Penyesalan Zaidan

Penyesalan Zaidan
Kembali Ke Panti


__ADS_3

Bab 52


"Penyesalan Zaidan "


Di sebuah ruangan, tampak seorang laki-laki menggeram penuh amarah, terlihat napasnya yang naik turun menahan emosinya.


"Bangs*t..!!" Ternyata, mereka sudah membohongiku.!!" Teriak laki-laki itu dengan mata melotot, dan wajah yang merah padam.


"Kamu terlalu bod*h Dave, rasa cintamu yang terlalu besar dengan wanita murah*n itu telah menghancurkan kita.."Lelaki setengah baya itu berkata dengan senyum sinisnya.


"Kamu lihat, kita sudah kehilangan segalanya. Untung ada si Baron yang mau membantu kita."Ucap lelaki setengah baya lagi, yang tak lain adalah Lion.


"Itu karena, dia juga sudah berhutang budi dan nyawa kepada kita."Balas Dave dengan wajah kesal. Sambil menyesap wine di tangannya.


"Wanita itu hanya membuat kita bodoh dan hancur.!!"Ucap Dave, sambil mengusap kasar wajahnya.


Tawa Lion pun pecah, mendengar perkataan Dave.


"Tidak semua boy, kamu lihat papahmu ini, kita bisa masuk ke keluarga besar Radthya dan menikmati semua kekayaannya karena wanita."Lion berkata dengan senyum smirk, sambil memainkan gelas wine di tangannya.


"Dan kamu lihat Wina, dia tidak bisa melakukan apa-apa di bawah genggaman tanganku..!!!"Lion berkata, dengan tawa yang semakin kencang di ruangan itu.


"Itu karena hatimu telah mati Lion, kamu juga sudah ikut andil dalam kehancuran hidupku."Dave berkata, dengan menatap benci ke arah Lion.


Seketika Lion menghentikan tawanya. Gelas wine yang di pegangnya, langsung di lempar ke arah Dave. Tetapi, dengan sigap Dave menghindar, sehingga gelas wine itu menabrak tembok, dan langsung hancur berkeping-keping.


"Anak kurang ajar, seharusnya aku membiarkanmu hancur dan hidup di jalanan.!!"Lion menatap nyalang Dave. Dengan penuh emosi, dia melangkah mendekati Dave.


"Kenapa kalian bertengkar lagi.??"Suara seorang wanita, menghentikan tangan Lion yang siap memberikan bogem mentah ke wajah Dave.


"Hai, kamu sudah pulang sayang." Lion berkata, sambil menghampiri wanita yang berada di hadapannya.


"Mabuk terus kerjamu setiap hari.!!"Ucap wanita itu, sambil mendengus kesal.


Lion hanya terkekeh mendengar ucapan wanita itu. Dia langsung memeluk dan menci*m bibir wanita itu, tetapi, wanita itu langsung melepaskan bibir dan tubuh Lion.


"Hari ini aku sangat lelah, melayani empat tamu yang meminta jatah lebih dari satu kali.."Ucap wanita itu, yang langsung berlalu dari hadapan Lion. Sekilas, dia melihat ke arah Dave, yang sangat terlihat kegusaran di wajahnya.


Sambil tersenyum sinis, wanita itu langsung masuk ke kamarnya dan langsung menguncinya.


"Sial*n, dasar wanita jal*ng, sombong sekali.!"Lihatlah, jika nanti aku berhasil merebut harta kekayaan keluarga Radthya kembali, akan ku tendang dan ku buang kau seperti sampah..!!"Umpat Lion, dengan penuh kekesalan.


Dave hanya tersenyum smirk ke arah Lion, kemudian melangkah pergi meninggalkannya.


"Dasar anak sial*n, kalau tahu begini, tak akan ku besarkan kau dan si Zaidan sial*n itu, akhh.!!"Lion berteriak, sambil melemparkan semua barang yang berada di ruangan itu.


Wanita yang berada di dalam kamar itu, mendengus kesal, mendengar teriakan Lion dan suara benda-benda yang sedang di amuk olehnya.


"Dasar laki-laki tak berguna."Ucap wanita itu, sambil membersihkan wajahnya di depan meja rias.


"Sebelum kamu membuangku ke jalanan, aku pastikan hidupmu yang akan menderita Lion..!!"Geram wanita itu, kebencian dan dendam tampak di sorot matanya.


"Zaidan, sebentar lagi kita akan bersama. Aku akan menyingkirkan semua wanita yang ada di hidupmu.!!"Ucap wanita itu lagi, dengan senyum smirknya.


**************


Di tempat lain.


Mobil yang di kendarai dokter Arya, memasuki halaman panti. Tentu saja, semua penghuni panti menyambut bahagia, saat melihat Amanda turun dari mobil.


"Kak Amanda.." Teriak anak-anak panti. Mereka langsung berebut memeluk Amanda.


"Kak Amanda, kemana saja.??"


"Kami khawatir kak.."


"Kami kangen sama kakak.."


"Iya kak, kasihan bunda dari kemarin menangis memikirkan kakak."


Pertanyaan dan pernyataan anak-anak panti, membuat mata Amanda berkaca-kaca. Ternyata, dia sangat beruntung, satu orang melepasnya, tapi seribu orang menyayanginya.

__ADS_1


Dokter Arya dan Mira saling melempar pandang. Mereka tidak menyangka, jika kehadiran Amanda sangat di rindukan oleh mereka.


"Mamah mengambil keputusan yang tepat, mengembalikan Amanda kepada mereka."Bisik Mira, di telinga dokter Arya.


Dokter Arya menghela napas.


"Tapi, mamah masih mempunyai hutang penjelasan kepadaku."Bisik dokter Arya, penuh penekanan.


Mira tidak menjawab, dia menatap nanar ke arah Amanda dan anak-anak panti yang sedang melepas rindu.


"Amanda.." Terdengar suara lirih, memanggil Amanda.


"Mba Narti.."Panggil Amanda, yang langsung memeluk mba Narti


"Temuilah bunda di taman, beliau sangat mengkhawatirkan dan merindukanmu.."Ucap mba Narti, sambil melepaskan pelukannya.


Amanda mengangguk.


"Oh ya mba, perkenalkan ini dokter Arya dan mamahnya, mereka yang kemarin sudah nembantu Amanda."Ucap Amanda.


Merekapun saling mengulurkan tangan dan mengenalkan diri.


"Mamah, dokter Arya.."


"Kak Arya."Protes dokter Arya.


Amanda pun tersenyum.


"Baiklah," aku mau ke taman menemui bunda, kalian akan di temani mba Narti dulu.."Ucap Amanda.


"Iya sayang."Jawab Mira lembut, sambil mengecup kening Amanda.


Amanda membalas dengan senyuman.


"Kakak mau menemui bunda dulu ya."Ucap Amanda kepada anak-anak panti.


"Iya kak.." Ucap mereka hampir bersamaan.


Amanda berlari kecil menuju taman, dia tidak sabar ingin bertemu bunda. Saat sampai di taman, dia tertegun melihat bunda.


Tampak, bunda sedang menatap sekuntum bunga mawar yang sedang mekar, dan bunga itu terlihat sangat cantik.


Seulas senyum, terukir di bibir Amanda.


"Apa bunga mawar itu, lebih cantik dariku bun.??"


Sebuah pertanyaan yang sangat mengejutkan, seketika bunda pun menoleh ke sumber suara.


Bunda tersentak, menatap tak percaya seseorang yang sedang berdiri di hadapannya.


"Amanda.."Terdengar suara bunda yang begitu lirih, memanggil Amanda.


Amanda tak mampu membendung air matanya. Dia hanya mampu mengangguk, dan langsung menghambur ke pelukan bunda.


"Maafkan Amanda, yang sudah membuat bunda sedih dan khawatir."Ucap Amanda di sela tangisnya.


"Tidak usah membahas itu sayang, kamu kembali dengan selamat, itu sudah lebih dari cukup untuk bunda."Bunda berkata, sambil membelai lembut rambut Amanda.


Amanda melepaskan pelukannya, menatap lekat matanya. Dia mencoba mengatur hatinya, untuk memberitahu bunda tentang rumah tangganya bersama Zaidan.


"Bunda, maafkan Amanda."Amanda mencoba mengatur napasnya, beberapa kali dia menelan salivanya.


Bunda tersenyum.


"Ada apa sayang.?"Katakan saja, bunda tidak apa-apa sayang." Bunda menatap hangat Amanda.


Tatapan yang selalu memberikan kehangatan dan kenyataan untuknya


Amanda menarik napas dan membuangnya kasar.


"Aku dan mas Zaidan sudah berpisah bun. Mas Zaidan yang sedang mengurus semua surat-suratnya."Ucap Amanda, sambil menundukkan wajahnya.

__ADS_1


"Amanda, Allah tidak melarang perceraian, tapi Allah sangat membencinya. Jika Zaidan sudah menjatuhkan kata talak untukmu, maka perceraian kalian sudah sah di mata agama nak.."Bunda berkata dengan penuh kelembutan, sambil mengangkat pelan wajah Amanda.


"Jangan pernah menyesali sesuatu yang sudah terjadi, karena itu adalah takdir kita, semua ini adalah pelajaran hidup yang sangat berarti."


"Melangkahlah ke depan nak, raih masa depan yang lebih baik, karena dia sudah menunggumu.."


Bunda terus tersenyum, tatapan matanya selalu menjadi kekuatan untuk Amanda.


"Terimakasih bunda.."Ucap Amanda, yang kembali menangis di pelukan bunda.


"Jangan menangis lagi nak, hapus air mata mu, jadilah wanita kuat.."Bunda melepaskan pelukannya, dan mengusap air mata Amanda.


"Kamu sudah bertemu Zaidan..?"Kemarin dia ke sini mencarimu.


Amanda tersentak.


"Untuk apa dia mencariku..??"Tanya Amanda.


Bunda menarik napas kasar.


"Kemarin kamu tidur di mana nak.??"Tanya bunda penuh kelembutan.


"Aku tidur di rumah dokter Arya."Jawab Amanda.


Bunda tersentak, tampak perubahan di wajahnya.


"Aku bersama mamahnya dokter Arya."Ucap Amanda, dengan tatapan menyakinkan.


"Bunda percaya dengan mu, nak.."Bunda berkata dengan suara yang begitu lembut.


"Terimakasih bunda."


Bunda mengangguk dan tersenyum. Dengan lembut, dia mencium kening Amanda.


"Oh ya bun, di ruang tamu ada dokter Arya dan mamahnya, apa bunda ingin berkenalan dengan mereka..??"Tanya Amanda.


"Tentu saja sayang, tapi saran bunda, jangan terlalu dekat dengan dokter Arya, statusmu masih istri Zaidan, sampai hakim ketuk palu."Ucap bunda, tampak kekhawatiran di wajahnya.


"Iya bunda, percaya sama aku."Jawab Amanda, mencoba menenangkan bunda dan hatinya.


"Ayo bun kita temui dokter Arya dan mamahnya, kasihan mereka sudah menunggu."Ajak Amanda, sambil menggandeng lengan bunda.


Bunda hanya tersenyum, dan mengikuti langkah Amanda.


Saat tiba di ruang tamu, tampak dokter Arya dan Mira sedang bersanda gurou dengan mba Narti.


"Mah, kak Arya, kenalkan ini bunda."Ucap Amanda penuh semangat.


Tapi saat bunda bertemu muka dengan Mira, tiba-tiba...


Deg..


*************


Terimakasih untuk permintaan updatenya🙏.


Ada yang tahu, siapa wanita yang bersama Lion dan Dave.??


Apakah, ada hubungan masa lalu antara bunda dan Mira??


Kepo..??


Ikuti terus bab selanjutnya.


Sambil menunggu up, mampir ke novelku👇👇



.


__ADS_1


__ADS_2