Pedang Buta

Pedang Buta
pulang


__ADS_3

Setelah menunggu beberapa saat akhirnya ia mulai bersiap untuk menembak, waktu ia bersiap ia merasakan perasaan aneh dalam tubuhnya, ia tidak tahu apa yang terjadi namun ia segera berusaha untuk menembak targetnya.


 Sayangnya saat Peluru dilepaskan Targetnya sudah keburu menghilang,  ini sangat membuatnya frustasi, ia tidak tahu apa yang terjadi namun ia juga tidak bisa melakukan apa-apa karena ia merasa akan di eleportasikan keluar.


“Sial, sial ,sial.” Ia terus mengumpat saat sampai di ruang tunggu.


Tidak ada orang yang berusaha menenangkannya,  karena terlihat kalau Mia terlihat sangat emosi karena masalah ini, mereka diberhentikan secara paksa. Karena ada beberapa masalah dan menurut perolehan poin yang mereka dapatkan Maka kerajaan Gowa dinobatkan sebagai Juara Umum dalam turnamen kali ini,setidaknya itu yang ia simpulkan untuk saat ini.


Setelah beberapa saat akhirnya Aether, berbicara dan menyuruh Mia Untuk tenang, satu perkataan dari Aether  segera membuat Mia tenang.  Aether menyuruh Mia tenang karena merasakan Kalau Hasanudin tidak jauh dari tempat ini.


Dan memang tidak berselang lama Hasanudin datang untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi sehingga pertandingan ini dihentikan.


“Saat ini dunia mendapatkan beberapa kabar tentang aksi beberapa monster kuat yang memulai sebuah inflasi kepada daerah manusia.”


Sebuah penjelasan singkat Hasanuddin berikan, ia segera melihat reaksi semua orang yang ada disana, dan melihat semua orang yang  ada di sana hampir tidak peduli dengan apa yang terjadi.


“Sepertinya kalian tidak peduli dengan apa yang terjadinya?” lanjutnya.


“Kau berbicara seolah seolah kalau itu baru terjadi,” balas Aether 


“Sudahlah, jadi bagaimana cara kita pulang sekarang, sedangkan  Yami sedang tidak ada disini,” ucap Diablo yang berusaha mengalihkan pembicaraan, diablo terlihat tidak ingin membuat pertentangan Dengan hasanuddin jadi ia memoton ucapan dari Aether.


Mendengar itu Hasanudin  tidak marah apalagi  moodnya Sedang bagus saat ini, sehingga perkataan tidak sopan seperti ini sama Sekali tidak akan mengganggunya.


“Kau bisa sihir seperti Yami bukan?” tanya HAsanuddin


 “karena alasan khusus pembatasan sihir yang ada disini telah dilepaskan sehingga kau bisa leluasa untuk pergi sekarang.” lanjutnya


beberapa kali Diablo memang berniat untuk menaktifkan sihir teleportasinya namun ia merasakan kalau sihirnya terhalangi oleh seorantu medan

__ADS_1


Segera setelah mendengar  itu, dengan sebuah jentikan jari dari diablo segera memunculkan sebuah portal teleportasi di samping Diablo. Ia hanya mengetes apa yang dikatakan Hasanuddin apa benar?


Portal itu terlihat kecil, tapi setelah beberapa saat akhirnya mengatifkan Grimorenya Sehingga fortal itu dapat dibuka secara besar Sehingga Semua orang yang ada disana bisa masuk.


 Segera setelah mereka keluar dari Gerbang mereka segera sampai di gerbang kota Kerajaan Gowa, setelah keluar sampai disana mereka berniat untuk segera berpisah.


“setelah beberapa hari kedepan datanglah menuju kediamanku, aku akan memberikan kalian hadiah karena telah berjuang dalam pertarungan kali ini,” ucap hasanudin sebelum ia pergi bersama dengan Dayani dan anastasia.


Sekarang tertinggal Aether, diablo dan Mia. Mia masih terlihat jengkel tentang kegagalannya untuk bertarung dengan kerajaan sidenreng.


“Jika kau ingin itu, aku bersama dengan anak-anak yang lain bisa menemanimu menyerang kerajaan sidrap,” ucap diablo ia merasa ekspresi dari Mia bisa bertahan lama jika segera terpuaskan.


Mia sempat berniat untuk mengiyakan rencana dari Diablo tapi setelah berpikir Sejenak ia akhirnya menolak karena merasa kemampuan mereka masih belum cukup.


“aku tahu sesuatu yang bisa membuatmu menjadi lebih baik,” ucap Aether secara tiba-tiba.


“Jangan melihatku seperti itu, aku ingin Kau membuatkanku sesuatu yang menarik dengan bahan bahan yang ada disana, dan aku harap buatanmu bisa memberikanku sesuatu yang baru.” Ucapnya Sebelum beranjak pergi bersama dengan Rangga yang saat ini ada di kepalanya.


Dan seperti apa yang Aether Perkirakan Kalau benda itu terlihat sangat berarti bagi Mila, dengan benda benda yang ada disana Bisa membuat mia Terlihat menjadi lebih baik bahkan bersemangat menuju tempat Baron.


Karena penasaran Diablo Juga ikut dengannya Ia juga perlu melakukan beberapa perawatan dengan Tombaknya yang sepertinya mengalami beberapa masalah.


 Setelah mereka telah menjauh dari Mia dan diablo,  Rangga memberikan beberapa gonggongan kecil kepadanya, rangga tahu apa yang ada dalam sana, itu adalah inti phoenix yang di berikan sang phenis kepada Aether.


“Tenang saja, ia harusnya  tahu apa yang harus dilakukan dengan peralatan seperti itu, apalagi dengan adanya baron disampingnya, maka seharusnya Mia Bisa membuat pekerjaan yang menyenangkan,” jelas Aether.


Ia tahu kalau Rangga Sedikit Khawatir dengan  Mia yang bisa saja menyiyanyiyakan barang yang Aether berikan, mereka saat menuju ke penginapan seperti biasa ranga akan menjadi petunjuk jalan.


Saat sampai disana ia disambut cukup baik Dengan orang yang melayani penginapan itu, Aether sudah cukup nyaman berada di penginapan ini, tempat dan makannya sudah sesuai dengan selera dari Aether.

__ADS_1


“Bagaimana hasilnya,” ucap pemilik penginapan, ia terlihat bersemangat untuk mengetahui hasil dari pertempuran yang aether jalani


“Juara satu lagi, kamarku masih kosongkan?” jawab Aether.


Mendengar kalau kerajaan mereka mendapatkan juara membuat ibu terlihat senang, ia bahkan terus melompat karena bahagia, dengan berbagai masalah yang ada di kerjaan ini terlihat kalau mereka semua adalah para warga yang sangat cinta dengan tanah airnya.


“Tentu kamarmu akan selalu kosong,” ucapnya penuh semangat.


Ia bahkan berpikir untuk membiarkan Aether untuk tinggal disitu selama yang dia ingikan, sebeanrnya mereka adalah salah satu penggemar dari Aether, semajak Aether muncul dalam Area Gladiator mereka sudah sangat mengagumi pria buta itu.


Ia bahkan berpikir kalau kemenangan dari pekerjaan mereka disebabkan oleh Aether,  bersama dengan budaknya.


Aether masih terlihat kelelahan, sehingga mereka tidak lagi mengganggu Aether dan membiarkan Aether untuk beristirahat.


Di tempat yang berbeda, Baron,sedang terkejut pasal nya mereka baru ngecek barang-barang yang diberikan Aether ia mendapati barang-barang dipenuhi oleh barang barang langka hiraukan saja terlepas dari itu di dalam sana ada berbagai bahan untuk membuat senjata.


Bahkan ada Mithril di dalam sana, jika digabungkan dengan batu dari sang naga yang memang sudah dikenal Mia dan Satu lagi yang akhirnya mia tahu dari Baron kalau batu itu adalah berasal dari seekor phoenix.


Hanya diablo Yang ada disana tidak terlalu kaget, tapi tetap saja ia cukup terkejut dengan keputusan dari Aether yang memberikan itu kepada Baron dan Mia, bisa saja mencari pandai besi lain untuk membuat senjata kepadanya.


Dengan barang barang seperti itu Diablo merasa di dunia ini tidak ada yang menolak permintaan dari Aether bahkan jika itu tidak dibayar.


Diablo terus memperhatikan semangat mereka untuk membuat senjata yang sangat luar biasa dengan  bahan bahan seperti ini. Hal pertama yang mereka lakukan adalah membuat gambar dari pedang yang ia ingin buat.


 Mereka sempat meminta pendapat dari diablo tapi diablo menolak berkomentar karena merasa Aether sudah mempercayakan mereka jadi tidak seharusnya ikut campur dalam pengambilan keputusan itu


Setelah desain mereka telah selesai mereka baru melanjutkan ke tahap selanjutnya seperti mencairkan berbagai bahan-bahan yang ada, tugas-tugas Seperti ini menjadi tugas utama dari Mia karena memang ini adalah keahliannya.


Semua proses yang ada akan dilakukan dengan sangat hati-hati, ia tahu kalau aether memberikan kepercayaan kepada mereka Sehingga sebisa mungkin Baron dan Mia ingin membalas kepercayaan itu dengan sebaik mungkin

__ADS_1


__ADS_2