Pedang Buta

Pedang Buta
pemenang dari tim laki-laki


__ADS_3

Saat Diablo dan Rangga sedang berusaha menikmati waktu bersantainya ia merasa cukup senang melihat ada pelayan yang mengedarkan makanan kepadanya, namun setelah melihat makanan yang disajikan ia segera mengerti apa yang terjadi.


Sang pelayan juga tidak mengatakan Apa-apa,  itu adalah sebuah hidangan sederhana, namun dalam hidangan tersebut terdapat sebuah catatan, Diablo membacanya sebentar dan segera melemparkan kepada Mia.


Mia juga membacanya dan setelah itu Ia melemparkan kembali kepada Diablo, tapi sekarang diablo tidak menerimanya melainkan membakarnya.


“Jangan Khawatir, persiapanku telah mencapai seratus persen,” ucap Mia kepada Diablo.


“Bagus, jadi tetaplah berhati-hati,” balas Diablo


Semua orang yang ada disana tidak tahu apa yang terjadi, mereka semua penasaran apa yang terjadi namun tidak ada yang berani bertanya tentan apa yang terjadi.


Sedangkan Diablo mulai memikirkan langkah selanjutnya, info yang baru saja ia dapatkan sangat penting untuk kelanjutan pergerakan mereka selanjutnya.


 Saat diablo sedang berpikir, Aether juga sedang melakukan hal yang sama saat sedang dalam keadaan bertarung,  gaya bertarungnya Kini kembali berubah, sekarang ia tidak lagi menggunakan pedang panjang melainkan sebuah Pedang atau bisa disebut sebagai sebuah Golok karena bentuknya memang tidak menyerupai pedang.


Apalagi di kedua golok itu terdapat rantai yang terlihat saling menghubungkan satu sama lain, terlihat kalau Rantai tersebut Cukup Panjang untuk membuat penggunanya terlihat lebih memiliki jangkauan yang sangat luas.


“kalian menggunakan pedang kepada seorang ahli itu membuatku sangat tertawa dibuatnya,” ucap Aether.


Orang yang pertama kali tertangkap adalah Anto,  Rantai yang terhubung dalam pedan itu terlihat hidup karena terus berusaha menangkap  dan melilit Tubuh dari anto yang melawan.


Aether memang belum terlalu ahli dalam menggunakan senjata barunya, namun tujuan utamanya memang bukan menggunakan senjata ini sebagai kartu as yang ia miliki, namun ia hanya mengunakan sebagai senjata cadangan.


Dan keinginannya berhasil, ia dengan menangkap Anto membuat senjata itu sudah mencapai tujuan, setelah menangkapnya Aether Langsung menarik sisi satunya untuk membuat Anto Mendekat kepadanya dengan sihir gravitasi yang masih bisa dia kontrol membuat daya tariknya menjadi lebih cepat.


Kenshi terlihat berusaha menghentikan dan menyelamatkan Anto yang berusaha dalam  bahaya, tapi pergerakannya sedikit terhambat karena salah satu kakinya terkena jebakan pisau kecil yang ia kira Aether telah buang.


“Maaf sepertinya kau sudah kalah,” ucap Aether yang melihat Anto yang masih berusaha melawan tarikan rantainya, sedangkan ia Sendiri mengucapkan hal tersebut dengan pedang panjangnya yang disiapkan untuk menebas Kepala dari Anto


Dan setelah jarak yang sesuai Aether langsung menebas kepala Anto, hingga kepala tersebut terlepas, dan tentu ia tidak akan bisa selamat akan hal itu.

__ADS_1


“Sangat disayangkan aku tidak bisa mendapatkan pedangnya.” Gumam Aether melihat Mayat dari Anto secara perlahan menghilang menjadi cahaya.


Sebagai ahli pedang tentu ia sangat tertarik dengan pedang-pedang yang dimiliki oleh Anto, jika ini pertarungan nyata mungkin Ia sudah gila-gilaan untuk merebut senjata itu.


Kini Aether mengarahkan dirinya menuju Kenshi, ia tidak langsung menyerang dan membiarkan lawannya menyembuhkan dirinya terlebih dahulu.


“kenapa kau tidak menyerang?” Tanya Kenshi tentu saat ia berusaha untuk menyembuhkan diri ada kesempatan untuk Aether menyerang , tapi Aether malah terlihat mengguguhnya untuk kembali pulih


“Tidak ada hal khusus, hanya saja itu tidak akan menyenangkan jika aku menyerangmu dalam keadaan terluka, dan Aku sendiri masih penasaran untuk menghancurkan armor pertahananmu itu.”


Aether sangat berterus terang, tentang tujuannya. Saat Kenshi menggunakan Armor pertahanan milikinya Aether masih belum mendaratkan sebuah serangan yang berarti sehingga aether sedikit penasaran tentang bagaimana menjebol pertahanan itu.


Dan salah satu alasan kenapa Aether menargetkan Anto terlebih dahulu karena ia memang masih penasaran untuk melawan kenshi dalam bentuk pertahanannya.


Kenshi juga sadar jika kesalahan besarnya adalah berusaha melawan Aether dalam kekuatan Ofensif,sehingga sekarang mau tidak mau ia harus kembali dengan cara ia menggunakan armor pertahananya.


Tentu ia masih memiliki beberapa armor dengan beberapa senjata, namun ia tidak menemukan kecocokan untuk melawan Aether dalam pertarungan satu lawan, dan ia merasa satu –satunya pilihan nya adalah melawannya dan bentuk pertahanan dan berusaha mencari celah untuk mengalahkan  Aether.


Kenshi merasa di pertarungan mereka yang pertama ia  bisa merasakan kalau Aether Sepertinya tidak terbiasa dalam pertarungan udara,  sehingga ia bisa merasakan sebenarnya ia masih memiliki kesempatan untuk memenangkan pertarungan.


  Dengan cepat bentrokan kembali terjadi, pertempuran udara terpilih menjadi cara untuk menentukan siapa yang terkuat, dengan tetap saja Aether masih menggunakan senjata utamanya yang pedang panjang itu.


“Ini baru pertarungan yang menyenangkan bukan,” 


Aether terus terlihat bersemangat saat bertarung, pertahanan itu benar-benar kokoh terutama perisainya yang Aether anggap terkuat hingga saat ini.


“Aku tidak suka bicara, kalah aku saja kalau kau memang mampu,” balas dari Kenshi menanggapi ucapan dari Aether.


“Sesuai dengan apa yang kau inginkan,” ucapnya yang menambah energi sihir yang ada di pedangnya.


Energi itu membuat setiap tebasang  dari Aether semakin kuat  dan terus bertambah kuat, Kenshi sangat merasakan hal itu, sehingga dari pada terus bertahan ia lebih memilih untuk sering menghindar dari para menahan tebasan itu.

__ADS_1


Walaupun sudah berusaha menghindar, ia tidak akan bisa terus menghindar ia terus mendapatkan serangan tampah bisa melancarkan serangan balik.


Saking terdesaknya ia sapasi tidak sadar kalau Aether terus mendaratkan serangannya dalam satu titik di perisainya sehingga cera perlahan perisai itu mengalami keretakan dan tidak lama kemudian perisai itu segera hancur.


Sebenarnya perisai dari Kenshi memiliki tingkat kehancuran yang hampir mustahil karena itu akan terus memperbaiki diri selama yang punya masih memiliki  Mana, konsep ini sama dengan apa yang dimiliki oleh Hades namun konsumsi mana yang di gunakan tidak sebanyak yang digunakan Hades.


Tapi Sekarang karena terlalu kelelahan membuat Kenshi terlihat kesusahan  untuk terus regenerasinya hingga sekarang perisai tersebut masih bisa dihancurkan oleh Aether.


Dengan hancurnya pertahanan utama membuat aether menjadi lebih muda untuk menyerang, kali ini Aether tidak membiarkan Untuk Kenshi untuk mengambil nafas atau mengambil armor baru untuk bertarung.


Ia sudah bertekad untuk mengakhiri ini, hal yang membuat Aether seperti itu karena ia ingin mengakhiri  ini.


Walaupun Armornya kuat namun, perisainya masih jauh lebih kuat sehingga Aether terus memberikan luka kepada Kenshi dan yang pada  akhirnya memenangkan pertarungan  karena  ia tidak memiliki tujuan lain.


Ia pada awalnya hanya penasaran seberapa tangguh perisai dan Armor yang dimiliki oleh Kenshi tapi setelah ia menghancurkannya membuatnya tidak memiliki semangat lagi.


“Maaf, tapi sudah bosan jadi sampai jumpa di pertarungan perorangan,” Ucap Aether memberikan tusukan akhir kepada Kenshi.


Tusukan itu mengarah ke jantung dari Kenshi, yang memang sudah tidak terlindungi lagi. Armor yang ia kenakan telah tercabik cabik karena terus mendapatkan serangan dari Aether.


Tapi tidak menduga setelah ia menang dalam pertarungan tersebut, ia juga langsung ditarik keluar dari area ini, padahal ia berencana mengucapkan beberapa rasa terimakasih kepada si phoenix dan kerja Besar yang telah bertarung bersamanya.


Yang ia tidak tahu kalau sang phoenix sedang menyaksikannya dari jauh, bersama dengan kera putih yang juga sempat ikut  dalam pertarungan tadi.


“Apa selanyak itu, ia mendapatkannya?” tanya si kera.


“Anggap aja kita bertaruh, dan kemungkinan jika dia tidak membantuku juga akan menggunakannya.” Balasnya.


“Dan aku juga mulai bosan untuk berada di ruangan sialan ini,” lanjutnya


Dengan mendapatkan ucapan seperti itu si kera Sepertinya setuju dengan apa yang dia katakan sang phoenix itu.

__ADS_1


 


__ADS_2