Pedang Buta

Pedang Buta
informasi raja dari sidrap


__ADS_3

Diablo, Juga kadang menghampiri Aether secara rahasia, ia tidak bisa bertemu secara langsung karena saat ini Aether saat ini sedang disibukkan karena ia juga telah memulai misinya untuk bergabung dengan aliansi pasukan Antar kerajaan untuk melawan para Goblin.


Walaupun Aether adalah orang buta, dan sempat mendapatkan beberapa halangan  tapi dengan menunjukan beberapa kemampuanya, ia akhirnya dipercaya untuk memimpin 10 orang prajurit pemula.


Hari ini diablo cukup  santai ia hanya beberapa kali latihan dengan tombaknya, dan sekarang sedang bersantai di markas gereja dewa perang, Setelah organisasi mereka cukup berkembang Kini tugas untuk mencari keberadaan dari pusaka pusaka dari gereja perang tidak lagi di berikan seutuhnya kepada Aether.


Dan untuk sementara membiarkan Aether berfokus untuk masalah yang terjadi di kerajaan pinrang,  ia saat ini sedang membicarakan beberapa hal bersama dengan Nomos, itu terkait dengan kerja sama mereka dan beberapa informasi yang ia dapatkan, berniat untuk membaginya dengan Nomos.


Ia saat ini masih tidak terlalu percaya dengan Hasanuddin, Tapi ia juga  butuh Seseorang untuk membimbingnya, untuk mengurus berbagai hal dalam organisasi, dan menurutnya Nomos adalah orang yang tepat karena ia pasti memiliki segudang pengalaman dengan menjabat sebagai archbishop.


sehingga dengan berbagi informasi seperti ini ia berharap, ia mendapatkan beberapa saran dari Nomos, dan terbukti beberapa saran yang ia dapatkan memang sangat membantu.


Percakapan mereka sedikit terganggu, setelah salah satu pekerja disana melaporkan kalau ada yang sedang mencari Aether dan kelompoknya.


“Bagaimana ciri-ciri dari orang yang mencari kami itu?” tanya diablo, ia memiliki gambaran tentang siapa yang akan mencarinya, tapi dia masih menanyakan  orang seperti apakah itu.


Pekerja tersebut menceritakan ciri-ciri dari orang yang ada disana, “Yeremia, dan biarkan Dia masuk,” sekali dengar ia sudah tahu kalau itu adalah Yeremia, dengan persetujuan dari Nomos Diablo mempersilahkan Yeremia untuk masuk.


Nomos telah mengetahui masa lalu Dari Aether, dan perseteruannya dengan kerajaan Sidenreng. Dan Ia memutuskan untuk tidak ikut campur dalam masalah mereka, ia tidak melarang aether untuk balas Dendam, dan lebih memilih untuk terus melihat bagaimana perseteruan ini akan berlanjut.


tapi ia juga akan menawarkan bantuan jika memang Aether nantinya berada dalam bahaya, sehingga Aether cukup puas dengan sikap Yang Nomos berikan.


Pada dasarnya orang- orang yang ada di gereja perang adalah para petarung, dan menurut mereka masalah seperti ini memang seharusnya berakhir dalam pertempuran berdarah.


Dan tidak sedikit dari mereka yang beranggapan kalau Mati dalam keadaan berusaha membalaskan dendam adalah sebuah berkah dalam kehidupan.


“Lama tidak bertemu,” ucap Diablo yang menyapa Yeremia.

__ADS_1


Yeremia yang ingin memaki Diablo langsung tertahan karena melihat sosok yang saat ini berada di dalam ruangan, karena disana tidak hanya ada diablo melainkan ia ditemani  sesosok yang sangat ia kenal baik,  “Bagaimana Kau disini?” daripada menanggapi sapaan dari Diablo ia lebih memilih untuk bertanya Ke Nomos alasan keberadaanku disini.


“Ini  gereja dewa perang, kau yakin mempertanyakan keberadaanku? Urus saja masalahmu dengan anak itu dan anggap saja aku tidak ada disini,” balas Nomos ia menegaskan kepada  yeremia kalau ia tidak akan meninggalkan tempat ini.


Dengan Tarikan nafas ia mengeluarkan Berbagai kertas yang di dalamnya terdapat nama-nama orang yang meninggal di kerajaan Sidenreng belakangan ini.


“Ini kalian bukan?” tanyanya kepada Diablo.


Diablo membaca kertas yang ada disana, ia membaca itu sambil tersenyum, “Melihat ini, aku baru teringat sesuatu, apakah keadaan dari keadaan dari gadis kecilmu itu baik-baik saja?”


Diablo tidak menjawab pertanyaan dari YERe ia mengalihkan ucapannya dengan menanyakan kondisi dari Anastasia, ia sedikit penasaran dengan Ekspresi Yeremia jika ia membahas masalah ini.


Tapi ia harus kecewa karena Kali ini Yeremia datang dengan kondisi yang cukup baik, jadi ia tidak mudah terprovokasi dengan ucapan-ucapan yang Diablo lontarkan.


“Ya, kami yang melakukannya, bukankah ini yang kau harapkan?” jawab Diablo pada akhirnya.


Sebisa mungkin diablo berusaha tersenyum kepada Yeremia, dan melihat bagaimana tanggapan Yeremia tentang hal ini.


“Jadi yang kau anggap mereka yang kalian bunuh adalah orang yang bersalah?” tanya Yeremia yang terdengar saat ini mendengar suaranya.


“ Ada beberapa alasan kenapa mereka adalah orang yang layak untuk dibunuh, Pertama, orang yang kami bunuh semuanya adalah prajurit, ataupun mantan prajurit di kerajaan, alasan kedua seharusnya Kau ingin memberikan pelajaran ke pemerintah  jadi seharusnya kami membunuh prajurit prajurit ini bisa membantumu bukan?,” balas Diablo yang ia terus menjaga suara dan sikapnya dan berusaha sesantai mungkin.


“Dan jika kau bertanya kenapa kami bisa mengetahui kalau mereka adalah orang yang bersalah, jawabannya cukup simpel karena mereka semua adalah orang orang yang terlibat dalam penyerangan desa dari Bos kami?” lanjut Diablo kepada Yeremia.


Perkataan dari Diablo, membuat Yeremia sedikit terdiam, karena tidak bisa membantah ucapan dari Diablo ia mengalihkannya kepada Nomos yang masih terus mendengarkan percakapan yang terjadi di sana, dari banyak percakapan ia sama sekali tidak berpendapat dan lebih diam dan terus mendengarkan..


Mengetahui mereka melakukan pembantaian secara besar-besar kalian  masih menyebut kalian Gereja membuatku takjub,” ejek Yeremia kepada Nomos.

__ADS_1


“Igat Adik kecil, walaupun seperti ini aku masih seniormu, dan ingat kau tidak perlu mengingatkanku bagaimana Seharusnya Gereja mengambil keputusan,” Balas Nomos Sambil tersenyum.


Nomos tidak terlihat marah dengan ucapan dari yeremia namun melihat senyumannya itu, Mungkin tidak ada orang yang di dunia ni yang tidak akan  merinding setelah melihatnya.


Baik Itu Yeremia bisa merasakan mencekam, setelah ia mengatakan itu kepada Nomos. Bahkan diablo yang tidak menyinggungnya merasakan perasaan sedikit takut setelah melihat senyuman itu.


“Aku ingin kalian menghentikan aksi kalian di kerajaan sidenreng.”


Pada akhirnya ia harus memohon kalau Ia ingin kelompok Aether harus menghentikan serangan di kerajaan Sidenreng.


 Yeremia saat ini memiliki pengaruh yang sangat kecil di kerjaan, dan jika dari Kelompok Aether terus berlanjut, maka dipastikan kalau Ia bisa jadi tidak lagi memiliki pengaruh dalam kerajaan, karena  kebanyakan orang yang masih berhubungan dengannya akan termasuk dalam target operasi dari kelompok dari aether.


Karena memang hampir semua kenalannya dan orang kepercayaan terlibat dalam  pembantaian Desa tempat Aether tingal.


“Kau harusnya tahu kalau itu sedikit Sulit untuk terjadi?” balas Diablo.


“Aku menawarkan informasi, tentang Rahasia raja sekarang dan berbagai hal yang seharusnya kalian dapatkan.”


Ini adalah langkah terakhir yang yeremia bisa jadikan sebagai senjata untuk bernegosiasi dengan kelompok ini, dengan adanya nomos disini ia tidak bisa melakukan apa-apa.


“biar kutebak ini tentang sang raja  Rappang yang sekarang menjadi raja dari kerajaan Sidrap adalah dulunya mantan Pemimpin dari sebuah organisasi yang dibentuk oleh pemerintah dunia, yang bertugas untuk melakukan penelitian ke berbagai anak anak untuk dijadikan sebagai prajurit yang kuat?”


Ucapan dari diablo membuat Yere kini membisu, informasi ini seharusnya hanya diketahui beberapa orang penting semata bahkan ia harus mendapatkan mara bahaya untuk mengetahuinya.


Ia sangat takjub bagaimana kelompok remaja yang baru beberapa tahun belajar sihir bisa memiliki kemampuan seperti ini, beberapa hal membuatnya berpikir kalau diablo memiliki kemampuan sihir untuk membaca pikiran.


 

__ADS_1


__ADS_2