
Bab 47
"Penyesalan Zaidan"
Kegusaran tampak di wajah Zaidan.
"Kemana Arya, membawa Amanda pergi.?"Tanya Zaidan, yang terlihat frustasi.
Dia segera mengambil ponselnya, dan langsung menghubungi Arya, tapi tidak ada jawaban sama sekali.
Dia juga menghubungi Amanda, tapi, ponsel Amanda juga tidak bisa di hubungi.
Tampak kepanikan di wajah Zaidan.
"Amanda, di mana kamu.??"Tanya Zaidan, yang terus menghubungi nomor Arya dan Amanda bergantian.
"Si*l..!!"Teriak Zaidan.
"Apa yang terjadi dengan Amanda.??"Terdengar suara bariton, yang mengagetkan Zaidan.
Tampak sosok Doni, yang sedang menatapnya tajam.
"Ini bukan urusan mu.!!"Bentak Zaidan.
"Apa pun yang berhubungan dengan Amanda, itu akan menjadi urusan ku.!!"Sergah Doni, dengan sorot mata penuh kemarahan.
Zaidan tersenyum smirk. Sambil melangkah mendekati Doni.
"Dia istriku, tanggung jawab ku. Dan kamu tidak berhak mencampuri urusan kami.!!"Zaidan berkata, tepat di wajah Doni.
"Aku berhak ikut campur, karena dia adalah bidadari kecilku.!!"Jawab Doni, dengan wajah menantang.
"Berhenti memanggilnya bidadari, Doni Anggara.!!"Dia istriku."Teriak Zaidan dengan mata nyalang.
"Istriku.?!"Doni berkata, sambil tertawa.
"Istri yang tidak pernah kau anggap, bahkan tiga bulan kamu meninggalkannya, hanya untuk melepaskan hasr*t mu dengan istri kedua mu..!!"Sergah Doni, dengan wajah memerah.
Seketika, Zaidan langsung menarik kuat kerah baju Doni.
"Hentikan, kalian tidak menghargai bunda.!!"
"Apa kalian tidak malu, memberikan contoh tidak baik kepada anak-anak.!!"
Semua tersentak kaget dengan teriakan bunda, belum pernah mereka melihat bunda berbicara dengan keras Bahkan, tampak terlihat jelas kesedihan di mata senjanya.
Doni, langsung melepas kasar cengkeraman Zaidan di kerah baju nya. Sehingga membuat Zaidan terhuyung ke belakang.
"Bunda tidak apa-apa..??"Maafkan aku bun."Doni langsung menghampiri bunda, dengan wajah khawatir.
Zaidan hanya terpaku. Rasa bersalah semakin menyelimuti dirinya.
Berlahan, dia mendekati bunda.
"Maafkan saya, bun.."Ucap Zaidan, dengan suara lirih.
"Mba Narti, tolong ajak anak-anak ke taman belakang."Pinta bunda, dengan suara lirih.
Mba Narti pun mengangguk.
"Ayo anak-anak, kita ke taman belakang dulu."Ajak mba Narti.
Walaupun, sebenarnya mereka khawatir dengan keadaan bunda. Tapi, jika sudah perintah bunda, mereka tidak berani membantah.
"Apa benar, yang di katakan Doni nak Zaidan."Tanya bunda, setelah semua anak-anak sudah pergi ke taman belakang.
"Maafkan saya bunda.."Jawab Zaidan, sambil menunduk.
Wajah bunda pun berubah menjadi sendu. Doni segera mengelus lembut punggung bunda, mencoba untuk menenangkannya.
__ADS_1
"Saya berjanji, akan mencari Amanda dan membawanya menemui bunda."Zaidan bsrkata dengan suara parau. Firasatnya mengatakan jika ada sesuatu yang terjadi kepada Amanda.
"Kalau sampai sesuatu terjadi kepada Amanda, kamu adalah orang pertama yang harus bertanggung jawab..!!"Sergah Doni, dengan sorot mata membun*h.
Zaidan tidak menjawab, perasaannya semakin di hantui rasa bersalah.
"Aku harus mencari keberadaan Arya."Ucap Zaidan dalam hati.
Tiba-tiba Zaidan mengingat sesuatu, yang mungkin bisa di jadikan petunjuk di mana keberadaan Amanda.
"Bunda, sekali lagi saya mohon maaf. Saya pamit dulu untuk mencari Amanda."Ucap Zaidan, sambil mencium punggung tangan bunda.
"Nak Zaidan, jika kamu sudah tidak menginginkan Amanda, tolong kembalikan dia ke kami. Karena Amanda sangat berharga untuk kami, dan kami sangat menyayanginya."Ucap bunda lirih, sambil menitikkan air matanya.
Perkataan bunda, bagaikan belati yang menusuk jantung Zaidan.
Doni segera memeluk bunda, dan mengelus kembali punggungnya. Dia sangat tahu, bunda adalah wanita yang kuat. tapi, jika bunda sudah meneteskan air mata, mengisyaratkan jika hatinya sudah sangat terluka sekali.
Lagi-lagi Zaidan tidak menjawab, hatinya terasa sakit sekali, melihat air mata yang di keluarkan oleh wanita paruh baya yang sangat kharismatik.
Zaidan bergegas meninggalkan panti, sebelum buliran bening menerobos dari sudut matanya.
Doni menatap nyalang Zaidan, tangannya mengepal keras. Jika tidak ada bunda dan bukan di panti, ingin sekali dia menghajarnya.
Karena dia yakin, jika ada sesuatu yang sangat menyakitkan, sampai membuat Amanda mengambil keputusan untuk pergi.
"Don, tolong kamu cari Amanda juga nak, perasaan bunda tidak enak, takut terjadi apa-apa kepada adikmu.."Ucap bunda, dengan buliran yang terus mengalir di wajahnya.
"Tenang bun, Doni akan mencari Amanda sampai ketemu."
"Sekarang bunda istirahat dulu, biar Doni antar ke kamar."
Bunda hanya mengangguk, rasa khawatirnya kepada Amanda, membuat tubuhnya terasa lemas.
Setelah mengantar bunda ke kamar, Doni pun bergegas pergi mencari Amanda, kebetulan hari ini Dion sedang ikut dengan kakek dan nenek almarhum istrinya.
Doni sengaja menitipkannya, karena Dion selalu rewel menanyakan Amanda.
************
Menurut informasi yang di dapatnya, ternyata Arya hari ini sedang cuti. Tentu saja membuat Zaidan menjadi geram.
Dia langsung menuju apartemen dokter Arya, tapi kosong, menurut petugas apartemen dari kemarin Arya tidak pulang.
Zaidan juga mendatangi semua tempat yang biasa di singgahi dokter Arya, sampai hari menjelang siang, usaha Zaidan belum juga membuahkan hasil.
Bahkan, sampai siang ponsel dokter Arya dan Amanda juga tidak aktif.
"Arya, kemana kamu membawa Amanda.??"Geram Zaidan.
Di tengah kekesalannya, tiba-tiba ponselnya berdering, nama Devina muncul di layar ponselnya.
Zaidan menghela napas, sebelum mengangkat teleponnya.
"Hallo, Vin.."
"Hallo, kamu di mana Zay..?!"
"Aku di kantor."
"Jangan bohong, aku sedang berada di kantor mu, mereka bilang kamu belum tiba di kantor, di mana kamu sekarang..??!!"
Terdengar, suara Devina yang penuh emosi.
Zaidan mengusap kasar wajahnya.
"Maaf Vin, aku sedang mencari Amanda."
"Apa.??"
__ADS_1
"Amanda menghilang bersama Arya sial*n..!!"
"Kalau kamu benar-benar mencintai ku, sekarang juga aku tunggu di kantor..!!"
"Tapi, Vin.."
Belum sempat Zaidan meneruskan kata-katanya, Devina sudah mematikan ponselnya.
"Akh.."Teriak Zaidan frustasi.
"Amanda, di mana kamu.??"
"Aku tidak mau menceraikan mu.!!"
Zaidan kembali berteriak frustasi.
Dengan langkah gontai, Zaidan melangkah menuju mobil nya. Tapi, saat ingin membuka pintu mobilnya, Zaidan seperti menangkap sosok Amanda.
Dia bergegas mengejar sosok yang di yakininya adalah Amanda.
"Amanda.."Panggil Zaidan, langsung menarik lengan itu untuk menghadapnya.
"T..tuan Zaidan.."Ucap Amanda gugup.
"Amanda."Panggil Zaidan lagi, sambil memeluk erat tubuh Amanda.
"Aku sangat mengkhawatirkan mu, Amanda.."Ucap Zaidan dengan suara parau. Dia semakin erat memeluk Amanda.
Amanda tersentak dan tertegun, dengan perlakuan dan perkataan Zaidan.
Ada kebahagiaan dan kehangatan, ketika Zaidan mengkhawatirkannya. Apa lagi pelukan hangat dari seseorang yang di rindukannya, sesuatu yang belum pernah di rasakan nya, dari saat sang suami mengucapkan ijab qobul di depan penghulu dan para saksi.
"Maafkan aku.."
"Aku merindukan mu.."
Bisik Zaidan lembut di telinga Amanda. Tentu saja, membuat Amanda semakin tidak percaya.
Amanda yang tidak membohongi perasaannya, bagaikan terhipnotis dengan perlakuan Zaidan.
Saat dia ingin membalas pelukan Zaidan, dia pun teringat sesuatu yang membuat dadanya terasa sesak.
"Kamu bukan suamiku lagi, kamu tidak berhak menyentuh ku..!!"Sergah Amanda, langsung mendorong kasar tubuh Zaidan.
Tentu saja, perlakuan Amanda membuat Zaidan terkejut. Tapi, dia sadar apa yang di katakan Amanda adalah suatu kebenaran.
"Ya Tuhan, kenapa aku ingin sekali menolak kenyataan ini..??"Ucap Zaidan dalam hati.
"Tidak, di hatiku hanya ada Devina.."Ucap Zaidan lagi dalam hati, mencoba mengingkari perasaannya.
"Amanda, siapa dia nak..?"Sebuah suara menyadarkan Zaidan.
Deg..
"Wanita ini.."Tanya Zaidan pada dirinya sendiri. Dia seperti tidak asing dengan sosoknya.
"Mah, Amanda."Sebuah suara yang tidak asing di telinga Zaidan.
"Arya.!!"
***************
Ceritanya di gantung lagi, biar kalian merindukan kelanjutannya😁🤭.
Siapa di sini, yang sedang atau pernah mengingkari perasaan sendiri, seperti Zaidan.???
Kalau ada yang pernah, komen ya🙏.
Sambil menunggu up, melimpir yuk ke novel author yang sudah tamat, ceritanya juga bikin kepo lho👇👇
__ADS_1