
Bab 39
"Penyesalan Zaidan"
Amanda menangis terisak, karena saat ini diri nya sudah ternoda, kesucian yang sudah di pertahankan nya selama ini di rebut paksa oleh suami nya sendiri.
Bukan dia tidak mau menjalankan tugas nya sebagai seorang istri, tapi, cara Zaidan meminta nya sangat menyakitkan dan meninggalkan luka yang mendalam di hati nya.
Berlahan pintu kamar mandi terbuka, terlihat Zaidan yang hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggang nya, melangkah keluar dengan rambut yang masih sangat basah, sehingga terlihat air menetes di tubuh kekar nya.
Wanita mana yang tidak akan tergoda dengan pesona Zaidan, apa lagi dalam keadaan yang bertelanj*ng dada seperti itu.
Tapi berbeda dengan Amanda, perasaan cinta dan kagum nya berubah menjadi rasa benci yang teramat sangat.
"Bersihkan diri mu, setelah ini kita akan keluar.."Ucap Zaidan, yang mulai memakai pakaian nya.
Amanda, tidak bergeming, dia terus menangis terisak, duduk di sudut ranjang, dengan menyelimuti tubuh polos nya dengan selimut tebal.
"Apa, kamu ingin seharian berada di kamar ini.??"Tanya Zaidan, sambil memicingkan mata nya menatap Amanda.
Amanda, masih tidak mempedulikan Zaidan.
Zaidan menghela napas, setelah berpakaian lengkap, dia pun menghampiri Amanda.
Saat, tangan nya ingin menyentuh Amanda.
Plak...
Sebuah tamparan mendarat di wajah Zaidan.
"Aku membenci mu Radthya Zaidan, aku menyesal telah menyanggupi permintaan mendiang kakek, untuk menikah dengan laki-laki seperti mu..!!"Teriak Amanda, dengan napas naik turun menahan sesak di dada nya,dan buliran hangat yang terus mengalir di wajah nya.
Zaidan memegang pipi nya yang memerah, karena tamparan Amanda, dia tidak menyangka jika Amanda bisa berkata dan berlaku kasar kepada nya.
Amanda mendorong kasar tubuh Zaidan, membuat Zaidan hampir terjatuh dari ranjang.
Amanda segera memunguti pakaian nya yang tercecer di lantai, dan bergegas masuk ke kamar mandi.
Zaidan hanya diam, menatap tubuh Amanda yang hilang dari balik pintu kamar mandi.
"Kenapa, bercu**bu dengan Amanda rasa nya sangat berbeda dengan Devina..??"Apa karena Amanda masih per*w*n..??"Tanya Zaidan dalam hati.
"Akhh..!!"Teriak Zaidan frustasi, sambil menjambak rambut nya.
Sebuah panggilan masuk ke ponsel Zaidan.
"Hallo.."
"Sebentar lagi aku keluar, Amanda sedang mandi.."
"Sabarlah.."
__ADS_1
Zaidan menutup telpon nya.
Dia menatap pintu kamar mandi, seringai licik pun terlihat di sudut bibir nya.
Berlahan dia membuka laci, dan mengambil kunci cadangan.
Zaidan pun melangkah ke pintu kamar mandi, dan dengan hati-hati membuka nya.
Saat pintu terbuka, Zaidan terkejut, shower menyala tapi tidak ada Amanda di dalam nya.
"Amanda..!!"Teriak Zaidan, dengan wajah panik.
Zaidan semakin terkejut, saat membuka tirai dimana bathtub berada, terlihat tubuh Amanda yang berpakaian lengkap sudah tenggelam di dalam bathup.
Dengan panik Zaidan, segera mengangkat tubuh Amanda yang sudah tak sadar kan diri.
Zaidan segera mengecek pernapasan Amanda, kemudian melakukan resusitasi jantung paru ( CPR ) dengan tangan, tapi belum ada respon pada tubuh Amanda. Dia pun langsung memberikan napas buatan nya, dan dari mulut Amanda pun mengeluarkan banyak air sampai Amanda terbatuk-batuk.
"Amanda.."Panggil Zaidan, dengan wajah terlihat lega.
Amanda yang masih setengah sadar, menatap Zaidan sayu, kemudian mata nya kembali terpejam lagi.
"Amanda ."Zaidan kembali memanggil Amanda, wajah nya yang tadi lega, terlihat panik kembali.
Sambil menampar pelan pipi kanan dan kiri Amanda.Tetapi, Amanda tetap tidak merespon.
Zaidan langsung meraih ponsel nya, dan segera menghubungi dokter Arya.
"Hallo Arya, loe dimana sekarang..??"Tanya Zaidan dengan suara panik, saat panggilan tersambung.
"Cepat putar balik, kembali ke rumah gw..!!"Perintah Zaidan.
"Tapi, gw harus ke rumah sakit.."Jawab dokter Arya.
"Amanda tenggelam di bathtub, gw sudah melakukan pertolongan pertama, dia sempat sadar tapi pingsan lagi.."Jelas Zaidan, terdengar jelas kepanikan di wajah nya.
"Apa .??"Kok bisa tenggelam di bathup..??"Amanda loe apain bro, sampai tenggelam, hah..??"Tanya dokter Arya, yang segera menepikan mobil.
"Jangan banyak tanya, sekarang cepat balik kesini lagi.."Zaidan berkata, sambil menutup telpon nya. Dan segera mengangkat tubuh Amanda, dan langsung keluar dari kamar penyiksaan.
************
"Arya, kenapa kamu kembali .??"Tanya Devina heran.
"Zaidan, meminta aku kembali.."Jawab dokter Arya, sambil mata nya sibuk mencari keberadaan Zaidan dan Amanda.
"Zaidan.."Ucap Devina, dengan wajah keheranan.
Belum sempat, dokter Arya menjawab. Tiba-tiba Zaidan datang sambil membopong tubuh Amanda ke kamar yang berada di lantai 1.
Dokter Arya segera mengikuti Zaidan. Sedangkan Devina terpaku tak percaya melihat Zaidan yang begitu panik dengan keadaan Amanda.
__ADS_1
Devina, segera mengikuti langkah mereka masuk ke dalam kamar yang di sediakan untuk tamu yang datang menginap.
Tampak, dokter Arya sibuk memeriksa keadaan Amanda.
Hampir, setengah jam dokter Arya memeriksa keadaan Amanda.
"Keadaan nya tidak terlalu mengkhawatirkan, dia hanya syock saja, ini obat dan vitamin yang harus dia minum.."Ucap dokter Arya, sambil memberikan obat dan vitamin kepada Zaidan.
"Tapi, kenapa dia bisa pingsan lagi.??"Tanya Zaidan, dengan wajah yang masih terlihat panik.
"Zay..-"Panggil Devina lembut, menyentuh pelan lengan Zaidan.
Zaidan yang fokus nya dari tadi hanya kepada keselamatan Amanda. Kini baru tersadar jika ada Devina di samping nya.
"Maaf Vin, tadi Amanda menenggelamkan diri bathup.."Jawab Zaidan.
Devina tertegun, dia menatap Zaidan penuh curiga. Zaidan sangat tahu, jika Devina meminta penjelasan.
"Kita akan membicarakan nanti, yang terpenting keselamatan Amanda dulu.."Zaidan berkata, dengan suara lembut sambil mengelus pundak Devina.
"Aku tunggu, penjelasan mu nanti Zay..: Devina berkata, sambil melangkah pergi dari kamar. Dia merasa muak melihat wajah Amanda yang terbaring tidak berdaya.
"Gw akan menunggu beberapa saat, sampai Amanda sadarkan diri.."Ucap dokter Arya.
Zaidan hanya mengangguk, dengan mata yang terus menatap wajah Amanda, yang terlihat sangat pucat.
Rasa penyesalan pun hadir di hati Zaidan. Dia merutuki diri nya, karena sudah memaksa Amanda untuk melayani nya.
Zaidan menghela napas dan mengusap kasar wajah nya.
"Apa, yang sudah loe lakukan ke dia bro, sampai dia berusaha bunuh diri..??"Tanya dokter Arys.
"Meminta hak gw sebagai suami.."Jawab Zaidan, berlahan melangkah mendekati Amanda, menatap lekat wajah Amanda.
Dokter Arya menghembuskan napas kasar.
"Seperti nya, loe mulai jatuh cinta kepada nya..??"Tanya Dokter Arya, sambil tersenyum.
"Cinta..??"Tanya Zaidan.
Saat dia tersadar, jika perlakuan nya terhadap Amanda, menunjukkan rasa yang tak biasa. Tapi dia dengan cepat menepis perasaan nya.
**************
Apa, benar yang di katakan dokter Arya..??
Apakah, jauh di lubuk hati nya, Zaidan sudah jatuh cinta kepada Amanda.
Ikuti terus, kisah seru di setiap bab nya.
Jangan lupa dukungan, vote dan like nya🙏🥰
__ADS_1
.