
Tempat mereka melakukan perjanjian Sebenarnya tidak terlalu Jauh, itu hanya di tempat Baron, Sehingga Aether dengan mudah menunggu mereka di sana sambil membicarakan beberapa bentuk dan berbagai hal tentang pedang yang bagus dengan baron.
Baron juga tertarik dengan beberapa Senjata yang digunakan para Elf, bahkan ia tertarik untuk menjalin kerja sama dengan para elf yang ada disana, mereka dapat melihat kalau para elf itu memiliki kualitas Senjata yang kurang memadai.
sehingga perbincangan mereka berjalan dengan baik, Aether menceritakan bagaimana PAra elf menggunakan senjatanya Sehingga Nantinya Baron berusaha menawarkan atau membuat barang Maka itu akan sesuai dengan selera para Elf yang ada disana.
jika Baron dapat masuk kesana maka itu akan menjadi Sebuah keuntungan yang sangat banyak apalagi Para elf memiliki beberapa Sumber daya yang sangat cocok untuk digunakan oleh Baron.
Diablo juga ada disana, namun ia masih sedikit pusing karena mendapatkan pukulan dari Aether, sangat bohong kalau ia tidak jengkel mendapatkan pukulan Seperti itu, tapi ia juga tidak menyuarakan protesnya dan membiarkan masalah itu berlalu begitu saja.
Seandainya kau tidak Buta, mungkin kau bisa menjadi pandai besi paling hebat yang ada di dunia ini,” ucap Baron memberikan pujian kepada Aether.
Beberapa Kali Baron mengalami jalan buntu, dalam proses pembuatan Sebuah senjata, tapi Terkadang dengan beberapa sarang yang Aether berikan Itu dapat terselesaikan dengan baik.
“Itu bukan karena aku yang jenius, tapi otakmu saja yang jarang di pakai untuk berpikir,” balas Aether dengan Sedikit mengejek.
“Setelah dipikir lagi bukankah Perempuan dari Gereja perang seharusnya dapat menyembuhkan Matamu?” ucap Diablo.
ia tahu beberapa hal tentang ilmu medis, sehingga ia tahu kalau sebenarnya kebutaan dari aether tidak terlalu parah, itu masih dapat disembuhkan dengan beberapa cara khusus, dan ia yakin kalau Nomos dari Gereja perang dapat menyembuhkannya.
“Ya, dia dapat menyembuhkan mataku, ia juga Sudah pernah menawarkan untuk menyembuhkan kebutaan ini,” Jawab Aether santai.
Aether memang telah ditawarkan oleh Nomos sebuah metode penyembuhan, namun segera ia tolak, karena Ia saat ini tidak ingin menyembuhkan matanya, sebenarnya Matanya yang buta Sudah pernah ingin disembuhkan oleh naga yang ada dalam dungeon namun Aether saat itu menolaknya
“Kenapa.” Tanya diablo dan Baron mereka tentu Penasaran alasan Aether memilih mempertahankan kebutaannya.
“Mata ini akan selamanya buta Jika Kerajaan sidrap tidak runtuh atau hancur,” jawabnya dengan tegas.
__ADS_1
Sebenarnya Kebutaanya itu memiliki beberapa cara untuk disembuhkan salah satu caranya adalah mendapatkan pendonor mata, tapi Aether sudah mencobanya satu kali, dan hasilnya ia terus mendapatkan bayangan tentang tragedi saat terjadi pembantaian keluarga dan warga desa di tempat tinggalnya.
Hingga pada akhirnya ia lebih memilih untuk membutakan matanya kembali, sehingga ia tidak lagi kebanyang lagi tragedi tersebut.
Mendengar cerita Seperti ini membuat mereka segera terdiam, dan tidak tahu beraksi Seperti apa, baron mungkin tidak terlalu tahu tragedi yang menimpa Aether, tapi Diablo yang sudah mengantar Aether menuju desa itu sedikit paham apa yang terjadi.
“Kalau Mau cerita lengkapnya tragedi desa itu, kalian bisa bertanya kepada orang ini,” Lanjut Aether sambil melepaskan serangan pedang.
Melihat Aether yang menyerang membuat Diablo segera bersiaga, kondisinya masih dalam keadaan baik sehingga Sepertinya ia tidak merasakan ada orang lain yang mendengarkan pembicaraan mereka.
Terlihat serangan pedang dari Aether terhalang oleh Sesuatu, dan pada akhirnya menunjukkan diri, Diablo Ingin menyerang, namun ditahan oleh Aether.
Aether Juga tidak ingin menghancurkan Tempat Baron, dan secara perlahan orang itu memperlihatkan dirinya, Ia tidak lain Adalah yeremia, pengawal dari Anastasi yang sudah lama tidak terlihat.
“banyak orang yang menganggap aku ahli dalam bersembunyi, tapi sepertinya mereka memang terlalu melebih-lebihkan diriku,” ucapnya santai sambil terus berjalan menuju salah satu kursi di dekat mereka.
Belakangan ini karena melihat pergerakan dari Anastasi di kerajaan gowa sudah aman membuat Yeremia Sedikit santai Sehingga ia memiliki waktu untuk menyelidiki beberapa kejadian terutama pergerakan dari kerajaan sidenreng saat ini.
Ia juga kadang akan menyelidiki pergerakan kelompok dari Aether, Ia sedikit bingung karena hingga saat ini mereka sama Sekali terlihat melakukan pergerakan untuk menyerang kerajaan sidrap, jika orang awam melihatnya saat ini adalah kesempatan paling ok untuk menyerang.
“Bicaralah, kami tidak punya Banyak waktu dan kami saat ini sedang menunggu pelanggan jadi kalau ingin bicara lakukanlah, dan jika tidak pergilah dari tempat ini.” Ucap Aether santai.
“Ok, ok, ok, aku langsung ke intinya, kenapa hingga kini kau belum menyerang?” Yeremia, memang langsung ke intinya.
“Itu bukan urusanmu, kau bisa menganggap kami bodoh, tapi kau harus ingat apapun yang kami lakukan itu terserah dengan kami dan walaupun kami tidak menyerang itu sama sekali bukan urusanmu!” balas Diablo.
Diablo Juga sebenarnya tidak suka dengan orang ini, ia Sudah mendengar dari Aether kalau beberapa kali Yeremia berusaha memberikan informasi kepadanya tentang Kondisi dari Kerajaan sidrap saat ini, dengan harapan mereka dapat membuat kekacauan disana.
__ADS_1
“Tentu ini telah menjadi urusanku, seperti yang kau katakan tadi, kalian telah berniat meruntuhkan kerajaan ku, tentu ini telah menjadi urusanku sejak awal!!” terlihat aura yang sangat mengerikan dari Yeremia.
Walaupun penampilan dari Yeremia Seperti seorang laki-laki separuh baya yang tidak lama lagi akan pensiun, tapi Tetap saja ia adalah seorang mantan jendral yang sudah berada lama di medan perang, dan berbagai Situasi.
Sehingga saat aura ingin bertarungnya dikeluarkan, maka tentu bisa terlihat sangat menakutkan, mereka hingga detik ini, belum pernah melihat sihir dari Yeremia dikeluarkan Sehingga Diablo langsung bersiap jika memang pertarungan akan terjadi.
“Mau bertarung? Kami mungkin belum bisa mengalahkan mu, tapi jika kau sangat penasaran kau bisa mencobanya.”
Balasan dari aEther juga dengan aura yang telah di gabungkan dengan Sihir gravitasinya, sihir Gravitasi ini Aether aktifkan tidak menggunakan grimoire melainkan hanya dengan menggunakan Mana dari alam Sekitar, sehingga itu Sedikit lebih lemah dari sihir grimorenya yang sering ia keluarkan.
Tapi saat itu digabungkan dengan Aura membunuh yang keluar dari tubuhnya, membuat itu menjadi berkali kali lipat lebih kuat.
Diablo Juga tidak mau kalah, ia sudah puluhan tahun menjadi Seorang pembunuh, dari umur ilam tahun ia Sudah dilatih untuk membunuh Seseorang sehingga saat mengeluarkan membunuh Maka ia juga tidak akan kalah dengan aura Yang dimiliki oleh Yeremia.
Saat orang yang ada di dalam ruangan itu sedang berada di dalam ketegangan, Baron yang mendengar suara dan meja dan bangku yang ada disana Hancur, hanya bisa menangis dalam diam, karena membayangkan harus membeli berbagai perabotan yang baru.
Tentu ia tidak akan masalah akan hal itu karena beberapa kali ini terjadi kelompok dari Aether akan Selalu menggantinya dengan uang pribadi mereka.
“Sepertinya semenjak kalian berhasil melukaiku sekali membuat kalian terlalu percaya dirinya,” Balas Yeremia yang sepertinya tidak berniat untuk mundur.
“Aku sudah bilang, kalau kau begitu penasaran dengan kekuatan kami, tentu kami akan bersedia menemanimu bermain beberapa gerakan!” ucap Aether yang akhirnya berdiri, dari tadi ia terus duduk dan tidak peduli dengan kehadiran dari Yeremia.
Aether yakin Jika mereka bertarung dengan Yeremia, walaupun ia dengan Diablo tidak bisa menang. Setidaknya ia masih yakin memberikan beberapa luka patal kepada Yeremia.
(sedikit catatan: aku tidak tahu harus menulis apa di catatan ini karena mulai dari sini aku sangat bersyukur kalian dapat bertahan untuk terus membacanya, Arc selanjutnya akan berfokus kepada masa lalu dari Diablo atau HAdes. tentu aku sendiri ragu mau menulis yang mana, tapi semoga kalian yang membacanya tetap suka.)
__ADS_1