Penyesalan Zaidan

Penyesalan Zaidan
Lepaskan Tanganmu Dari Pundak Istriku


__ADS_3

Bab 48


"Penyesalan Zaidan"


Zaidan menatap bergantian tiga orang di depan nya.


"Zaidan.."Panggil Mira lirih, tampak kebahagiaan terpancar di wajahnya.


Berlahan, Mira melangkah mendekati Zaidan. Menyentuh lembut setiap inci wajahnya.


"Zaidanku."Panggil Mira kembali. Kerinduan tampak sekali di kedua bola matanya.


"Kamu..!!"Zaidan berkata, sambil melepas kasar tangan Mira, dari wajahnya.


Zaidan menatap lekat wajah Mira, dia teringat dengan kejadian yang menyakitkan 20 tahun yang lalu.


Wajah yang tidak bisa di lupakannya sampai saat ini.


"Aku ingat, kamu adalah wanita yang pernah merusak rumah tangga mamah dan papahku..!!"Sergah Zaidan, menatap penuh dendam dan kebencian di sorot matanya.


Amanda terperanjat kaget, dengan perkataan Zaidan.


"Ada rahasia dan masa lalu apa di antara mereka.?"Tanya Amanda pada diri sendiri.


Sedangkan, wajah dokter Arya tampak memerah penuh amarah. Terlihat dadanya naik turun menahan emosi, matanya nyalang menatap ke arah Zaidan dan Mira.


"Tidak nak, aku adalah ibu kandungmu, aku yang telah melahirkanmu.."Suara Mira terdengar parau.


"Kamu telah melahirkanku, tapi kamu juga yang membuangku..!!"Sergah Zaidan, menatap tajam Mira.


"Mamah tidak pernah meninggalkan mu, apa lagi membuang mu, nak.!!"


"Merekalah yang merebutmu dariku.."Mira berkata, sambil mulai terisak.


"Jaga ucapanmu kepada mamaku Zaidan..!!"Dokter Arya, langsung menghampiri Mira dan membawa ke pelukannya.


Zaidan tersentak kaget, dia tidak percaya jika wanita yang di hadapannya adalah orang tua dari sahabat Devina, yang sudah di anggapnya sebagai sahabatnya juga.


"Dokter Arya Kusuma, tidak mungkin jika kita mempunyai hubungan darah, kita mempunyai usia yang sama."Zaidan menggelengkan kepalanya, dia tidak mempercayai perkataan Arya.


"Usia kalian hanya terpaut dua tahun nak, kalian berdua adalah kakak beradik.."Mira berkata dalam isaknya, dengan suaranya yang semakin parau.


"Oo, ternyata ini tujuan loe, bersahabat dengan gw..?!"Zaidan mendorong kasar tubuh dokter Arya yang sedang memeluk Mira. Tapi, dengan sigap dokter Arya menahan tubuhnya, dan mencekal tangan Zaidan.


"Kalau dari awal gw tahu, loe adalah anak dari wanita ini, jangankan untuk kita bersahabat, mengenal loe saja, gw akan sudi.!!!"Sergah Zaidan, dengan kuat melepaskan cekalan tangan dokter Arya.


Zaidan menatap nyalang dokter Arya dan Mira. Hati Mira semakin terasa sakit, saat melihat tatapan penuh kebencian dari seorang putra yang selama ini sangat di rindukannya.


Hati Amanda terenyuh melihat Mira, dia pun langsung mendekati Mira dan memeluknya.


Tatapan Zaidan yang penuh amarah, seketika menghilang melihat Amanda.


"Amanda, ayo kita pulang, bunda merindukanmu."Suara Zaidan seketika melembut, menatap penuh harap ke arah Amanda.


"Kenapa, kata-katamu seperti itu kepada orangtua, apa lagi beliau adalah mamahmu, tuan Zaidan.."Amanda menatap tajam Zaidan.


Sudah dua kali, Zaidan melihat tatapan kebencian di mata Amanda.

__ADS_1


"Kenapa aku merasa takut sekali, jika Amanda membenciku.??"Tanya Zaidan pada dirinya sendiri.


Di tengah kemarahannya, terlihat senyum licik di bibir dokter Arya.


"Aku semakin yakin, jika Amanda adalah salah satu kelemahan Zaidan."Ucap dokter Arya, dengan sebuah rencana di kepalanya.


"Dewi, mamah ayo kita pulang, seseorang seperti dia tidak perlu kalian tangisi.."Ucap dokter Arya, sambil merangkul pundak Amanda dan Mira.


Mendengar perkataan dokter Arya, seketika Zaidan mengerutkan keningnya.


"Tunggu Arya, apa maksud loe memanggil Amanda dengan nama Dewi..??"Tampak kegusaran di wajah Zaidan.


"Riana Mahadewi, loe juga pernah memanggil Devina dengan nama itu..??"Tanya Zaidan, dengan tatapan penuh selidik.


"Itu bukan urusan loe, Radthya Zaidan..??!!"Bentak dokter Arya, dengan wajah merah padam.


Wajah Zaidan, tak kalah merah padam, dia menatap dokter Arya, dengan sorot mata membun*h.


"Amanda adalah istri gw, jadi apa pun yang terjadi pada dirinya, itu jadi urusan gw..!!"


"Lepaskan tangan kurang aja*r lo, dari pundak istri gw..!!" Tegas Zaidan, yang sudah mengepalkan kedua telapak tangannya.


Deg..


Amanda, terperanjat mendengar perkataan Zaidan.


"Dia mengakui aku sebagai istrinya."Ucap Amanda dalam hati. Ada kebahagiaan yang di rasakan Amanda, saat Zaidan mengakui jika dia adalah istrinya.


"Tidak, dia mengatakan itu, hanya karena kekesalan dan dendamnya pada dokter Arya."Ucap Amanda lagi dalam hati. Menepis rasa bahagianya.


Sambil mengusap air matanya, dia tersenyum bahagia, karena Amanda akan menggantikan Rihana Mahadewi putrinya.


"Istri yang kemarin baru saja kamu jatuhkan talak.."Dokter Arya berkata, dengan senyum mengejek.


Pernyataan dokter Arya, seketika membuat Mira tersentak, dia menatap bergantian Amanda dan Zaidan, dengan tatapan nanar.


Kebahagiaan yang baru saja terpancar di wajahnya, seketika berganti dengan wajah yang kembali sedih.


"Ternyata kebahagiaan belum berpihak kepadaku."Batin Mira, air mata kembali membasahi wajahnya.


"Aku bilang, lepaskan tangan kurang ajarmu itu, bangs*t..!!"Geram Zaidan, yang langsung menarik kerah kemeja dokter Arya, dan..


Bug...


Sebuah bogem mentah, mendarat di wajah dokter Arya. Sehingga kacamata yang di pakainya terlepas, dan tampak darah keluar dari sudut bibirnya.


Sambil menyeka sudut bibirnya.


Bug..


Sebuah tendangan telak dari dokter Arya, langsung bersarang di perut Zaidan. Ketika Zaidan ingin kembali memukulnya.


Zaidan pun, langsung terhuyung beberapa langkah, sambil memegangi perutnya.


Mira menjerit panik dan ketakutan.


Amanda langsung berlari ke arah mereka.

__ADS_1


"Hentikan, apa yang kalian lakukan..!!"Teriak Amanda, mencoba menghentikan aksi baku hantam itu.


Zaidan dan dokter Arya tidak memperdulikannya, mereka masih saja saling melempar pukulan.


Amanda pun, langsung berada di tengah-tengah mereka.


Dan...


"Awww..."


Dua bogem mentah pun langsung mengenai wajah Amanda, sehingga membuat Amanda menjerit dan langsung tak sadarkan diri.


"Amanda..!!"Teriak Zaidan dan dokter Arya bersamaan.


Mereka langsung terduduk di samping tubuh Amanda, dengan wajah menyesal dan panik.


"Apa, yang kalian lakukan kepada Amanda.!!"Teriak Mira histeris, sambil menangis dan memeluk tubuh Amanda.


Dokter Arya mengerutkan keningnya, menatap penuh tanya ke arah Mira yang sedang menangis.


"Mamah, mengenali Amanda..??"Tanya dokter Arya, tak percaya.


Seketika, Mira menghentikan tangisnya dan melepaskan pelukannya pada tubuh Amanda. Menatap nanar dokter Arya, yang kini terlihat membutuhkan penjelasannya.


Dengan sigap, Zaidan segera membawa tubuh Amanda menuju rumah sakit.


Dokter Arya yang menyadari itu. Dia mengambil kacamatanya, dan langsung berdiri dan hendak mengejar Zaidan.


"Mamah, berhutang penjelasan kepada ku.!!"Ucap dokter Arya dingin.


"Arya, mamah ikut."Pinta Mira, sambil memegang lengan dokter Arya. Dengan tatapan penuh harap.


Dokter Arya menghela napas.


Walaupun, kekesalan baru saja menyelimuti hatinya, tapi tatapan mata teduh itu, membuatnya tidak bisa menolak apa pun permintaannya.


Dokter Arya, langsung merangkul pundak Mira, dan melangkah ke arah mobilnya. Setelah di dalam mobil, dia segera menghidupkan mesin, dan langsung melaju mengikuti mobil Zaidan yang membawa Amanda dalam keadaan pingsan.


Sementara itu, tanpa mereka sadari, ada dua pasang mata yang sedang memperhatikan mereka sejak tadi. Tampak, sebuah senyum kemenangan di bibir mereka.


************


Sebenarnya, ada masa lalu apa, antara keluarga besar Radthya dan keluarga dokter Arya.??


Bagaimana keadaan Amanda, setelah menerima bogem mentah yang tak sengaja dari Zaidan dan dokter Arya.?


Siapakah dua pasang mata itu..??


Kepo..??


Ikuti terus setiap bab nya.


Sambil menunggu up, jangan lupa mampir ke karya author yang tamat 👇👇



__ADS_1


__ADS_2