Penyesalan Zaidan

Penyesalan Zaidan
Teman Kecil Di Panti


__ADS_3

Bab 33


"Penyesalan Zaidan "


"Mamah.."


Suara cempreng, yang hari ini tidak asing, menggema kembali di telinga Amanda.


Amanda tertegun, menatap ke arah Doni dan bunda, dan baru tersadar saat Dion sudah menubruk dan memeluk tubuh nya.


"Dion, kok kamu ada di sini nak..??"Tanya Amanda dengan wajah heran, sambil berjongkok, mensejajarkan tubuh nya dengan Dion.


"Dion dan papah, ingin bertemu dengan eyang, mamah ngapain kesini..??"Mau ketemu eyang juga..??"Kebiasaan Dion, selalu memberondong pertanyaan.


"Amanda, kamu mengenal Dion, nak..??"Tanya bunda, dengan wajah sumringah.


"Bunda.."Amanda berdiri dari jongkok nya, sambil memeluk erat bahu Dion, dan mencium punggung tangan wanita setengah baya, yang di panggil bunda.


"Mas Doni.."Panggil Amanda.


Ternyata, kalian saling mengenali, walaupun sudah belasan tahun berpisah."Bunda berkata, dengan binar kebahagiaan di wajah nya.


Amanda, semakin mengerutkan kening nya, dia menatap dalam Doni, mencoba mengingat wajah lelaki tampan penuh kharismatik di depan nya.


Wajah Doni, memang tidak asing bagi Amanda, tapi dia benar-benar lupa dengan lelaki di hadapan nya.


"Ternyata pikiran dan perasaan ku tidak salah, kamu adalah Amanda Maheswari, adik kecil ku yang cengeng, dengan gigi ompong, karena terlalu banyak makan permen.."Seketika tawa Doni pecah, saat dia sudah mengingat siapa Amanda.


Amanda, hanya tertegun, melihat lelaki yang sedang tertawa, sedang kan bunda mencoba menahan ketawa nya.


"Pasti waktu masih kecil, mamah malas sikat gigi ya .??" Maka nya gigi nya ompong."Ucap Dion, sambil ikut tertawa dan mengangkat wajah nya menatap Amanda, dengan wajah menggemaskan.


"Heh.."( Wajah Amanda pun memerah ).


"Jadi laki-laki ini..??"


"Ya ampun, kenapa aku tidak mengingat nya sama sekali.."


Amanda berkata dalam hati.


"Kak, Anggara.."Panggil Amanda.


Doni yang sedang tertawa pun, langsung terdiam. Dia menatap lekat Amanda, terlihat kesedihan, kebahagiaan dan kerinduan di mata nya.


"Adik kecil ku ."Ucap Doni, dengan suara lirih.


Mereka saling tatap, terlihat buliran bening sudah bermuara di mata Amanda.


"Kak.."Panggil Amanda lagi, dengan suara lirih. Dan langsung memeluk Doni.


"Kakak, kemana saja selama ini..?-?"Aku sangat merindukanmu.."Ucap Amanda, sambil terisak di pelukan Doni.


"Hai, ternyata adik kecil ku ini, masih cengeng.."Jawab Doni, berusaha menahan haru, dia membalas pelukan Amanda, dan mengusap lembut punggung Amanda.


Terlihat bunda pun, tidak bisa menahan haru nya, dia mengusap air mata yang mulai keluar dari sudut mata nya.


Tiba-tiba..


"Wuaaaaaaa..."


Terdengar suara tangisan Dion, yang seketika membuat mereka terkejut.


Amanda, langsung melepaskan pelukan nya, dan segera menghampiri dan memeluk Dion.


"Sayang, kamu kenapa.??"Tanya Amanda dengan wajah cemas, sambil mendekap tubuh gemuk Dion.

__ADS_1


Begitu juga dengan Doni dan bunda, terlihat kecemasan juga di wajah mereka.


"Kenapa, kalian menangis semua .??"Dion jadi takut."Jawab Dion, sambil terisak.


Semua menghela napas lega.


"Sayang, itu nama nya tangis kebahagiaan.."Ucap Amanda lembut, sambil melepas kan pelukan nya, dan menghapus air mata Dion.


"Apa, itu tangis kebahagiaan..??"Dion bertanya, suara nya terdengar parau, tampak dada nya naik turun karena masih terisak.


" Mamah bahagia bisa bertemu dengan papah, karena papah adalah kekasih masa kecil nya.."Ucap Doni santai, menatap Amanda.


Amanda kembali terhenyak, wajah nya tampak memerah.


"Kekasih..??"Papah sama mamah pacaran..??Dion menatap penuh tanya, Amanda dan Doni.


"Ya, seperti itu.."Doni tersenyum, kembali menggoda Amanda.


"Ish, kenapa kak Doni jadi genit begini sie.."Batin Amanda.


"Amanda, Doni, ayo kita duduk dulu nak.."Bunda mengajak mereka untuk duduk di kursi yang berada di taman.


Mereka pun, mengikuti langkah bunda, Dion duduk di pangkuan Amanda, sambil bergelayut manja.


"Dion, sini sayang sama papah, kasihan mamah nanti berat.."Ucap Doni, sambil menepuk paha nya.


"Di pangku papah setiap hari, kalau mamah baru pertama kali.."Rajuk Dion, dengan gaya manja.


"Ga papa ko kak.."Jawab Amanda, sambil membelai lembut rambut Dion.


"Tapi, Dion berat lho mah ."Doni berkata, dengan sorot mata yang terus menggoda Amanda.


Amanda mendengus kesal. Sedangkan bunda terus tersenyum bahagia.


"Maaf kan, aku bunda bertahun-tahun, baru bisa menengok bunda dan panti ."Tampak kesedihan, di raut wajah Dion.


"Tidak apa-apa nak, melihat kamu menjadi orang yang berhasil, itu adalah hal yang sangat membahagiakan bunda.."Bunda berkata, dengan tatapan nanar menatap Doni.


"Ini semua karena do'a bunda.."Doni mendekati bunda, dan menggenggam erat jemari bunda.


"Bunda sangat menyayangi kalian semua.."Bunda mengelus lembut, kepala Doni.


Doni pun, langsung memeluk bunda, suasana haru pun kembali terasa.


Amanda pun ikut larut, dalam suasana haru. Saat mata nya mulai berkaca-kaca, tiba-tiba lagi..


"Hoammm..."


"Mamah, Dion ngantuk.."Dion berkata, sambil menguap, dan menyandarkan kepala nya di dada Amanda.


Amanda, langsung mengusap kasar air mata yang mulai mengalir dari sudut mata nya.


"Iya sayang, kita tidur di kamar ya.."Amanda, kembali mengelus lembut rambut Dion.


Dion mengangguk, sambil kembali menguap.


"Tidur kan Dion, di kamar bunda saja Amanda."Bunda berkata, sambil menghapus air mata nya.


"Tapi Dion, tidur nya mau di temani mamah.."Rajuk Dion lagi.


"Oke, siap.."Jawab Amanda, sambil tersenyum dan menoel gemas hidung Dion.


Dion pun tertawa, dan memeluk manja Amanda.


"Amanda, mau menidurkan Dion dulu ya bunda, kak Anggara.."Amanda bangkit dari duduk nya, sambil memeluk pundak Dion.

__ADS_1


Bunda mengangguk.


"Amanda, terimakasih ya.."Doni menatap Amanda, dengan tatapan penuh arti.


Amanda tersenyum dan mengangguk, kemudian menggandeng tangan Dion, membawa nya masuk ke dalam panti.


Doni terus menatap mereka, sampai punggung mereka menghilang, dari pandangan nya.


"Don.."Panggil bunda lirih.


Doni pun tercekat.


"Amanda, sudah tumbuh menjadi wanita dewasa, kecintaan dan kasih sayang kepada anak-anak, membuat nya menjadi seorang guru taman kanak-kanak, sesuai dengan cita-cita nya.."Jelas bunda, dengan suara lembut.


"Iya bunda, dari kecil Doni sudah melihat aura itu pada diri Amanda.."Doni tersenyum, membayangkan wajah Amanda kecil, yang berceloteh ingin menjadi seorang guru taman kanak-kanak.


Sebuah cita-cita sederhana, tapi begitu mulia.


Ternyata sosok Amanda tidak berubah, seorang gadis sederhana yang tidak pernah mengharapkan sesuatu yang berlebih.


"Dari dulu, Doni yakin bun, jika Amanda tumbuh menjadi wanita yang kuat dan mandiri.."Doni berkata, sambil tersenyum.


Tiba-tiba Doni, mengerutkan kening nya, teringat akan sesuatu.


"Maaf bun, ada yang mau Doni tanyakan tentang kehidupan Amanda."Doni menatap tajam bunda.


"Apa, yang kamu mau tahu tentang Amanda nak.??"Tanya bunda, yang seperti nya tahu kemana arah pertanyaan Doni.


Doni mencoba, mengatur napas nya, sebelum meneruskan pertanyaan nya.


"Mungkin takdir yang mempertemukan kami kembali, tadi pagi saat kami sedang olahraga, tidak sengaja, Doni dan Dion bertemu dengan Amanda.."Doni menarik napas nya sesaat, dan membuang nya berlahan.


"Dion , langsung jatuh hati kepada Amanda, kami pun banyak mengobrol, sampai akhir nya kami mengantar kan Amanda pulang, tapi.."Doni tidak meneruskan ucapan nya, dia ragu untuk meneruskan pertanyaan nya.


Tiba-tiba, sebuah perasaan takut jika apa yang berada di pikiran nya benar-benar menjadi nyata.


Bunda melihat kegundahan di mata Doni.


"Apa, yang mau kamu ketahui tentang Amanda, nak .??"Tanya bunda, sambil menyentuh punggung tangan Doni.


Doni, kembali menarik napas dan membuang nya kasar.


"Apa, Amanda sudah menikah bun..??"Tanya Doni, dengan perasaan ragu dan takut.


Bunda tersenyum hangat, sambil mengangguk dan menepuk pelan punggung tangan Doni.


Doni pun memejamkan mata nya sesaat, dada nya terasa begitu sesak.


"Zaidan Radthya, apakah dia suami nya Amanda..??"


*****************


Author gantung lagi ya😊.


Apakah Doni, mengenal Zaidan.??


Akan kah ada cinta segi empat di antara mereka..??


Bab ini masih menceritakan Amanda dan Doni ya, yang kangen Zaidan akan ada di bab berikutnya.


Jangan pernah lewat kan di setiap author up.


Dukungan, komen dan like kalian, adalah amunisi author🥰🥰🙏


__ADS_1


__ADS_2