Pedang Buta

Pedang Buta
melawan


__ADS_3

Aether yang baru saja tiba di lantai 10 di kejutkan dengan pertarungan yang sedang terjadi disana, Mia yang ada disana juga merasa tertekan namun ia sama sekali tidak takut, pertarungan ini adalah pertarungan antara para ahli, sehingga aura yang merembes keluar menekan orang seperti Mia yang hanya memiliki grimoire Kelas 3.


Itu juga Berlaku kepada aether Namun ia  tidak tertekan Mia karena kemampuanya memang yang mengesankan.


“Maaf mengganggu, kami akan datang lagi Jika pertarungan telah Selesai,” ucap Aether yang berusaha kabur dari pertarungan itu.


Tapi tentu orang orang yang ada disana tidak membiarkan hal tersebut berlangsung, orang dengan berjubah hitam yang saat itu sedang menganggur langsung bergerak untuk menghentikan Aether.


“Kalian sudah masuk kenapa Tidak bergabung dengan pesta yang tegah terjadi.” 


Ucap orang yang mengeluarkan Sihir ledakan kepada Aether dan Mia, Tentu Aether dan mia Sudah bersiap akan serangan ini sehingga mereka masih menghindari serangan dengan baik.


“Pergi bantu sang ratu, Untuk dia biarkan aku yang mengurusnya,” Ucap aether.


Walaupun Aether mengatakan seperti itu ia Sendiri kurang yakin kalau bisa menahan  orang ini, karena merasakan perbedaan kekuatan diantara mereka masih lumayan tinggi.


Sehingga ia mengaktifkan segel darahnya yang terhubung dengan diablo, untuk memintanya datang kesini  untuk membantu.


Sihir dari lawan dari aether bukanlah Sihir peledakan Biasa melainkan Sebuah Sihir berelemen tanah yang memiliki  kemampuan untuk meledak.


Aether sama sekali tidak berani ceroboh, ia telah mengeluarkan satu serangan pedang namun Serangan itu masih dengan mudah dihindari, untuk membuktikan kalau Lawan yang dihadapi sangat ahli saat ini.


Apa lagi ia hampir tertipu dengan lawan yang tiba- tiba mengeluarkan sihirnya berbua  Gumpalan bola Bola putih yang terbuat dari tanah liat, yang ketika mendekat Aether langsung memotongnya, tapi ternyata itu adalah Sebuah bom yang jika disentuh sedikit saja akan meledak.


Ia berhasil menghindari untuk terluka parah karena Di detik detik terakhir ia masih  berhasil menggunakan pedang pemenagalnya untuk menjadi perisai dari ledakan itu.


Di tempat lain,  benturan  antara Mia dan laki-laki boneka itu telah terjadi, dan lilith segera memberi penjelasan kepada Ratu roh kalau mereka berniat untuk memberikan bantuan.


Dengan adanya lilit  di pihak mereka tentu membuat Ratu roh lebih condong kepada pihak aether, “Kalau masalah boneka, aku juga punya,” ucap Mia dengan Sombong.

__ADS_1


Sebuah tangan raksasa yang terbuat dari berbagai material langka  terlihat, dan  Hebatnya Mia dapat mengendalikan itu dengan lancar.


Mia berniat untuk menghancurkan lawannya dengan satu serangan ini, Namun Sepertinya serangan itu belum berhasil untuk menunmbangkan lawan.


Malah tangan raksasa dari Mia yang terpukul mundur oleh ayunan Ekor dari sangat lawan, ekor itu seperti ekor Scorpion namun itu bisa terus memanjang dan menyerang lawan yang dia hadapi.


“hati-hati Lawan memiliki beberapa skil untuk mengeluarkan racun,” ucap ratu Roh, ia Sudah melawan orang itu cukup lama dan mengetahui kalau sanga bonek itu memiliki beberapa trik yang di dalamnya terdapat sebuah racun yang sangat berbahaya bagi manusia.


Sambil terus menjaga jarak Mia terus menyerang menggunakan kedua tangan besarnya, “Kau bisa mengendalikan boneka bukan?”  tanya Mia kepada sang  ratu  roh.


Lathi saat ini sudah bergabung dalam pertempuran, juga menjelaskan beberapa hal kepada sang ratu roh, sehingga ratu memberikan anggukan dalam pertarungan itu.


Tubuh lawannya sangat aneh karena terkadang itu dapat mengeluarkan api, atau mengeluarkan berbagai kemampuan lainnya. Mia menyerahkan boneka tangan Raksasanya kepada sang ratu untuk dikendalikan.


 Dan memanggil Lathi untuk mempersiapkan Sesuatu, Sang ratu terus gila gila menyerang, ia juga sangat kagum dengan kualitas dari tangan raksasa dari Boneka Mia, beberapa Boneka yang dia Miliki dengan mudah dihancurkan oleh Lawannya.


Tapi Sekarang ini masih bisa bertahan, terkadang ia mengeluarkan beberapa serangan untuk membuat lawan untuk dalam keadaan terdesak.


“Ingat untuk memasang sihir peledak itu pada saat aku memberikan perintah.”


Ia ingin menambah banyak ledakan senapannya dengan menggunakan sihir dari Lathi,  tapi karena itu sangat berbahaya karena itu bisa saya meledak dalam Senapan, selain Menambah daya ledak yang ada dalam pelurunya Lathi juga harus berkonsentrasi memberikan Sihir penguat kepada Senjata Supaya senjata itu tidak meledak dengan mudah.


 Di lain tempat Aether Sedang  jengkel Bukan main, karena ia sama Sekali tidak bisa mendekat ke orang itu, Ia memberikan Serangan pedan itu juga tidak berguna karena belum serangan pedang itu sampai kelawan, serangannya pedang anginnya telah diblokir oleh Ledakan ledakan yang ada.


Sedangkan dari tadi Diablo yang dia hubungi, belum menampakan dirinya, Ini membuat Aether berada di dalam Kondisi bertahan.


Aether Kali ini mendapatkan lawan yang sangat dibencinya, bahkan saat berhadapan dengan Yami ia tidak  berada dalam Situasi Seperti ini, “ seni adalah ledakan , ledakan adalah seni.”


Saat memaksa aether dalam keadaan bertahan ia juga terus mengoceh sihir sihir ledakan yang dia miliki sangat begitu indah,

__ADS_1


Saat masih bersama dengan Daryani, diablo merasakan panggilan bahaya dari Aether, “Ikut denganku,” diablo tidak membiarkan Daryanani menjawab.


Ia tidak membuat Daryani menjawab , ia hanya menariknya bukanya kemana ia malah membuat gerbang teleportasi ke tempat Jason


“Kalian ingin mendapat kesempatan untuk berbicara dengan bos kami bukan,” ucap nya tiba-tiba Setelah sampai disana.


Jason dan lea tidak mengerti apa yang terjadi, namun Diablo tidak membiarkan mereka berpikir lama karena mereka saat ini Sedang terburu-buru. Diablo menjelaskan kalau kelompok mereka butuh bantuan dan ingin meminta Jason untuk membantu.


 Sedangkan lea akan berada ibawah penagawasan dari Mia untuk semenatara waktu, Jason yang ragu Tapi Lea Sepertinya mendapatkan akalnya dan Segera mengangguk tanda Setuju dengan apa yang  diablo katakan.


Dengan persetujuan itu diablo langsung menarik  Jason dan Rangga yang mendatanginya melalui teknik bayangan. Aether mengirim Rangga karena merasa Diablo terlalu lama, dan aether merasa Teknik  teleportasi dari Diablo akan lebih mudah Jika ada rangga disana.


“keadaan disini benar benar kacau!” ucap Jason setelah sampai disana.


“Jangan banyak bicara dan cepat pilih lawan yang kau inginkan.”


Bagi diablo semua  lawan yang ada disini adalah lawan yang sangat merepotkan,  sehingga ia lebih membiarkan Jason untuk memilih lawan yang menurutnya bisa menjadi lebih berguna.


“Baiklah aku membantu Bosmu, aku merasa kemampuan pasirku akan lebih berguna disana. “ ucapnya dan Segera bergerak menuju area bertarung ke tempat aether.


Dengan Jason yang seperti itu Diablo segera bergerak menuju tempat dimana pertarungan Mia sedang berlangsung.


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2