
Bab 41
"Penyesalan Zaidan"
Amanda baru saja menghabiskan makanannya. Dokter Arya segera memberikan obat dan vitaminnya.
"Terimakasih dok.."Amanda berkata sambil tersenyum, dan mengambil obat serta vitamin dari tangan dokter Arya.
Dokter Arya, segera memberikan segelas air langsung ke mulut Amanda. Walaupun terkejut dengan perlakuan dokter Arya, mau tidak mau Amanda segera meminum segelas air yang berada di tangan dokter Arya.
"Hmm.."
Suara berdehem itu, mengagetkan Amanda dan dokter Arya.
"Hebat Amanda, tidak sampai satu hari, wajah polos mu sudah bisa menjebak tiga pria.."Devina berkata, dengan senyum mengejek dan menatap sinis Amanda.
Ucapan Devina bagaikan belati, yang menusuk tajam jantung Amanda.
"Apa, maksud ucapan mu kak Devina..?!"Tanya Amanda, dengan tatapan tak suka ke arah Devina.
"Jangan pura-pura bod*h Amanda.!!"Ucap Devina, suaranya kini berubah menakutkan di telinga Amanda.
Tapi, Amanda berusaha tetap tenang, walaupun dia mulai di kuasai amarah, dan berusaha kuat di tengah merasakan nyeri dan lemas di sekujur tubuhnya, terutama di daerah kewanita*nnya.
"Aku, terlalu lelah jika kita harus bertengkar.."Ucap Amanda malas.
Seketika wajah Devina memerah, terdengar geraman penuh amarah dari bibir nya.
Zaidan berusaha menenangkan Devina, sambil memeluk dan mengelus lembut pundak Devina.
Tentu saja, perbuatan Zaidan tidak luput dari penglihatan Amanda.
"Kalau kamu sangat mencintai Devina, kenapa kamu harus menodai ku Zaidan..??"Tanya Amanda dalam hati, menatap Zaidan penuh kebencian.
Amanda menarik napas dan membuangnya berlahan.
"Radhtya Zaidan, berikan talak mu, untuk ku saat ini juga..!!"Pinta Amanda, dengan suara tegas, ada sesak yang benar-benar menghimpit dada nya.
Mereka, semua terkejut dengan permintaan Amanda. Seketika Zaidan melepaskan pelukannya dari pundak Devina.
"Sombong sekali kamu Amanda..!!"Hardik Devina.
"Suami ku, tidak pernah menginginkan mu menjadi istri nya, kalau bukan karena surat wasiat itu.!!"Hardik Devina lagi, dengan tatapan tajam yang sangat merendahkan Amanda.
Amanda tersenyum kecut, dengan tatapan tak kalah tajam, ke arah Zaidan dan Devina.
"Itu semua, karena suami mu takut kehilangan semua harta kekayaan mendiang kakek Radthya Purnama..!!"Jawab Amanda, dengan suara dingin, dan sorot mata tajam tapi terlihat tenang.
Mereka bertiga, terbelalak dengan jawaban Amanda.
__ADS_1
"Pengobatan kalian ke Singapura, acara pernikahan kalian, bulan madu dan semua fasilitas yang sedang kalian nikmati ini, karena aku..!!"Amanda berkata dengan penuh penekanan.
"Kalau aku mau, dengan mudah aku bisa saja menuntut kalian karena sudah menghambur-hamburkan uang warisan kakek untuk kepentingan dan kesenangan kalian..!!"Ucap Amanda lagi, dengan senyum sinis ke arah mereka.
Lagi-lagi perkataan Amanda, membuat semua terhenyak.
Amanda, kembali menyunggingkan sebuah senyuman, Melihat ekspresi Zaidan dan Devina
"Tapi aku bukanlah wanita kejam, Radthya Zaidan jatuhkan talak mu untuk ku sekarang juga, tanpa kalian minta, aku akan menandatangani surat pernyataan penyerahan semua harta dan kekayaan keluarga Radthya ke tangan mu..!!"Amanda kembali berkata, tanpa ada setetes air mata yang keluar dari pelupuk mata nya.
Walaupun hati nya terasa sakit, dan dada nya terasa sesak.
Zaidan menatap lekat Amanda, dia tidak percaya dengan apa yang di katakan Amanda.
Pikiran dan penilaianya tehadap Amanda selama ini, terpatahkan dengan apa yang baru saja Amanda katakan.
"Apa, kamu benar-benar ingin lepas dari ku Amanda..??"Tanya Zaidan dengan suara parau, dengan tatapan terlihat sendu.
Seketika wajah Devina berubah, dia menatap Zaidan tak percaya, dokter Arya tersenyum tipis mendengar pertanyaan Zaidan, sedangkan Amanda berusaha tidak terpengaruh dengan pertanyaan Zaidan, walaupun desiran aneh menyelimuti hati nya.
"Iya, aku ingin lepas dari mu, kita adalah jodoh yang di paksakan, dan kita mempunyai pilihan dan jalan masing-masing."Ucap Amanda tegas, dengan dada berdegup kencang.
"Pilihan..??"Apa laki-laki beranak itu, yang sudah menjadi pilihan mu..??"Zaidan bertanya, sambil memicingkan mata nya, terlihat urat-urat leher Zaidan yang sudah menegang karena menahan amarah.
Amanda terhenyak dengan pertanyaan Zaidan, dia tidak menyangka jika Zaidan langsung menebak Doni sebagai lelaki pilihan nya.
"Benarkan lelaki tadi pagi itu adalah selingkuhan mu..??"Dan, jangan-jangan anak itu adalah anak kalian..??"Tanya Zaidan, dengan nada suara yang meninggi, kilatan amarah dan kecemburuan terlihat jelas di bola mata nya.
"Jawab Amanda..!!!"Bentak Zaidan lagi, tanpa menghiraukan panggilan Devina.
"Kenapa, dia terlihat sangat marah..??"Tanya Amanda.
"Amanda..!!"Zaidan kembali berteriak, yang membuat semua terperanjat kaget, terutama Amanda.
"Sabar bro, tidak perlu berteriak seperti ini.."Dokter Arya berusaha menenangkan Zaidan.
"Diam Arya..!!"Loe jangan ikut campur, ini urusan gw sama Amanda..!!"Sergah Zaidan, dengan sorot mata dan wajah yang semakin memerah.
"Oke..!!"Tapi gw tidak mau, jika karena emosi, loe sampai melakukan kebodohan.."Jawab dokter Arya, yang menjauh beberapa langkah dari Zaidan.
Dengan nyali yang ciut, Amanda mencoba mengumpulkan keberaniannya.
"Siapa pun yang menjadi pilihan ku, itu bukan urusan mu tuan Radthya Zaidan, bukan kah di surat perjanjian sudah jelas tertulis, jika di antara kita tidak boleh mencampuri urusan pribadi masing-masing..??"Ucap Amanda, mengumpulkan segenap keberanian nya.
"Aku tidak melarang mu, untuk menikahi kekasih yang sangat kamu cintai ini. Bahkan aku memberikan persetujuan dan aku hadir di pesta pernikahan kalian.."Ucap Amanda lagi.
"Jadi, anda tidak punya hak sama sekali, untuk mengetahui urusan pribadi ku, apa lagi bertanya dan ikut campur.!!!"Tegas Amanda, dengan suara meninggi.
Seketika, Zaidan terpaku dengan perkataan Amanda. Dia segera menelan saliva nya, tenggorokan nya tiba-tiba terasa sangat kering.
__ADS_1
Dokter Arya kembali menyunggingkan senyum nya, dia sangat tahu jika ucapan Amanda, membuat Zaidan merasa terpojok.
Sedangkan Devina, kekesalan semakin tampak di wajah nya.
"Kamu, kenapa sie Zay..??"Seharusnya kamu senang, tanpa membutuhkan waktu lama dan mencari alasan, dia sendiri yang sudah meminta cerai..!!"Teriak Devina penuh emosi, sambil mendorong kasar dada Zaidan.
Zaidan tersentak, dengan perlakuan kasar Devina.
Sedangkan Amanda, hatinya semakin sakit mendengar perkataan Devina. Ternyata cepat atau lambat Zaidan akan menceraikan nya.
"Jika kamu benar-benar mencintai aku, cepat ceraikan wanita ini..!!"Sergah Devina, sambil menunjuk ke arah Amanda.
Zaidan menarik napas kasar.
"Amanda Maheswari, aku jatuhkan talak untukmu, dan mulai saat ini kamu bukan istri ku lagi..!!"Ucap Zaidan, dengan suara bergetar.
Dia tidak mengerti, kata-kata yang di nantikan nya, terasa begitu berat saat mengucapkan nya.
Devina tersenyum puas, dengan tatapan penuh kemenangan.
Amanda memejamkan mata nya sesaat, mencoba menahan gemuruh di dada nya.
"Ternyata kata talak itu, sangat menyakitkan."Batin Amanda.
"Beritahu aku, kapan aku menandatangani semua surat-surat nya.."Amanda berkata dengan berusaha keras, agar tidak ada buliran hangat yang jatuh ke pipi nya.
"Secepatnya kamu akan menandatangani nya.."Jawab Devina, dengan tersenyum sinis.
"Baiklah."Jawab Amanda.
"Ayo Zay, urusan kita sudah selesai di sini.."Devina berkata, sambil menarik tangan Zaidan.
Zaidan hanya diam membisu, sorot mata nya yang tajam, berubah menjadi sendu, saat tatapan nya bertemu dengan netra Amanda.
"Zay..!!"Panggil Devina, membuat Zaidan tersentak.
Sambil menghela napas, Zaidan mengikuti langkah Devina keluar meninggalkan Amanda.
***************
Bagaimana, kehidupan Amanda setelah perceraian dengan Zaidan..??
Apakah, ada penyesalan di hati Zaidan dengan keputusan nya..??
Ikuti terus kisah seru mereka, yang masih berliku-liku 😊.
Jangan lupa untuk dukungan nya 🙏.
Jika alur cerita nya kurang berkenan, bisa langsung skip, tanpa perlu memberikan bintang minus, atau komen yang tidak mengenakkan 😍🙏.
__ADS_1