
Bab 90
"Penyesalan Zaidan"
"Apa salah mereka? kenapa mereka yang menjadi korban?" teriak Amanda, saat Polisi memberitahu jika kebakaran di Panti dan kecelakaan yang menimpa dirinya dan Doni adalah kesengajaan.
"Amanda, tenangkan dirimu Nak," Mira membawa Amanda ke dalam pelukannya.
"Apa salah Kak Doni, Bunda dan anak-anak Panti Mah? kenapa mereka tega melakukan itu?" ucap Amanda, sambil terisak.
"Apa Dokter Arya, ada hubungannya dengan semua ini Pak?" Zaidan bertanya, walaupun dia sudah mengetahui kebenarannya.
"Benar Tuan, Dokter Arya terlibat atas kasus kebakaran dan kecelakaan itu, walaupun secara tidak langsung"
Zaidan menarik napas dan membuangnya kasar, dia tidak habis pikir hanya karena rasa cemburu dan iri, membuat pikiran serta hati Dokter Arya menjadi sempit dan gelap.
Amanda merasakan sesak di dadanya, dia tidak menyangka seseorang yang di anggapnya baik, bahkan mempunyai hubungan dekat, ternyata bisa sejahat dan setega itu. Bahkan dengan tega dia membantu menghilangkan nyawa orang-orang yang tidak bersalah.
"Dokter Arya bekerjasama dengan beberapa orang yang menjadi buronan kami, dan di antara mereka ada hubungan keluarga dengan Anda Tuan Zaidan"
Penjelasan Polisi membuat Zaidan yakin, siapa saja orang-orang yang terlibat.
"Mereka adalah Lion dan Dave"
"Benar Tuan, mereka juga bekerjasama dengan salah satu buronan yang sudah lama kami cari" jawab Polisi sambil mengangguk.
"Apa dia Baron?" tanya Zaidan, menahan gemuruh amarah di dadanya.
"Benar sekali Tuan, saya mohon maaf karena kelalaian kami Tuan Dave juga berhasil melarikan diri sebelum persidangan."
Penjelasan Polisi membuat Zaidan semakin terbakar amarah.
"Untuk kasus kematian Tuan Doni.." Polisi menjeda ucapannya.
Amanda yang mendengar nama Doni, langsung melepaskan pelukan Mira.
"Ada apa dengan kasus kematian Kak Doni?" tanya Amanda dengan tatapan nanar, sambil mengusap kasar air matanya.
Polisi menghela napas.
"Mohon maaf Nyonya Amanda, jika informasi ini akan membuat Anda kaget"
"Setelah di lakukan visum dan pemeriksaan oleh tim forensik terhadap jenazah Tuan Doni, di temukan cairan yang merupakan zat yang sangat mematikan jika di masukkan ke dalam tubuh manusia."
Tentu saja, pernyataan Polisi membuat mereka semua terkejut, terutama Amanda.
__ADS_1
"M-maksudnya Pak?" tanya Amanda dengan suara bergetar.
"Ada seseorang yang sengaja menyuntikkan zat beracun itu ke dalam tubuh Tuan Doni, saat dia sedang berada di ruang ICU"
Kembali semua terkejut, Zaidan mengusap kasar wajahnya, Amanda semakin merasakan sesak di dadanya. Dia tidak menyangka jika kematian Doni bukan semata-mata karena kasus kecelakaan. Mira mengelus punggung Amanda, mencoba menenangkannya.
"Siapa pelaku itu Pak?" Zaidan bertanya, walaupun dia sudah tahu siapa yang sudah menyuntikkan racun itu.
"Dokter Arya" tegas Polisi.
Lagi-lagi pernyataan Polisi bagaikan petir yang menyambar, Amanda dan Mira terlihat syock, mereka kembali menangis.
"Amanda, sekali lagi Mamah minta maaf atas kejahatan Arya" ucap Mira terisak, sambil memegang jemari Amanda.
Amanda mengusap kasar air matanya, semua kenyataan terasa menyakitkan untuknya, dia menatap nanar Zaidan.
"Kalau begitu kami permisi dulu Tuan, Nyonya. Kami berjanji akan mengusut kasus ini sampai tuntas, dan menangkap mereka semua."
"Terimakasih Pak, atas semua informasinya" ucap Zaidan sambil mengangguk.
Para Polisi pun segera beranjak pergi.
Zaidan membalas tatapan Amanda, dan menatap nanar Mira yang terus menangis. Perlahan, Zaidan melangkah mendekati kedua wanita yang sangat berharga dalam hidupnya.
"Maafkan Zaidan Mah, karena sudah membuat Arya menjadi seseorang yang penuh dengan kebencian dan dendam" Zaidan memejamkan matanya sesaat, membukanya dan menatap lekat Amanda.
Amanda memalingkan wajahnya, dia tidak mampu bertatapan lama mata elang Zaidan. Buliran bening kembali mengalir di wajahnya.
"Mamah sangat bersalah dengan kalian berdua, karena Mamah yang tidak bisa menjaga Papahmu membuat kalian terpisah, dan mengakibatkan kemarahan, kebencian dan dendam di antara kalian," Mira kembali terisak.
"Amanda, maafkan Mamah Nak, karena kelakuan anak Mamah membuat kamu menderita." Mira kembali memegang lengan Amanda.
"Semua tidak ada hubungannya dengan Mamah, semua sudah di gariskan dalam hidup Amanda. Hanya Amanda tidak menyangka, jika Mas Arya bisa sekejam ini!" Amanda menatap nanar Mira.
"Ini semua karena kesalahanku Amanda, kejahatan yang mereka lakukan karena rasa benci dan dendamnya kepadaku" ucap Zaidan dengan suara parau.
"Maafkan aku, sudah membawamu masuk dalam kehidupanku" ucap Zaidan lagi, dengan wajah menunduk.
"Kita tidak bisa melawan takdir yang sudah mempertemukan kita, walaupun, takdir juga yang sudah memisahkan kita" ucap Amanda, tanpa mampu menghalau buliran hangat yang terus membasahi wajahnya.
"Dan takdir itu, sekarang sudah mempertemukan kita kembali Amanda" ucap Zaidan, membuat Amanda tersentak dan menatap dalam manik mata Zaidan.
"Amanda, maafkan Mamah yang pernah memintamu untuk bersama Arya," ucap Mira lirih.
"Kembalilah kalian berdua dengan keluarga dan kehidupan yang baru" ucap Mira lagi, sambil menyatukan tangan Amanda dan Zaidan.
__ADS_1
Amanda kembali tercekat, netranya dan Zaidanpun kembali bertemu. Amanda merasakan getaran itu tetap ada dan masih sama seperti dulu, saat pertama kali dia baru pertama kali bertemu dan langsung merasakan jatuh cinta kepada seorang Zaidan.
"Amanda, tak pernah terpikirkan olehku untuk menikahimu, wanita yang tidak pernah aku kenal, bahkan aku tidak mengetahui dirimu sama sekali. Aku juga tidak mengerti kenapa Almarhum kakek memilihmu untuk menjadi istriku" Zaidan menghela napas.
"Kesal dan marah itu yang aku rasakan, apa lagi saat itu ada Devina dalam hidupku, yang sudah aku kenal lama dan dia adalah cinta pertama untukku," ucap Zaidan lagi, sambil menunduk.
"Aku ingin segera mengakhiri pernikahan kita, tetapi, kejadian di kamar penyiksaan itu menjadi sebuah bayangan yang terus menghantuiku. Sejak saat itu, aku tidak mampu menghapusmu dalam pikiranku." Zaidan mengusap kasar wajahnya.
"A-aku..." Zaidan menatap lekat manik mata Amanda, dan menggenggam erat jemarinya.
"Aku tidak tahu, sejak kapan perasaan ini tumbuh. Aku mencintaimu Amanda"
Kembali Amanda tercekat dengan pernyataan Zaidan, perasaannya kini bercampur aduk. sedangkan Mira, dia tersenyum bahagia sambil mengusap air matanya.
"Amanda, aku ingin kita bersama menghadapi semua masalah ini, kita akan memulai hidup bersama, merawat dan membesarkan Raza dan Dion"
"Aku membutuhkanmu Amanda untuk berdiri di sampingku, aku ingin kita menua bersama"
Amanda terpaku, dia hanya menatap Zaidan, buliran bening mengalir di wajahnya.
"Aku berjanji, mulai saat ini aku tidak akan membiarkan air mata ini keluar lagi dari sudut matamu" Zaidan menghapus air mata Amanda.
Air mata Amanda semakin mengalir deras, perasaan yang bercampur aduk membuatnya tidak mampu untuk berkata-kata.
Zaidan segera membawa tubuh Amanda ke dalam pelukannya. Pelukan yang mampu memberikan kehangatan dan kenyamanan untuk Amanda.
Amanda tidak bisa mengingkari perasaannya. Di tengah tangisannya, dia pun membalas pelukan Zaidan yang membuat Mira kembali tersenyum bahagia menatap mereka.
***************
akankah cinta Zaidan akan bersatu dan mereka akan hidup bersama?
Bagaimana dengan keadaan Dokter Arya?
Apakah Lion, Dave, Baron segera tertangkap?
Masih ada beberapa bab yang akan menuju akhir, dan tidak terduga ceritanya, jadi jangan pernah di lewatkan di setiap up nya.
Dukung juga novel pertama, kedua dan terbaru dari Author👇👇
__ADS_1