Penyesalan Zaidan

Penyesalan Zaidan
Rumah Minimalis Dokter Arya


__ADS_3

Bab 43


"Penyesalan Zaidan "


Ketika dokter Arya menyalakan mobil nya, Amanda terdiam, dia hanya menatap nanar ke atas balkon, tepat kamar Zaidan dan Devina berada.


Amanda, melihat Zaidan berdiri di balkon, menatap ke arah mereka, dengan Devina yang berada di samping nya.


"Begitu, tak berarti nya aku di dalam hidup mu Zaidan..?"Tanya Amanda pada diri nya sendiri, dia merasakan matanya kembali menghangat.


Dia segera menghapus kasar, buliran hangat yang hampir saja lolos dari sudut mata nya.


Dokter Arya melirik Amanda, dia segera meraih jemari Amanda.


Amanda kembali tersentak kaget, dengan sikap dokter Arya.


"Aku bisa menjadi seseorang yang kamu handalkan.."Ucap dokter Arya, dengan senyum yang mengembang.


"Terimakasih dok, tolong fokus untuk menyetir.."Amanda berkata, sambil melepaskan jemari nya.


Dokter Arya tertawa lepas.


"Kita baru bertemu tadi pagi, tapi kenapa kamu sudah bisa membuat aku sebahagia ini Ay.."Ucap dokter Arya, sambil melirik Amanda dengan tatapan menggoda.


"Ay..??"Tanya Ana, memicingkan mata nya, menatap dokter Arya heran.


"Ayang di singkat Ay ."Ucap dokter Arya santai, sambil mengulum senyum nya.


Amanda mendengus kesal, sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Dokter Arya, tertawa kecil sambil mengacak pelan puncak kepala Amanda.


Amanda, segera melepaskan tangan dokter Arya.


"Lelaki aneh, seorang dokter lagi.."Gumam Amanda, di sambut gelak tawa dokter Arya.


Amanda menarik napas nya kasar. Dia memilih, untuk duduk mentok di sudut mobil, menjauhi tubuh nya dari dokter Arya.


Dokter Arya hanya tersenyum tipis, tidak berusaha untuk menggoda Amanda lagi. Karena terlihat kelelahan di wajah Amanda.


Rasa lelah hati dan fisik hari ini, begitu nenguras tenaga Amanda. Tanpa sadar, dia pun memejamkan mata nya.


**************


Dokter Arya, memperhatikan dengan detail wajah Amanda yang kini sedang terlelap.


"Tidak buruk, lumayan manis, apa lagi jika sudah di poles, ada aura yang terpendam di wajah nya.


Saat tangan dokter Arya, ingin menyentuh wajah Amanda, kedua mata Amanda terbuka. Tentu saja, Amanda langsung terperanjat kaget, melihat wajah dokter Arya yang berada sangat dekat dengannya.


"A..apa, yang dokter lakukan..??"Tanya Amanda gugup.


"Aku hanya membangunkan mu."Jawab dokter Arya santai.

__ADS_1


Amanda pun, langsung menegakkan tubuhnya. Dia mengedarkan pandangan di sekeliling nya.


"Ini di mana, dok..??"Tanya Amanda, sambil memicingkan mata.


Karena Amanda sadar, ini bukanlah suasana panti.


"Turunlah dulu, aku akan menjelaskan semuanya.."Ucap dokter Arya, sambil membuka pintu mobil, dan segera turun.


Amanda, merasakan jantungnya yang berdegup kencang.


"Apa, yang direncanakan dokter Arya..??"Tanya Amanda dalam hati, ketakutan mulai menyelimuti dirinya.


Dokter Arya, membuka pintu mobil Amanda. Seketika Amanda beringsut mundur.


"Ayolah Amanda, jangan takut, aku tidak akan menyakitimu.."Dokter Arya berkata, sambil mengulurkan tangannya.


"Maaf dok, aku hanya ingin ke panti."Tegas Amanda.


Dokter Arya menghela napas.


"Aku berjanji akan mengantarmu ke panti, tapi turunlah dulu, ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan.."Tiba-tiba suara dokter Arya berubah menjadi lirih, dengan tatapan penuh harap.


Perasaan takut bercampur penasaran, jadi satu dalam pikiran dan hati Amanda.


"Amanda.."Panggil dokter Arya lirih.


Amanda termenung sejenak, dia tidak percaya dengan penglihatannya. Dokter Arya yang baru saja terlihat santai, dengan sikap cuek dan narsisnya, kini terlihat menyedihkan, sangat jelas mata dokter Arya yang berkaca-kaca.


"Apa, dia mempunyai kepribadian ganda.??"Tanya Amanda dalam hati.


"Baiklah, aku pegang ucapan dokter."Ucap Amanda, yang berlahan turun dari mobil.


"Terimakasih Amanda."Dokter Arya berkata, dengan senyum yang mengembang.


Amanda hanya mengangguk.


Amanda, menolak saat dokter Arya ingin memapahnya, dia tidak mau terperdaya oleh dokter Arya untuk kedua kalinya.


Amanda berusaha menguatkan diri, mengikuti langkah dokter Arya, memasuki rumah yang minimalis modern, dengan sebuah halaman yang sangat asri dan tertata rapi.


Saat masuk ke dalam, Amanda mengedarkan pandangannya di setiap sudut rumah.


Rumah minimalis yang terdiri dari dua lantai, terlihat begitu bersih dan rapi.


"Aku ingin mengajakmu ke lantai atas."Ucap dokter Arya, saat menghentikan langkahnya. Menatap nanar Amanda.


Ketakutan dan kecurigaan, kembali menghiasi hati Amanda.


"A..aku, tunggu di bawah saja dok."Tolak Amanda.


"Kamu takut dan mencurigaiku, Amanda ?"Tanya dokter Arya, masih dengan tatapan nanarnya.


Amanda menjawab dengan anggukan, memalingkan wajahnya untuk tidak beradu pandang dengan netra dokter Arya.

__ADS_1


Kembali dokter Arya menghela napas.


"Duduklah, tunggu aku sebentar.."Perintah dokter Arya dengan suara lirih, kemudian melangkah meninggalkan Amanda.


Amanda kembali mengedarkan pandangannya, dia menatap beberapa foto yang tertata rapi, di atas bufet kayu minimalis.


Amanda tersenyum, saat melihat foto wanita cantik bersama anak laki-laki yang menggemaskan. Amanda yakin jika wanita itu adalah mamah nya dokter Arya, dan anak laki-laki ini adalah dokter Arya.


Amanda, menatap lekat foto yang satu lagi, tampak wanita cantik itu juga sedang memeluk anak laki-laki yang sangat tampan. Tapi, anak laki-laki itu berbeda dengan anak laki-laki di foto satunya.


Amanda, semakin memperhatikan foto itu.


"Anak laki-laki ini, kenapa mirip dengan mas Zaidan ."Ucap Amanda tak percaya.


Dia terus menajamkan penglihatannya, kemudian membuka ponselnya, mencari profil Zaidan, yang memang di simpannya, saat dia merasakan hati yang berbeda terhadap seorang Zaidan. Dan perjodohan mereka.


Seketika, Amanda terbelalak kaget, sambil menutup mulutnya.


"Ternyata, anak laki-laki ini benaran Zaidan..?"Apa hubungan mereka..??"Pertanyaan-pertanyaan berputar di kepala Amanda.


Foto yang ketiga, tidak kalah mengejutkan Amanda. Tampak wanita cantik yang sama, sedang menggendong seorang bayi.


Bayi yang terlihat baru lahir, karena masih sangat merah. Amanda mengetahui jika bayi tersebut adalah bayi perempuan.


"Mungkin, bayi perempuan ini adalah adik dokter Arya, tapi, apa hubungan dokter Arya dengan Zaidan..??"Tanya Amanda pada dirinya sendiri, sambil memijit keningnya.


Saat, pikiran Amanda di penuhi pertanyaan-pertanyaan, tiba-tiba, ada yang menepuk pundaknya.


Amanda tersentak kaget, saat dia nenoleh, tampak sesosok wanita setengah baya yang masih terlihat cantik, menatap nya dengan mata berkaca-kaca.


"Anakku."Ucap wanita itu, sambil membawa Amanda ke dalam pelukannya.


Amanda terkesiap, dia semakin merasa bingung, tapi pelukan wanita ini begitu hangat.


Amanda, bisa merasakan kasih sayang dan kerinduan dari pelukan hangat nya. Seperti saat bunda memeluknya, bahkan pelukan wanita ini terasa lebih hangat.


"Anakku ."Ucap wanita itu lagi, sambil terisak dan lebih mengeratkan pelukannya.


Berlahan, Amanda membalas pelukan wanita itu. Dia tidak mengerti, apa karena rasa kasihan atau kehangatan pelukan wanita itu, mampu memberikannya kenyamanan. Sehingga Amanda membalas pelukannya.


Dokter Arya, yang menatap nanar mereka dari jarak beberapa meter, tampak tersenyum, sambil menyeka air mata yang mengalir dari sudut mata nya.


***************


Ada rahasia besarkah, yang di sembunyikan dokter Arya..??


Apa hubungan dokter Arya dengan Zaidan.??


Siapa bayi perempuan itu..??


Dan siapa wanita setengah baya itu..??


Ikuti terus kisah seru nya, semoga bisa menjadi hiburan untuk kalian 😍😊.

__ADS_1


Jangan lupa dukungan, gift, like dan komen aku tunggu🥰🙏



__ADS_2