
Saling tatap ini berlangsung beberapa saat sampai akhirnya berakhir dengan Yeremia yang kembali duduk, melihat itu Aether Tidak mengatakan apa-apa ia hanya Sedikit tersenyum dan ikut duduk juga.
Diablo tidak lagi duduk ia lebih memilih berdiri dibelakang Aether dan bersikap seolah pengawal yang sedang mengawal tuannya.
“Di desaku dulu sangat terkenal, seorang jendral yang terkenal akan kepemimpinannya, ia dapat mengalahkan musuh yang dua kali lebih kuat darinya, kecerdasaan dapat menemukan pemecahan atas Setiap masalah, sepertinya setelah beberapa tahun jenderal itu sudah menjadi tua,” ucapan Aether dengan Sedikit mengejek.
Yeremia tidak membalas ejekan itu, walaupun ia tahu kalau yang Aether maksud adalah dirinya, tapi ia tidak ingin terlalu berdebat dengan orang ini, terakhir kali mereka berdebat ia langsung terprovokasi.
Tindakan dari Aether saat ini membuat Yeremia Semakin khawatir, ia dulu masih memiliki harapan untuk memanfaatkan Aether sebagai pion, untuk mengatasi masalahnya dengan kerajaan sidenreng rappang.
Tapi sekarang ia mulai ragu, karena ada kemungkinan kalau bukannya memanfaatkan lawan Sebagai pion, mungkin Suatu saat Ia mungkin menjadi pion dari kelompok para pemuda ini, apalagi ia menemukan kalau Aether Sedang menjalin sebuah hubungan dengan Gereja Perang.
“Apa menurutmu kerajaan sidrap akan berdiam diri, jika mereka mengetahui kalau kalian punya niat untuk menghancurkan mereka?”
“Mengancam Kami?” Tanya Diablo.
“Kalian ini terlalu percaya diri setelah mengalahkan para pahlawan yang tidak tahu apa-apa itu, jika kerjaan apalagi pemerintah dunia bergerak, kalian akan hancur!” balas Yeremia.
“Kami sudah bilang dari awal, ini bukan urusanmu, dan sarangku untuk orang tua Sepertimu ada baiknya kau mengurusi tuan putrimu dengan baik, atau harus ku ingatkan? kami juga bukan orang lurus, jika kami sedang bosan, beberapa Sentuhan halus di tubuhnya juga bisa kami berikan kepadanya, yang mungkin bisa merubahnya menjadi gadis yang awalnya Sedikit polos menjadi gadis yang lebih dewasa.”
Kali ini Aether sama sekali tidak membiarkan yeremia untuk berbicara, ia Sendiri memiliki batas kesabaran, membiarkan Anastasia berkeliaran dengan bebas bahkan sesekali tertawa tentu sudah menjadi batas kesabarannya.
Sekarang Yeremia berani mengancamnya tentu membuat beberapa kemarahannya yang awalnya Sudah tidur kini terbangun, sebelumnya ia dibutakan, ia disiksa dengan menggunakan siksaan mental paling menyakitkan, Aether dengan mata kepalanya Sendiri melihat beberapa Keluarganya dan teman-temannya di perkosa di depan matanya.
__ADS_1
Dan salah satu bayangan yang terus membayangkannya bahkan saat tidur dan alasan kenapa ia memilih terus buta adalah bayangan bagaimana mana mereka dengan kejinya memporkosa bahkan anak kecil yang ada di desa.
“Kau!!” yeremia tentu tidak tahan dengan provokasi seperti ini.
Dengan ucapan dari Aether saja sudah membuat Ia ingin membunuh pemuda itu, apalagi ia mengatakannya dengan ekspresi yang sangat mengerikan Sehingga ia tentunya termakan atas provokasi ini.
“Ingatlah, kalian yang menciptakanku, dan selama aku hidup kerjaan yang kau cintai itu akan hidup dalam bayang bayang kehancuran!” ucap Aether.
Setelah mengucapkan hal tersebut Aether memberikan sebuah kode kepada Diablo, dengan Sebuah jentikan jari dari diablo sebuah gerbang teleportasi tercipta, aether hanya memberikan beberapa serangan Sehingga Yeremia dan terlempar masuk dalam gerbang teleportasi itu.
Terlihat Setelah Yeremia pergi dengan paksa, Aether berusaha menenangkan diri, “Apa pertemuan Kali ini dibatalkan saja!”
Melihat itu Diablo menyarankan untuk membatalkan pertemuannya dengan perwakilan dengan kerjaan Pinrang, karena takut kalau Pertemuan itu juga akan menjadi kacau.
“Yakin?” tanya diablo ia merasa Aether belum terlalu tenang.
“Jangan membuatku mengulang perkataanku yang kedua kalinya! Pergi sambut mereka semenatara aku cuci muka dulu.”
Mod Aether saat ini benar-benar hancur, sehingga Aether tidak ingin tidak terlalu banyak bicara saat ini sehingga ia langsung memberikan perintah kepada Diablo, dan Diablo tidak bisa menolak karena ia bisa merasakan kalau itu adalah perintah sambil mengaktifkan formasi budak yang ada dalam tubuhnya.
Sedangkan Jason dan Alea tidak tahu apa yang telah terjadi di dalam sana, Ia telah masuk ke dalam tokoh dari Baron, ia cukup senang karena akhirnya pemimpin dari grup ini bersedia bertemu dengannya.
Baru saja Masuk mereka sudah disambut oleh Baron sang pemilik tokoh, yang menghentikan mereka dengan alasan kalau orang yang mereka bertemu dengan tamu yang tidak kalah pentingnya.
__ADS_1
Tentu mereka harus sabar menunggu, karena pada dasarnya mereka juga terlambat dalam pertemuan kali ini, sambil menunggu mereka melihat beberapa peralatan yang di pajang oleh Baron, dalam situasi bahaya ada di mana-mana maka maka senjata dan baju berlapis adalah hal yang perlu digunakan.
Setelah beberapa saat, Akhirnya Diablo keluar dan mengajak mereka untuk masuk, alea langsung meminta maaf karena Sedikit terlambat, ia tidak ingin datang tampah persiapan, tentu ia juga harus memikirkan beberapa penawaran kepada kelompok ini.
Sesuai perkataan diablo terakhir kali bertemu, ia sudah memikirkan penawarannya dengan baik, sebelum ia benar- benar datang, sehingga ia datang saat ini datang dengan rasa percaya diri yang lumayan tinggi, sebelum perkataan dari diablo sedikit menggoyangkannya.
“Aku harap kau tidak membahas Sesuatu seperti kemarin, karena jujur saja mood dari bosku sedang tidak bagus Sekarang,” ucap diablo yang memperingatkan mereka, Ia tidak berniat buruk dalam ucapannya ia hanya mengatakan ini demi kepentingan mereka Sendiri.
“tenang saja, kali ini aku datang dengan penawaran yang cukup bagus,” ucap Alea yang masih berusaha percaya diri.
“Aku harap begitu,” balas diablo.
“Apa ini berhubungan karena kami terlambat?” tanya Jason, ia tidak tahu apa yang terjadi namun Ia sedikit takut kalau ini terjadi karena mereka terlambat setelah mereka dipersilahkan untuk bertemu.
“Santai, ini hanya ada beberapa hal terjadi sebelum kalian datang, tapi aku bisa jamin kalua ini tidak berhubungan dengan kalian,” balas diablo membuat mereka berdua langsung tenang.
Saat mereka masuk dalam ruangan itu, terlihat sudah ada Seseorang yang sedang menunggu mereka di dalam sana, ini pertama kalinya Alea bertemu dengan Aether.
Saat pertarungan antar kerajaan di adakan dia tidak masuk dalam rombongan, sehingga ia belum memiliki kesempatan bertemu dengan aether, ia hanya mendengar beberapa cerita dari Jason, tentang bagaimana sosok dari Aether ini.
Yang pada akhirnya ia tidak mendapatkan apa-apa, karena yang Jason tahu, tidak lebih hanya kekuatan bertarung dari aether yang sangat mengerikan, dan Ia sangat tahu kalau orang-orang yang ada disekitarnya akan patuh kepada satu perintah dari Aether.
Sehingga kalau mereka ingin bantuan dari kelompok ini, maka Ale harus bisa membujuk Aether, ia tahu kalau Aether adalah Orang buta, Sehingga ia berusaha untuk tenang, karena ia tahu kalau Aether akan tahu kalau ia gugup dalam pertemuan kali ini
__ADS_1