
Seperti nya rencana dari Diablo tidak berjalan dengan baik, sehingga lawan malah saling bekerja sama untuk melawan mereka.
“Aku tidak pernah berpikir untuk menggunakan papan ini untuk bertarung,”
Dulu awal keluar dari dungeon ia memiliki terlalu banyak inti monster yang dihadiahkan oleh ibu dari Rangga, sehingga ia memasang sebuah benda yang berbentuk papan selancar yang berukuran cukup luas.
Setelah mengeluarkan papan itu, ia langsung mengaktifkan sihir “ROOM” dan Juga mengaktifkan sihir gravitasi pertamanya kepada papan yang terbuat dari inti monster itu.
“Aku tidak pernah mengujinya, aku harap ini berjalan sesuai dengan apa yang aku harapkan.” Gumanya.
Dan segera setelah ia mengaktifkan sihirnya Papan itu segera terbang secara perlahan, “ ROOM “ ia aktifkan seluas yang dia bisa, dan beruntung sesuai dengan apa yang ia harapkan dengan perpaduan kedua sihir tersebut membuatnya bisa terbang dengan cukup baik.
Setidaknya lebih baik daripada ia tidak menggunakan alat bantu, karena ia pernah mencoba terbang tambah menggunakan Alat bantu hasilnya ia malah seringkali kehilangan kontrol, dan menabrak berbagai hal yang ada disekitarnya.
Walaupun tetap saja ia masih bisa membutuhkan waktu untuk membiasakan diri dengan hal ini, setelah itu ia mulai bergerak menuju tempat Diablo yang terlihat dia hajar babak belur karena melawan dua orang secara bersamaan.
Keadaan dari Rangga masih sedikit lebih baik, mereka masing sadar akan kedatangan dari Aether tapi melihat Aether tidak membantu membuat mereka masih berusaha bertahan karena masing masing mengetahui kalau Aether masih memiliki kekurangan dalam pertempuran udara.
Dan mereka saat ini malah bertempur di udara, IA masing percaya Aether berusaha melakukan sesuatu sehingga ia masih berusaha bertahan sebaik mungkin.
“Rangga mundur lawan saja monster yang ada di bawah, Diablo gantikan saja tempat Rangga, untuk kedua orang itu biarkan aku melawannya,” teriaknya.
“Siap bos, aku terlalu lama untuk menunggu” balas Diablo dan Rangga hanya mengangguk menyetujui apa yang Aether ucapkan.
“Untuk ukuran orang buta Sepertinya kau cukup sombong,” ucap Kenshi, yang menyerang Aether.
Ia tidaknya tidak terimah terlalu diremehkan, bahkan ia sama sekali tidak menahan Diablo yang berusaha meninggalkan pertahanan.
Namun serangan Tombaknya juga ditahan dengan mudah oleh Aether, Tentu aether tidak terimah saja di serang ia juga melancarkan sebuah serangan balik, walaupun itu tidak cukup kuat untuk mendirikan sebuah luka kepada tubuh kenshi tapi itu sudah cukup membuatnya terlempar mundur.
__ADS_1
Karena saat ini Kensi sedang mengenakan armor dengan tipe pertahanan membuatnya sangat kuat dalam keadaan bertahan Seperti ini, ia awalnya mengenakan ini karena melihat kemampuan dari Anto yang memiliki kekuatan ofensif yang tinggi.
Ia tidak mengira kalau akan menemukan seseorang yang memiliki tingkat serangan yang hampir sama dengan Anto, melihat Kenshi yang dipukul mundur membuat Anto juga maju untuk menyerang.
“Jika aku sombong sepertinya kalian tidak punya malu untuk menyerang orang buta dengan dua orang.”
Bukan Aether jika tidak membalas ejekan seseorang dengan ejekan yang lebih menusuk.
“berhentilah banyak bicara dan bertarunglah dengan serius,” ucapan Anto yang saat itu sedang beradu pedang di udara.
Cara terbang dari Anto sebenarnya tidak berbeda jauh dengan Aether ia terbang menggunakan sebuah pedang yang memiliki ukuran cukup besar, sehingga aksi ini menjadi sangat enak untuk di pandan.
“Aku sudah bilang bukan, jika kau ingin membuatku serius maka keluarkan semua kekuatanmu,” balasnya dengan membuat serangan pedang yang kuat.
Serangan itu sangat kuat, bahkan Anto yang berhasil menahan pedang itu, masih terlempar jatuh ke tanah, serangan dari Aether tidak berhenti di sana ia segera mengalihkan serangannya menuju pria yang memiliki armor sangat kuat itu.
Setelah beradu kekuatan ia sangat penasaran tentang seberapa besar kekuatan dari perisai itu, dengan kekuatan penuhnya ia masih bisa merusak pertahanan dari Hades, jadinya ia penasaran apakah ia bisa merusak pertahanan itu.
Orang yang terus diangan angankan sebagai pertahan terkuat ada disampingnya, mereka tahu kalau itu hanya salah satu kekuatan dari Orang itu, tapi hades adalah kekuatan utamanya terletak kekuatanya yang sulit untuk ditembus jadi ia penasaran tentang apa pendapat dari Hades tentang pertahanan dari kenshi dari kerajaan Bone.
“Untuk sekarang harus ku akui pertahanannya bisa lebih kuat, tapi sebenarnya pertanyaan itu seharusnya diarahkan kepadamu bukan?” balas Hades balas bertanya, bukannya memberikan pandangan secara serius ia malah balik bertanya kepada Hades
Hades tau apa yang selama ini Mia persiapkan di kediaman Baron, dan sesekali ia akan melihat beberapa peralatan yang telah dibuatnya untuk persiapan pertarungan kali ini. Apalagi ia mendapatkan mendapatkan banyak material dari membunuh naga yang ada di dalam dungeon.
“Tidak untuk saat ini, tapi setidaknya itu tidak terlalu jauh, karena memang fokus utamaku adalah membuat senjata yang cukup kuat untuk menghancurkan pertahanan seperti itu.” balas Mia dengan tersenyum.
Hades bisa merasakan kepercayaan diri yang sangat tinggi dari Mia, Jadinya ia turut senang akan hal itu. apalagi jika Hades mengingat bagaimana ia menghancurkan kepala sebuah raja Goblin hanya dengan satu tembakan.
“Aku berharap, untuk keberhasilan kalian,” balasnya sambil memberikan jempol.
__ADS_1
Kembali dalam pertarungan, Diablo saat ini berhadapan dengan Rendi dari Sidrap, Randi terlihat berusaha menghalangi Rangga yang berusaha Kabur.
“Jangan terlalu terburu-buru biarkan yang akan menjadi lawanmu,” ucap Aether yang memegang Tombaknya.
Kondisinya belum terlalu pulih setelah ia menggunakan sihir yang sama dengan Aether dan harus bertarung dengan pengguna grimoire bintang 5 membuatnya tidak dalam kondisi yang baik, jadinya ia merasakan kalau tubuhnya tidak akan bertahan lama.
“Sepertinya tubuh itu tidak akan bertahan Lama.”
Bukan hanya Diablo berpikir seperti itu, Lathi juga merasakan Hal yang sehingga ia mengingatkan Diablo untuk berhati hati.
“Jangan melebih lebihkan dirimu sendiri, hanya karena bisa menahan mereka berdua selama beberapa saat, kau tak akan bisa mengalahkanku jika hanya Sendirian,” ucap randi dengan sangat percaya diri, ia bersikap sombong dengan melawan diablo bersama dengan Rangga secara bersamaan
Rendy sebenarnya memiliki ketertarikan khusus kepada Rangga karena salah satu dihirnya sama sekali tidak berfungsi kepada Rangga.
“Wow, sepertinya apa yang dikatakan temanku kalau para Pahlawan dari kerajaan sidrap dipenuhi oleh para Orang bodoh sepertinya benar!!”
Diablo sangat takjub dengan ucapan dari Randi, karena ia tidak menyangka kalau akan menemukan orang seperti ini , yang menurutnya para Bangsawan bodoh yang dulu sering ia temui tidak sepercaya diri itu.
Ejekan dari Diablo membuat Randi sangat emosi, beberapa sihir yang ia miliki berusaha ia lakukan Kepada Diablo, namun setiap serangan itu dengan mudah ditangkis oleh Diablo.
“Bam,”
Diablo berhasil mendaratkan sebuah pukulan, kepada Rendi yang saat itu tidak menyangka kalau apa yang dikatakan Anto kalau diantara kelompok Gowa ada Seseorang pengguna Sihir teleportasi.
“sudah kuduga kalau para pahlawan dari kerajaan sidrap hanya orang bodoh.”
Menurut Diablo orang yang banyak omong seperti ini adalah orang yang paling bagus untuk di permalukan. Sehingga ia tidak ragu untuk membuat Randi menjadi semakin naik pitam dengan ejekan ejekan yang dia berikan.
__ADS_1