Penyesalan Zaidan

Penyesalan Zaidan
Kebakaran Panti


__ADS_3

Bab 79


"Penyesalan Zaidan"


Semua terkejut mendengar perkataan Zaidan. Amanda menggelengkan kepalanya tidak percaya, air mata sudah deras membasahi wajahnya. Pernyataan Zaidan bagaikan petir di siang hari.


"Tidak mungkin, kamu pasti bohong khan mas,!!" teriak Amanda tidak percaya.


"Amanda tenangkan dirimu" Zaidan menyentuh kedua pundak Amanda, mencoba menenangkannya.


"Katakan kepadaku, jika semua tidak benar!!" teriak Amanda lagi, sambil menangis histeris sampai punggungnya terguncang.


Amanda benar-benar tidak percaya dengan semua yang terjadi. Semua bagai mimpi buruk, dalam sekejap semua yang terasa membahagiakan, seketika berubah menjadi duka.


Doni yang terakhir di lihatnya berlumuran dar*h, sedang terbaring tak berdaya antara hidup dan mati, dan sekarang dia harus mendengar kabar jika panti asuhan di mana tempatnya di besarkan, tempat berkumpulnya orang-orang yang sangat berjasa dalam hidupnya, mereka yang benar-benar di sayanginya, kini terbakar, bagaimana dengan nasib mereka.


Tangis Amanda semakin pecah. Dia ingin sekali bertanya tentang keadaan bunda, mba Narti dan anak-anak panti, namun, lidahnya terasa sangat kelu, tubuh dan tungkai kakinya semakin lemas, sakit kepala yang tak terhingga tiba-tiba menyerangnya. Dia merasakan pandangannya terasa kabur, dan akhirnya semua menjadi gelap.


"Amanda.!!" Teriak Zaidan dan dokter Arya bersamaan.


"Mamah,!!" teriak Dion dan Raza sambil menangis.


"Amanda" tangis Mira pecah, melihat keadaan Amanda.


Zaidan segera membawa tubuh Amanda ke dalam ruang perawatan, di bantu oleh beberapa perawat.


"Biar aku yang memeriksa Amanda, Zay" ucap dokter Arya, sambil mengejar langkah Zaidan yang sedang membawa Amanda ke ruang perawatan.


"Zay sorry, lebih baik sekarang loe lihat bagaimana keadaan panti dan nasib bunda beserta anak-anak panti, biar Amanda gw yang urus, dan anak-anak bersama Mamah" saran dokter Arya.


Zaidan membuang napas kasar.


"Berikan pengobatan yang terbaik, dan selalu berikan gw kabar atas perkembangan kesehatannya!!" ucap Zaidan dengan penuh penekanan, namun, matanya tetap menatap lekat Amanda.


"Loe tidak perlu khawatir, tanpa loe suruh gw akan menjaganya dengan sepenuh hati" jawab dokter Arya, sambil ikut menatap lekat Ananda.


Zaidan mengerutkan keningnya. menatap dokter Arya dengan penuh tanda tanya. Dokter Arya yang sadar jika dia salah ucap langsung meralatnya.


"M-maksud gw, setiap pasien pasti gw akan memberikan pengobatan dengan sepenuh hati, apa lagi ini dengan Amanda, wanita yang berhasil merebut hati seorang Radthya Zaidan" Goda dokter Arya.


"Bukan waktunya becanda bang. Gw harus pergi sekarang,!" Zaidan bergegas melangkah keluar.


"Pah.." Panggil Raza lirih, saat Zaidan sudah berada di luar.


Zaidan mensejajarkan tubuhnya dengan Raza.


"Sayang, Mamah baik-baik saja hanya lelah. Kamu sama kak Dion dan Oma dulu ya, papah mau pergi sebentar" ucap Zaidan, mengelus lembut wajah Raza.


Raza mengangguk.


"Anak pintar" Zaidan mengacak pelan puncak kepala Raza.


"Dion, jaga adikmu sayang" Zaidan menatap nanar Dion.

__ADS_1


"Om Zaidan mau ke panti,?" tanya Dion, di jawab anggukan oleh Zaidan.


"Hati-hati om"


"Terimakasih nak" Zaidan mengusap lembut kepala Dion.


"Mah, titip anak-anak ya" Zaidan berkata, sambil mencium punggung tangan Mira.


"Iya sayang, kamu hati-hati ya, semoga bunda dan anak-anak panti baik-baik saja" ucap Mira dengan mata berkaca-kaca.


"Iya mah, Zaidan berangkat"


Mira mengangguk, bergegas Zaidan melangkah pergi meninggalkan rumah sakit.


****************


Zaidan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, wajahnya begitu cemas membayangkan sesuatu yang buruk terjadi kepada bunda dan anak-anak panti. Wajah sedih Amanda terbayang di matanya, dia bertekad mulai saat ini akan melakukan apapun untuk kebahagiaan Amanda, walaupun nyawa taruhannya.


Tidak berapa lama, Zaidan sampai di panti. Suasana begitu ramai dan mencekam. Dengan dada yang berdegup kencang, saat menyaksikan bangunan panti yang habis di lalap si jago merah tanpa menyisakan sedikit pun.


Dengan wajah panik, Zaidan segera mendekati perugas kebakaran dan aparat kepolisian yang berada di TKP.


"Permisi pak, saya Radthya Zaidan, bagaimana dengan para penghuni panti,?" Tanya Zaidan, dengan wajah panik.


"Oh tuan Radthya Zaidan" Petugas kepolisian yang mengetahui dan mengenal Zaidan, langsung menjabat tangan Zaidan.


"Hampir semua penghuni panti meninggal dunia, hanya ada beberapa yang bertahan, itu juga dengan luka bakar yang sangat parah" Jelas polisi.


Zaidan lemas seketika, wajah dan tangisan Amanda semakin terbayang di matanya.


Zaidan tersentak.


"Iya pak, saya baik-baik saja, para korban di bawa ke rumah sakit mana pak?" Zaidan bertanya, dengan wajah yang sangat gusar.


"Rumah sakit Permata tuan"


"Terimakasih pak, saya akan segera kesana"


"Tunggu tuan Zaidan" Cegah petugas kepolisian, membuat Zaidan mengurungkan langkahnya.


"Menurut bukti yang kami temukan, penyebab kebakaran karena arus listrik, tetapi, sepertinya masih ada beberapa hal yang ganjil, yang harus di lakukan penyelidikan lebih lanjut" jelas polisi, membuat Zaidan tertegun.


"Sudah ku duga, sepertinya ini ada hubungannya dengan kecelakaan yang menimpa Amanda dan Doni" Zaidan berkata dalam hati, wajahnya memerah dan telapak tangannya mengepal dengan kuat.


"Tolong selidiki kasus ini pak, saya akan membantu pihak kepolisian untuk mencari bukti-buktinya"


"Terimakasih tuan Zaidan"


"Sama-sama pak" jawab Zaidan sambil mengangguk.


"Kalau begitu, saya mau ke rumah sakit Permata sekarang" pamit Zaidan yang di balas anggukan oleh petugas kepolisian.


Zaidan segera meraih ponselnya, saat berada di dalam mobil.

__ADS_1


"Hallo"


"Segera selidiki kasus kecelakaan Amanda dan kebakaran di panti,!!"


"Oke, aku tunggu secepatnya"


Zaidan menutup panggilannya, sambil menggeram penuh kemarahan, tampak napasnya yang tak beraturan menahan gemuruh, sampai dadanya naik turun.


"Siapapun yang berada di balik semua kejadian ini, aku pastikan kalian akan membayar mahal.!!"Zaidan berkata, dengan gemuruh amarah yang semakin meledak di dadanya. Dengan kecepatan tinggi dia pun menuju rumah sakit Permata.


*************


Tak lama berselang, Zaidan tiba di rumah sakit Permata, dia segera berlari mencari keberadaan korban kebakaran.


"Dokter, bagaimana keadaan para korban kebakaran di panti" tanya Zaidan, kepada dokter yang sedang bertugas menangani para korban.


"Anda..??"


"Saya Radthya Zaidan, saya yang akan bertanggung jawab kepada semua korban"


"Oh tuan Zaidan, maaf saya tidak mengenali anda" dokter berkata, dengan wajah gugup, karena sampai tidak mengenali seorang Zaidan.


"Bagaimana keadaan para korban dok,? tanya Zaidan, dengan wajah gelisah dan tidak sabar.


"Mohon maaf tuan, semua penghuni panti tidak ada yang selamat. Seharusnya ada beberapa yang masih bernapas, tetapi karena luka bakar yang parah, mereka ada yang meninggal dalam perjalanan dan ada yang meninggal saat sudah di rumah sakit" jelas dokter, yang membuat Zaidan sangat syock.


"Semuanya,???" tanya Zaidan memastikan.


"Benar tuan, data jumlah penghuni panti dan korban sama persis" ucap dokter, dengan wajah menunduk.


Zaidan mengusap kasar wajahnya.


"Boleh saya melihat para korban, dan data-data mereka?"


"Tentu tuan, mari saya antarkan ke ruang jenazah" ajak dokter yang di jawab anggukan oleh Zaidan.


Dengan langkah gontai, Zaidan mengikuti langkah sang dokter ke kamar jenazah. Tanpa di sadari, ada sepasang mata yang memperhatikan gerak gerik Zaidan saat sampai di rumah sakit.


"Radthya Zaidan, ini baru awal permainan Bersiaplsh untuk penderitaanmu.!!!" Ucap orang itu, dengan seringai seramnya dan tatapan penuh dendam dan kebencian.


**************


Siapakah di balik semua kecelakaan dan kebakaran yang terjadi ?


Siapakah lelaki yang mengintai Zaidan?


Mampukah Zaidan mengungkap kasus ini ?


Dan mampukah Amanda menghadapi semuanya ?


Ikuti terus babnya yang semakin seru, cerita ini bukannya hanya soal percintaan saja, tapi dendam dan kebencian mewarnai cerita cinta Zaidan dan Amanda


Maaf, semalam mau double up, tapi apa daya mata yang tidak bisa di ajak kompromi.

__ADS_1


Ramaikan juga novel terbaru author yang baru memasuki bab 6 👇👇



__ADS_2