
Bab 25
"Penyesalan Zaidan "
Mereka pun terkejut, dan menoleh ke arah asal suara.
"T..tuan Lion, tuan Dave, nyonya Wina.."Ucap bi Darmi gugup.
Bi Darmi dan dua pelayan pun, langsung bangkit dari duduk nya.
Mereka langsung membungkuk hormat, dengan wajah gugup dan takut.
Amanda memicingkan mata nya, menatap penuh tanya ke arah mereka.
"Kamu, pasti Amanda Maheswari..!"Lion berkata, sambil mendekati Amanda yang masih terduduk.
Amanda pun langsung berdiri, sehingga posisi mereka sekarang, saling berhadapan.
Lion, menatap Amanda intens, dari ujung rambut sampai ujung kepala. Sehingga membuat Amanda merasa risih. Tapi, dia berusaha setenang mungkin.
"Seperti nya ini yang bernama tuan Lion dan tuan Dave, dan wanita ini pasti Nyonya Wina ."Batin Amanda.
Yang memang sudah sedikit mengetahui tentang mereka, dari pak Handoko.
"Iya benar, saya Amanda Maheswari istri dari mas Zaidan.."Jawab Amanda sambil tersenyum ramah.
Lion dan Dave tersenyum menyeringai, sedang kan Wina menatap Amanda, dengan tatapan yang sulit di arti kan.
Amanda menelan saliva nya, membasahi tenggorokan nya yang tiba-tiba terasa sangat kering, Dia merasakan, suasana hening bagaikan mencekam, melihat sorot mata yang tajam menatap nya.
"Kamu tahu, tujuan Zaidan menikahi mu..??"Tanya Lion, dengan sorot mata dan senyum mengejek, tanpa melepaskan tatapan nya dari wajah dan tubuh Amanda.
Amanda menghela napas, berusaha untuk tidak terpengaruh menghadapi orang-orang yang kini berada di hadapan nya.
"Saya sangat mengetahui, tujuan mas Zaidan menikahi saya."Jawab Amanda, tetap berusaha setenang mungkin.
Lion dan Dave saling melempar pandang, sedang kan Wina memicingkan mata nya menatap Amanda.
"Apa, yang Zaidan janjikan kepada mu.??"Tanya Dave, dengan wajah dan sorot mata dingin nya.
"Mas Zaidan, tidak pernah menjanjikan apa-apa, dan aku juga tidak pernah meminta nya untuk menjanjikan sesuatu.."Amanda berkata, sambil menatap bergantian mereka.
"Pernikahan itu janji suci yang sakral, dan sebuah ikatan dengan tujuan ibadah terpanjang yang harus di jaga, sampai maut memisah kan.."Jawab Amanda, dengan wajah tenang.
"Jika, kita menikah hanya karena sesuatu dan tujuan tertentu, itu bukan lah pernikahan tapi perjanjian seperti yang kalian pikirkan, dan mas Zaidan tidak menjanjikan apa-apa kepada ku, begitu juga diriku, yang tidak punya apa-apa sebagai seorang istri, untuk sebuah perjanjian selain ketulusan..".Jelas Amanda, yang membuat wajah Lion dan Dave memerah.
Sedangkan Wina, dia hanya tertunduk, karena kata-kata Amanda tentang pernikahan, seperti cambuk bagi nya. Karena dasar pernikahan nya dengan Lion, hanya karena materi dan keterpaksaan.
__ADS_1
"Beruntung sekali, anak sia*l*n itu, mendapatkan wanita bodo*h seperti mu.."Tawa Lion menggema, di dalam ruang meja makan.
Sementara, Dave terus menatap sinis ke arah Amanda, dengan senyum licik, dia seperti mendapatkan ide untuk balas dendam kepada Zaidan melalui Amanda.
"Kamu lihat Zaidan, apa yang akan aku lakukan, kepada istri bo**h mu ini."Batin Dave, senyum licik kembali menghiasi bibir nya.
"Mohon maaf, saya tidak mengenal kalian semua, walaupun saya tahu kalian adalah bagian dari keluarga suami saya, tapi sekali lagi, maaf cara kalian mengenal kan diri, sungguh sangat tidak sopan.." Ucap Amanda tegas, mencoba mengumpulkan keberanian untuk nembalas tatapan mereka.
Semua yang berada di sana pun tercekat, dengan keberanian Amanda.
Wina, menatap kagum Amanda.
"Gadis sederhana, yang sangat berani dan punya prinsip, dia memang tidak secantik Devina, tapi aku yakin dia adalah wanita istimewa yang di kirim kan Tuhan untuk mu, jangan sampai kamu menyesal Zaidan.."Kembali Wina berkata, dalam hati. Seulas senyum terukir di bibir sensu*l nya.
Entah kenapa, seperti nya dia menyukai Amanda dari sikap nya, walaupun mereka baru betatap muka, dalam hitungan menit.
Tawa Lion, kembali menggema.
"Dengarkan aku baik-baik, sampai kapan pun, anak sia**n itu tidak akan pernah hidup tenang, bahkan sampai hidup bahagia, kami tidak akan membiarkan nya.."Lion berkata, dengan penuh penekanan.
"Kami akan merebut kembali hak kami yang telah di rampas oleh nya. Dan kamu, bertahan lah selama di samping nya, karena hanya neraka yang akan di ciptakan nya untuk mu..!!"Lion berkata lagi, dengan seringai yang menyeramkan.
"Kamu lihat wanita ini..!!"Lion berkata, sambil menarik Wina ke hadapan Amanda.
Seketika, wajah Wina memerah karena terkejut, dia hanya menunduk tidak berani menatap Amanda.
"Dia istri ku, tapi anak sia**n dan bajing*n itu justru menyukai istri ku..!!" Dan kamu tahu siapa aku..?!"Aku adalah paman nya, sekaligus orang yang telah merawat nya dari kecil..!!"Teriak Lion, dengan wajah memerah.
"Diam kamu..!!"Wanita tidak tahu di untung, wanita murah*n, apa kamu ingin merasakan kamar penyiksaan itu lagi..??!!"Bentak Lion, dengan sorot mata yang sangat menyeramkan.
Mendengar kamar penyiksaan, membuat Amanda terperanjat kaget.
"Apa, kamar penyiksaan yang di maksud itu, kamar yang hanya bisa di buka dengan sidik jari Zaidan.??"Tanya Amanda pada diri sendiri.
"Bukan saat nya, memikirkan itu Amanda.."Ucap Amanda lagi pada diri sendiri.
"Jika sebagai suami, anda terus bersikap kasar seperti ini, jangan salah kan jika istri anda mencari kebahagiaan dan kenyamanan dengan lelaki lain, meskipun lelaki itu keponakan anda sendiri..!!"Ucap Amanda tenang, tapi kembali membuat terhenyak orang yang mendengar nya.
Terlihat wajah dan mata Lion memerah, dengan telapak tangan mengepal kuat.
"Tahu apa kamu, wanita bido*..?!"Geram Lion.
"Aku memang wanita bodo*, tapi aku tahu bagaimana memanusiakan manusia, apa lagi dengan pasangan hidup kita.."Jawab Amanda, masih terus berusaha terlihat tenang.
"Mohon maaf tuan Lion, sikap anda benar-benar merusak selera makan ku, sebagai nyonya rumah di sini, saya meminta kalian untuk segera meninggalkan rumah ini..!!"Amanda berkata, dengan intonasi yang cukup tinggi.
Kembali mereka di buat terkejut, dengan sikap berani Amanda.
__ADS_1
"Berani sekali, kami mengusir kami, wanita miskin .!!"Lion berkata, sambil mengangkat tangan nya, siap mendarat di wajah Amanda.
"Berani, anda menyentuh saya, bersiap lah untuk berhadapan dengan hukum..!!"Tegas Amanda, tanpa bergeming sedikit pun, dengan membalas tatapan tajam Lion.
Lion pun menurun kan tangan nya, terlihat rahang nya mengeras, dengan urat-urat leher yang menegang, dan terdengar gemeretak gigi nya, karena menahan amarah.
"Ingat baik-baik, kamu akan menyesal dengan sikap dan kata-kata mu hari ini.!!"Lion berkata, sambil berlalu dan menarik kasar tangan Wina.
Sedangkan, berlahan melangkah mendekati Amanda.
"Amanda.. Amanda, ternyata kamu wanita yang cukup mempunyai nyali, kita lihat pertunjukan selanjutnya, apa kamu bisa bertahan dengan suami yang sangat mencintai wanita lain.."Ucap Dave, sambil mencoba menyentuh dagu Amanda, tapi Amanda segera menepis kasar tangan Dave.
"Bahkan, di hari pengantin kalian, dia memilih wanita lain."Ucap Dave lagi, dengan penuh ejekan.
Tampak senyum smirk, mengembang di bibir nya, dan dengan langkah santai, dia pun menyusul Lion dan Wina.
Amanda menghembuskan napas nya kasar, dan langsung menghempaskan pantat nya di kursi.
Perkataan Dave, begitu menusuk hati nya.
Rasa sesak dan sakit, tiba-tiba menjalar di dada nya.
"Nyonya Amanda, apa nyonya baik-baik saja..??"Tanya bi Darmi khawatir.
"Aku baik-baik saja bu.."Jawab Amada tersenyum.
"Biar, saya hangat kan lagi masakan nya nyonya.."Tawar bi Darmi.
Amanda tersenyum dan menggeleng kan kepala nya.
"Tidak perlu bu, ayo temani saya makan.."Ajak Amanda dan kedua pelayan.
Dengan ragu, bi Darmi dan kedua pelayan pun ikut duduk kembali.
Mereka pun makan, sambil bercerita dan bersenda gurau, seolah-olah tidak ada kejadian apa-apa.
"Seperti nya, nyonya Amanda adalah wanita yang tepat di pilih oleh almarhum tuan Radthya Purnama, sebagai pendamping tuan Zaidan.."Batin bi Darmi.
***********
Apa yang akan di rencanakan Lion dan Dave, untuk Amanda dan Zaudan .??
Mampu kah, Amanda menjalani semua..??
Tunggu kehadiran bab selanjut nya.
Mampir ke novel tamat autor 👇👇
__ADS_1