
Bab 56
"Penyesalan Zaidan"
"Cepat kita bawa wanita itu pergi dari sini Dave.!! Polisi dan Zaidan sudah mengetahui keberadaannya, dan mereka sudah mencurigai rumah ini.!!"Ucap laki-laki bertubuh tinggi besar, dengan tato yang hampir memenuhi seluruh tubuhnya.
"Zaidan si*lan.!!"Umpat Dave kesal.
"Kamu tidak bisa membawa wanita ini Dave !! karena, akan sangat membahayakan nyawanya.!!"Ucap dokter Anita, yang tiba-tiba sudah masuk ke dalam kamar.
"Kalau begitu, kamu ikut dengan kami."Jawab Dave, menatap tajam dokter Anita.
"Apa..?? Maaf Dave, aku tidak bisa ikut dengan mu.!!"Ucap dokter Anita, membalas tatapan Dave.
"Oke, bersiaplah untuk kehancuran karir dan hidupmu.!!"Dave berkata, sambil menyunggingkan sebuah senyum licik.
Dokter Anita mendengus kesal. Kembali dia merutuki dirinya. Hanya karena patah hati dengan dokter Arya, dia harus melakukan kebodohan, yang membuatnya terjebak dengan para lelaki psikopat ini.
"Ayo cepat.!!"Teriak lelaki bertato itu.
"Lepaskan Dave, aku tidak mau ikut.!!"Teriak Devina, sambil berontak sekuat tenaga.
"Tolong lepaskan aku, ikhlaskan aku bahagia bersama Zaidan..!!"Teriak Devina, dengan air mata yang membasahi wajahnya.
Perkataan Devina, membuat amarah Dave semakin memuncak. Dengan kasar, dia menarik paksa tubuh Devina yang lemah untuk ikut dengannya.
Dokter Anita yang sangat khawatir melihat keadaan Devina, dia pun segera bergegas mengikuti langkah Dave, yang terus melangkah sambil menarik paksa Devina.
Mereka keluar melalui pintu rahasia, yang berada di bawah tanah rumah Baron. Yang merupakan tempat penyimpanan senjata api ilegal, barang-barang terlarang dan minuman keras.
Hanya butuh waktu 15 menit, mereka pun sampai di sebuah tanah luas yang di tumbuhi semak belukar, tampak sebuah mobil Jeep sudah menunggu mereka.
Mereka pun segera menuju dan menaiki mobil itu. Mobil langsung tancap gas, dengan kecepatan tinggi. Tampak, keringat dingin membasahi dahi Devina, sambil menggigit bibirnya kencang, menahan rasa sakit yang teramat sangat di perutnya.
"Nyonya Devina, bertahanlah."Ucap dokter Anita, sambil mengecek keadaan Devina.
Dokter Anita tersentak kaget, melihat darah yang merembes membasahi dress Devina.
"Dave, dia pendarahan hebat, jika tidak segera di tangani, dia bisa kehabisan darah..!!"Bentak Anita, dengan wajah khawatir menatap Devina, dan wajah kebencian menatap Dave.
"Aku tidak mau tahu, jika ada apa-apa dengan Devina, kamu tidak akan selamat Anita."Sorot mata tajam Dave, mampu menghujami jantung dokter Anita.
"Sebelum kamu menghabisiku, kamu yang lebih dulu aku kirim ke neraka Dave.."Ucap dokter Anita dalam hati.
Dokter Anita, segera menyuntikkan obat yang berfungsi untuk menghentikan pendarahan, kemudian segera memberikan obat penghilang nyeri. Dia juga mengganti pakaian Devina yang penuh dengan dar*h.
Devina merasakan sakit di perutnya berkurang. Dengan lemah, dia memegang lengan dokter Anita.
Anita tesentak, dia menatap nanar Devina, tampak, sebuah isyarat dari mata indah Devina.
__ADS_1
Dokter Anita, memberikan sedikit anggukkan, yang hampir tidak terlihat. Dia berpikir keras cara membebaskan Devina.
"Bagaimana keadaan Devinaku.??"Tanya Dave, menatap sendu Devina, tampak tangannya menyentuh wajah Devina dengan lembut.
Devina ingin menepis kasar tangan Dave, tapi perut dan tubuhnya terasa sakit dan tak bertenaga sama sekali, dengan tatapan sayu dia terus menatap dokter Anita dengan tatapan meminta pertolongan.
"Dave, aku rasa dia tidak bisa bertahan, jika kamu memaksanya untuk perjalanan jauh."Ucap dokter Anita dengan hati-hati.
"Kalau kamu percaya dan tidak keberatan, kita akan merawat nyonya Devina di klinik yang tidak jauh dari sini, milik sahabatku."Ucap dokter Anita lagi, sambil menelan salivanya.
Dave menghentikan tangannya, yang sedang mengelus wajah Devina. Dia menatap dokter Anita tajam, tampak ketidakpercayaan di sorot matanya.
Dokter Anita menghela napas.
"Aku tidak akan memaksa, tapi aku tahu betapa berartinya dia untukmu."Dokter Anita berkata dengan santai, kemudian menyandarkan punggungnya di kursi.
"Tunjukkan letak klinik itu, jangan pernah berani macam-macam denganku.!!"Dave berkata dengan penuh penekanan.
Dokter Anita menyunggingkan senyuman.
"Dari dulu, kamu selalu menjadi budak ambisimu..!!"Jawab dokter Anita ketus.
"Tidak usah banyak bicara, aku dan kamu sama saja, bahkan kamu lebih licik dan kotor dariku..!!"Dave berkata dengan senyum dan tatapan sinisnya.
Dokter Anita mendengus kesal.
Devina sudah pasrah, dengan apa yang akan terjadi kepada dirinya. Dia hanya berharap di berikan kesempatan untuk bertemu dengan Zaidan lagi.
************
Sementara itu, para polisi dan Zaidan beserta anak buahnya, sudah sampai di kediaman Baron.
"Ada urusan apa kalian datang kesini..??"Tanya Baron ketus, dengan wajah sangarnya, dan dua bekas luka di wajahnya.
"Maaf tuan Baron, kami membawa surat perintah untuk menggeledah rumah anda, berkaitan dengan penculikan nyonya Devina istri dari tuan Zaidan."Ucap salah satu petugas kepolisian, sambil memperlihatkan sebuah surat tugas kepada Baron.
Sambil mengerutkan keningnya, Baron mengambil kasar surat tugas itu.
"Gw tidak pernah mengenal wanita yang bernama Devina.!!"Ucap Baron, dengan wajah kesal.
"Tapi, kamu mengenal Lion dan Dave.?"Tanya Zaidan geram.
Baron langsung menatap tajam Zaidan, kemudian tersenyum sinis.
"Kalau gw mengenal mereka, apa urusan loe, hah..??"Tanya Baron, dengan senyum mengejek.
"Oo gw ingat, Devina itu calon istri Dave yang sudah hamil, tapi loe paksa untuk menggugurkan kandungannya."Ucap Baron, sambil menggelengkan kepalanya.
Seketika, wajah Zaidan memerah, telapak tangannya mengepal keras. Saat dia ingin mendekati Baron, salah satu tangan petugas kepolisian menahannya.
__ADS_1
"Maaf tuan Baron, kami hanya menjalankan perintah.!!"Tolong jangan menghalangi tugas kami.!!"Ucap tegas petugas polisi, yang memegang surat kuasa.
Baron tidak menjawab, wajahnya memerah menatap nyalang Zaidan dan petugas kepolisian. Salah satu petugas kepolisian yang merupakan pimpinan mengisyaratkan anak buahnya untuk menggeledah rumah Baron. Sedangkan dia, Zaidan beserta anak buahnya menunggu di luar.
{ Nyonya Devina sudah tidak berada di rumah Baron, Dave membawanya pergi bersama dengan seorang wanita yang berprofesi sebagai dokter yang bernama Anita}. Sebuah pesan masuk kedalam ponsel Zaidan.
Dada Zaidan berdegup kencang, amarah dan rasa khawatir semakin memuncak. tapi, dia berusaha bersikap tenang agar Baron tidak curiga. Diapun membisikkan sesuatu ke telinga pimpinan polisi yang bernama Damar.
Pak Damar mengangguk, dengan wajah setenang mungkin.
"Hati-hati pak Zaidan."Ucap pak Damar.
"Terimakasih pak."Jawab Zaidan sambil mengangguk.
Sebelum melangkahkan kaki, Zaidan membalas tatapan Baron yang sadis menatapnya.
"Zaidan, loe sudah berani mengusik gw, dan menyakiti salah satu teman gw.!! Mulai detik ini, hidup loe ga akan tenang, karena, mulai detik ini loe sudah jadi musuh gw..!!"Baron berkata dalam hati, dengan sorot mata membun*h.
Zaidan hanya mengulas sebuah senyuman, dan langsung melangkah pergi di ikuti oleh beberapa anak buahnya.
Zaidan mengirim pesan kepada anak buahnya, untuk menyelidiki wanita yang bernama Anita, dan juga menyelidiki siapa Baron sebenarnya. Dan ada hubungan apa dia dengan Lion dan Dave.
Hampir satu jam, petugas polisi menggeledah rumah Baron, tapi mereka tidak menemukan keberadaan Devina, Dave, Lion dan Wina. Bahkan, mereka juga tidak mengetahui tentang keberadaan ruang dan jalan pintas bawah tanah. Tapi salah satu petugas polisi menemukan beberapa sarung tangan bekas pakai di tempat sampah. Dan segera mengambilnya untuk di jadikan sebagai barang bukti.
Akhirnya, pak Damar dan para petugas polisi pun pergi meninggalkan kediaman Baron.
Baron tertawa mengejek, kemudian masuk ke dalam rumahnya, dan segera menuju ruang bawah tanah.
************
Ada hubungan apa dokter Anita dan Dave??
Rahasia apa, yang membuat dokter Anita takut dan tidak bisa menolak, apapun permintaan Dave??
Apakah rencana Anita berhasil untuk membantu Devina?
Apakah Zaidan bisa menemukan Devina?
Apa rencana Baron untuk Zaidan, yang sudah di jadikan salah satu musuhnya?
Jangan lewatkan babnya yang semakin seru.
Maafkan author yang baru muncul lagiππ.
Sambil menunggu up, ayo kepoin dua novel author yang super duper keren ππ€π
__ADS_1