Penyesalan Zaidan

Penyesalan Zaidan
Pertemuan


__ADS_3

Bab 18


"Penyesalan Zaidan"


Amanda mencoba menetral kan jantung nya yang berdegup kencang, dia berusaha setenang mungkin, saat langkah kaki nya hampir sampai di depan pintu sebuah kamar VIP.


"Kamu, baik-baik saja Manda..??"Tanya pak Handoko, sebelum membuka pintu.


"Aku baik-baik saja om, sudah lah om jangan terlalu khawatir.."Jawab Amanda, dengan senyum khas nya.


Pak Handoko, hanya mengangguk dan menghela napas menatap Amanda. Dia tidak sampai hati, jika Amanda akan merasakan penderitaan setelah menikah dengan Zaidan.


Setelah mendapat persetujuan dari Zaidan untuk masuk, pak Handoko pun segera membuka pintu.


Cekrek...


Terlihat Zaidan, sedang duduk di sofa, sambil sibuk memain kan lap top nya.


"Selamat pagi, tuan Zaidan."Ucap pak Handoko, saat mereka sudah berada di samping Zaidan.


"Duduk lah, sebentar lagi aku selesai.."Zaidan berkata, dengan tatapan fokus ke layar lap top, tanpa menoleh sedikit pun ke arah pak Handoko dan Amanda.


Pak Handoko, berusaha menahan kekesalan nya melihat sikap Zaidan.


Amanda menyentuh lembut lengan pak Handoko, dan tersenyum, yang mampu membuat kekesalan pak Handoko menghilang.


"Ayo kita duduk, nona Amanda.."Ucap pak Handoko, mempersilahkan Amanda duduk.


Amanda yang heran, dengan panggilan pak Handoko, seketika mengerutkan kening nya, tapi pak Handoko memberi isyarat melalui gesture tubuh nya.


Amanda pun mengerti dan mengangguk.


"Terimakasih, pak.."Jawab Amanda, yang duduk di sebelah pak Handoko, tepat di hadapan Zaidan.


Zaidan yang mendengar nama dan suara Amanda, dia pun langsung mengangkat wajah nya, menatap Amanda, yang juga sedang menatap nya, sambil tersenyum.


Deg..


Amanda merasakan getaran di hati nya, semakin terasa saat diri nya dengan jelas berhadapan dengan Zaidan. Sedang kan Zaidan memicingkan mata nya, membalas tatapan Amanda.


"Amanda Maheswari, nama mu..??"Tanya Zaidan, dengan suara dingin, dan kedua tangan nya bersedakap di dada nya.


"Iya mas, perkenal kan saya Amanda Maheswari, calon istri anda.."Jawab Amanda, penuh semangat sambil mengulurkan tangan nya.


Zaidan menggeleng kan kepala nya, dan tersenyum sinis, tanpa membalas uluran tangan Amanda.


"Pede sekali wanita ini, memanggil diri ku dengan sebutan mas.."Geram Zaidan, dalam hati.

__ADS_1


Amanda, kembali tersenyum, sambil menarik tangan nya kembali, tidak ada yang berubah dengan ekspresi wajah nya.


"Tinggal kan kami berdua pak, ada yang harus kami bicarakan.."Ucap Zaidan, menatap tajam pak Handoko.


"Tapi tuan.."Ucap pak Handoko, dengan wajah terlihat gusar.


"Tidak apa-apa, tinggal kan saja kami berdua,.."Amanda berkata mencoba meyakinkan pak Handoko.


( Pak Handoko, dan Amanda sengaja menjaga jarak dan panggilan di antara mereka).


Dengan ragu, pak Handoko bangkit dari duduk nya, sebelum melangkah pergi, dia menatap sejenak ke arah Amanda.


Amanda kembali tersenyum dan mengangguk. Berlahan pak Handoko pun melangkah pergi meninggalkan mereka.


Zaidan terus menatap tajam ke arah Amanda, yang mampu membuat mampu nenghujam jantung Amanda, tapi dia berusaha setenang mungkin.


"Amanda Maheswari, nama lengkap mu..??"Tanya Zaidan, tanpa melepas kan sedikit pun tatapan tajam nya dari wajah Amanda.


"Betul mas.."Jawab Amanda, dengan senyum yang menghiasi wajah nya, tanpa rasa gugup atau takut, dia menatap wajah Zaidan.


Zaidan tersenyum smirk, sambil menggelengkan kepala nya.


"Kamu tahu, siapa saya..??"


Amanda mengangguk.


Padahal, nyali Amanda sebenarnya sudah ciut, tapi tekad nya sudah bulat untuk menikah dengan Zaidan, karena selain wasiat dari mendiang kakek Radthya, rasa kagum nya pada seorang Zaidan, sudah berubah menjadi sebuah rasa cinta.


Lagi-lagi bibir Zaidan, mengembangkan senyum smirk nya.


"Berapa yang kamu butuh kan..??"Tanya Zaidan, dengan suara dingin, dan dengan tatapan seperti mengkuliti Amanda.


Seketika tenggorokan Amanda, terasa tercekat, perkataan Zaidan benar-benar menghunus ulu hati nya.


Amanda menghela napas.


"Maaf mas, jika nominal uang yang anda tanyakan, seperti nya itu pertanyaan yang salah, justru dengan menikahi ku, kamu akan mendapat kan banyak uang yang tidak akan habis untuk tujuh turunan.."Amanda menjawab, dengan tenang.


Zaidan mengerut kan kening nya, wajah nya langsung memerah, mata nya melotot dengan kilatan penuh amarah.


Amanda yang melihat kemarahan di wajah Zaidan, tetap berusaha tenang, walau pun dada nya sudah berdegup kencang, dengan telapak tangan nya yang berkeringat, karena menahan rasa takut.


"Berani sekali kamu, berbicara seperti itu..!!"Zaidan berkata dengan mendekat kan wajah nya ke wajah Amanda.


Saat wajah Amanda ingin mundur, Zaidan langsung mencengkram rahang wajah Amanda.


Amanda, sedikit meringis kesakitan, tapi dia tetap berusaha untuk tenang dan fokus, walaupun situasi bisa membahayakan jiwa nya.

__ADS_1


"Kamu menyakiti ku mas.."Suara Amanda, terdengar sedikit berubah karena cengkeraman kuat tangan Zaidan.


"Ini belum seberapa, jika kamu masih mau meneruskan perjodohan ini, aku akan melakukan hal yang lebih.."Ucap Zaidan, tepat di wajah Amanda, dengan senyum menyeringai.


"Aku akan tetap menikah dengan mu, karena ini adalah janji ku pada mendiang kakek mu.."Jawab Amanda, menatap wajah Zaidan yang tanpa jarak.


Wajah tampan, dan kharismatik yang sudah membuat nya jatuh cinta, kini berubah seperti hewan predator yang siap memakan mangsa nya.


"Ternyata, nyali mu cukup berani juga.."Zaidan semakin kuat mencengkram wajah Amanda.


Amanda tetap berusaha menahan sakit dan air mata nya.


"Oke, kita akan menikah, tapi jangan salah kan aku, jika bukan kebahagiaan yang akan ku berikan, tapi neraka yang akan ku ciptakan dalam hidup mu..!!"Zaidan melepaskan tangan nya dengan kasar dari wajah Amanda.


Tampak rahang Amanda memerah, dia mengusap rahang nya yang terasa sangat sakit.


Zaidan tersenyum sinis, dan menjauhkan wajah nya dari Amanda.


"Sakit..???"Tanya Zaidan, dengan tatapan mengejek.


"Jangan pernah, memberikan kesakitan kepada orang lain, karena itu akan menjadi penyesalan untuk mu, bahkan kamu akan merasakan rasa sakit yang lebih dari apa yang kamu berikan.."Jawab Amanda, dengan suara sedikit bergetar, karena menahan sakit di hati dan wajah nya.


Zaidan mengepal kan telapak tangan nya, terdengar gemeretak di gigi nya, rahang nya pun mengeras.


Dia pun segera mengambil ponsel nya, dan segera menghubungi seseorang, dengan tatapan nya tetap tertuju kepada Amanda, yang membalas tatapan Zaidan, dengan dada yang sesak.


"Masuk lah..!!!"Perintah Zaidan, saat panggilan terhubung, dan langsung mematikan nya.


Tak lama, pak Handoko masuk.


Pak Handoko mengangguk, Zaidan memberikan isyarat untuk meminta nya duduk.


Pak Handoko, memilh duduk di tengah-tengah Zaidan dan Amanda.


Saat sudah duduk, pak Handoko langsung menatap ke arah Amanda, dan dia sangat terkejut melihat rahang wajah Amanda yang memerah.


************


Apakah, Amanda akan tetap meneruskan perjodohan nya dengan Zaidan..??"


Dukung terus ya novel "PENYESALAN ZAIDAN", karena karya ini ikut lomba "You'r Writer Season 8".


Dukung juga dua novel author yang tamat dan sedang up👇👇


.


__ADS_1



__ADS_2