Penyesalan Zaidan

Penyesalan Zaidan
Mengingkari Perasaan


__ADS_3

Bab 40


"Penyesalan Zaidan "


"Cinta..??"Zaidan menatap dokter Arya.


Sambil tersenyum smirk, dia menggelengkan kepala nya.


"Cinta gw hanya untuk Vina, loe tahu bagaimana perjuangan gw untuk merebut dia kembali, dari tangan Dave sial*n itu..??"Zaidan sekuat mungkin, mengingkari hati dan perasaan nya.


Dokter Arya menghela napas. Dia menatap wajah Amanda, wajah nya sudah tidak sepucat tadi, dan bibir nya juga sudah tidak membiru.


"Terserah lah loe saja bro, sebagai sahabat gw hanya mengingatkan, jangan sampai loe kehilangan kedua nya."Dokter Arya, menepuk pelan pundak Zaidan.


Zaidan mendengus kesal.


"Tolong jaga dia dulu, gw mau ke kamar menemui vina.."Ucap Zaidan, melangkah pergi tanpa menunggu jawaban dari dokter Arya.


"Zaidan..Zaidan.."Ucap dokter Arya, sambil menggelengkan kepala nya, menatap tajam punggung Zaidan.


Sebuah senyum yang penuh arti, tampak tersungging di bibir dokter Arya.


*****************


Zaidan membuka pintu kamar, dia mencari dimana ke beradaan Devina.


Pandangan nya pun tertuju di balkon kamar, tampak Devina sedang sibuk menerima telepon.


Zaidan tersenyum, dengan langkah berlahan dia pun mendekati Devina, yang belum menyadari kehadiran nya.


Zaidan sudah berada di belakang Devina, tepat di saat Devina mengakhiri obrolan nya dan mematikan ponsel nya.


"Sayang.."Panggil Zaidan, sambil memeluk pinggang Devina dari belakang.


Devina pun terpekik kaget, saat Zaidan datang dengan tiba-tiba. Jantung nya berdegup kencang, dia sangat takut jika Zaidan mendengarkan obrolan nya di telepon.


Tapi melihat tingkah Zaidan, yang memeluk nya penuh kehangatan, Devina yakin jika Zaidan tidak mendengar apa-apa.


Devina pun memutar tubuh nya, menghadap Zaidan, dia mengalungkan kedua tangan nya di leher Zaidan, tubuh mereka nyaris tanpa jarak.


"Apa kamu mau aku menjelaskan sesuatu, sayang..??"Tanya Zaidan, semakin mendekatkan wajah nya dengan wajah Devina.


"Tadi nya aku sangat cemburu, dan meminta penjelasan mu, tapi, setelah aku pikir semua tidak penting, karena.."Ucap Devina, dengan senyum menggoda.


"Karena apa sayang..??"Tanya Zaidan gemas.


"Karena aku tahu, cinta mu, jiwa mu, bahkan tubuh nu hanya untuk ku, yang kamu lakukan kepada wanita itu, hanyalah sebuah amarah dan rasa penasaran.."Jawab Amanda manja, dengan gerakan yang menggoda Zaidan.


"Kamu benar, sayang.."Zaidan berkata dengan suara serak, naf*u kelaki nya muncul, karena ulah nakal Devina.


Zaidan segera menggendong Devina menuju ke peraduan mereka. Dan sebuah senyum kemenangan menghiasai wajah Devina.

__ADS_1


********************


Sementara itu..


Tak berselang lama, tampak Amanda mulai tersadar dari pingsan nya.


Dia mengerjapkan mata nya, dan mencoba mengumpulkan kesadaran dan ingatan nya.


Amanda memicingkan mata, saat menatap lekat lelaki yang berada di hadapan nya.


Tampak lelaki putih bersih, dengan rambut tertata rapi dan kacamata yang bertengger di hidung mancung nya.


Amanda yakin jika sosok lelaki itu bukan lah Zaidan, yang bersama nya sebelum pingsan.


"Hallo Amanda, syukurlah kamu sudah sadar.."Sapa dokter Arya ramah, sambil tersenyum.


Amanda tidak menjawab, dia terus menatap lelaki berkacamata itu, dan dia merasa sudah pernah melihat wajahnya.


"Aku dokter Arya, dokter pribadi keluarga Radthya, sekaligus sahabat dari Zaidan dan Devina, kita baru saja bertemu beberapa jam yang lalu.."Dokter Arya berkata dengan ramah, sambil mengulurkan tangan nya.


Amanda pun ingat, jika dia melihat dokter Arya saat mengobati luka-luka Zaidan.


Dengan ragu, Amanda membalas uluran tangan dokter Arya.


"Aku Amanda Maheswari.."Ucap Amanda, saat mereka berjabat tangan.


"Istri pertama dari Radthya Zaidan.."Jawab dokter Arya, sambil tersenyum.


Dokter Arya mengerutkan keningnya, menatap penuh tanya ke wajah Amanda.


"Maaf, jika kata-kata ku membuat mu tidak nyaman."Dokter Arya, mencoba membuat Amanda tenang.


"Tidak apa-apa dok, hanya.."Jawab Amanda ragu.


"Hanya apa..??"Tanya dokter Arya, dengan suara lembut.


Amanda menghela napas, sambil memejamkan mata nya, memberikan kekuatan dan keyakinan kepada hati nya, jika keputusan yang di ambil nya, adalah keputusan yang tepat.


"Aku bukan istri dari Radthya Zaidan, karena kami akan segera bercerai.."Ucap Amanda, dengan suara parau.


Dokter Arya tercekat, mendengar perkataan Amanda.


"Tidak baik, berbicara seperti itu nyonya Amanda.."Ucap dokter Arya, tidak percaya.


"Dokter adalah sahabat dari tuan Zaidan dan nyonya Devina, dokter pasti sudah mengetahui apa yang sudah terjadi di antara kami .??"Dan seperti apa pernikahan yang sedang kami jalani..!!"Amanda berkata dengan senyum kecut, di bibir nya.


Perasaan sakit, terluka, dan sesak sangat di rasakan Amanda.


Arya menarik napas nya kasar.


"Aku akan meminta pelayan, menyiapkan makan untuk mu, agar setelah ini, kamu bisa makan dan minum obat.."Ucap dokter Arya mengalihkan pembicaraan, sambil bangkit dari duduk nya.

__ADS_1


"Tidak perlu dokter, aku bisa sendiri.."Cegah Amanda, mencoba bangkit dari tempat tidur, tetapi seketika, dia merasakan sakit di seluruh tubuh dan kepala nya, terutama di bagian kewanita*n nya.


Amanda kembali terduduk, sambil memegang kepala nya.


"Kenapa, semua terasa sakit sekali.."Gumam Amanda.


"Nyonya Amanda, apa anda baik-baik saja.."Tanya dokter Arya khawatir, dan langsung menghampiri Amanda.


"Kepala dan tubuh saya sakit semua dok.."Jawab Amanda, yang masih meringis kesakitan.


"Karena nyonya tenggelam dalam waktu yang cukup lama, dan banyak air yang masuk ke tubuh nyonya.."Jelas dokter Arya.


Amanda, menatap sendu dokter Arya. Dia ingat kejadian beberapa jam yang lalu, saat dia meratapi diri nya setelah di setu**hi dengan paksa oleh Zaidan.


Karena merasa diri nya sudah kotor, dia merendam diri nya di dalam bathtub, sampai akhirnya dia tidak sadarkan diri.


"Tapi, kenapa kewanita*n saya juga terasa sakit dok.??"Tanya Amanda lirih, dengan wajah menunduk.


Dokter Arya tertegun, dengan pertanyaan Amanda.


"Rupa nya, ini alasan Amanda, kenapa dia sampai menenggelamkan diri nya di bathub.."Dokter Arya berkata dalam hati, sambil menatap lekat Amanda.


"Nyonya, biar saya yang ambilkan makanan,.."Ucap dokter Arya, sambil melangkah keluar dari kamar, dengan pikiran tak menentu.


Saat sampai di dapur, dokter Arya, meminta salah satu pelayan, untuk membawakan makanan dan minum untuk Amanda.


Tadi nya dokter Arya berniat untuk menyuapi Amanda, tapi setelah mengetahui Amanda dan Zaidan sudah melaksanakan kewajiban mereka sebagai suami istri, dokter Arya mengurungkan niat nya.


Apa lagi, saat dia yakin, jika nama Amanda sudah ada di hati Zaidan, walaupun keegoisan Zaidan mengingkarinya.


Senyum smirk pun terbit di bibir dokter Arya. Dia seperti mendapatkan titik terang, untuk mewujudkan semua cita-cita dan keinginan yang terpendam selama ini.


"Maafkan aku Zaidan, seperti nya sudah saat nya aku mewujudkan semua nya.."Ucap dokter Arya dalam hati.


***************


Dengan Siapakah Devina berbicara di telepon..??


Dan apa yang di sembunyikan Devina dari Zaidan..??


Apakah Amanda, akan benar-benar meminta cerai dari Zaidan..-??


Apa sebenarnya, yang menjadi tujuan dokter Arya..??


Bab yang semakin seru dengan teka teki nya, akan segera hadir.


Jangan lewatkan, dan berikan dukungan kalian selalu untuk author.


Jangan lupa tinggalkan jejak🥰🙏


__ADS_1


__ADS_2