
Besoknya Aether bersama dengan Sari pergi mencari tempat yang dimaksudkan, dengan adanya Sari bersama dengannya membuat pekerjaan dari rangga menjadi sedikit terbantu.
Sesuai dengan apa yang dikatakan oleh ibu Sari, mereka sepertinya sudah tidak memakai gereja Perang lagi, karena tempat dimana Sari membawanya Aether merasa lebih datang kepada sebuah peternakan dari pada sebuah Gereja.
“Kau yakin ini yang dimaksudkan oleh ibumu,” tanya aether kepada Sari, ia yakin kalau sari tidak mungkin salah tapi ia masih sedikit ragu orang yang dia cari apa masih ada disana.
“yakin kok, sari juga mengenal beberapa orang anak yang ada di panti ini,” ucap sari Yakin.
“Kalau begitu ayo masuk,” ucap aether membening Aether untuk masuk ke dalam.
Setelah berjalan cukup Jauh Aether akhirnya disambut oleh seorang perempuan yang hampir seumuran dengannya, ia menanyakan alasan kenapa Aether bisa datang ketempat seperti ini.
Aether sedikit bingung bagaimana menjelaskannya Sehingga pada akhirnya ia menunjukkan sebuah benda kepada perempuan itu.
“Apa kau tahu benda ini,” ucapnya.
Terlihat perempuan itu terkejut saat melihat barang yang Aether bawah, sehingga setelah ia sadar Ia segera di bawah masuk dan dipertemukan oleh seseorang.
“dia Kuat,” gumam Aether setelah masuk dalam ruangan itu.
Disana ada seorang laki-laki yang berumur Sekitar 30 puluh tahunan, dengan satu kali Pandan Aether mengetahui kalau orang ini kuat mungkin sebanding dengan Hasanuddin.
Perempuan itu segera memberikan beberapa kata yang didengar oleh Aether, tapi Aether tidak bereaksi apa-apa yang menurutnya itu adalah sebuah perilaku yang wajar.
“Maaf kalau ucapan sedikit tidak sopan,” ucap laki-laki setelah ia tinggal berdua bersama dengan Aether.
“Tidak masalah, aku sudah lumayan sering mendapatkan perkataan seperti itu,” balasnya.
“Kalau begitu, bisa kita langsung ke intinya,”
Aether mengeluarkan benda yang perlihat kepada perempuan tadi, itu merupakan sebuah mahkota yang dikenakan gurunya dahulu, ia mendapatkan beberapa ingatan dari gurunya dan mengetahui kalau mahkota itu berasal dari gereja dewa perang.
“aku hanya ingin mengembalikan ini,” ucap Aether meletakan mahkota tersebut.
__ADS_1
“Maaf tapi aku mendapatkannya sudah dalam keadaan seperti itu,” lanjutnya.
Kondisi dari mahkota itu memang sedikit tidak baik sehingga Aether ingin memperjelas sebelum dituduh sebagai orang yang merusakannya.
“aku mengerti, jujur ini sangat berarti bagi kami, setelah mati selama puluhan tahun dengan mahkota ini kami bahkan mungkin dapat kembali lagi.” Balasnya
“senang mendengarnya, tapi Jika gereja perang ingin bangkit aku harap itu bisa secepat mungkin.” Balas Aether.
Awalnya orang itu tidak mengerti tentang apa yang dimaksud oleh Aether, jadi Aether menjelaskan info yang didapatkan dari gurunya dan di dalam dungeon. Ia juga menjelaskan kalau aksi dari para monster yang mengamuk di sebabkan oleh gereja kegelapan yang mulai bergerak.
Setelah mendengar apa yang Aether katakan terlihat kalau raut wajahnya telah berubah banyak, awalnya ia terlihat sebagai orang tua yang terlihat ceriah kini Aether bisa merasakan ada perubahan Aura yang sangat besar kepada Orang ini.
Saat Serius orang itu, Aether samar- samar merasakan kalau orang ini jauh lebih mengerikan dari Hasanuddin. Walaupun perasaan itu hanya ia rasakan sekejap karena ia kembali dalam ekspresi yang awal menjadi orang tua yang penuh akan senyuman.
“Aku mengerti, tapi bisakah aku sedikit meminta bantuanmu,” ucap Nomos kepada Aether.
Ada beberapa harta dari Gereja perang, yang telah menghilang dan Aether diminta untuk membantunya untuk mencarinya, Menurut Nomos Aether adalah orang yang tepat untuk membantunya melakukan tugas ini.
“Jujur saja ini akan merepotkan, karena sama halnya dimana kamu mendapatkan Benda ini mungkin kemungkinan terbesarnya, menda yang ingin ku cari ada juga ada dalam dungeon?” ujarnya.
“Kalau seperti itu akan menjadi lebih bagus, karena Memang saat ini aku berencana untuk mencari dungeon untuk kugunakan sebagai tempat latihan.”
Aether meminta Nomos untuk menunjukan Dungeon yang berkemungkinan terbesar menjadi tempat dimana harta dari gereja dewa perang terkubur.
Ada ratusan Dungeon yang ada di dunia ini, dan puluhan dari mereka bahkan belum pernah dimasuki orang seseorang, karena terlalu berbahaya. Jumlah mereka tidak pernah bertambah atau berkurang.
Karena jika ada satu dungeon yang ditaklukan maka akan muncul satu dungeon lainnya, sehingga Nomos harus berpikir untuk memberikan petunjuk dimana Aether harus memulai ia tidak ingin aether melakukan perjalan sia-sia.
Setelah berpikir sesat, Nomos akhir nya membiarkannya sarang, itu adalah sebuah dungeon yang terletak di wilayah kerajaan Bone, mendengar nama kerajaan B0ne membuat Aether Sedikit tersenyum karena merasa itu terlalu merepotkan untuk datang kesana.
“Aku tahu, itu terlalu merepotkan untuk datang kerajaan Bone pada saat ini, namun aku punya alasan tersendiri kenapa kau haru datang ke tempat itu,” balasnya melihat ekspresi Dari Aether yang sedikit mengkerut.
Nomos menjelaskan Kalau pusat dari gereja Perang ada di kerajaan sidenreng ada di kerajaan Bone, Jadinya ia memiliki beberapa pengikut setia yang masih ada disana, Yang bisa membantunya jika ingin menaklukan satu dungeon.
__ADS_1
Di tampah dungeon yang mereka akan masuki bukanlah dungeon Sembarangan, memiliki tingkat Kesulitan yang lumayan tinggi.
“Tapi kau yakin kalau benda yang kau cari ada di dungeon itu bukan?” Aether malas untuk mendengar pemikiran dari nomos Sehingga IA langsung memotong penjelasan Dari nomos, karena yang IA butuhkah Keyakinan Dari Nomos tentang keberadaan dari benda yang mereka cari.
“Aku 80% yakin kalau benda itu ada disana,” balas Nya.
“Maka itu sudah cukup untuk membuatku bergerak.”
Setelah membicarakan masalah itu mereka tidak lagi berbincang banyak, Aether hanya menanyakan tentang bagaimana Nomos akan membuat tempat ini kembali menjadi Gereja. Nomos Pun menjelaskan kalau sebenarnya walaupun tidak menjadi gereja lagi tapi mereka masih memiliki para pengikut yang loyal sehingga kapan pun mereka berdiri maka mereka cukup yakin untuk mendapatkan banyak pendukung.
“Jika aku sedang tidak ada ditempat, kau bisa menghubungi orang yang bernama DIAblo, Dia akan tahu dimana kau dapat menemuiku, atau Datang saja di tempat baron karena disana kami bisa mengobrol,” ucap Aether meninggal tempat mereka bertemu.
Nomos hanya mengangguk tanda mengerti, IA juga tidak mengalami Aether yang ingin pergi, karena ia juga merasakan apa yang aether rasakan kalau akan ada tamu lain yang ingin masuk kesini.
Tidak berselang lama Aether pergi, datanglah Orang lain ke tempat dari Nomos, itu adalah Aiko Ketua dari Bunga lily.
Aiko adalah salah satu pengikut setia dari gereja dewa perang, dan merupakan salah satu didikan dari Nomos Sehingga memiliki kekuatan seperti ini.
“Aku tidak menyangka bintang kerajaan Gowa datang ketempat ini,” ucapnya saat masuk kedalam ruangan.
“Kau harus melihat apa yang dia bawah kepada kita?” Balas Nomos memperlihatkan mahkota bishop.
Aiko kaget bukan main setelah tahu apa yang ada di sana sebagai penyembah dewa perang tentu ia sangat berbahagia mengetahui kalau mereka akan kembali bisa bangkit lagi.
“Seperti yang kau lihat, segera tulis beberapa surat dan kumpulkan para petinggi dan kita akan kembali muncul dalam permukaan,” ucap nomos memberi perintah.
“Baik,” ucap aiko dan segera melaksanakan ucapan dari Nomos.
__ADS_1