
Bab 42
"Penyesalan Zaidan"
"Menangislah jika kamu ingin menangis.."Ucap dokter Arya santai, sambil menatap lekat Amanda.
Amanda membalas tatapan dokter Arya.
"Kadang air mata terlalu berharga untuk di keluarkan, hanya untuk seseorang yang tidak pernah ada, apa lagi kita tidak pernah ada arti dalam hidupnya."Jawab Amanda, sambil menghela napas.
Dokter Arya menyunggingkan senyum nya.
"Wanita seperti mu, tidak pantas menangisi seseorang lelaki seperti Zaidan.."Dokter Arya berkata, sambil menghampiri ranjang Amanda, dan dengan santai, duduk di samping Amanda.
Reflek Amanda langsung menggeser posisi duduk nya. Lagi-lagi sebuah senyum terukir di bibir dokter Arya.
"Kenapa dokter berbicara seperti itu..?"Bukan nya tuan Zaidan itu, sahabat dokter..??"Tanya Amanda, sambil mengerutkan kening nya. Dan menatap wajah dokter Arya yang berada di samping nya.
"Dalam nya laut, masih bisa kita ukur. Tapi, hati manusia tidak bisa kita tebak.."Jawab dokter Arya, lagi-lagi dengan sebuah senyuman yang menghiasi bibir nya.
Amanda, semakin tak mengerti dengan ucapan dokter Arya.
"Dengan berjalannya waktu, kamu akan mengerti semuanya Amanda.."Ucap dokter Arya lagi, secara tiba-tiba menggenggam jemari Amanda.
Tentu saja, perlakuan dokter Arya membuat Amanda tersentak kaget. Dia pun, segera melepaskan tangan dokter Arya.
Dokter Arya kembali tersenyum dengan penolakan Amanda. Sedangkan Amanda, semakin merasa aneh dan tidak mengerti dengan perkataan dan sikap dokter Arya.
"Sepertinya, aku harus berhati-hati dengan dokter ini.."Gumam Amanda, dalam hati.
"Sekarang, apa rencanamu Amanda Maheswari..??"Tanya dokter Arya, mengejutkan Amanda.
Amanda kembali menghela napas.
"Sementara ini, sepertinya aku akan kembali ke panti.."Jawab Amanda.
Karena tidak mungkin, dia langsung mencari kos atau kontrakan dalam keadaan seperti ini.
"Kapan rencana mu ke panti..??"Tanya dokter Arya lagi.
"Aku akan pergi sekarang juga."Jawab Amanda lirih.
Sakit dan sesak kembali merasuki hatinya, walaupun dia tahu akan terusir, tapi dia tidak menyangka, keluar dari kediaman Radthya dengan cara seperti ini.
Bahkan, setelah menjatuhkan talak, Zaidan sama sekali tidak peduli dengan keadaannya, apa lagi beberapa jam yang lalu, Zaidan sudah merampas mahkota nya.
Tapi, bagi Amanda ini adalah jalan yang terbaik, dengan secepatnya pergi dari kehidupan Zaidan.
"Aku akan mengantarmu.."Ucap dokter Arya.
"Tidak perlu dok, aku bisa pesan taxi online.."Tolak Amanda.
"Tidak baik, menolak rezki.."Jawab dokter Arya.
__ADS_1
Amanda kembali menatap dokter Arya.
"Rezki..??"Amanda kembali bertanya.
"Rezki itu bukan hanya uang Amanda, seperti aku yang berbaik hati ingin mengantarkan mu, itu juga nama nya rezki.."Dokter Arya berkata, sambil mengacak puncak kepala Amanda.
Amanda hanya diam membisu, tidak percaya dengan yang baru saja di lakukan dokter Arya.
"Ish, dokter ini, kenapa jadi tebar pesona sie..!!"Gerutu Amanda lagi, dalam hati nya.
"Sepertinya, kamu baru sadar ya, selain kepandaian aku sebagai dokter, wajah tampan ku ternyata penuh pesona.."Dokter Arya berkata dengan santai dan tertawa kecil, sambil memamerkan wajah nya di hadapan Amanda.
Amanda tercengang, mendengar kata-kata narsis dari dokter Arya. Dia tidak menyangka sisi lain dari dokter Arya, ternyata mempunyai sikap percaya diri tingkat dewa.
"Hai, kenapa bengong..?"Ayolah, aku sedang berbaik hati ingin mengantar mu, dan mumpung aku masih bebas tugas ."Dokter Arya menyentuh lembut lengan Amanda.
Amanda terhenyak, dan segera menarik lengan nya.
"Ternyata, kamu jinak-jinak merpati Amanda, membuat aku semakin tertantang untuk mendapatkan mu.."Ucap dokter Arya dalam hati, dengan senyum smirk nya.
Amanda kembali menghela napas, percuma saja adu argumen dengan dokter Arya. Benar apa yang di katakan nya, jika tubuhnya terlalu lemah untuk berangkat sendiri ke panti.
"Baiklah, kita pergi sekarang dok.."Jawab Amanda.
"Apa kamu, tidak mengemas barang-barang mu dulu..??"Tanya dokter Arya.
"Tidak ada yang harus di kemas dok, karena semua nya pemberian tuan Zaidan, termasuk pakaian. Aku datang kesini hanya membawa diri, begitu juga saat pergi dari sini."Ucap Amanda lirih.
"Semua barang dan pakaian ku, masih berada di panti. Karena bunda bilang, kapanpun aku pulang, pintu panti selalu terbuka untuk ku.."Ucap Amanda, dengan suara yang semakin lirih. Buliran hangat tampak kembali bermuara di bola mata nya.
Kali ini, Amanda tidak melakukan penolakan, atas sikap dokter Arya.
Seketika buliran hangat itu pun lolos dari bola Amanda, kini dia sudah terisak di pelukan dokter Arya.
"Menangislah, jika kamu ingin menangis Amanda.."Ucap dokter Arya, sambil mengelus lembut rambut Amanda.
Ada perasaan yang berbeda, saat dia memeluk Amanda, baru tadi pagi dia melihat Amanda, tapi, dokter Arya merasa tidak asing dengan sosok Amanda.
Setelah beberapa saat, Amanda menumpahkan tangis nya. Mereka pun memutuskan untuk segera meninggalkan kediaman Radthya.
*********
Zaidan yang berada di balkon, menatap nanar dokter Arya, yang sedang memapah Amanda untuk masuk ke dalam mobil nya.
Perasaan kesal dan marah, kembali menyeruak di hati nya, tampak kedua telapak tangan nya mengepal, dengan wajah memerah.
Sedangkan Devina, tersenyum puas melihat dokter Arya, yang sepertinya mulai melancarkan aksi nya, untuk meraih hati Amanda.
"Kamu lihat Zay, begitu murah nya wanita itu..!"Devina berkata dengan senyum mengejek, sambil menatap tajam mobil dokter Arya yang mulai melaju keluar dari halaman rumah.
Zaidan tidak menjawab.
Tiba-tiba bayangan tadi pagi, berkelebat di ingatannya.
__ADS_1
Bagaimana tubuh Amanda yang meronta dalam kukungan nya, air mata dan rasa sakit yang terlihat jelas saat dia berhasil membob*l keperawan*n Amanda.
Tangisan dan kemarahan Amanda begitu menusuk hati nya. Bahkan, dia tidak menyangka karena kejadian itu Amanda meminta dia untuk menceraikan nya.
"Zay.."Panggil Devina lembut, sambil memeluk lengan kekar Zaidan.
"Iya, kenapa Amanda..??"Ucap Zaidan, tersentak kaget.
Begitu juga Devina, saat Zaidan memanggil nya dengan nama Amanda. Seketika dia melepaskan pelukan nya dari lengan kekar Zaidan.
"Sejak kapan, kamu memikirkan anak panti itu Zay..!!"Sergah Devina, menatap Zaidan. Tampak api cemburu di bola matanya.
"Maafkan aku Vin, aku hanya merasa bersalah. Menceraikan nya, saat aku sudah.."Zaidan tidak meneruskan ucapannya, dada nya terasa sesak, kejadian itu melintas kembali dalam ingatannya.
"Sudah mengambil keperawan*n nya..!!"Ucap Devina, dengan senyum sinis nya.
"Vin, kamu juga pernah merasakan itu, saat kehormatan mu di renggut paksa oleh Dave sial*n itu. Apa lagi kamu tidak mencintai dia, dan itu semua yang sekarang di rasakan Amanda.."Zaidan berkata, sambil mengacak rambut nya frustasi.
"Kenapa, kamu membuka luka ku Zay..??"Tanya Devina, menatap nanar Zaidan.
Air mata sudah mengalir di wajah cantik nya.
Zaidan tersentak kaget, dia langsung menatap Devina dengan penuh penyesalan.
"Maafkan aku Vin, aku tidak bermaksud.."Zaidan mencoba meraih tangan Devina, tapi, langsung di tepis kasar oleh Devina.
"Kamu jahat Zaidan, kamu sudah tahu dari awal jika aku di jebak oleh Dave.."Ucap Devina dengan suara semakin parau, air mata terus mengalir di wajahnya.
"Kamu bilang, jika kamu menerima ku apa ada nya, tapi sekarang, hanya karena seorang Amanda, kamu menguak luka hati ku.!!"Teriak Devina, menatap Zaidan dengan sorot mata penuh kebencian.
"Sayang, bukan itu maksud aku, jangan membuat aku semakin bersalah, aku sangat mencintaimu, apa pun dan sampai kapanpun, aku tetap mencintaimu.."Zaidan berkata, sambil merengkuh paksa tubuh Devina ke dalam pelukan nya.
Devina berusaha menolak dan berontak, tapi, pelukan Zaidan semakin erat.
"Maafkan aku sayang, aku janji tidak akan membuatmu terluka, meskipun hanya lewat kata-kata.."Zaidan berkata, sambil mengelus dan menci*mi rambut Devina.
Devina pun, sudah tidak menolak dan berontak lagi, dia pun membalas pelukan Zaidan.
Tanpa Zaidan sadari, sebuah senyum licik mengembang di bibir merah Devina.
*************
Apa yang di rencanakan dokter Arya, untuk Amanda..??
Apa juga, yang di rencanakan Devina kepada Zaidan..??"
Bab masih panjang, dan masih terua berlanjut dengan kejutan-kejutan yang tidak kalian sangka😁🤭.
Terimakasih banyak, untuk permintaan update nya🙏🙏.
Melimpir juga, ke karya tamat author👇
__ADS_1