
Bab 50
"Penyesalan Zaidan"
Zaidan dan dokter Arya seketika terdiam menatap Amanda.
"Tolong, keluar kalian dari sini.!!"Pinta Amanda, suaranya terdengar parau. Sekuat mungkin Amanda menahan sesak yang menghimpit dadanya.
Dia tidak menyangka, jika kedua lelaki yang mempunyai pesona masing-masing, dan ada hubungan darah bertingkah seperti anak kecil.
"Keluarlah kalian dulu, biar mamah yang menemani Amanda."Ucap Mira lembut.
Zaidan tidak menjawab, dia hanya menatap nanar Amanda.Tampak wajahnya yang terlihat frustasi.
"Amanda."Panggil Zaidan lirih.
Amanda tidak menjawab, dia memalingkan wajahnya tidak mau melihat ke arah Zaidan.
Zaidan menarik napas, dan membuangnya kasar. Kesedihan dan sesak kembali menyelimuti hatinya.
Dengan langkah gontai, Zaidan melangkah keluar meninggalkan kamar Amanda.
Amanda, tidak bisa membendung buliran air mata yang membasahi pipinya. hatinya menjerit, saat mendengar suara langkah Zaidan keluar.
Mira memberi isyarat, dengan berat hati, dokter Arya juga melangkah keluar. Meninggalkan Amanda dan Mira.
Berlahan, Mira mendekati Amanda, mengelus lembut rambutnya. Tampak punggung Amanda semakin terguncang, karena isakan tangisnya.
"Amanda."Panggil Mira lembut, sambil membawa Amanda ke dalam pelukannya.
Tangis Amanda semakin pecah di dalam pelukan Mira.
"Tumpahkan semua kesedihanmu nak."Mira terus membelai rambut Amanda, dengan penuh kasih sayang.
Amanda tiba-tiba merasakan kerinduan yang sangat kepada bunda. Dia melepaskan pelukannya, menatap nanar Mira.
"Aku kangen bunda, aku ingin pulang ke panti."
Mira tersenyum dan mengangguk, sambil menghapus air mata yang masih mengalir di wajah Amanda.
Hati Mira, sebenarnya begitu berat melepas Amanda. Tapi bagaimanapun, dia sadar jika Amanda masih mempunyai orang-orang yang di sayangi dan menyayanginya.
"Mamah dan Arya akan mengantarmu, sayang."
"Terimakasih mah."
"Sama-sama sayang."
Mereka kembali berpelukan.
***************
Zaidan yang baru saja sampai di lobby rumah sakit, langsung melangkah menghampiri Devina yang sedang duduk gelisah menunggunya.
Beberapa kali, terlihat Devina melihat ponselnya, dan melakukan panggilan. Tapi selalu gagal, yang membuatnya mendengus kesal.
Zaidan menarik napas, dan membuangnya berlahan. Menampakkan senyum terbaiknya saat langkahnya semakin dekat dengan Devina.
"Sayang."Panggil Zaidan, sambil menyentuh lembut pundak Devina.
Devina menoleh ke arah Zaidan, tampak kemarahan dan kekecewaan terlihat jelas di wajahnya. Dia langsung berdiri, dan menatap tajam ke arah Zaidan.
__ADS_1
"Kenapa ponselmu tidak bisa di hubungi Zay.?"
"Akan aku jelaskan, tapi jangan disini."Bisik Zaidan lembut, sambil merangkul pundak Devina. Dan membawanya keluar dari lobby rumah sakit.
Devina tidak menjawab, dengan terpaksa dia mengikuti langkah Zaidan.
Zaidan membawa Devina ke sebuah resto, dan memilih tempat duduk yang privasi.
"Jelaskan kepadaku Zay..!!"Ucap Devina, dengan wajah yang memerah. Karena amarah yang di tahannya sejak tadi.
"Makanlah dulu Vin, setelah ini aku akan menjelaskan semuanya."Jawab Zaidan, sambil mengelus lembut punggung tangan Devina.
"Aku tidak lapar..!!"Sergah Devina, sambil menarik tangannya, dan menatap tajam Zaidan.
Zaidan menghela napas.
"Tapi, aku sangat lapar sayang."Ucap Zaidan, dengan wajah tampak memelas.
Devina mendengus kesal.
"Segera selesaikan makanmu.!"Jawab Devina ketus.
"Temani aku makan, please.."Zaidan berkata, sambil menatap Devina penuh harap. Ekspresi wajahnya, benar-benar membuat Devina jengkel.
Tanpa menjawab, Devina langsung melahap makanannya dengan rakus.
"Hai, pelan-pelan dong sayang, nanti kamu tersedak."Ucap Zaidan lembut, menatap lekat Devina. Dia tahu jika istrinya sedang cemburu.
Zaidan hanya tersenyum, tanpa mengalihkan tatapannya dari Devina.
"Kenapa menatapku.?"Cepat habiskan makanmu..!!"Ucap Devina ketus.
"Kamu cantik sekali Vin, jika sedang cemburu.."Goda Zaidan.
Devina langsung meletakkan garpu dan sendoknya dengan kasar, menatap tajam Zaidan.
Zaidan terperanjat melihat sikap Devina.
"Apa kamu mencintai dia, Zay.??"Wajah Devina memerah, menatap Zaidan penuh selidik.
Zaidan menghela napas, meletakkan sendok dan garpunya juga.
"Maksudmu Amanda.??"
Zaidan menatap lurus wajah Devina.
"Kamu sudah menjatuhkan talak untuknya, aku ingin kamu cepat mengurusnya.!!"Devina berkata, dengan penuh penekanan.
Zaidan menarik napas kasar, dan mengusap wajahnya.
"Aku sudah menjatuhkan talak kepadanya, tapi.."
Zaidan tidak meneruskan kata-katanya, dia tidak tahu keputusan apa yang harus di ambilnya, agar kedua wanita yang sudah di nikahinya, tidak ada yang tersakiti. Mungkin, terdengar egois, tapi itulah yang sekarang di rasakan olehnya.
Dia benar-benar tidak bisa memilih salah satu di antara mereka.
"Zay.!!"Suara Devina sudah mulai meninggi, terlihat juga bola matanya sudah beranak sungai.
Melihat Zaidan yang terdiam, Devina sudah tahu perasaan dan pikiran lelaki yang berstatus suaminya itu. Dia merasa sangat naif, jika berpikir kalau cinta dan kasih sayang Zaidan hanya untuknya.
Rasa sesak dan sakit, memasuki relung hatinya.
__ADS_1
"Jujur kepadaku Zay..!!"Suara Devina terdengar parau.
"Maafkan aku, Vin."Zaidan berkata, sambil meraih jemari Devina.
"Kamu tidak perlu berkata apa-apa lagi, aku sudah tahu jawabannya.!!"Ucap Devina, melepas telapak tangannya dari genggaman Zaidan. Tampak, anak sungai itu mulai mengalir di wajah cantiknya.
Devina pun bsngkit dari duduknya, dan segera melangkah meninggalkan Zaidan.
Zaidan bergegas mengejar Devina.
"Vina tunggu, pembicaraan kita belum selesai.."Zaidan berkata, sambil menahan lengan Devina.
"Aku tidak mau membahas tentang dia dan perasaanmu, yang aku mau sekarang, segera ceraikan dia.!!"Tegas Devina.
"Tidak semudah itu Vin, apa lagi aku sudah merebut kesuciannya.."Ucap Zaidan lirih.
Perasaan bersalah kepada Amanda, kembali menyelimuti hati Zaidan.
"Aku tidak peduli, walau pun, nanti dia hamil anakmu aku tidak peduli. Aku ingin kamu segera menceraikan nya .!!"Sergah Devina, sambil berusaha melepaskan lengannya dari tangan Zaidan.
"Kenapa, kamu bicara seperti ini Vin.??"Tanya Zaidan, dengan tatapan tak percaya.
"Posisiku dengannya berbeda Zay, aku di perk*sa dan terpaksa menerima cinta Dave karena janin di perutku, sedangkan wanita itu sudah mengambil paksa kamu dariku Zay..!!"Sergah Devina lagi, sambil terisak.
Zaidan diam membisu menatap Devina.
"Di balik sifat polosnya itu, hanya untuk menutupi kelicikannya.!!"Ucap Devina lirih. Ada sorot kebencian di mata Devina yang penuhi anak sungai.
"Segera urus perceraian kalian.!!", kalau tidak aku bisa melakukan sesuatu yang akan membuatmu sangat menyesal..!!"Ancam Devina lagi, sambil menghempaskan kasar tangan Zaidan.
Zaidan tidak mampu berkata apa-apa, bahkan dia membiarkan Devina melangkah meninggalkannya begitu saja. Dia menatap nanar punggung Devina yang sudah tidak terlihat. Dengan langkah gontai, dia kembali ke tempat duduknya.
************
Amanda, dokter Arya dan Mira bersiap untuk pulang, dan berencana untuk langsung menuju panti. Tapi, saat langkah mereka akan menuju pintu, tiba-tiba..
"Amanda Maheswari, seorang wanita yatim piatu dengan menggunakan wajah polosnya, untuk memikat para lelaki.!!"Sergah Devina melangkah masuk, dengan tatapan nyalang. Sambil tangannya memegang kasar rahang wajah Amanda, yang membuatnya meringis kesakitan.
"Devina, apa-apaan sie kamu.??"Ini bukan salah Amanda..!!"Dokter Arya berkata dengan kesal, sambil berusaha melepaskan cengkraman tangan Devina di wajah Amanda.
Devina tidak menghiraukan perkataan dokter Arya, dia hanya tersenyum sinis. Kebencian tampak sekali di wajahnya.
"Ternyata, seorang dokter Arya, yang sangat terkenal dengan kharismatik dan segudang frestasinya, bisa di perdaya dengan kepolosan wanita ini, hah..!!"Teriak Devina penuh amarah, semakin menguatkan cengkeramannya.
"Devina ini rumah sakit, jangan membuat keributan di sini, dan jangan membuat aku berlaku kasar!!"Gertak dokter Arya, yang hanya lagi-lagi di jawab dengan sebuah senyuman sinis.
"Lepaskan tanganmu Devina Maheswari.!!"
Deg..
Suara bariton membuat semuanya terkejut.
**************
Hai, aku hadir untuk kalian 🥰.
Ayo, yang tahu siapa pemilik suara bariton itu, komen ya😍
Sambil menunggu author hor up, bisa melimpir membaca kisah mereka, yang tidak kalah seru 😁👇
__ADS_1