Pedang Buta

Pedang Buta
kelompok awan merah


__ADS_3

Diablo mengambil nafas yang cukup panjang karena pembicaraan ternyata cukup menekannya, ia tahu maksud dari perkataan sanga putri, dengan mengatakan  seperti itu siapapun yang mendapatkan mahkota itu berhak untuk menjadi kerajaan Pinrang kedepannya.


“Terlepas dari itu apa keputusan rapat dari aliansi pahlawan?”


Tanya kepada Mia dan Jason, Ale ingin memotong Tapi Diablo menyuruhnya diam dan mendengarkan penjelasannya.


Mia yang ada disana menjelaskan kalau Aliansi saat ini lebih memilih untuk kembali bertarung dengan para Orc sesuai dengan informasi dari Yang mereka dapatkan dari Diablo.


“Jadi kau bilang mereka  sekarang lebih memilih untuk mengabaikan para goblin?” tanya diablo.


Ia menganggap keputusan tersebut terkesan sangat ceroboh, ia sebenarnya sedikit berharap kalau mereka lebih mengarahkan pandangan kepada kerajaan Pinrang yang saat ini sedang kacau oleh para goblin tanpa diduga mereka malah mengabaikan kan para goblin yang ada disana.


“Jika Seperti itu kalian cukup beruntung?”  ucap diablo


“Mereka tidak ada yang mengerti tentang ucapan dari diablo ini, “tidak perlu terburu-buru, aku bisa jamin kalau para pahlawan itu akan mengalami kekalahan, setelah itu mereka pasti akan tahu kalau mereka melakukan kesalahan. Sehingga merubah targetnya menjadi para Goblin, pada saat itu  terjadi kalian dapat mengajukan penawaran kalian kembali.”


Jelas diablo  ia tidak  tidak terlalu lama ingin membuang waktunya untuk berdebat dengan mereka yang pada akhirnya mereka tidak memiliki tawaran yang bagus. Dan ia yakin Kalau tuanya tentu tidak tertarik dengan Tuan putri ini.


“Entah kenapa aku merasa kau hanya menolakku secara mentah-mentah,” sendiri Lea.


“Memang, dan lain kali datang lah dengan penawaran yang lebih menarik?” usir Diablo.


Lea adalah salah dari keindahan terbaik yang dimiliki dunia saat ini, dan diablo dengan tegas menolak,  itu sedikit melukai hatinya. Dengan ditemani oleh Jason mereka pun meninggalkan tempat  itu.


“Dan Kau?”


Tentu Diablo bertanya karena Daryani masih berada disini, ia sudah terlalu membuang buang waktu dan banyak hal yang perlu diurus.


“Bisakah aku bertanya tentang alasanmu membantu kami?” tanyanya

__ADS_1


Diablo sedikit tersenyum dengan mendengar pertanyaan itu, “Dalam pertanyaan tadi, kau terlihat sangat terhormat di antara para pahlawan yang ada disana, tapi kenapa kalau berurusan dengan kelompok kami kau selalu bertingkah bodoh.”


Kebanyakan orang yang melihat Dayani akan beranggapan kalau perempuan ini akan terlihat sempurna, dari segi penampilan dan apapun tidak ada kekurangan yang melekat kepadanya, bahkan sekarang ia tidak kaget kalau ada beberapa pahlawan yang akan mengejarnya untuk menjadi kekasihnya.


Tapi kalau berusandengan kelompok Aether ia akan terus memberikan pertanyaan bodoh yang, akan menghapus Semua citra yang selama ini terlihat.


“Apa pertanyaanku sesusah itu untuk dijawab?” balas Daryani.


“Aku hanya Budak, semua yang ku lakukan atas perintah Bosku. ....”


Belum selesai dIablo menjelaskan Ucapnya langsung terpotong, “Aku menanyakan alasan kalian, bukan alasanmu datang  di pertemuan para pahlawan.”


“Bisa dengarkan ucapanku sampai selesai, tapi kalau kau ingin intinya sebenarnya itu bukan urusanmu, dan di dunia ini ada beberapa hal yang menjadi baik jika kau tidak mengetahuinya,” tutup Diablo dengan jengkel.


“KAU!!”


Walaupun mendapati ekspresi tidak senang dari Daryani Diablo tidak membalas ia hanya tersenyum, dan memandafi Daryani yang terlihat emosi.


Pada akhirnya mereka masih melanjutkan pembicaraan,sedangkan mereka berdua Sedang melakukan pembicaraan Serius, aether saat ini bersama dengan Mia dan Rangga telah memasuki Dungeon yang mereka tuju.


Dengan mereka bertiga lantai satu dan dua  bukan hambatan yang berarti, Namun mereka menemukan hal aneh saat mulai masuk berada di lantai  4 dan 5 mereka menemukan lantai Itu terlihat aneh karena para monster yang ada disana telah dibunuh.


Dan terlihat kalau mereka baru saja dibunuh, ini membuat Aether merasa aneh, dan membuatnya bertanya kepada Mia, “Kau yakin tidak ada yang masuk Sebelum kita bukan?”


“Jika mengacau kepada Elf ketua katakan Seharusnya tidak ada yang bisa memasuki ini, dan kau lihat Sendiri tadi kalau gerbang dari Dungeon masih dijaga dengan baik.” Balas Mia.


“Aku Sedikit khawatir mari percepat angkah,” balas Aether yang memimpin untuk sedikit mempercepat langkahnya.


 . . . . . . . .  . . .

__ADS_1


Beberapa jam Sebelum Aether masih ada seseorang yang telah menerobos, mereka adalah orang yang sangat kuat,, namun penampilan sangat mencolok karena juba mereka yang memiliki Awan merah.


Tidak tahu Bagaimana informasi tentang harta Dari gereja perang berada di dungeon ini, sehingga beberapa orang serakah menunjukkan Niatnya, salah satu dari mereka adalah Kelompok Awan merah.


Semejak kemunculannya di Kerjaan Gowa kabar dari mereka tidak pernah terdengar, di tambah saat dunia sedang disibukkan dengan kejadian berbagai monster yang mengamuk membuat nama mereka kembali tidak di dengar.


Namun mereka juga adalah orang yang berbeda yang pernah muncul, pergerakan kali ini terdiri dari dua orang  satu dari mereka terlihat  sangat mengerikan dengan berjalan ada Sebuah ekor yang terlihat mengerikan di belakangnya.


 Sedangkan satu lainya terlihat biasa biasanya namun saat bertarung ia terlihat   santai karena memiliki Sihir untuk membuat ledakan.


Lantai dalam dungeon ini adalah Monster monster yang memiliki kemampuan bawaan untuk meledakkan diri. Sehingga Pepsi orang yang memiliki Sihir peledak itu menjadi tempat nya untuk terus menerobos maju.


Kali ini mereka telah sampai di lantai  dan menemukan  bs dungeonnya Sudah berada disana , itu merupakan Sebuah laba raksasa dan memiliki kemampuan pertahanan yang sangat tinggi.


Tapi dengan kombinasi keduanya mereka dapat dengan mudah mengalahkan laba laba itu, dan menerobos  kelanatai Selanjutnya.


Dan mendapati mereka dihadang oleh beberapa boneka perang, yang dikendalikan oleh beberapa Roh yang ada disana.


“Biarkan aku yang mengurusnya, aku sudah lama mendengar bagaimana ratu dari para memiliki beberapa boneka yang hebat,” ucap penyerang yang terlihat pendek dan buruk rupa itu.


Pertempuran antar boneka Segera terjadi,  pihak dari roh sedikit terkejut setelah mengetahui kalau orang yang dia lawan adalah bonek itu sendiri, tapi IA juga merasakan  pengendalinya bukan orang yang ada di sampingnya membuatnya Semakin bingung.


Ratu Roh berada di titik dimana mereka dipaksa untuk mundur, tapi Ia juga tidak bisa mundur dalam keadaan seperti ini.


“Serahkan totem itu, dan kami akan pergi tanpa mengacaukan para roh yang ada disini,”  ucap orang yang memiliki tubuh layaknya boneka itu.


“Menyerahkanya sama saya  dengan membuat punah rasku itu sendiri,” balas Ratu roh dengan keras.


Seperti apa yang dikatakan ratu roh, roh roh yang ada disini sangat terhubung dengan Totem yang terdapat dungeon ini jika totem itu direbut di pastikan itu akan menjadi marah bahaya yang besar untuk bangsa roh itu sendiri.

__ADS_1


 


__ADS_2