gravitasinya.


Banyak orang yang memuji akan hal itu karena mereka semua tahu untuk melakukan itu secara bersamaan butuh sebuah konsentrasi yang sangat tinggi.


“Berhentilah mengajaknya berbicara dan cepat buah ia terjatuh ke tanah,” ucap Kensi yang terlihat kecapean.


“Jika bisa aku sudah melakukannya dari tadi,” balas Anto, yang masih berusaha melakukan hal tersebut.


“Kalian ingin Ke Tanah bukan? maka biarkan aku yang membuat kalian ke tanah lebih dulu.”


  Aether melipat gandakan kecepatannya kali ini ia tidak menggunakan papan itu sebagai tempat ia terbang,tapi menggunakannya sebagai pijakan untuk terus berpindah pindah.


Ia terus melompat kesana kemari, bahkan beberapa pisau yang awalnya gunakan untuk menyerang kini ia telah tarik dan ia  gunakan sebagai pijakan di udara.


Dan semua itu berhasil orang yang paling pertama mendapatkan serangan dari aether adalah Kenshi yang terlihat masih bisa menahan serahan dari Aether, tapi kekuatan dari Aether memang sangat mengerikan sehingga dengan mudah serangan itu mendorongnya ke tanah.


Tapi tentu tidak membuat Aether pada akal, malah membuatnya semakin nekat, ia melompat menuju pedang tempat Anto terus melayang dan bertarung pedang disana, mungkin ia tidak bisa menggunakan sihirnya jika bertarung seperti ini namun jika masalah pertarungan pedang ia yakin tidak akan kalah dengan Anto.


Dan benar saja hanya dalam beberapa pertukaran pedang ia sudah bisa melukai Dan membuat Anto terjatuh.


Melihat Anto yang terjatuh ia segera melompat kembali menuju Papan terbangnya. Dan ikut turun kebawah, setelah jatuh Seperti Nya Kenshi berniat untuk merubah cara bertarungnya itu terlihat dengan Armornya telah ia rubah.


Dan kali ini armor ini tidak bisa digunakan untuk terbang, tidak ada yang terlalu mencolok akan penampilan baru dari Kenshi hanya saja terlihat kalau IA berniat bertarung secara terang terangan dengan  Aether.


Karena tidak ada yang khusus dalam armor itu karena  terlihat hanya mengenakan baju yang berwarna kuning dengan beberapa strip hitam, dan memegang dua buah pedang panjang yang bilahnya memiliki warna yang kurang lebih sama dengan warna bajunya.

__ADS_1


“Kali ini kecepatannya, “ ucap Aether melihat serangan dari Kenshi yang mengalami perubahan, ia masih terlihat sangat tenang bahkan tersenyum.


Pemilahan kekuatan ini banyak orang yang menyanyikannya, mereka sudah melihat bagaimana pengalaman dari kelompok Aether dalam bertarung melawan para pengguna tipe kecepatan.


Termasuk hasanudin, ia dulu melihat cara aether bertarung melawan Zeus, merasa kalau pilihan dari Kenshi  itu adalah salah besar. Itu terbukti ia bisa menangkis setiap serangan yang didaratkan oleh Kenshi dengan sempurna.


“Aku saja masih merinding membayangkan aku sempat menyombongkan diri akan kecepatanku kepadanya,” gumam zeus melihat apa yang terjadi.


“Setidaknya, kau mengakui akan hal itu,” balas Diablo yang sudah ada disana bersama dengan Rangga. Dan terlihat Rangga yang setuju dengan apa yang dikatakan oleh Diablo.


Mereka terlihat sedang bersantai di belakang, ia bahkan tidak berniat melihat bagaimana pertarungan itu terjadi, karena ia sangat yakin kalau Aether akan keluar sebagai pemenangnya.


Berbagai pedang dari Anto memiliki berbagai kegunaan, ada yang untuk menetralkan sihir, ada yang untuk penyembuhan ada pula yang digunakan untuk mengambil Sihir teman dan menggunakannya sebagai kekuatan pribadi.


Karena saat ini ia sedang membuat koalisi bersama dengan Kenshi ia tidak ragu meminta mengalirkan beberapa kemampuannya kepadanya sehingga ia bisa melakukan gerakan yang sama dengan apa yang  lakukan.


Dan itu berjalan dengan baik, sehingga Anto juga bisa menggunakan kekuatan listriknya dan cahaya pada saat yang sama. Kedua pedang dari Kenshi ternyata memiliki kemampuan yang berbeda yang di tangan kanan memiliki kemampuan listrik sedangkan yang di tangan kiri memiliki kemampuan tibe cahaya.


Kedua tipe tersebut memiliki kemampuan yang berbau kecepatan, kombinasi itu membuat Aether dalam keadaan bertahan. Ia dibuat tidak bisa meninggalkan tempatnya karena terus di serang dari berbagai Arah.


“Bukankah kalian adalah pahlawan yang akan menyelamatkan dunia ini, jika hanya ini kekuatan kalian jangan bermimpi untuk melakukannya!!”


Terlihat beberapa serangan berhasil melakukannya, namun terlihat kalau  Aether masih berada dalam keadaan Baik baik saja, dan terkadang ia masih bisa melepaskan beberapa serangan kepada dua lawannya itu.


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2