
Sebuah perkenalan singkat mereka lakukan, terlihat bagi Alea, Aether adalah pria yang sangat ramah, dan sangat berbeda yang ia dengar dari Jason, tentang pria ini yang sangat Arogan, yang tidak segang-segang berdebat dengan orang yang tidak ia sukanya.
“Aku sudah dengar dengan baik tentang permintaanmu, tapi jujur saja untuk permintaan Seperti itu, penawaran imbalan yang kami dapatkan sungguh tidak menarik,” Ucap Aether tudepoin.
“Aku tahu itu, kali ini aku cukup membawa penawaran yang seharusnya menarik perhatianmu,” balas Alea dengan cukup percaya diri.
“Kalau begitu kami akan mendengarkan!”
“Karena permintaanku memang sulit, tapi dilain pihak permintaan ini sebenarnya sangat simpel, jadi aku menawarkan sebuah imbalan yang seharusnya simpel juga, Yaitu sebuah (Janji)”
Ucapan ini membuat semua orang yang ada di sana menkerut, Jason juga menujukan hal yang sama ia Sudah dirahasiakan dari alea sehingga ia juga baru mendengarkannya sekarang ini.
“Janji?”
Dari banyak pikiran yang telah Aether bayangkan ia tidak pernah membayangkan putri ini akan berkata Seperti ini, sehingga ia memperlihat aut muka yang seolah tidak percaya dan tentunya jengkel.
“Jika Apa yang dikatakan Jason benar maka Seharusnya kalian sudah mengetahui semua hal terhadapku, dan tentu tahu kalau Kami saat ini tidak memiliki apa-apa, sedangkan kalian juga tidak tertarik untuk menjadi Raja dari kerjaan itu, sehingga saat ini jujur saja yang aku tawarkan hanya Sebuah janji, bukan sebuah janji biasa tapi sebuah janji darah.”
Alea mulai menjelaskan maksud dari perkataannya, orang- orang yang ada di sana sana terus mendengarkan apa yang dikatakan alea.
“Sebuah janji jika Memang aku berhasil menjadi seorang Raja maka, kalian akan mendapatkan kebebasan untuk mengatur kekuatan militer dari kerajaanku jika kalian memang memerlukannya,” ucapnya dengan tegas.
“jika mendengar perkataanmu, kenapa kau sangat yakin kami akan setuju dengan hanya Sebuah janji seperti itu.”
Sebuah senyum muncul dari bibir Aether ia merasakan kalau putri ini adalah orang yang sangat menarik, karena bisa menawarkan hal seperti ini kepadanya.
“tidak ada, itu hanya Sebuah tebakan, aku tidak tahu apa yang sebenarnya tujuan dari kelompok ini, tapi satu hal yang kuyakini tujuan kalian bukanlah sebuah tujuan kecil, sehingga kalian akan memerlukan kekuatan, jadi aku berusaha memikirkan bagaimana memberikan kekuatan hingga aku akhirnya mendapatkan ide Seperti ini,” ucap Alea dengan jujur.
Ia tidak tahu kalau apa yang dia katakan adalah kebenaran, dan tidak mengetahui kalau ia baru saja terjebak dalam sebuah rencana besar yang akan terjadi beberapa tahun kedepan.
__ADS_1
“Hahaha........” Aether terus tertawa, ia kali merasakan kalau putri ini adalah orang yang sangat layak diajak untuk bekerja sama.
“aku setuju sesegera mungkin kami akan bergerak untuk mencari peluan, untuk masalah janji darah itu tidak perlu dilakukan kali ini kita adalah rekan. Mari saling percaya untuk kedepannya .” ucap Aether santai.
Sebuah jabat tangan tanda mereka telah setuju untuk bekerja sama, setelah itu mereka masih membicarakan beberapa hal, terutama rencana jika memang mereka berhasil mendapatkan mahkota raja pinrang.
Atau apa yang akan terjadi jika ada orang lain yang mendapatkannya, Alea menjelaskan, ada dua kumikanan orang yang ingin mendapatkan mahkota itu, itu tidak lain adalah para kerajaan kecil yang ada di dekat sana.
Jika mereka mendapatkannya Secara tidak langsung mereka mendapatkan semua wilayah yang seharusnya milik kerajaan Pinrang, Kedua orang yang berusaha mendapatkanmu hanya bisa menjualnya kepada raja –raja yang memiliki ambisi Serupa.
Alea menjelaskan kalau mereka tidak bisa menjadi raja jika memang tidak memiliki keturunan Raja, itu tidak lain karena mereka yang menjadi raja bukan keturunan Raja maka mereka harus siap menanggung tekanan dari kerajaan kerajaan yang ada di sekitarnya, bahkan kadang kalah mereka akan dijauhi oleh pemerintah dunia.
Sehingga hingga saat ini hanya ada beberapa orang yang pernah mencoba hal itu. dan kebanyakan orang yang mencoba akan bernasib gagal atau bisa dikatakan hancur oleh orang orang yang ada di sekitarnya.
Dalam pembicaraan yang cukup baik itu terkadang Jason akan meminta saran kepada aether untuk mengembangkan kekuatannya kearah yang lebih lagi, Jason juga meminta untuk ia dilibatkan dalam misi ini.
Karena Jason adalah orang yang menawarkan diri maka Aether tentunya tidak menolaknya, ia memberikan beberapa perintah Sebelum akhirnya meninggalkan tempat ini bersama dengan alesa tentunya.
Ekspresi yang awalnya cukup bersemangat kini kembali mengerikan, Melihat ini ia hanya bisa tersenyum masam karena tahu kalau ini akan menjadi hal yang menarik.
“Dimana Anastasia?”
Sebuah pertanyaan yang cukup membuat diablo mengerti dimana arah dari semua ini.
“ia saat ini seharusnya masih berada di tenda perawatan para pahlawan yang terluka karena perang itu,” sebuah penjelasan singkat diablo berikan.
“Kita jemput Mia sebentar, kita akan membuat masalah!” perintah Aether.
Diablo tidak banyak bicara, ia hanya langsung membuka gerbang dan langsung terhubung dengan tempat para Elf, semua elf yang ada di sana sangat mengenal Aether, jadi aether menyuruh salah satu dari mereka memanggil Mia.
__ADS_1
Tidak berselang lama, Mia datang bersama dengan salah ketua yang menggunakan pedang besar bersama dengan nya.
Mia tidak tahu apa yang terjadi Sehingga ia tentunya langsung bertanya, “Apa yang terjadi?” mereka baru beberapa hari ini berpisah tentu ia yakin mereka tidak akan mencarinya jika tidak ada Sesuatu yang mendesak.
“Aku ingin membuat masalah dengan anastasi, ingin ikut disana akan ada berbagai pahlawan termasuk teman-temanmu dari kerajaan sidenreng rappang,” sebuah penjelasan Singkat Aether berikan kepada Mia.
“jangan banyak tanya ayo berangkat,” balas mia penuh semangat.
Aether juga menjelaskan ini sebentar kepada para tetua elf yang ikut bersama dengan mia Sebelum mereka meninggalkan tempat itu.
Mia juga telah mendengarkan penjelasan singkat apa yang terjadi dari diablo, ia awalnya Sudah melihat kalau Aether saat ini sedang berada dalam suasana hati yang buruk, setelah mendengar penjelasan dari diablo IA akhirnya mengerti kenapa ini bisa terjadi.
Mereka Segera sampai dimana para pahlawan dirawat itu adalah sebuah asrama Sederhana dimana terdapat beberapa perawat dari berbagai gereja masih mondar mandir disana.
Aether Langsung memberikan kode kepada Mia, melihat itu Mia langsung mengeluarkan Sebuah tembakan yang langsung menarik perhatian Semua orang yang ada disana.
Saat semua perhatian mengarah kepadanya Aether langsung mencari keberadaan dari Anastasia, yang tidak terlalu sulit untuk mencari keberadaanya karena ia akan terus bersama dengan Daryani, ia memang sedang berada di tidak jauh dari tempatnya mereka muncul.
Pada saat itu ia Sedang berbicara dengan baik bersama dengan beberapa orang entah siapa itu, tentu perhatian mereka langsung teralihkan dengan kedatangan dari Aether dan kawan-kawan.
Daryani adalah Orang yang pertama sadar kalau tatapan kemarahan saat ini keluar dari aether dan tatapan itu sedang mengarah ke arah mereka.
“Kabur,” ucapnya yang berusaha menarik Anastasi untuk segera menjauh dari tempat ini, tapi Sepertinya itu terlambat, karena ia sebuah kekuatan tarikan telah menarik Anastasia mengarah ke arah berlawanan.
“Ingin kabur, sudah terlambat,” ucap Aether yang terus menarik Anastasi menggunakan kekuatan gravitasinya.
Anastasia saat itu tidak bisa melawan, karena Semuanya terjadi secara tiba-tiba, setelah mendekat ia langsung di pukul di perut dengan sangat keras, pukulan tersebut sangat keras ia dapat merasakan beberapa organ dalamnya hancur karena mendapatkan pukulan seperti itu.
__ADS_1