Penyesalan Zaidan

Penyesalan Zaidan
Janin dan rahim nya harus di angkat


__ADS_3

Bab 13


"Penyesalan Zaidan"


Sementara itu di ruang ICU, tampak Dave yang sedang duduk di kursi roda , sedang menatap Devina yang terbaring lemah, sesekali Dave mencium tangan Devina, dan mengelus perut Devina yang masih rata.


"Kenapa, kamu melakukan ini Devina..??"Tanya Dave dengan suara parau.


"Apa begitu cinta nya kamu dengan Zaidan, sampai tidak mau mengandung anak ku..??"Tanya Dave lagi, dengan mata berkaca-kaca.


"Aku sangat mencintai mu Devina.."Air mata menetes dari sudut mata nya.


Wajah nya menunduk sambil menciumi tangan Devina, dan terlihat punggung nya yang naik turun, karena menangis.


"Tuan Dave.."Tiba-tiba ada yang memanggil nama nya.


Dave pun buru-buru mengusap kasar air mata nya.


Saat menoleh, laki-laki ber jas putih sudah berada di belakang nya.


"Dokter.."Ucap Dave lirih.


"Maaf tuan Dave, kami ingin memeriksa keadaan nona Devina, dan anda juga harus kembali ke ruang perawatan tuan.."Ucap dokter dengan hati-hati, karena dia sangat tahu sifat temperamental Dave yang persis dengan ayah nya Lion.


Karena selain keluarga Radthya pemilik saham terbesar di rumah sakit ini, dokter yang merawat Devina sekarang, adalah dokter yang sama saat merawat almarhum kakek Radthya Purnama.


"Aku sudah sehat, aku tidak perlu perawatan..!!"Jawab Dave, dengan wajah sombong nya.


Dokter menghela napas.


"Maaf tuan, kami tidak bisa menuruti perintah tuan.."Jawab dokter kembali.


"Betul, yang di katakan dokter nak Dave."Ucap Baskoro, yang tiba-tiba muncul ke dalam ruangan.


Baskoro di beri ijin masuk, dengan alasan dia akan mencoba membujuk Dave, karena dia tahu bagaimana keras nya sifat Dave, apa lagi saat dia akan mendapat kan Devina dengan berbagai cara.


"Oke, aku akan kembali ke ruang perawatan, tapi aku ingin menunggu hasil dari pemeriksaan Devina dan bayi ku.."Dave berkata, dengan wajah gusar.


"Baik lah tuan.."Akhir nya dokter pun mengalah, dia segera memeriksa keadaan Devina, di bantu dengan dua orang perawat.


Cukup lama dokter melakukan pemeriksaan, itu membuat Dave tidak sabar, terlihat kemarahan di wajah nya.


Baskoro segera mengusap punggung Dave, mencoba menenang kan nya.


Akhir nya dokter pun selesai melakukan pemeriksaan.


Dokter kembali menghela napas.


"Bagaimana, keadaan calon istri dan anak saya dok..??"Tanya Dave tak sabar.


"Mohon maaf tuan Dave, dan tuan Baskoro, kami sudah melihat hasil dari USG dan beberapa pemeriksaan.."Dokter berkata sambil menatap bergantian Dave dan Baskoro.

__ADS_1


"Cepat katakan dok, jangan bertele-tele.."Desak Dave tidak sabar.


"Sabar nak Dave.."Baskoro berkata, sambil kembali mengusap punggung Dave.


"Sebenar nya saat nona Devina di tangani pertama kali saat percobaan bunuh diri, janin nya sudah terlihat lemah, tapi kami sudah mencoba memberikan obat untuk penguatan janin, tapi maaf ternyata ada masalah di rahim nona Devina.."Jelas dokter.


Saat Dave ingin menyela penjelasan dari dokter, Baskoro segera memegang tangan Dave, sebagai isyarat agar dokter menerus kan penjelasan nya.


Kemudian mengangguk ke arah dokter, sebagai isyarat untuk menerus kan penjelasan nya.


"Masalah di rahim nona Devina ini sangat mempengaruhi kesadaran dan kesehatan nya, apa lagi nona Devina sedang mengandung dalam keadaan koma.."Jelas dokter lagi.


Tentu saja penjelasan dokter membuat wajah Baskoro berubah menjadi cemas, sedang kan Dave wajah nya sudah memerah, menahan amarah dan khawatir.


"Jadi sekarang, apa yang harus di lakukan untuk keselamatan putri saya dok..??"Tanya Baskoro, dengan suara yang mulai parau.


"Berikan pengobatan yang terbaik untuk calon istri saya dok..!!"Perintah Dave dengan wajah memerah.


"Mohon maaf, kami harus segera mengambil tindakan, untuk keselamatan pasien, janin dan rahim nya harus segera di angkat.."Jelas dokter dengan hati-hati.


"Apa.. ??"Teriak Dave.


Sedang kan Baskoro hanya tertunduk lemas, dia tidak menyangka putri kesayangan nya, akan mengalami penderitaan seperti ini.


"Lakukan yang terbaik menurut dokter, yang utama sekarang keselamatan putri saya.."Ucap Baskoro lemah.


"Om, tapi bagaimana dengan bayi kami.??"Teriak Dave, menatap Baskoro.


"Dave, Apa kamu benar-benar mencintai Devina..??"Tanya Baskoro, membalas tatapan Dave.


"Maaf Dave, jika kamu benar-benar mencintai nya, seharus nya kamu tidak egois, dengan mempertahan kan yang bisa membahayakan nyawa nya.."Baskoro berusaha memberikan penjelasan, agar Dave mengerti.


Walaupun hati nya sangat kesal dengan Dave, karena sudah menghancur kan hidup dan masa depan putri nya.


Dave terlihat bingung, jika janin nya dan rahim nya di keluar kan, kesempatan nya untuk mendapat kan Devina pupus sudah, apa lagi Zaidan hadir kembali di antara mereka.


"Dave, om mengerti perasaan mu, jika kalian berjodoh, pasti di pertemukan.."Ucap Baskoro, sambil menepuk pundak Dave, seolah-olah mengerti isi pikiran Dave.


"Tapi om.."Dave berkata, dengan wajah yang terlihat gusar.


"Dave percaya lah dengan garis jodoh.."Baskoro memotong ucapan Dave.


Dave hanya diam membisu menatap Baskoro, dia membayang kan, jika sebentar lagi akan kehilangan harta warisan dari keluarga Radthya, cepat atau lambat dia pun akan kehilangan Devina, wanita yang sangat di cintai nya.


"Maaf, tuan Baskoro, kita harus segera mengambil tindakan.."Ucap dokter, menatap bergantian Baskoro dan Dave.


Dave tidak menjawab, dia menatap lurus ke ranjang tempat Devina berbaring.


"Saya setuju dengan tindakan yang di ambil oleh rumah sakit, untuk kesembuhan putri saya.."Ucap Baskoro tegas, mencoba menguat kan hati nya.


"Baik lah, silah kan pak Baskoro menanda tangani surat persetujuan operasi.."Dokter berkata, sambil memberikan surat pernyataan setuju.

__ADS_1


Baskoro pun menerima nya, dan langsung membubuhkan tanda tangan nya di atas surat pernyataan setuju.


Setelah surat di tanda tangani, mereka pun langsung membawa Devina ke ruang operasi.


"Pah, mau di bawa kemana anak kita.."Tanya Irma khawatir, saat melihat tubuh Devina yang di bawa keluar dari ruang ICU.


"Janin dan rahim Devina harus segera di angkat mah, demi kesembuhan nya, dan papah sudah menanda tangani surat persetujuan nya.."Baskoro berkata, sambil menatap nanar wajah istri nya.


"Kenapa semua ini, harus menimpa anak kita pah..??"Irma berkata sambil menangis tersedu-sedu.


"Sabar mah, ini ujian, kita pasti bisa melewati nya.."Baskoro berkata, sambil membawa Irma ke dalam pelukan nya.


"Ayo mah, kita tunggu di ruang operasi."Ajak Baskoro, sambil melangkah memeluk istri nya.


Irma tidak menjawab, dia ikut mengikuti langkah Baskoro, sambil terus menangis dalam pelukan nya.


Sementara Dave yang masih memakai kursi roda, di bantu oleh salah satu perawat, mengambil ponsel nya dan menghubungi seseorang.


"Hallo.."Ucap Dave, saat telepon terhubung.


"Ada apa Dave..?"Tanya seseorang di seberang sana yang tak lain adalah Lion.


"Devina sedang di operasi pengangkatan janin dan rahim nya.."Jawab Dave.


"Ya sudah, biar saja.."Jawab Lion.


"Aku tidak akan mempunyai kesempatan untuk mendapat kan Devina lagi, apa lagi sekarang ada Zaidan sia**n itu.."Jawab Dave geram.


Terdengar tawa Lion di seberang sana.


"Tenang Dave, anak sia**n itu, akan menikahi wanita yang tidak jelas.."Jawab Lion, masih di iringi tawa.


Dave mengerut kan dahi nya.


"Maksud nya .?"Tanya Dave.


"Anak sia**n itu, sudah menandatangani surat wasiat.."Jawab Lion, masih terus tertawa, dan mematikan telepon nya.


Senyum licik penuh kebahagiaan pun, mengembang di bibir Dave.


************


Bagaimana kelanjutan cinta segitiga mereka..??


Siapa yang akan Devina pilih, saat dia sudah sembuh dari koma nya..??


Wanita seperti apa yang akan di nikahi oleh Zaidan..??


Ikuti terus kelanjutan nya.


Maaf, tidak setiap hari up.

__ADS_1


Karena berbagi waktu dan ude cerita di dua novel.


Jangan lupa ke karya novel author lain nya


__ADS_2