Pedang Buta

Pedang Buta
pulang kampung


__ADS_3

Saat Kelompok dari Aether membuat kekacauan dalam pesta tersebut, tidak Semua petinggi bisa turun tangan untuk menghentikan mereka karena beberapa orang harus disibukkan untuk membantu para warga yang terjebak dalam kekacauan.


Ini Dimanfaatkan dengan baik, oleh Sebastian dengan mencari orang orang yang sempat membuat masalah dengannya, sebenarnya penangkapannya di kerajaan Sidenreng hanya Sebuah perkara Simpel di mana ia tidak Sengaja menyinggung salah satu Bangsawan yang lumayan berkuasa di ibukota.


Dan untuk membuatnya mendapatkan  hukuman yang lumayan berat, ia difitnah  Sebagai  Sebuah mata-mata dari kerjaan tetangga,  karena beberapa alasan dan  pekerjaan yang memang merupakan Seorang mata-mata ini menjadi Semakin menyulitkan untuknya.


Ia cukup beruntung karena berhasil mengirimkan Sinyal bantuan dan ia lebih beruntung lagi Karena orang yang mendapatkan Sinyal tersebut adalah Diablo. Ia mungkin tidak bisa melampiaskan kekesalan kepada orang orang yang telah menyiksanya, tapi untuk para  bangsawan yang telah membuat masalah dengannya Dengan keadaan Seperti ini maka kekesalannya ia bisa melampiaskannya dengan perasaan suka cita.


Dari rambut sampai ujung kaki tidak lepas dari pelampiasan sebastian, Setelah ia puas ia baru memperhatikan dari Sekitar, dan Segera ia memberikan Sinyal yang telah diberikan oleh Diablo.


Semua orang yang terlibat dalam pertarungan tersebut langsung teralihkan dengan Sinyal yang ada, itu adalah Sinyal untuk mereka Segera meninggalkan tempat ini.


Karena mereka mereka Sudah tersebar di berbagai tempat Sehingga Diablo tidak bisa langsung mengakut mereka, Orang yang pertama sadar kalau sinyal tersebut merupakan sinyal untuk melarikan diri Adalah Anto, Sehingga ia memberikan perintah untuk menjaga Diablo Sebagai pengguna Sihir teleportasi.


Walaupun Seperti itu mereka sama Sekali tidak khawatir, karena mereka Sudah menebak  hal tersebut, Sehingga mereka masih bisa kabur dengan cara mereka masing-masing.  Jika masalah kabur Zues masihlah yang terbaik.


“Aku selalu bingung kenapa aku harus terlibat dengan hal hal gila Seperti ini.”


Dalam keadaan berlari ia masih terus mengoceh tentang betapa Sialnya ia harus terlibat dengan masalah yang dibuat oleh kelompok dari Aether. Ia merasa saat bersama dengan kelompok dari Aether nyawa nya Seperti Selalu berada di ujung tanduk, yang kapang saja mereka  bisa terjatuh dan hilang.


 Rangga juga telah bergabung bersama dengan Aether, Sehingga kecepatan gerak mereka menjadi lebih cepat Setidaknya bisa Sebanding dengan kecepatan dari Zeus. Dalam pelariannya Aether berusaha menarik Sebanyak mungkin orang.


Dan orang yang terlihat paling bersemangat untuk mengejarnya Adalah Kelompok dari anto,  sepertinya kali ini ia mengejarnya bersama dengan kelompok pahlawan  dari kerajaan Sidenreng.

__ADS_1


Aether Hanya melompat dari Tubuh Rangga, dan lompatan menuju  ke arah anto dan para  pengajarnya. “Tempest!!”


Di udara Aether mengayunkan pedangnya secara horizontal, hasil dari ayunan nya itu memngasilkan serangan pedang berbentuk Sebuah pusaran angin ****** beliung segera menantang lawannya.


Serangan tersebut cukup kuat untuk membuat para pengejar terlempar dan memberikannya cukup banyak waktu bagi Aether untuk menjauh dari tempatnya saat ini.


“Sampai jumpa di tempat Seharusnya kau bisa mengelurkan kekuatan penuh mu!” ucapnya Kepada Anto Sebelum ia pergi dengan  mempercepat langkahnya dan menghilang di keramaian kota kerajaan Sidenreng.


Jika ada orang yang tidak membutuhkan bantuan Untuk kabur maka itu bisa dipastikan adalah Aether, dengan mudah jika  ia melepaskan topengnya maka tidak ada satupun yang akan mengira kalau orang itu adalah orang yang sama yang telah membuat kekacauan di kerajaan ini.


Bahkan kelompok dari Anto Sempat berpapasan dengan Aether saat mereka mencarinya, namun melihat kondisi dari Aether yang buta mereka bahkan tidak berpikir dua kali untuk menganggap kalau itu adalah orang yang berbeda.


Saat kelompok utama yang ada sedang  berfokus untuk mencari  cara bagaimana menemukan Aether yang saat itu lari menuju tengah kota, disitu yang lainya dengan mudah kabur, Apalagi kemampuan mereka di awal memang sudah sangat tinggi Sehingga kabur bukanlah menjadi masalah yang berarti.


Aether juga Sudah berpesan kepada Diablo jika memang tidak ada masalah yang berarti maka ia tidak perlu menjembutnya, Sebelum mereka berangkat menuju tempat pertempuran yang Sesungguhnya


 Aether adalah orang buta, namun dengan caranya tersendiri, ia memiliki bagaimana gambaran dari desanya sekarang ini,  baru sampai di gerbang desa ia Sudah merasakan perasaan Sedih, dan bayangan keluarganya yang telah meninggal akibat pembantaian oleh kerajaan Sidenreng terus menghantuinya.


Mereka sangat keterlaluan,  Sesuai dengan apa yang dikatakan Roberto, mereka membiarkan semua mayat tergeletak begitu saja, dan membuat tempat ini menjadi terdengar sangat menakutkan .


“Maaf anak ini baru datang,” ucap Aether sambil bersujud selama beberapa kali.


Ia tidak bisa mengatakan banyak hal, yang ia lakukan saat itu hanya menggunakan berbagai kemampuan Sihirnya untuk membersihkan beberapa reruntuhan yang ada di desa, ia juga menggunakan pedang nya Sebagai cangkul untuk menggali beberapa makam untuk menguburkan beberapa mayat  yang terlihat tidak terurus.

__ADS_1


Karena kejadiannya sudah terlalu lama semua yang ada di sana Sudah tinggal tulang Semata, beberapa bahkan hanya menyisakan beberapa tulang yang Sepertinya mayat-mayat itu Sudah dimakan oleh binatang buas yang ada di daerah Sekitar.


Walaupun Sudah dalam kondisi seperti itu Aether masih terus berusaha memberikan pemakaman terbaik untuk mereka,  Aether mengambil secarik kain yang ada disana dan mengikat matanya dengan keras, Sehingga tidak ada air mata yang keluar dari matanya.


Ia tidak ingin memperlihat kesedihannya di depan keluarga dan teman temannya yang ada di sini,  walaupun Membutuhkan waktu yang cukup lama, aether berusaha untuk melakukannya dengan baik dan Serapi mungkin.


Setelah itu ia menuju kediamannya waktu masih kecil, rumah tersebut merupakan rumah di mana ia dilahirkan dan tumbuh besar, Sebelum sebuah insiden itu terjadi.


“Aku pulang,” ucapnya Membuka pintu yang ada disana.


Walaupun terlihat kotor Aether sama Sekali tidak peduli, ia dengan santai duduk di meja makan Seolah menyapa Semua keluarga yang ada di khayalan dari adik ibu dan Kakeknya.


Ia bahkan dengan santai tidur di kamarnya yang sudah berdebu dan penuh dengan Jaring laba-laba, ia terus berada di sana sampai beberapa hari, bahkan ia menolak untuk merasakan  lapar hanya Supaya ia tidak meninggalkan rumah itu Selama beberapa hari.


 Rangga tidak ikut bersama dengan aether, ia Sudah mendapatkan tugas berbeda yaitu untuk melihat daerah Sekitar, dan membersihkan Semua monster yang ada di daerah tersebut, Aether tidak ingin desanya di Sentuh oleh para monster yang ada di daerah Sekitar jadinya ia memerintahkan untuk rangga memperingatkan para monster untuk jangan mengganggu desa ini dan kalau ada yang melawan Aether ingin rangga menghabisinya.


Aether terus berada disana Sampai waktu dimana Hari keberangkatan menuju pertempuran antar kerajaan di mulai.


 


   


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2