
Bab 26
"Penyesalan Zaidan"
Bab ini, author akan menceritakan tentang Zaidan dan Devina di Singapura.
**********
Jerman.
Sudah hampir tiga bulan, Zaidan dan Devina melakukan pengobatan dan therapy di Singapura.
Devina pun sudah tersadar dari koma nya, dengan keadaan yang semakin membaik, bahkan sudah sehat kembali.
Zaidan pun sudah bisa berjalan normal, dengan kesehatan juga yang semakin membaik.
"Aku tidak menyangka, jika kita bersama lagi Zay."Devina berkata, sambil bersandar manja di pundak Zaidan.
Sambil tersenyum, Zaidan merangkul pundak Devina, sambil membawa tubuh Devina, ke dalam pelukan nya.
Devina pun, membalas pelukan Zaidan.
"Apa kamu bahagia, sayang..??"Tanya Zaidan begitu lembut, sambil membelai rambut Devina.
"Tentu saja, kamu adalah kebahagiaan ku.."Devina mengangguk dan tersenyum bahagia, dan lebih erat memeluk Zaidan.
"Terimakasih sayang, kamu juga adalah kebahagiaan ku, kehilangan mu seperti kehilangan separuh nyawa ku.."Zaidan, mencium puncak kepala Devina dengan penuh kasih.
Saat mereka sedang berpelukan, tiba-tiba..
"Zaidan, Devina.."Sebuah suara lembut, memanggil mereka.
Mereka pun menoleh, tampak Baskoro dan Irma sudah berada di hadapan mereka, sambil tersenyum.
"Mama, papa.."Jawab Zaidan, dan Devina bersamaan.
Zaidan dan Devins, segera melepas kan pelukan mereka, Baskoro dan Irma pun segera duduk di hadapan mereka.
"Apa, rencana kalian sekarang..??"Tanya Baskoro, menatap bergantian Zaidan dan Devina.
"Saya akan segera menikahi Devina om, saat kita tiba di Jakarta.."Ucap Zaidan, dengan tegas dan penuh keyakinan.
Devina terhenyak, menatap Zaidan yang berada di samping nya.
"Benar kah, Zay.??!"Tanya Devina, tampak binar kebahagiaan dari wajah dan sorot mata nya.
"Iya sayang, itu janji suci ku dari awal kita menjalin hubungan, dan kita sudah sepakat untuk hidup bersama dalam ikatan pernikahan.."Zaidan tersenyum penuh arti, membelai lembut wajah Devina.
Seketika, mata Devina berkaca-kaca, menatap penuh haru dan bahagia.
"T.. terimakasih Zay, untuk cinta dan ketulusan mu.."Suara Devina bergetar, buliran bening mulai mengalir, membasahi wajah cantik nya.
"Hai, kenapa menangis sayang..??"Ucap Zaidan lembut, sambil mengusap air mata Devina.
__ADS_1
"Aku, mencintai mu tanpa syarat sayang.."Zaidan membawa Devina kembali ke dalam pelukan nya.
Tangis Devina pecah, dia terisak dalam pelukan Zaidan.
Irma ikut menetes kan air mata nya, dia ikut terharu dengan cinta Zaidan, dan kebahagiaan putri nya.
Baskoro, berusaha menahan haru, dia berdo'a dalam hati, semoga Zaidan dan putri nya akan segera berjodoh dan menemui kebahagiaan.
"Setelah sampai Jakarta, saya akan segera menyiapkan pernikahan kami"Zaidan berkata, sambil menatap Baskoro dan Irma bergantian.
"Om, menyerahkan semua kepada mu Zaidan, om hanya meminta, tolong bahagia kan Devina, jangan sia-sia kan dia.."Ucap Baskoro, penuh harap menatap Zaidan.
"Om dan tante, tidak perlu khawatir, Devina adalah tanggung jawab saya, dan dari awal, saya sudah menganggap kalian sebagai orang tua saya."Ucap Zaidan, dengan penuh keyakinan.
"Terimakasih nak.."Ucap Irma lirih.
Tiba-tiba wajah Zaidan berubah gusar, tapi dia berusaha menguasai diri nya.
"T..taoi, sebelum nya saya mau minta maaf kepada kalian.."Ucap Zaidan ragu, sambil menghela napas.
Devina, segera melepas kan tubuh nya dari pelukan Zaidan, sambil mengerutkan kening nya menatap Zaidan.
Begitu juga dengan Baskoro dan Irma, menatap heran dan penuh tanya ke arah Zaidan.
Zaidan membuang kasar napas nya, menelan saliva nya, menatap bergantian orang-orang yang sangat di kasihi nya.
Rasa takut kehilangan wanita yang sangat di cintai nya, seketika menyeruak di lubuk hati nya, dan rasa takut kemarahan dan kehilangan kepercayaan dari kedua orang tua Devina, yang juga sangat di sayangi nya.
"Zay, ada apa..??"Tanya Devina, penasaran.
"Sebelum keberangkatan saya ke Singapura, s-saya.."Zaidan menghela napas lagi, sambil mengusap kasar wajah nya.
"Saya, sudah melakukan pernikahan dengan wanita lain.."Zaidan berkata, dengan tatapan nanar ke arah mereka.
"Apa..??"Teriak Devina tidak percaya, sambil menutup mulut dengan kedua tangan nya, Tampak kedua mata nya membulat sempurna.
Baskoro dan Irma saling tatap.
"Apa, maksud nak Zaidan..-?"Tanya Baskoro, berusaha tenang.
"Kamu jangan bercanda Zay, ini tidak lucu.."Teriak Devina, air mata kembali membasahi wajah nya.
"Aku tidak sedang bercanda, atau pun berbohong sayang, ini semua karena..??"Zaidan kembali menarik napas, dan menghembuskan nya kasar.
"Karena, apa Zay..??"Devina, kembali berteriak.
"Tenang kan diri mu Devina, beri Zaidan kesempatan untuk memberikan penjelasan.."Irma mencoba menenangkan Devina, dia mengelus lembut bahu putri nya.
"Zaidan, om sangat percaya, jika kamu benar-benar mencintai Devina, pasti kamu mempunyai alasan yang kuat, kenapa kamu sampai bisa menikahi wanita lain..??"Baskoro menatap Zaidan.
"Wasiat kakek, yang meminta saya untuk menikahi nya.."Jawab Zaidan, sambil mengusap kasar wajah nya.
Mereka pun terhenyak kembali, mendengar pernyataan Zaidan.
__ADS_1
"Maksud mu, almarhum kakek Radthya..??"Tanya Baskoro.
Zaidan mengangguk.
"Apa istimewa nya, wanita itu, sehingga kakek mengingin kan nya, untuk menjadi istri mu Zay..?"Tanya Devina, dengan suara parau.
Zaidan mengangkat bahu nya, dan menggeleng lemah.
"Lalu, bagaimana dengan hubungan kalian, bagaimana kamu bisa menikahi putri kami, jika kamu sendiri sudah mempunyai istri..?"Irma menatap Zaidan, tampak kekecewaan di wajah dan sorot mata nya.
"Om dan tante tenang saja, sebelum menikah kami sudah membuat surat perjanjian, dia tidak akan pernah keberatan jika saya menikahi Devina.."Jawab Zaidan, dengan tersenyum.
"Sudah berapa lama, kamu menikahi nya Zay..??"Devina menatap nanar mata Zaidan.
"Kamu tahu sayang, setelah resepsi pernikahan, aku langsung menyusul mu ke sini..."Jawab Zaidan, dengan tatapan hangat penuh cinta.
Mereka kembali terhenyak, dengan pernyataan Zaidan.
"Itu arti nya, kamu belum melaksanakan kewajiban mu sebagai suami..??"Devina, menatap tajam Zaidan, terlihat dari wajah nya yang meminta jawaban jujur dari Zaidan.
Zaidan menggeleng kan kepala nya.
"Aku tidak akan menyentuh, wanita yang tidak pernah aku cintai."Zaidan menggenggam erat jemari tangan Devina.
"Apa omongan mu, bisa aku pegang Zay..??"Devina menatap mata Zaidan lekat, kembali mencari kejujuran di sana.
"Apa selama ini, aku mengkhianati mu Vin..??"Zaidan balik bertanya, tatapan hangat nya berubah menjadi tajam.
"Cinta ku kepada mu tanpa syarat Vin, apa semua yang aku lakukan, belum cukup untuk membuktikan semua nya..??"Tanya Zaidan kembali, dengan sorot mata tajam.
"Devina, papah rasa, apa yang di lakukan Zaidan selama ini untuk mu sudah jauh lebih dari cukup, untuk membuktikan cinta nya kepada mu.."Baskoro berkata, sambil menatap Devina dan Zaidan bergantian.
"Benar nak, Zaidan sangat mencintai mu.."Irma menyentuh lembut bahu Devina.
"Tapi, apakah kamu berniat akan menceraikan dia Zay.??".
Pertanyaan Devina, membuat Zaidan tertegun.
*************
Apakah Zaidan, akan menceraikan Amanda..??
Bagaimana perasaan Amanda, saat Zaidan memutuskan untuk menikah dengan Devina.?
Temui kisah yang semakin membuat penasaran di bab selanjut nya.
Jangan lupa untuk mampir ke salah satu karya teman ku novel favorit pembaca👇👇
.
.
__ADS_1
.
.