Penyesalan Zaidan

Penyesalan Zaidan
Kehancuran Hati Zaidan


__ADS_3

bab 6


"Penyesalan Zaidan"


"M..maaf kan aku Zaidan.."Devina berkata, sambil menunduk kan wajah nya, tidak berani menatap wajah Zaidan.


Deg...


Perasaan tidak enak, tiba-tiba menjalar di hati Zaidan.


"Apa maksud mu Devina..??"Tanya Zaidan, menatap tajam ke arah Devina.


"Katakan sayang, tentang hubungan kita kepada anak sial*n ini..!!"Teriak Dave, dengan senyum mengejek ke arah Zaidan.


"Devina..!!"Teriak Zaidan.


Devina tetap menundukkan wajah nya, tangis nya semakin tersedu-sedu.


Dave terlihat sangat geram, melihat Devina yang hanya menangis.


Dengan kasar, Dave menarik tubuh Devina ke pelukan nya, tentu saja perbuatan Dave, membuat Zaidan naik pitam.


Dengan emosi membuncah, Zaidan seperti mempunyai kekuatan melepaskan diri dari pegangan empat orang lelaki yang bertugas sebagai keamanan di resto itu.


Setelah terlepas, dengan kencang dan kasar, Zaidan langsung menarik tubuh Dave yang sedang memeluk Devina.


Bug..


Bug..


Zaidan seperti kesetanan kembali memukuli tubuh Dave, sehingga tubuh Dave langsung tersungkur.


Semua orang panik, ada yang berteriak histeris dan pihak keamanan pun di bantu beberapa laki-laki pengunjung resto, mencoba menarik tubuh Zaidan, yang sedang menindih tubuh Dave, dan memukuli nya secara membabi buta.


Tapi Zaidan seperti orang kesetanan, dia tidak peduli dengan keadaan dan teriakan sekitar nya, dia ingin sekali membunuh Dave karena sudah berani menyentuh Devina.


"Zaidan, tolong hentikan kamu bisa membunuh Dave...!!"Teriak Devina, yang sudah berada di samping Zaidan dan Dave.


"Zaidan tolong, jangan bunuh ayah dari janin ku..!!"Teriak Devina lagi, yang mampu membuat Zaidan menghentikan pukulan nya.


"Duarrr.."


Kata-kata yang di ucap kan Devina bagai kan petir yang menyambar tubuh Zaidan.


Dia tidak mempercayai pendengaran nya, dia pun langsung menatap tajam ke arah Devina, seolah meminta penjelasan dari kata-kata yang baru saja di ucap kan nya.


Zaidan pun segera bangkit dari tubuh Dave dan menghampiri Devina.


Dave yang sudah tak sadar kan diri, langsung di bantu oleh beberapa orang yang ada di sana, dan mereka segera membawa Dave ke rumah sakit.


Devina terus menangis, sedang kan Zaidan kini sudah berada di hadapan Devina.


"Apa yang baru saja katakan Vina, coba ulangi..??"Tanya Zaidan, dengan suara penuh penekanan, dengan sorot mata tajam menatap Devina.


"Zaidan, maaf kan aku.."Devina berkata, sambil berlutut di kaki Zaidan dengan tangis yang sangat menyayat hati.


Zaidan memejamkan mata, mencoba mengingkari kebenaran yang baru saja di dengar nya.


Dada nya begitu bergemuruh, benci dan dendam menjadi satu di hati nya.

__ADS_1


Orang-orang yang ada di sana tidak berani mendekat, karena mereka tahu karena ini urusan yang sangat privasi.


Mereka hanya berjaga-jaga jika Zaidan mengamuk lagi, dan menyakiti Devina.


"Kenapa kamu mengkhianati ku, kenapa kamu lakukan ini pada ku Devina Maheswari..??"Zaidan bertanya, sambil mencengkram kuat pundak Devina untuk berdiri.


"A..aku minta maaf Zaidan, maaf kan aku.."Devina berkata, sambil menangis, dia sama sekali tidak berani untuk menatap wajah Zaidan.


"Akhh...!!"Teriak Zaidan, sambil mendorong kuat tubuh Devina, dan membuat Devina tersungkur.


Devina menangis sambil meratap, sakit karena dorongan Zaidan pada tubuh nya, bagi nya lebih sakit melihat kekecewaan pada diri Zaidan.


Devina pun segera di bantu berdiri, oleh dua wanita yang berada di sana.


"Mba, lebih baik pergi dari sini, saya takut jika mas nya gelap mata.."Ucap salah satu wanita, yang membantu Devina berdiri.


"Tidak mba, aku tidak akan pergi sebelum dia memaafkan ku.."Ucap Devina, dengan suara parau.


"Sampai kapan pun, aku tidak akan memaaf kan mu, dasar wanita ja**ng..!!!"Teriak Zaidan, sambil berlalu meninggalkan kerumunan orang dan resto itu.


"Zaidan...!!"Teriak Devina, memanggil Zaidan.


"Kamu harus mendengarkan penjelasan ku..!!"Teriak Devina lagi, dengan tangisan yang semakin histeris.


Hati nya begitu sakit melihat Zaidan yang frustasi, dan perkataan Zaidan yang menganggap nya seorang ja**ng.


Dan seketika semua menjadi gelap bagi Devina.


************


Zaidan melajukan mobil nya dengan kencang, sesekali dia berteriak sambil menangis, dan memukul-mukul setir mobil yang tidak punya salah sama sekali.


"Vina, tidak aku sangka kamu bisa menjadi wanita murahan dengan bajingan itu, Akhhh...!!!"Teriak Zaidan, dengan penuh amarah, dan air mata yang tanpa bisa di cegah nya, langsung mengalir ke wajah nya.


Dia terus melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi, sampai akhir nya.


"Brakkkkkk..."


Mobil Zaidan pun menghantam pembatas jalan.


*********


Sedangkan di sebuah ruangan operasi, tampak dokter sedang melakukan penanganan pada luka-luka Dave.


Karena terjadi pendarahan di hidung dan di bagian dalam kepala Dave, karena pukulan Zaidan yang tersulut emosi, semoga tidak terkendali.


Di luar ruang operasi, terlihat wajah Lion yang merah padam penuh amarah, mata nya melotot tajam, rahang nya mengeras sambil mengepalkan kedua telapak tangan nya dengan kencang.


"Anak sia**n, aku akan buat perhitungan kepada mu.."Geram Lion, yang sudah di kuasai emosi.


"Sabar pah.."Ucap Wina lembut sambil mengelus punggung suami nya.


Tiba-tiba seorang laki-laki ber jas menghampiri Lion.


"Tuan Lion, maaf mengganggu.."Ucap lelaki ber jas itu, dengan sopan sambil membungkukkan tubuh nya.


"Iya pak Darsono, bagaimana..??"Tanya Lion, kepada lelaki ber jas yang bernama Darsono.


"Laporan sudah masuk, tinggal di proses pak.."Jelas pak Darsono, sambil menyerahkan beberapa berkas kepada Lion.

__ADS_1


Lion pun menerima berkas-berkas itu dan membaca nya.


"Bagus, biar tahu rasa anak sia**n itu,.."Ucap Lion puas dengan senyum smirk nya.


"Saya kesini untuk mengantarkan berkas-berkas ini, untuk segera tuan Lion tanda tangani.."Pak Darsono berkata, sambil menyerah kan pulpen kepada Lion.


Lion mengangguk dan menerima pulpen itu, dan segera membubuh kan tanda tangan nya di atas berkas yang memerlukan tanda tangan nya.


"Saya percaya kan semua kepada pak Darsono.."Lion berkata, sambil mengembalikan berkas kepada pak Darsono.


"Kalau begitu, saya permisi dulu tuan, nyonya.."Ucap pak Darsono sambil membungkuk hormat.


"Oke, terimakasih pak.."Jawab Lion, sedang kan Wina yang berada di sebelah nya hanya nengangguk.


Pak Darsono pun berlalu dari hadapan Lion dan Wina.


"Papah melaporkan Zaidan ke polisi..??"Tanya Wina penasaran.


"Tentu saja, dia sudah membuat putra ku sekarat.."Geram Lion.


"Tapi pah, Zaidan itu juga putra mu.."Ucap Wina lembut, sambil mengelus punggung Lion.


"Putra yang tak di inginkan.."Ucap Lion, dengan tersenyum smirk.


Wina hanya menghela napas, kini di pelupuk mata nya terbayang wajah Zaidan.


"Tapi menurut saksi, Zaidan memukul Dave karena membela diri, Dave terlebih dahulu menyerang Zaidan dan mengejek nya.."Ucap Wina lirih.


"Mah..!!"Bentak Lion, dengan sorot mata tajam ke arah Wina.


"Kenapa, kamu selalu membela anak sial*n itu..??"Apa kamu masih punya hati sama dia, hah .???"Tanya Lion dengan wajah memerah, dan sorot mata penuh amarah menatap Wina.


"Pah, bisa kah kamu mengecilkan suara mu, ini rumah sakit..??"Ucap Wina, dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


"Perkelahian Zaidan dan Dave karena masalah asmara.."Ucap Wina lagi dengan suara bergetar.


"Dave telah merebut Devina dari Zaidan, dengan cara yang licik pah.."Suara Wina yang bergetar pun, sudah menjadi sebuah isakan.


"Seandai nya papah jadi Zaidan, apa yang akan papah lakukan saat orang yang papah cintai di nodai oleh saudara papah sendiri.."Wina berkata lagi sambil terisak.


Karena cinta Lion yang sangat dalam pada Wina, hati nya langsung luruh jika sudah melihat air mata Wina.


Berlahan Lion menarik napas dalam-dalam, dan membuang nya kasar, mencoba melawan amarah yang membuncah di dada nya.


Dan Lion pun mendekati Wina, membawa tubuh Wina yang sedang bergetar karena menangis ke dalam pelukan nya.


****************


Apa yang terjadi pada Zaidan, saat dia melajukan mobil nya dengan kencang, sehingga menabrak pembatas jalan..??


Apa kah Lion akan mencabut tuntutan pada Zaidan, demi Wina istri yang sangat di cintai nya..??


Ada masa lalu apa, antara Zaidan dan Wina..???


Cerita yang akan menguras air mata dan emosi, kalau suka berikan lah author bintang lima😁🤭


Jangan lupa dua novel author yang ga kalah seru pasti nya👇👇


__ADS_1



__ADS_2