
Tidak menjadi masalah untuk mengurusnya, dengan bantuan beberapa orang seperti Mia dan beberapa orang yang berada di Gereja perang kepindahan para dan orang itu, seharusnya bukan menjadi masalah besar.
Apalagi saat itu Aether memang telah bersiap dengan beberapa kemungkinan, setelah kedatangan para ketua elf tidak ada lagi tamu yang datang hari itu sehingga Aether dapat melanjutkan masa latihannya.
“Seharusnya aku meminta beberapa saran dari mereka,” gumam Aether yang merasakan ia mengalami kebuntuan dalam proses latihannya.
tapi saat ia berpikir tidak ada lagi orang yang akan menemuinya ia merasakan Aura kehadiran dari orang yang Cukup dikenal, itu tidak lain adalah Zeus.
“Ada apa?” tanya Aether IA tahu kalau Zeus tidak akan datang malam-malam seperti ini Jika tidak sesuatu yang mengganggunya.
“Aku dengar dari Diablo, aku akan mendapatkan misi pelajaran yang khusus,?” tanya Zeus.
“Apa kau ingin mundur? Jika ia aku sama sekali tidak masalah akan Hal itu,” ucap Aether.
Dari kelompoknya hanya Zeus yang sebenarnya tidak memiliki niat untuk bertarung, kebanyakan dari mereka memiliki niat untuk bertarung karena adanya rasa balas dendam, sedangkan Zeus ia saat itu hanya di rekrut oleh diablo karena merasa IA memiliki potensi untuk terus bertambah kuat.
“Kau adalah orang yang Diablo Rekrut, tapi jika Kau ingin hidup tenang di kerajaan bersama dengan anak panti kami sepenuhnya akan mendukungmu,” lanjut Aether.
Mungkin jika Ada satu satunya niat Zeus untuk terus bertarung adalah untuk mendapatkan uang lebih untuk ia berikan kepada anak anak yang ada di panti, tapi sekarang mereka sudah memiliki cukup banyak uang, walaupun Zeus tidak memberikan mereka uang lagi Aether bisa meminta orang-orang dari Gereja untuk memberikan kehidupan yang layak kepada anak anak yang ada di panti itu.
Beberapa hari setelah mereka selesai melawan para orc, zeus benar tidak bisa menutupi kalau ia sangat frustasi melihat cara bertarung di copy oleh Diablo dengan mudahnya, sebuah perasaan dimana ia merasa latihan yang selama ini dia lakukan hanya sia sia tidak bisa dihapuskan di kepalanya.
__ADS_1
Semua itu ia ceritakan kepada Aether, ia sama sekali tidak marah kepada Diablo karena menggunakan sihir yang dilatih, ia hanya frustasi karena ia tidak bisa mencapai kekuatan yang sama dengan apa yang mereka lakukan.
“Inilah alasan kenapa aku memilih sebuah tempat khusus untuk mu, dan jujur aku berniat untuk memberikan metode pelatihan yang akan menghilangkan efek dari Good Speed yang kau miliki,” ucap Aether yang mendengarkan keluhan dari zeus.
Perasaan putus asa ini pernah Aether rasakan Sehingga ia sangat mengerti Zeus, ia dari awal mengatakan untuk zeus memilih, hanya untuk melihat bagaimana tekadnya untuk bertambah kuat, dan melihat tekad Itu Aether tidak ragu memberikan Sedikit saran kepada Zeus untuk bisa terus berkmbang.
Hal itu membuat Zeus kembali bersemangat, dan dengan cepat setuju saran yang ia ingin dengar dari Aether, “Semua itu tidak semudah yang kau banyakan, saat kau berlatih nanti ada kemungkinan kau akan mengalami kematian, apalagi jika kau melakukannya Sendirian.”
“Tidak masalah aku ingin bertambah kuat, Walaupun ada uang kami anak panti tidak bisa tenang apalagi jika perang dunia memang akan pecah,” jawab Zeus dengan cukup tegas.
Aether pun mulai menjelaskan beberapa hal kepada Zeus, yang pertama yaitu penggunaan Mana alam. Pengguna mana alam yang Aether tahu mengikuti prinsip monster gunakan Karena memang Aether dilatih seorang monster atau lebih tepatnya Seorang naga.
Yaitu dengan berusaha membentuk sebuah pusaran mana alam dalam satu organ tubuh, yang nantinya akan bertugas akan terus bergerak untuk mengumpulkan mana cadangan sehingga Mana yang tidak terkumpul dalam Grimoire bisa ditambah dengan mana yang sekarang dalam tubuh.
Aether saat itu hanya memberikan beberapa instruksi dan membiarkan Zeus merasakan bagaimana sensasinya, jika nantinya IA bisa mencobanya tampah masalah.
Yang kedua Adalah teknik pernapasan yang ia ketahui, sebenarnya teknik ini harus sepaket dengan teknik pernama, jika tidak Ia bisa saja mati karena merasakan rasa sakit dalam prosesnya.
Aether mulai mencoba Melatih Zeus untuk bernafas sesuai dengan irama yang dia inginkan “Terus lakukan,” ucap Aether yang saat itu tampah aba-aba yang memberikan pukulan keras ke perut zeus.
“Jangan berhenti, lakukan terus sesuai dengan irama yang aku katakan,” kembali lagi ia mendapatkan pukulan.
__ADS_1
Aether terus memberikan pukulan Hingga Zeus bisa merasakan Kalau pukulan Aether mengurangi atau bisa dikatakan pelan.
“Itu bukan bertambah pelan, tapi kau yang sudah menguasainya, usahakan untuk melakukan itu mulai sekarang, dan untuk masalah kau bertatih di tempat itu kau bisa memutuskan sendiri kapan kau berniat untuk datang kesana,” ucap Aether menutup pertemuannya dengan Zeus saat itu
Sebelum pergi Zeus terus berterima kasih karena kepercayaan Aether, dan berjanji tampil lebih baik lagi kedepannya.
Aether tentunya tidak masalah sebenarnya apapun yang menjadi pilihan dari Zeus karena ia sendiri telah menganggap Zeus adalah keluarganya.
Aether sedikit tersenyum setelah kepergian Zeus dan ia yang berniat untuk beristirahat karena merasakan kalau Besok ia akan kedatangan orang yang lebih merepotkan.
Kalau bisa Aether berharap ia bisa menyelesaikan setiap masalah yang ada disini sebelum ia bisa melakukan latihannya, sehingga saat ia pergi semua dapat di urus oleh orang lain, tanpa kehadirannya.
Dan memang benar Aether kedatangan tamu yang memang cukup merepotkan, itu adalah Daniel bersama salah satu orang yang tidak ia kenali, dan Jason yang sepertinya mewakili kerajaan pinrang, dan tentu Daniel mewakili kerajaan luwu.
“Untuk memulainya perkenalkan aku lamanurung Raja yang baru terpilih di kerajaan luwu, ingin berterima kasih atas jasa anda membebaskan dari bahaya serangan para Orc,” ucap orang yang yang dibawah Daniel, yang ternyata Raja baru dari Kerajaan luwu.
Karena beberapa masalah yang terjadi di kerajaan luwu Raja lama merasa ia tidak layak untuk memimpin negeri itu lagi sehingga ia memutuskan untuk turun tahta dan membiarkan putra mahkota untuk naik menjadi raja baru dari kerajaan luwu.
Entah Kenapa Aether merasa itu hanya menyerahkan tanggung jawab kepada anaknya karena sang ayah yang gagal sebagai pemimpin, “tidak perlu berterima kasih, karena Sepertinya kerajaan luwu tidak sepenuhnya terbebas dari marabahaya bukan?’
Jawaban Aether memang Ada benarnya, dari apa yang dikatakan Hasanuddin yang memang berhasil membuat pasukan para Beastman mundur, ternyata kemunduran itu hanya untuk semnatara, yang bergunana untuk membuat serangan yang lebih baik lagi.
__ADS_1
Tentu serangan itu akan dimulai dari kerajaan luwu, yang memang menjadi target sempurna untuk di serang. Karena beberapa wilayah mereka yang masih kurang stabil setelah perang melawan para orc.