
Walaupun ada beberapa orang yang terlihat terluka namun itu masih terlihat sangat wajar, bahkan yami dapat melihat kalau para anggota yang di bawah masih terlihat bersenang senang dengan apa yang terjadi.
Ia bahkan dengan berani menghajar orang orang yang berusaha kabur, jadinya yami lebih memilih untuk ikut serta dalam kesenangan itu.
“Woi kalian semua, segera kumpulkan mereka semua dalam satu tempat,” teriak Yami.
Para anggota dari Gagak Hitam segera mengerti tentang apa yang Yami katakan, mereka terlihat menyebar dan mengumpulkan para musuh dalam satu tempat yang sama, setelah mereka berkumpul.
Yami segera berlari kepada salah satu anggotanya, anggotanya itu memiliki sihir unik yang membuatnya membuat benda benda yang ada disekitar terlihat seperti Per. Dengan bantuan dari orang itu Yami dapat melompat sangat tinggi di udara ia baru mempersiapkan serangannya.
“Tebas!”
Sebuah jurus yang sangga simpel ia mencampurkan sihir ruangnya kepada serangan tebasannya Sehingga dapat serangan itu menjadi berkali -kali lipat menjadi lebih tajam .
Satu tebasan itu sudah cukup menghancurkan orang-orang yang ia tumpuk oleh kelompok seperti bola bolin yang telah dihancurkan, segera mereka semua tertawa karena aksi dari pemimpinnya, setelah sedikit bermain Yami segera pergi untuk mengecek para pemimpin dari Setiap Guild.
Terlihat Robert sedang mengecek Kondisi dari Aiko yang telah pingsan setelah membunuh Sukomo, terlihat salah satu tangan kanan Aiko telah merawatnya.
Melihat kedatangan dari Yami, Robert segera memarahinya karena membiarkan Lawan mereka kabur, saat Robert Sedikit ngomel Yami hanya mendengarkan, sebenarnya Yami juga melihat kalau ia juga tidak menghentikan Lawan yang dihadapi.
Tapi karena sudah seperti ini ia hanya terus mendengarkan sampai ia puas mengomel, yami juga sempat mencari cobra, tapi Sepertinya Cobra sudah pulang lebih dulu karena merasa pertempuran telah mereka menangkan.
“Aku penasaran kenapa cobra bisa berubah pikiran seperti itu,” ucap Robert.
“Aku pun memikirkan hal yang sama,” ucap Yami sambil tersenyum aneh.
Setelah membahas Cobra Yami terlihat lebih memilih untuk dan pamit kepada robert untuk menarik pasukannya karena menurutnya para pasukan kali ini sudah pastikan sudah memang dan seharusnya robert dapat cahaya keemasan bisa mengurus sisanya.
__ADS_1
Robert juga sepertinya tidak masalah dengan kepergian dari Yami, tapi sebelum itu ia meminta Yami untuk membuat gerbang teleportasi menuju tempat pengobatan untuk mengobati Aiko yang ada disana.
Dengan mudah aiko menuruti permintaan itu, dan segera mereka kembali mengurus masalah mereka masing-masing
Masalah di kerajaan telah selesai Maka waktunya kita kembali menuju pertarungan yang sedang terjadi jauh diatas sana.
Dengan kemenangan dari Aether menandakan kalau Kerajaan gowa keluar juara satu dalam pertandingan beregu pria saat ini, bahkan mendapatkan perolehan poin tertinggi karena mendapatkan poin sempurna.
Perolehan poin seperti ini belum pernah di dapatkan sebelumnya walaupun tempat dan aturan dalam setiap turnamen berbeda beda, tapi tetap saja ini adalah perolehan Poin tertinggi yang bisa didapatkan oleh para pemain.
Persiapan untuk pertarungan para perempuan segera dilakukan, sehingga mereka masih perlu menunggu selama beberapa saat, Segera setelah ia kembali Aether telah ditunggu oleh Rangga dan setelah itu ia segera di bawah menuju tempat istirahat yang telah disediakan untuk mereka.
Awalnya Aether masih terlihat biasa saja tapi setelah beberapa saat akhirnya setelah sampai menuju ruangan terlihat ia langsung tepar dan terlihat memiliki sedikit energi yang ada dalam tubuhnya.
Mereka semua yang ada disana hanya tertawa, karena semua yang ada disana tahu kalau saat ini Aether Sedang dalam keadaan yang sangat kelelahan.
Sebenarnya ia bisa saja menyuruh Mia untuk mencari Gowa itu namun ia sendiri ragu kalau lokasi mereka nantinya akan sama dengan lokasi tempatnya tadi bertarung.
“Terima kasih.” jawab Mia Singkat.
Barang barang yang aether berikan kepadanya sangat berarti untuk memenangkan pertarungan ini.
“Jadi apa yang harus kalian lakukan ketua?” potong Daryani.
Mereka akan sebentar lagi, ia tidak ingin disalahkan dengan tidak mengikuti perintah dari Aether jadi ia bertanya apalagi Mia sama sekali tidak mengatakan apa-apa tentang apa yang ia baca dari Diablo.
“Seperti yang kau lihat tadi ada kemungkinan kalian akan berpisah, jadi aku membiarkan kalian melakukan apa yang ingin kalian lakukan,” balas Aether acuh tak acuh, ia tidak memiliki banyak tenaga untuk meladeni Daryani.
__ADS_1
“Aku rasa kalian juga memiliki tujuan masing- masing untuk mengikuti acara ini, jadi lakukan saja Sesuai dengan apa yang ingin kalian lakukan, aku dengar kalau poin yang kami dapat sudah cukup menutupi jika kalian kalah,” Lanjutnya.
Setelah mendengar itu akhirnya tidak mengatakan apa-apa, jika telusuri lebih jauh hanya daryani yang tidak memiliki maksud terselubung.
Mia dan Anastasia memiliki tujuan sendiri, dan kemungkinan Daryani akan membantu anastasi untuk melakukan misinya.
Tidak berselang lama IA mendapatkan pengumuman kalau peserta disuruh bersiap di ruangan dimana mereka akan dikirim menuju lokasi dari pertarungan akan dijalankan.
Sebelum mereka masuk Mia memberikan sebuah benda, “Jika kalian ingin saling menemukan benda itu akan membantumu, aku akan memberikan kalian waktu selama dua jam selama itu akan berusaha mengumpulkan poin jadi setelah dua jam kalian tidak menyelesaikan apa yang yang kalian rencanakan maka jangan ganggu aku saat bergerak.”
Sepertinya Mia masih berbaik kepada Anastasi dan Daryani, tentu mereka memiliki target yang sama yaitu kerajaan Sidenreng, sehingga tentu mereka bisa saja saling bertarung jika tidak membicarakan di awal.
Anastasia tidak mengatakan apa-apa tapi ia tetap mengambil benda itu dan memberikan angukan tanda Setuju dengan apa yang Mia katakan.
Setelah mengambil benda itu Ia Segera masuk dalam lingkaran sihir yang telah tersedia. Mia adalah orang terakhir masuk dalam lingkaran itu.
Dan seperti yang telah mereka duga mereka segera terkirim secara terpisah. Namun saat melihat medan dimana mereka terkirim Orang yang paling senang Adalah Mia, bagaimana tidak ia terkirim ke dalam medang yang menurutnya paling ideal untuk orang sepertinya.
“Sepertinya Mia akan gila-gilaan,” ucap diablo melihat bagaimana tempat mereka terkirim
Tempat itu adalah bekas dari ibu kota sebuah kerajaan yang mengalami musibah di jaman dahulu, jika tempat para laki akan ada para monster-monster yang kuat, disini akan ada ribuan mayat hidup yang siap menyerang mereka.
Tapi masalah seperti itu tidak akan membuat mia mundur karena menendang ini adalah mendan terbaik untuk nya mencari tempat untuk bersembunyi dan menembak.
“Aku setuju dengan itu, bahkan aku berpikir kalau ia bisa mensolo para puluhan orang jika medangnya Seperti ini.” Ucap Hades menimpali ucapan dari Diablo.
Jika ada orang yang tidak bersemangat Akan pertandingan yang sedang berlangsung maka orang itu adalah Aether. Tentu alasannya karena ia tidak bisa melihat apa-apa.
__ADS_1