
Bab 70
"Penyesalan Zaidan"
Lelaki berjas putih, menatap lekat foto-foto yang dikirim ke ponselnya. Tampak dia mengerutkan keningnya, apa lagi setelah mendapatkan beberapa informasi tentang orang-orang di dalam foto itu.
Tok..
Tok..
Ketukan pintu di ruang prakteknya, seketika membuyarkan lamunannya.
"Masuk."Ucap lelaki berjas putih itu.
Saat pintu terbuka, tampak seraut wajah cantik dari wanita memakai seragam Perawat.
"Maaf dok, ada satu pasien yang batal karena harus keluar kota hari ini juga."Ucap perawat berwajah cantik dan bertubuh sexy itu, dengan memberikan senyum termanisnya.
"Oke, kalau begitu saya mau langsung pulang saja."Ucap lelaki berjas putih, yang tak lain adalah dokter Arya, sambil melihat jam branded di pergelangan tangannya.
Dokter Arya segera merapikan alat kedokterannya, membuka jas putihnya, dan segera bersiap melangkah keluar ruang prakteknya.
"Tunggu dok.!"Cegah perawat itu, sambil memegang lengan Dokter Arya.
Dokter Arya menatap bergantian wajah dan tangan perawat yang bernama Sinta itu. Dia membalas tatapan dokter Arya, dengan tatapan dan senyum menggoda.
Dokter Arya mendekatkan wajahnya ke Sinta, seketika wajah Sinta merona merah.
"Blush on dan bibirmu terlalu merah.!! jangan terlalu mencolok jika tidak mau di goda oleh dokter dan pasien nakal.!!"Bisik dokter Arya, sambil melepaskan tangan Sinta dari lengannya.
Sinta hanya diam mematung dengan perasaan kesal. Berkali-kali dia mendekati dan mencoba merayu dokter Arya, namun tak pernah berhasil. Padahal dulu dokter Arya terkenal dengan sifat play boynya. Hampir rata-rata Dokter wanita dan Perawat yang masih single pernah berkencan dengannya, salah satunya Shita sendiri.
"Kenapa dokter Arya berubah sekali ya, selama lima tahun ini.? Apa dokter Arya sudah tidak normal lagi . ? Tanya Sinta pada diri sendiri, sambil mendengus kesal.
Dokter Arya menghela napas, saat sudah berada di dalam mobilnya.
"Pantang bagiku untuk merebut wanita yang sudah bersuami. Amanda Maheswari, ternyata kamu dan Doni Anggara belum menikah, dan aku yakin bocah lelaki yang bernama Razama ini adalah anak Zaidan."Dokter Arya berkata, sambil menghidupkan mesin mobilnya, dan langsung tancap gas meninggalkan rumah sakit.
Tak berapa lama, mobil dokter Arya sampai di rumah Doni. Security mempersilahkan dokter Arya masuk, setelah dokter Arya memberitahukan jika dia sahabat Amanda dan Doni.
Saat itu, Amanda sedang sibuk menyiapkan makan malam.
"Nyonya mohon maaf ada tamu yang mencari dan sudah menunggu di ruang tamu."Ucap salah satu asisten rumah tangga yang bernama Bi Imah.
"Tamu.? Mencari siapa ya Bi.??"Tanya Amanda heran, sambil mengerutkan keningnya.
"Dia bilang mau bertemu Tuan atau Nyonya."Jawab Bi Imah.
Amanda semakin bingung, rasa cemas mulai menyeriak di hatinya. Sambil berpikir siapa yang mengetahui keberadaannya di Indonesia terutama di rumah Doni, karena hanya pihak panti yang baru mengetahui kepulangan dan keberadaan mereka.
"Apa bibi bertanya namanya.??"Tanya Amanda, menatap lekat Bi Imah.
"M..maaf Nyonya, saya lupa bertanya."Jawab Bi Imah gugup.
"Jika Nyonya keberatan, saya akan katakan, jika Nyonya tidak bisa di temui."Jawab Bi Imah lagi, dengan ketakutan yang sangat terlihat di wajah rentanya.
"Tidak perlu Bi, biar saya temui saja, tolong siapkan makan malam Bi, setelah itu panggilkan Dion dan Raza."Amanda berkata, sambil melangkahkan kakinya nenuju ruang tamu.
__ADS_1
Bi Imah menjawab dengan anggukan.
Sesampainya di ruang tamu, dia melihat seorang laki-laki yang sedang duduk, dengan wajah menunduk karena sedang sibuk dengan ponselnya.
"Selamat malam, ada yang bisa di bantu.?"Sapa Amanda ramah.
Seketika, Dokter Arya merasakan dadanya berdegup kencang. Suara yang di rindukannya selama lima tahun. Tetapi, perasaan itu segera di tepisnya, mengingat adiknya Zaidan yang selama ini sangat tersiksa dengan perasaannya. Terlebih mereka berdua sudah memiliki buah hati, yang belum di ketahui Zaidan. Anak yang notabene nya adalah keponakannya.
Dokter Arya mengangkat wajahnya, mereka sama-sama terkejut, dengan netra yang saling menatap.
"Dokter Arya."Panggil Amanda lirih.
"Amanda."Panggil Dokter Arya, langsung berdiri, dengan tatapan tak percaya, dan sebuah senyum kebahagiaan terlihat di wajahnya.
"Setelah lima tahun, seperti mimpi bisa bertemu lagi denganmu, Amanda."Dokter Arya berkata sambil melangkah mendekati Amanda, yang membuat Amanda mundur beberapa langkah.
Dokter Arya pun menyadari jika sikapnya membuat Amanda takut.
"Maaf Amanda, aku hanya terbawa suasana."Ucap Dokter Arya, segera menghentikan langkahnya.
"Silahkan duduk Dok." Amanda berkata sesopan mungkin, sambil mencoba tetap tersenyum.
"Oo iya Amanda, terimakasih."Jawab Dokter Arya kikuk, sambil menghempaskan bokongnya kembali di atas sofa yang sangat empuk.
Amanda tersenyum, dan ikut duduk. Walaupun, mereka duduk berhadapan, namun, jarak antara sofa mereka tidak terlalu dekat.
"Apa kabar Amanda.?"Tanya Dokter Arya yang terlihat lebih santai, karena sudah menguasai debaran jantungnya.
"Alhamdulilah baik, dokter sendiri apa kabar.?Apa kabar juga mamah Mira, dok.??"Tanya Amanda, yang juga berusaha setenang mungkin.
"Kamu masih mengingat Mamah Mira, Amanda.? Alhamdulillah kami baik, terimakasih Amanda."Jawab Dokter Arya, lagi-lagi rona kebahagiaan terlihat di wajahnya.
Amanda menghela napas, melihat Dokter Arya yang menatapnya tanpa berkedip.
"Dokter Arya."
Seketika, panggilan Amanda membuyarkan lamunannya.
"Amanda kamu terlihat lebih cantik dan dewasa."Ucap Dokter Arya, yang membuat Amanda terkejut, dan terlihat rona merah di wajahnya.
"Maaf Dok, sebenarnya tujuan Dokter kesini apa ya.?"Tanya Amanda, yang mulai risih dengan kelakuan dokter Arya.
"Menemuimu."Ucap Dokter Arya santai.
"Maksud Dokter.?"Amanda mengerutkan keningnya. Tiba-tiba dia merasa gusar, dia takut jika Dokter Arya, di minta Zaidan mengikutinya.
Ketakutan mulai terlihat di wajah Amanda, dia juga sangat takut jika Zaidan mengetahui tentang Razama dan mengambilnya.
"Apa Dokter membuntuti saya.??!"Tanya Amanda dengan nada ketus.
"Iya."Jawab Dokter Arya santai, sambil tersenyum lebar.
"Untuk apa Dokter melakukan itu.?!Apa Zaidan yang menyuruh.??"Tanya Amanda, dengan suara agak meninggi.
Dokter Arya pun tertawa kecil.
"Zaidan tidak tahu jika kamu sudah pulang ke Indonesia Amanda, bahkan dia juga tidak mengetahui jika aku menemuimu."Jawab Dokter Arya, dengan gaya santainya.
__ADS_1
Amanda bernapas lega, mendengar perkataan Dokter Arya.
"Kenapa kamu sangat takut, jika Zaidan mengetahui keberadaanmu.??"Tanya Dokter Arya, sambil tersenyum dalam hati melihat kepanikan Amanda.
"Aku bukan takut, tetapi aku tidak mau berurusan lagi dengannya."Amanda mencoba menyembunyikan kegugupannya.
"Amanda, aku dan Zaidan itu saudara kandung, dan kami sudah saling berbaikan dan mengakui."Dokter Arya berkata sambil tersenyum.
"Jadi kalian benar.."
"Saudara sekandung, kakak beradik."Potong Dokter Arya.
"Syukurlah."Jawab Amanda, sambil tersenyum.
Kembali jantung Dokter Arya berdetak kencang, melihat senyum manis Amanda.
"Ada satu berita membahagiakan lagi Amanda, Mamah Mira dan Bunda sudah berbaikan, bahkan mereka sering menghabiskan waktu berdua."Dokter Arya tidak bisa melepaskan tatapannya dari Amanda.
"Benarkah.??"Tanya Amanda terkejut, menatap lekat wajah Dokter Arya, mencari kebenaran di sana.
Dokter Arya tersenyum dan mengangguk.
"Syukurlah, tetapi kenapa Bunda tidak cerita ya.??"Tanya Amanda kepada dirinya sendiri.
"Mungkin Bunda, perlu waktu yang pas untuk bercerita."Jawab Dokter Arya.
"Mungkin ya Dok."Amanda kembali tersenyum.
Dokter Arya kembali teringat dengan Razama.
"Amanda, maaf jika pertanyaanku kurang ajar dan menyinggung perasaanmu."nUcap Dokter Arya hati-hati.
Amanda terdiam, tiba-tiba perasaannya semakin tidak enak.
"Maaf Amanda, apa kamu dan Doni sudah menikah.??"Tanya Dokter Arya lagi.
Wajah Amanda yang sedang tersenyum pun langsung berubah.
"Menikah atau tidak dengan mas Doni, itu bukan urusan Dokter."Jawab Amanda, dengan nada ketus.
"Tenang dulu Amanda, aku harus tahu karena aku punya hak."
Amanda kembali mengerutkan keningnya, mendengar jawaban Dokter Arya.
"Apa maksud Dokter.? Langsung ke pokoknya saja.!!"Amanda semakin gusar dan gelisah.
"Amanda aku punya hak, karena di rumah ini, ada keponakanku bersamamu."
Deg...
***************
Apakah Amanda, akan memberitahu Dokter Arya tentang status Razama.??
Dan, apakah Dokter Arya akan memberitahu Zaidan.??
Simak terus kisah selanjutnya 🥰.
__ADS_1
Jangan lupa karya-karyaku 👇👇🤗