Penyesalan Zaidan

Penyesalan Zaidan
Hanya Pernikahan Perjanjian


__ADS_3

Bab 28


"Penyesalan Zaidan"


Semua saling tatap, pertanyaan Amanda, benar-benar di luar dugaan mereka.


"Mas.."Panggil Amanda lembut.


Panggilan Amanda, membuat Zaidan tersentak kaget.


Zaidan terihat gugup, mata nya menatap lurus Amanda, entah lah tiba-tiba lidah nya terasa kelu, bibir nya terasa tidak sanggup untuk mengatakan semua nya.


"Zay.."Panggil Devina lirih, sambil menyentuh lembut lengan Zaidan.


Kembali Zaidan tersentak kaget.


Dia pun menarik dan menghembuskan napas nya kasar.


"Amanda, aku dan Devina akan segera menikah.."Zaidan berkata, sambil tetap menatap lurus Amanda.


Amanda, kembali mengembangkan senyum nya.


"Kapan, mas..??"Tanya Amanda lembut.


Devina, Baskoro dan Irma, hanya diam membisu, mereka menatap bergantian Zaidan dan Amanda.


"Satu minggu lagi, kami akan menikah ."Jawab Zaidan, untuk menghindari tatapan Amanda, Zaidan menggenggam erat jemari Devina, tersenyum menatap hangat Devina, yang di balas dengan senyum bahagia dan tatapan penuh cinta.


"Apa pun yang menjadi kebahagiaan dan keputusan mu, aku akan mendukung nya mas, aku memberikan ijin kepada mu untuk menikahi kak Devina.."Amanda menjawab dengan wajah, yang tetap memancarkan ketenangan dan tetap memberikan sebuah senyuman.


"Terimakasih Amanda, maaf kan kami, jika menyakiti hati mu.."Devina tersenyum bahagia.


"Tidak perlu berterimakasih kak, aku yang seharusnya minta maaf, karena sudah hadir di tengah-tengah hubungan kalian.."Jawab Amanda.


"Semoga semua persiapan pernikahan kalian lancar sampai hari H nya, kalau kalian membutuhkan bantuan ku, aku siap membantu."Jawab Amanda lagi.


Sedih dan luka, sudah pasti di rasakan Amanda, tapi Amanda segera menepis nya, karena dia sadar dengan posisi nya.


"Tentu saja Amanda, jika aku butuh bantuan mu, pasti aku akan mengatakan nya.."Ucap Devina penuh semangat, sambil bergelayut manja di lengan Zaidan.


Zaidan tersenyum ke arah Devina, ada perasaan tidak enak, saat netra nya beradu pandang dengan Amanda.


"Apakah dia mau menikah dengan ku, hsnya karena wasiat kakek..?"Tanya Zaidan dalam hati.


"Apa, dia tidak tertarik sama sekali dengan ku..?"Apa peduliku, sebentar lagi, mimpi ku menjadi nyata, aku akan menikah dengan wanita yang aku cintai.."Ucap Zaidan lagi dalam hati.


"Baik lah, sepertinya sudah tidak ada yang perlu di bicarakan lagi.."Ucap Zaidan.


"Om, tante, saya akan segera menyiap kan pernikahan kami.."Ucap Zaidan lagi, sambil menatap Baskoro dan Irma.


Baskoro dan Irma, yang dari tadi hanya menyimak dan mendengar, kembali saling tatap.


"Nak Amanda, pernikahan kalian baru tiga bulan, apa kamu benar-benar mengikhlaskan jika Zaidan menikah dengan putri kami Devina..??"Tanya Baskoro, menatap Amanda dengan tatapan yang dia sendiri juga tidak mengerti.

__ADS_1


Saat melihat Amanda, ada perasaan aneh, dia merasa kasihan dan tidak tega, saat Zaidan dan Devina mengutarakan rencana pernikahan mereka.


"Om, pernikahan kami hanya lah di atas kertas, om dan tante pasti sudah tahu semua nya dari mas Zaidan, jadi kalian tidak perlu khawatir.."Amanda berkata, dengan menatap Baskoro.


Ada perasaan hangat, saat melihat tatapan mata Baskoro, dan tidak sengaja, tatapan mata nya juga bertemu dengan Irma.


Deg..


"Mata teduh itu ."Batin Amanda, yang segera mengalihkan pandangan nya.


Irma tidak berkata apa-apa, dia pun merasakan hal yang berbeda, saat melihat netra mereka bertemu.


Ada getaran aneh, di rasakan di hati nya.


"Siapa kah, Amanda ini sebenarnya..??"Mata itu seperti mengingat kan nya kepada seseorang, tapi siapa..?"Irma berkata dalam hati, sambil mencoba mengingat sesuatu.


"Baik lah, jika kamu mengikhlaskan nya nak.."Jawab Baskoro lembut.


"Zaidan, sebagai suami yang mempunyai dua istri, kamu harus bersikap adil, tidak boleh ada salah satu di antara kedua istri mu yang tersakiti.." Ucap Baskoro menatap tajam Zaidan.


Zaidan menghela napas menatap Amanda, kemudian mengelus lembut rambut Devina, yang berada di lengan nya.


"Om, mas Zaidan tidak perlu bersikap adil, karena pernikahan kami hanya sebuah pernikahan perjanjian, tidak ada syarat dan kewajiban itu untuk mas Zaidan.."Jawab Amanda.


"Pernikahan kami juga, hanya untuk sementara, jadi tidak ada pihak yang tersakiti.."Jawab Amanda lagi.


"Tapi nak.."


Belum sempat Baskoro, meneruskan ucapan nya.


"Devina, jangan bicara seperti itu, kalian sama-sama wanita nak.."Ucap Irma dengan suara agak meninggi, mencoba mengingat kan Devina.


Semua terhenyak.


"Kenapa, mamah membela Amanda..?!"Tanya Devina, dengan raut wajah tidak suka.


"M..mamah, bukan membela Amanda, maksud mamah.."Irma tidak meneruskan perkataannya, dia hanya menunduk kan wajah nya.


Baskoro, segera mengelus lembut punggung istri nya.


"Maaf om, tante, ini bukan suatu masalah besar, jadi tidak ada yang harus di ribut kan, karena ini sudah kami bicarakan dari sebelum kami menikah.."Ucap Amanda, dengan wajah tegas.


"Baik lah, kami sebagai orang tua hanya mendo'akan yang terbaik untuk kebahagiaan kalian. "Ucap Baskoro, sambil terus mengelus lembut punggung Irma.


Irma, hanya bisa menatap nanar Amanda, ada rasa sesak di dada nya.


Seolah-olah, dia merasakan bagaimana hati Amanda, ketika seorang suami, menemui nya dengan wanita lain, untuk membicarakan rencana pernikahan mereka.


"Pah, kita pulang sekarang, badan mamah terasa tidak enak.."Irma berkata, sambil memijit dahi nya.


"Tante sakit..??"Tanya Amanda dengan wajah khawatir.


Pertanyaan Amanda, membuat mereka terhenyak.

__ADS_1


"Wanita ini, seperti nya berniat mengambil hati orang tua ku.."Batin Devina, dengan tatapan sinis ke arah Amanda.


"Seperti nya, tante hanya kelelahan saja, butuh istirahat Amanda.."Irma berkata lirih, dengan senyum dan tatapan hangat nya.


"Zaidan, Amanda, om sama tante pamit dulu.."Ucap Baskoro, sambil bangkit dari duduk nya dan membantu Irma untuk berdiri.


"Iy om, tante, hati-hati di jalan.."Ucap Amanda, sambil bangkit dari duduk nya.


"Aku akan mengantar mereka pulang dulu.."Ucap Zaidan tiba-tiba, yang membuat Amanda nematung sesaat menatap Zaidan.


Dia tidak percaya, jika Zaidan pamit pada diri nya.


Sedang kan Devina, terlihat sekali ketidak sukaan dan kecemburuan nya menatap Amanda.


"Ayo Zay ."Devina langsung menarik tangan Zaidan, meninggal kan ruang keluarga.


Baskoro hanya menggeleng kan kepala melihat kelakuan putri nya.


"Amanda, tante panit dulu ya.."Ucap Irma lirih, entah kenapa ingin sekali dia memeluk Amanda.


Tapi semua urung di lakukan, hanya buliran bening yang bermuara di mata nya


"Iya, om, tante.."Jawab Amanda, sambil mencium punggung tangan Baskoro dan Irma.


Baskoro tersenyum, sambil mengusap puncak kepala Amanda.


Perasaan haru dan bahagia menyelinap di hati Amanda.


"Begini kah rasa nya, usapan tangan seorang ayah.."Gumam Amanda, yang langsung menepis pikiran nya.


"Ayo pah.."Irma segera meninggalkan ruang keluarga, sebelum buliran bening turun, membasahi wajah nya.


Baskoro tersenyum dan mengangguk, meninggal kan Amanda.


Amanda hanya diam mematung, menatap kepergian mereka.


Tidak terasa dan tanpa permisi, buliran bening dan hangat sudah terjun bebas di wajah nya.


Amanda segera menghapus nya, memejamkan mata nya sesaat, menarik napas dalam-dalam dan membuang nya kasar.


Amanda, segera berlalu meninggalkan ruang keluarga.


*********


Bagaimana, kehidupan Amanda selanjut nya, setelah pernikahan Zaidan dan Devina..??


Tunggu bab selanjut nya😊.


Sambil menunggu up dari aurhor, mampir yuk, ke salah satu novel keren teman ku, yang pasti bisa menjadi cerita seru pilihan buat kalian.


Dan bisa membuat kalian larut di dalam nya, kisah romantis, dendam dan air mata menghiasai novel ini.


Penasaran dengan cerita nya .??

__ADS_1


Yuk kepoin👇👇



__ADS_2