Pedang Buta

Pedang Buta
pembelah neraka


__ADS_3

Ia bertemu dengan Nomos cukup lama, sehingga saat keluar ia mencari sari, dan menemukan saat itu sari sedang bermain bersama dengan anak-anak yang ada disana. Aether tidak ingin mengganggunya jadinya ia menjelaskan kalau ia saat ini ingin pergi.


Tapi ia membiarkan Sari untuk memilih apakah Sari ingin ikut dengannya atau terus bermain bersama dengan teman-temannya yang ada disini.


Sepertinya pilihan itu sama sekali  tidak berarti, karena sari bahkan tidak berpikir lama Sebelum ia memutuskan untuk ikut bersama dengan Aether, bagi Sari IA dapat bermain bersama dengan teman-temannya tapi untuk berjalan jalan bersama dengan idola itu akan sangat jarang terjadi.


“Apa kamu yakin? Jalan-jalan dengan Om akan sangat membosankan lo.”


Aether masih berusaha, yang pada akhirnya zari masih bersikukuh untuk ikut dengannya.


“Kalau tidak salah Baron punya cucu bukan, jadi seharusnya ia bisa bermain bersama,”  gumamnya.


Mereka akhirnya melakukan perjalan menuju tokoh Baron, dengan Rangga yang harus mengalah ke tempat favoritnya di atas kepala Aether harus digusur oleh Sari saat ini.


Berjalan bersama dengan Anak kecil akan sangat memberatkan langkah dari aether, Sehingga Aether Mengambil sebuah ide dengan menggendong Sari untuk membuat langkahnya menjadi lebih cepat, dan sari juga bisa bersenang senang dalam perjalannya kali ini.


Tujuannya menuju kesana tentu mencari Diablo dan Mia, ia tentu ingin mengajak mereka untuk melakukan tugas ini, Aether Ragu kalau diablo akan ikut bersama dengan mereka tapi dia Seharusnya tidak masalah akan hal itu.


Dan yang paling utama ia ingin mengecek bagaimana keadaan dari pedang barunya, yang seharusnya telah selesai, Karena kemarin baron menjanjikan kalau pedang itu akan selesai, dalam satu hari.


Saat sampai mereka Segera di sambut oleh Baron,  sedangkan Mia terlihat sedang bersantai bersama dengan Diablo. Baron juga menjelaskan kalau  pedangnya telah Selesai, mendengar itu Mari segera diajak oleh Diablo bersama dengan nya.


Sedangkan Aether Segera mengecek pedangnya, “Setelah beberapa usaha akhirnya Aku berhasil membuat sarung pedang yang dapat mengontrol penyerapan Mana dari Pedang itu,”


“Kenapa aku sudah mengatakan, kalau penyerapan itu tidak masalah untukku,” balas Aether, ia sama Sekali tidak takut dengan pedang itu, karena setelah beberapa saat ia akan terbiasa.


“Bukan Seperti itu, tapi aku bisa merasakan, kalau penyerapan Mana itu kalau tidak  dihentikan itu malah akan berpengaruh kepada  ketajaman dari pedang itu yang lama kelamaan akan terus bertambah tumpul, Dan kau pasti tidak menginginkan sebuah pedang yang tumpul bukan?” Balas Baron yang memberikan pedang itu kepada Aether.

__ADS_1


“Ya apapun itu kalau lebih mengerti daripada aku,”  Balsa Aether.


Setelah ia memengannya memang terasa sanat perbedaan dari pedang itu, Walaupun Aether belum terlalu bisa mengontrol mana yang dimasukan kedalam pedang itu, aether bisa merasakan kalau pedang ini tidak Seganas yang kemarin.


Tapi ia juga bisa tahu kalau pedang ini, sekarang tidak hanya menjadi m ganas karena dapat menyerap mana Seperti itu, tapi Sekarang jauh lebih tajam, setidaknya sama dengan para pedagang yang dia miliki saat ini.


“ok oko, aku sekarang aku benar-benar menyukainya,” balas Aether.


“Jadi nama apa yang kau berikan kepadanya?” tanya Baron.


“Pembelah Neraka,” Jawab Aether setelah berpikir selama beberapa waktu.


“Nama yang sangat menantan.”


Baron memuji nama  yang Aether berikan Pedang itu, yang menurutnya nama itu sangat cocok dengan pedang tersebut, ia membicarakan beberapa hal sebelum mereka sampai kembali menuju tempat dari Mia dan diablo sedang mengobrol, di sana ia Sedang mengobrol bersama dengan sari dan Cucu  dari baron.


Baron juga keluar untuk mengawasi anak-anak yang ada di luar sehingga di ruangan itu hanya mereka bertiga yang tersisah. Jadi Aether Segera menjelaskan kalau ia akan melakukan perjalan menuju kerajaan Bone dalam  waktu dekat, ia tentunya tidak menutupi kalau ia kesana untuk menaklukan sebuah dungeon


“Aku ikut, aku  tahu dungeon yang kau maksud dari Baron, disana terkenal karena tidak jauh dari tempat itu ada Sebuah kelompok desa kecil Elf, yang sangat terkenal dengan Sihirnya aku kesana untuk mengecek , dan mencoba peruntungan siapa tahu akan mendapatkan beberapa pengetahuan dari mereka.” Ucap Mia dengan sedikit bersemangat.


Ia telah belajar tentang ilmu menembak  dari Baron Jika ia ingin membuat alat yang lebih Sempurna  maka ia harus belajar tentang sihir lebih jauh lagi, beberapa hal telah ia coba di dalam perpustakaan kerjaan namun ia tidak menemukan apapun yang dapat membuatnya lebih meningkat lagi.


Dan Baron yakin kalau pengetahuan yang Mia cari hanya dimiliki Oleh para bangsa elf, sehingga mengetahui Kalau Aether ingin melakukan perjalan kesana membuat Mia Sedikit bersemangat.


“Maaf aku tidak bisa ikut,” ucap diablo.


Aether yang mendengar itu tidak terlalu kaget karena sudah menduga  hal itu akan terjadi, tapi ia cukup penasaran mendengar alasan apa yang akan Diablo sampaikan kepadanya.

__ADS_1


Tiba-tiba memunculkan dirinya, “sebenarnya dungeon yang akan kau tuju masih terhubung dengan dungeon yang tempatku  berasal,” ucapnya menjelaskan.


“Tapi jika boleh menyarankan sebaiknya kau memilih dungeon lain untuk Sematara waktu,” lanjutnya.


Mendengar itu Aether tidak bereaksi apa-apa, “Sebenarnya jika itu berhubungan maka malah memperbesarkan keinginanku untuk kesana,” ucap Aether jujur.


“tapi aku butuh alasan,” Lanjutnya.


Lathi menjelaskan kalau tempat itu adalah kampung halamannya dulunya tempat itu adalah tempat para elf, tapi entah kenapa mereka mengalami kemunduran dan para elf juga tiba-tiba dibenci oleh para Roh.


Ratu para roh saat itu, dengan kekuatan sisah hidupnya Segera membuat sebuah dungeon untuk melindungi para roh dari para dan para manusia yang serakah.


 “Kalau begitu kau ikut aku,  seharusnya kau ikut denganku aku tidak  akan berperang dengan  bangsa muh bukan?” ucap Aether segera menangkap Lathi.


“Itu juga yang ku rencanakan, biarkan Lathi ikut dengan kalian jika ada masalah, aku bisa Segera datang untuk membantu,” ucap Diablo.


Awalnya lathi berusaha melawan, tapi mendengar apa yang dikatakan Diablo ia hanya bisa pasrah, ia Sekarang mulai menyesal telah memilihnya sebagai tuan.


“Aku tidak akan ikut denganmu, kau dulu pernah menolakku, jadi aku bersama dengan mia dalam perjalan kali ini,” ucapnya langsung kabur menuju keba Mia.


Aether tidak membalas Selama Lathi ikut bersama dengan mereka IA tidak akan protes, Aether juga mengalihkan pembicaraan kepada Diablo.


“Aku tidak tahu Apa yang ingin kau lakukan dan aku juga tidak akan bertanya tentang masalah itu, tapi Jika boleh minta tolong selama kau di kerajaan Gowa, jika kau punya Waktu berikan beberapa pertolongan kepada Gereja perang, karena  kita Sekarang telah membentuk Sebuah kerja sama dengannya mereka saat ini.” Jelasnya.


“Ia, aku memang tidak berencana untuk meninggalkan kerajaan Gowa Selama beberapa Waktu.”


Mereka pun mengakhiri pembicaraan tersebut karena tidak ada lagi yang perlu mereka bicarakan.

__ADS_1


 


__ADS_2