Penyesalan Zaidan

Penyesalan Zaidan
Pernikahan Sederhana


__ADS_3

Bab 21


"Penyesalan Zaidan "


Amanda menghela napas, menatap kertas perjanjian yang sudah di tanda tangani nya di atas materai.


Berkali-kali dia mengulang membaca nya, jauh di lubuk hati nya, dia tidak yakin dengan diri nya, apakah sanggup menjalani dan mempertahankan pernikahan nya dengan Zaidan.


Amanda kembali menghela napas, teringat kata-kata mendiang tuan Radhtya Purnama, saat terakhir pertemuan mereka.


"Kamu pasti bisa melewati nya Amanda, kamu memang bukan wanita impian Zaidan, tapi kamu pasti bisa merebut hati Zaidan, bahkan kakek yakin kamu pasti bisa membimbing Zaidan ke arah yang jauh lebih baik, berjanjilah dengan kakek.."


Kalimat terakhir dari mendiang kakek Radthya terus mengiang di telinga nya.


Kesedihan begitu menjalar di hati nya, saat mengingat bagaimana sang kakek begitu menyayangi nya, memberikan pendidikan yang sangat layak untuk nya.


Kasih sayang yang di rindukan nya, di dapati dari seorang pengusaha besar Radthya, dan tentu saja pak Handoko, yang sudah menganggap Amanda seperti keponakan nya sendiri.


Suara notifikasi pesan dari ponsel nya, seketika mengagetkan Amanda, dia sangat tahu pesan dari siapa yang masuk, karena Ananda sudah men setting nada dering khusus untuk seseorang yang akan segera menjadi suami nya.


Amanda segera meraih ponsel nya yang berada di atas meja di hadapan nya. Dengan hati berdebar, dia membuka pesan yang di kirim kan Zaidan.


[ Persiap kan diri mu, besok kita akan menikah ]


[ Tidak perlu menyiap kan apa pun, karena semua sudah beres ].


Ada desiran aneh, yang menjalar di hati Amanda, membayangkan jika besok status nya akan berubah menjadi seorang istri.


[ Kenapa, cepat sekali..? ] Balas Amanda.


[ Tidak perlu banyak bertanya atau protes, karena tugas mu hanya menikah dengan ku ]


Amanda menghela napas, membaca jawaban Fidy.


[ Baiklah ] Jawab Amanda, sambil memejam kan mata dan menarik napas dalam-dalam.


Ponsel Amanda kembali berdering, tertera nama pak Handoko di ponsel nya.


"Assalamualaikum, om Handoko.."Ucap Amabda, saat ponsel terhubung.


"Waalaikumsalam Amanda, apa tuan Zaidan sudah memberitahu mu tentang rencana pernikahan kalian besok..??"Tanya pak Handoko.


"Iya om, baru saja tuan Zaidan mengirim pesan.."Jawab Amanda.


Beberapa saat, pak Handoko terdiam, sehingga terdengar helaan napas di ujung sana.


"Amanda, terakhir kali om bertanya, apa kamu benar-benar ingin meneruskan pernikahan ini, dengan perjanjian tak masuk akal itu..??"Tanya pak Handoko, terdengar suara nya yang penuh kegelisahan.


"Iya om, Amanda yakin.."Langsung menjawab, dia ingin menyakinkan pak Handoko dengan keputusan nya.


"Baik lah, jika ini sudah menjadi keputusan mu, sampai bertemu besok Manda, Assalamualaikum.."Kembali terdengar helaan napas di seberang sana.

__ADS_1


"Iya om, Waalaikumsalam.."Amanda menutup ponsel nya.


Amanda kembali menghela napas.


Berlahan bangkit dari duduk nya, menuju kamar nya, saat hendak merebah kan tubuh nya di kasur, Amanda tersenyum, melihat foto dua anak kecil laki-laki dan perempuan, tampak anak laki-laki itu merangkul penuh sayang anak perempuan itu.


Amanda pun segera meraih bingkai foto itu, mengusap lembut sambil tersenyum. Meletakkan bingkai itu tepat di dada nya, memeluk nya hangat, sambil memejamkan mata nya, sambil berdo'a semoga kebahagiaan akan pernikahan nya bersama Zaidan. Amanda pun terlelap dalam tidur nya.


************


Pagi ini keberangkatan Devina, Baskoro dan Irma ke Singapura, di temani oleh dokter dan beberapa perawat, mereka terbang ke Singapura dengan menaiki jet pribadi keluarga Radthya.


Setelah keberangkatan mereka, Zaidan pun segera menuju rumah besar keluarga Radthya. Tak membutuhkan waktu lama, mobil Zaidan pun memasuki halaman rumah besar dan megah yang akan menjadi milik nya.


Terlihat hiasan sederhana di rumah megah itu, tidak terlalu banyak orang yang hadir, dan pernikahan mereka tertutup untuk umum, jadi tidak ada media sama sekali di pernikahan mereka.


Zaidan pun segera bersiap-siap menuju kamar, untuk mengganti pakaian nya.


Sedang kan Amanda, tampak sedang sibuk di rias oleh tata rias terkenal di kalangan elit, baju pengantin yang di pakai nya pun, rancangan dari desainer terkenal, sederhana tapi begitu elegan.


Dengan hati berdebar, Amanda tersenyum bahagia, ternyata di balik sikap dingin dan arogan nya, Zaidan telah menyiapkan semua dengan sempurna.


Amanda juga tidak menyangka, jika baju pengantin yang di pakai oleh nya begitu pas di tubuh nya, bahkan Zaidan sangat tahu, jika dia tidak suka dengan pakaian yang terlihat mewah, dan make up yang tebal.


"Dari mana, mas Zaidan tahu semua ini..??"Tanya Amanda dalam hati.


Amanda kembali tersenyum, saat melihat pantulan diri nya di cermin, make up di wajah nya yang terlihat natural, tapi mampu menyulap wajah nya menjadi sosok wanita yang sangat cantik, bahkan dia sendiri tidak mengenali diri nya.


Di tambah keseharian nya, Amanda hanya menggunakan pelembab dan lip gloss, sehingga make up full yang di sapukan di wajah nya begitu sempurna.


"Perfect, anda terlihat sangat cantik dan anggun sekali nona Amanda.."Bisik wanita cantik, yang telah selesai merias Amanda, sambil tersenyum.


"Terimakasih kak, sudah membuat aku secantik ini.."Amanda berkata, sambil menatap wanita di samping nya melalui cermin.


"Pada dasar nya, aura nona Amanda sudah cantik, hanya perlu tambahan perawatan dan polesan saja.."Jawab penata rias itu, sambil tersenyum.


"Panggil saya Amanda atau Manda saja kak.."Amanda merasa risih di panggil dengan sebutan nona.


"Mana bisa seperti itu, apa lagi nona Amanda sebentar lagi akan menyandang gelar nyonya Radthya Zaidan.."Goda penata rias.


Perkataan penata rias membuat wajah Amanda merona merah, hati nya semakin berdegup kencang, membayangkan jika selangkah lagi dia akan menjadi nyonya Zaidan.


"Mohon maaf nyonya, acara akad nikah akan segera di mulai.."Ucap salah seorang asisten rumah tangga.


"Baik, kami akan segera kesana, ayo nona Amanda kita sudah di tunggu.."Penata rias pun membimbing Amanda untuk keluar dari kamar.


Hati Amanda bercampur aduk, bahagia, takut dan khawatir. Saat sampai di ruang akad, pak Handoko langsung menghampiri Amanda.


"Kamu cantik sekali nak.."Ucap pak Handoko sambil tersenyum, terlihat keharuan di wajah nya.


"Terimakasih om.."Amanda berkata, sambil meraih dan menggenggam tangan pak Handoko.

__ADS_1


"Jika, almarhum tuan Radthya Purnama masih hidup, pasti beliau sangat bahagia sekali Manda.."Bisik pak Handoko.


Amanda hanya tersenyum dan mengangguk. Mereka pun segera melangkah ke tempat akad.


Tampak semua mata tertuju ke arah Amanda, mereka semua berdecak kagum dengan kecantikan Amanda, sedang kan Zaidan tidak sedikit pun menoleh ke arah Amanda, bahkan sampai Amanda duduk di samping nya pun Zaidan tidak menghiraukan nya.


Pak Handoko, seperti biasa menahan geram dengan sikap Zaidan, tapi Amanda hanya tersenyum ke arah pak Handoko.


"Apa acara akad nya, bisa kita mulai sekarang..??"Tanya pak penghulu, menatap bergantian Zaidan dan Amanda.


"Kita bisa mulai sekarang pak.."Jawab Zaidan tegas.


Pak penghulu hanya mengangguk, kemudian mengulur kan tangan nya kepada Zaidan.


Zaidan pun menyambut uluran tangan pak penghulu, dengan sekali tarikan napas, Zaidan dengan lancar mengucapkan ijab kabul.


Pak penghulu pun mengucapkan kata sah, yang di ikuti oleh para saksi dan beberapa tamu, kemudian di ikuti oleh do'a.


Mereka pun menandatangani berkas-berkas dan buku pernikahan mereka. Kemudian saling memasang kan cincin, dan Amanda segera mencium punggung tangan Zaidan.


Reflek tangan Zaidan mengelus lembut puncak kepala Amanda, yang membuat Amanda dan pak Handoko tersentak kaget.


Amanda mengangkat wajah nya dan tersenyum menatap Zaidan.


Deg...


"Kenapa dia bisa secantik ini.??"Zaidan berkata dalam hati, tanpa berkedip menatap Amanda.


"Ehmm."Terdengar suara deheman dari pak penghulu.


Membuat semua orang yang hadir, riuh tertawa, tentu saja membuat wajah Ana bersemu merah.


Sedangkan Zaidan, berusaha setenang mungkin.


"Aku tidak mungkin terpesona dengan wanita yang bukan type ku.."Ucap Zaidan dalam hati.


"Aku pastikan, kamu sendiri yang akan meminta ku untuk menceraikan mu.."Zaidan berkata dengan senyum smirk.


*************


Siapa kah dua anak kecil, yang berada di foto itu.?


Mampu kah Amanda menembus karang di hati Zaidan..??


Dan mampu kah Amanda bertahan dengan Zaidan..??


Ikuti terus ya di setiap cerita nya.


Dukung terus dua karya, yang pasti cerita nya seru banget👇👇


__ADS_1



.


__ADS_2