Penyesalan Zaidan

Penyesalan Zaidan
Rumah Sakit Yang Sama


__ADS_3

Bab 10


"Penyesalan Zaidan"


Ber lahan Zaidan membuka kedua mata nya, tampak buliran bening hangat, keluar dari sudut mata nya.


Dia pun segera mengusap kasar buliran bening hangat itu.


"Kalian sudah menghilang kan nyawa kedua orang tua ku, bersiap lah untuk membayar semua nya.."Geram Zaidan, dengan mata memerah.


**************


Sementara di ruangan lain, tampak Dave yang sudah tersadar dari koma nya.


"Dave, kamu sudah sadar nak..??"Lion langsung menggenggam tangan Dave, dengan tatapan bahagia.


"Pah, Devina mana..??"Tanya Dave, menatap nanar Lion.


Seketika binar kebahagiaan di wajah nya berubah menjadi suram.


"Kenapa, wanita itu terus yang ada pikiran mu Dave, gara-gara dia, nyawa mu hampir saja melayang di tangan Zaidan..!!"Lion berkata, dengan wajah masam, dan melepas kan genggaman tangan nya.


Lion bingung, kenapa putra kesayangannya nya Dave sangat mencintai Devina yang jelas-jelas tidak pernah mencintai nya.


Bahkan sangat jelas, jika Devina sangat mencintai Zaidan.


"Sudah aku bilang berulang kali, tidak ada wanita sesempurna Devina..!!"Tegas Dave.


"Pah.."Panggil Wina, menyentuh lengan Lion mencoba meminta nya agar tidak terpancing emosi.


"Dave, tenang kan diri mu, ingat kamu baru tersadar dari koma.."Wina berkata, sambil menatap Dave, dengan tatapan tak bisa di arti kan.


Dave menarik napas, dan membuang nya kasar.


"Mamah akan segera mencari tahu, bagaimana keadaan Devina sekarang, kamu beristirahat lah.."Wina berkata, sambil melirik ke arah Lion, yang masing memasang wajah masam.


Tak lama pintu ruangan pun terbuka, seorang dokter dan perawat pun menghampiri mereka, menyapa dan berbasa-basi sebentar, kemudian langsung memeriksa keadaan Dave.


"Syukur lah, tuan Dave sudah melalui masa kritis, hanya butuh penyembuhan untuk luka-luka nya."Jelas dokter.


"Syukur lah.."Ucap Laura bahagia, sambil menggandeng tangan Lion.


"Kira-kira kapan saya bisa keluar dari rumah sakit , dok..??"Tanya Dave, tampak tatapan tak sabar, terlihat dari wajah dan mata nya.


Dokter hanya tersenyum.


"Sabar tuan Dave, hanya butuh waktu beberapa hari, untuk memulih kan kesehatan tuan.."Jawab dokter, dengan suara dan wajah yang tenang.


"Berikan aku perawatan yang terbaik, dan obat yang paling bagus..!!"Dave berkata, dengan nada sombong.


Lion hanya menggeleng kan kepala, mendengar perkataan putra kesayangan nya.

__ADS_1


Lion sadar, ini lah hasil didikan nya, yang terlalu memanjakan Dave dari kecil.


"Pasti tuan, kami akan memberikan pengobatan dan perawatan yang terbaik untuk tuan Dave.."Jawab dokter, dengan tersenyum dan wajah tetap terlihat tenang.


"Tentu saja, karena keluarga kami adalah pemegang saham terbesar di rumah sakit ini.!!"Dave berkata dengan sombong, dan senyum smirk nya.


"Benar tuan.."Jawab dokter, masih berusaha terus tenang dan tersenyum.


"Setelah sembuh, aku ingin segera menikahi Devina.."Ucap Dave, penuh keyakinan.


Perkataan Dave membuat Lion, Wina dan dokter menatap ke arah Dave.


"Apa ada yang salah dengan perkataan ku..??"Tanya Dave, menatap bergantian ke arah mereka.


"Maaf tuan Dave, apa yang tuan maksud nyonya Devina Deswira, putri dari tuan Baskoro dan nyonya Irma..??"Tanya dokter, dengan penuh hati-hati.


Seketika Dave, Lion dan Wina, menatap penuh tanya ke arah dokter.


"Iya benar, dia adalah calon istri saya.."Ucap Dave tegas, dengan sorot mata curiga ke arah dokter.


Melihat reaksi Dave, sang dokter hanya bisa menelan saliva nya.


"Apa, dokter mengenal Devina.??"Tanya Wina lembut, karena dia tahu seperti nya dokter menyembunyikan sesuatu.


"Iya, sekarang nyonya Devina, sedang koma di ruang ICU, di rumah sakit ini juga.."Ucap dokter dengan sedikit ragu.


Karena yang dia tahu, Devina adalah calon istri dari Zaidan.


Dave yang sedang berbaring, berusaha untuk duduk, nyeri di seluruh tubuh nya, akibat pukulan yang bertubi-tubi dari Zaidan, seketika menghilang, saat mendengar jika Devina sedang koma.


Dua orang perawat, yang dari tadi hanya menjadi pendengar, langsung menghampiri Dave mencoba membantu nya untuk duduk.


"Apa yang terjadi pada Devina, dok..??"Tanya Wina, yang juga terlihat khawatir dan ingin tahu.


"Hmm.., nyonya Devina berusaha untuk bunuh diri, dengan memotong urat nadi nya.."Jawab dokter, dengan sedikit ragu.


"Tuan.."Panggil salah satu perawat, saat Dave berusaha bangkit dari ranjang nya.


"Kamu mau kemana Dave..??"Tanya Wina khawatir, sambil menghampiri Dave.


"Aku harus segera menemui Devina.!!"Aku tidak mau terjadi apa-apa pada bayi kami..!!"Teriak Dave, sambil berusaha keras turun dari ranjang.


Dokter yang mendengar perkataan Dave, diam seketika, dia benar-benar di buat bingung, dengan hubungan Zaidan, Devina dan Dave.


"Tenang dulu Dave, kita akan menemui Devina bersama-sama.."Wina menyakinkan Dave.


"Oke, tapi aku ingin menemui Devina sekarang juga..!!"Tegas Dave.


"Baik lah, Dave.."Jawab Wina.


"Mas.."Panggil Wina, sambil menoleh ke arah Lion.

__ADS_1


"Terserah kalian.'"Jawab Lion, cuek.


"Dok, kami ingin menemui Devina.."Ucap Wina meminta persetujuan dokter.


"Baik lah nyonya, tapi nyonya Devina tidak bisa di jenguk lama-lama, dan tuan Dave juga harus segera meminum obat dan istirahat.."Jawab dokter, sambil menatap Dave, terlihat kegusaran di wajah nya.


"Oke dok, kami akan mengikuti nasehat dokter.."Sahut Wina.


Akhir nya dengan di bantu dokter dan perawat, mereka pun keluar dari ruang perawatan Dave, menuju ICU tempat perawatan Devina.


Sesampai nya di ICU, tampak Baskoro dan Irma sudah berada kembali di sana.


"Om, tante.."Panggil Dave, langsung menghampiri kedua orang tua Devina, dengan kursi roda yang di dorong perawat.


"Dave.."Panggil Baskoro dan Irma bersamaan.


Mereka heran, karena Dave juga berada di rumah sakit, dengan kursi roda, apa lagi ada Lion dan Wina.


"Kamu kenapa Dave .?-"Apa kamu lumpuh juga..??"Tanya Irma, dengan wajah khawatir.


Dave, Lion dan Wina terdiam, mendengar pertanyaan Irma, mereka pun saling tatap.


"Maksud nya lumpuh juga, apa ya jeng Irma..??"Tanya Wina, dengan tatapan tak mengerti ke arah Irma.


"Maksud istri saya, apa Dave mengalami kelumpuhan juga, sama seperti Zaidan..??"Jelas Baskoro, menatap bergantian Dave, Lion dan Wina.


Mereka tersentak kaget mendengar pertanyaan Baskoro.


Terutama Wina, dia langsung menutup mulut nya, dengan telapak tangan nya, agar tidak menjerit, dada nya pun terasa sesak.


Sekuat tenaga Wina menahan tangis nya, dia berusaha untuk setenang mungkin.


"Zaidan, bagaimana keadaan mu sekarang..??"Tanya Wina dalam hati.


"Aku harus menemui nya."Wina berkata dalam hati lagi.


************


Siapa kah, yang akan bersama Devina.??"Zaidan laki-laki yang di cintai nya..??Atau Dave ayah dari anak yang di kandung nya..??


Apa perasaan Wina, sebenar nya terhadap Zaidan..??


Temui jawaban di setiap bab nya.


Btw, author terpaksa ganti cover di noveltoon "Penyesalan Zaidan".


Menurut noveltoon, cover author tidak sesuai dengan peraturan cover.


Mampir dan beri dukungan ya, di setiap karya-karya author👇👇


__ADS_1



__ADS_2