Penyesalan Zaidan

Penyesalan Zaidan
Pengakuan Mamah Mira


__ADS_3

Bab 45


"Penyesalan Zaidan"


"Sayang, masakan mamah sudah siap, ayo kita makan."Suara yang sangat lembut, terdengar begitu dekat di telinga Amanda.


Amanda terhenyak, karena tidak menyadari mamah Mira yang sudah berada di sampingnya.


"M..mamah Mira."Ucap Amanda gugup.


"Kenapa, kamu harus memanggil mamah dengan sebuah nama sayang..?"Tanya Mira, sambil merapikan rambut Amanda.


Amanda tersenyum kikuk, dia sangat bingung. Di satu sisi, dia bahagia karena bisa merasakan kehangatan seorang ibu selain bunda. Tapi di sisi lain, dia sangat sadar jika ada rahasia besar yang tidak dia ketahui.


"Kemana kakakmu sayang.?"Tanya nya lagi dengan nada lembut, menatap Amanda dengan tatapan penuh kasih sayang.


"Dokter Arya, baru saja pergi, katanya ada urusan sebentar."Jawab Amanda, sambil tersenyum.


"Dokter Arya.?"Tanya Mira, sambil mengerutkan keningnya.


"M.. maksudnya kak Arya."Kegugupan kembali menghinggapi Amanda.


Mira tersenyum, sambil membelai wajah Amanda, dan kembali memeluknya.


"Mamah sangat merindukanmu nak, jangan pernah pergi lagi dari hidup mamah."Mira berkata, sambil lebih mempererat pelukannya, dengan suara yang terdengar parau.


Hati Amanda sangat terenyuh, dia merasakan betapa menderitanya Mira karena kehilangan putrinya.


"Ya Tuhan, tolong tunjukkan aku, jalan dan keputusan yang tepat untuk semua masalah yang sedang aku hadapi."Do'a Amanda dalam hati.


"Mah, sebisa mungkin aku akan berada di samping mamah, dan menemani mamah, tapi maaf, jika aku tidak bisa 24 jam atau setiap hari bersama mamah."Amanda berkata dengan penuh hati-hati, agar Mira tidak tersinggung, sambil mengelus lembut punggungnya.


"Kenapa nak.?"Apa kamu tidak mau, jika kita terus bersama.??"Mira bertanya, sambil melepaskan pelukannya.


Menatap lekat wajah Amanda, tampak buliran bening sudah bermuara di bola matanya.


Amanda sedikit panik, melihat kesedihan di mata Mira.


"Maaf mah, maksudnya Amanda harus bekerja, tidak mungkin di rumah terus setiap hari, dan kebetulan aku sudah mempunyai rumah, jadi sewaktu-waktu harus aku tengok."Kembali Amanda berkata dengan hati-hati. dengan sedikit kebohongan. Dia takut jika salah bicara, karena sadar betapa rapuhnya Mira.


"Namamu Riana Mahadewi, panggilan kesayanganku adalah Dewi, kenapa kamu mengganti namamu dengan Amanda.?"Tanya Mira dengan tatapan nanar, dan mulai terisak.


"M..maaf mah.."Jawab Amanda lemah, dia tidak tahu lagi, dalam hitungan jam saja, dia sudah tidak bisa bersandiwara, dengan memainkan perannya sebagai Dewi.


Mira menarik napas kasar, menatap lekat Amanda.


"Aku tahu, kamu bukanlah putriku Dewi, namamu memang benar Amanda."Ucap Mira, sambil menyeka air matanya.


Perkataan Mira, membuat Amanda tercengang.


"Tapi, siapapun dirimu, aku seperti menemukan putriku yang hilang, tolong anggap aku seperti mamah kandungmu sendiri."Mira menggenggam tangan Amanda, dengan sorot mata penuh harap.


Amanda kembali tercengang, mendengar permintaan Mira. Dia semakin bingung dengan semuanya, menurut dokter Arya, Mira mengalami depresi, tapi pada kenyataannya, dia terlihat sangat normal.


"Amanda.."Panggil Mira lembut, membuyarkan pikiran Amanda.


"Aku tahu, apa yang di katakan Arya tentangku, tapi kamu tidak perlu khawatir, aku tidak akan membiarkan mu menjadi korban Arya berikutnya."Mira tersenyum, sambil terus menggenggam jemari Ana.


"M.. maksudnya..??"Tanya Ana, semakin tidak mengerti.


Mira kembali tersenyum.

__ADS_1


"Berhati-hatilah, karena untuk saat ini, kamu wanita yang di pilih nya.."Jawab Mira, dengan menghela napas.


"Mah..maksudnya tante, aku masih tidak mengerti dengan semuanya.!!"Sergah Amanda, mencoba melepaskan jemarinya dari genggaman Mira.


"Panggil aku mamah, biar Arya tidak curiga."Jawab Mira, dengan tatapan nanar.


"Aku akan menjagamu nak, aku tidak akan membiarkan dia untuk mengambilmu atau memperalatmu."


Perkataan Mira, semakin membuat Amanda bingung.


"Dengan berjalannya waktu, kamu akan mengetahui semuanya, kamu bisa lepas dan selamat dari tangan Arya, jika kamu mengikuti kata-kataku.."


Mira kembali memberikan penjelasan, yang belum di terima oleh akal Amanda.


"Apa benar, jika kalian ada hubungan ibu dan anak.."Tanya Amanda penuh selidik.


Mira mengangguk dan tersenyum kecut.


"Maaf, apa benar jika mamah pernah depresi.??"Tanya Amanda kembali, dengan penuh hati-hati.


Mira menghela napas dan mengangguk.


"Tapi itu dulu, saat putraku di ambil oleh mantan suamiku dan istri barunya."Ucap Mira lirih.


Amanda mengerutkan keningnya, ada perbedaan antara pengakuan dokter Arya dan Mira.


"Kalau putri anda.??"Tanya Amanda ragu.


Wajah Mira kembali sendu.


"Putriku sudah meninggal.."Mira berkata, sambil mengusap buliran bening yang kembali mengalir di wajahnya.


"Tapi.."


"Putriku Riana Mahadewi meninggal, bersamaan dengan di ambilnya putra keduaku."Mira memotong perkataan Amanda.


"Saat itu Dewi berusia 4 tahun, sangat lucu dan menggemaskan. Arya sangat menyayangi Dewi."


Mira mendongakkan kepalanya sambil tersenyum. Mengingat masa lalunya bersama sang putri Dewi.


"Aku yang saat itu sangat terpukul dengan di ambilnya putraku, terus menangis. Dan saat itu Arya mencoba menenangkanku, tapi.."


Mira tidak melanjutkan ceritanya, tubuhnya langsung lemas terduduk di lantai, dengan isakan yang terdengar sangat menyayat hati.


Amanda pun ikut duduk di lantai, dia segera meraih tubuh Mira, dan membawa ke dalam pelukannya.


"Jika cerita itu sangat berat dan menyakitkan, jangan di lanjutkan.."Ucap Amanda lirih, sambil mengelus lembut punggung Mira.


"Putriku Dewi, kami tidak menyadari jika dia berlari ke jalan raya, dan."Mira kembali terisak.


"Motor dengan kecepatan tinggi, telah merebut nyawa Dewiku.."Tangis Mira semakin pecah, Amanda pun ikut menangis. Membayangkan tubuh mungil Dewi, harus meregang nyawa karena kecelakaan.


"Ini bukan kesalahan mamah, tapi takdir. Ternyata yang Kuasa lebih menyayangi Dewi, dan Dewi sudah tenang di sana."


"Dewi masih suci, belum ada dosa yang melekat pada dirinya, dia akan menjadi penolong mamah kelak."


Dengan ikut terisak, Amanda mencoba menenangkan Mira.


"Itu semua, yang membuat Arya menjadi sosok yang ambisius.."


"Tolong bantu Arya untuk menyadari kesalahannya Manda, jangan sampai sebuah dendam menghancurkan hidupnya.

__ADS_1


Mira menatap Amanda penuh harap.


"Apa, dokter Arya dendam kepada ayah dan ibu tirinya.?"Selidik Amanda.


Mira mengangguk.


"Di mana, mereka sekarang.?"Tanya Amanda kembali.


"Mereka, sudah lama meninggal."Jawab Mira lirih.


Terlihat kesedihan yang mendalam, di bola mata Mira.


"Hah..!!"


Lagi-lagi penyataan Mira, membuat Amanda tidak percaya dan bingung.


"Aku yakin, jika Arya terlibat dengan kematian mereka."


Mira berkata, dengan suara parau sambil menyeka air matanya.


"Dan aku yakin, ada seseorang yang sekarang sedang di incar nya.."


"Aku mohon padamu Amanda, hentikan rencana gila Arya, karena yang akan di sakiti, bahkan di lenyapkannya adalah saudara kandungnya sendiri"


Mira, menatap lekat wajah Amanda yang terlihat semakin kaget dan bingung.


"Saudara kandungnya, maksudnya adik kandung dokter Arya.?"Ucap Amanda, mencoba menyakinkan.


Dadanya berdegup kencang, dia berharap jika yang di maksud dengan Mira, bukanlah lelaki yang dikenalnya.


Sambil terisak, Mira pun mengangguk.


Tubuh Amanda seketika menjadi lemas.


"Apa orang itu adalah tuan Radthya Zaidan..??"Amanda mrncoba menguatkan dirinya, dan berharap jika orang itu bukanlah Zaidan.


"Apa, kamu mengenal putraku Zaidan..??"


Deg...


Pertanyaan Mira membuat Amanda semakin lemas, dengan jantungnya semakin berdegup kencang.


"Nyawa Zaidan dalam bahaya, aku harus menyelamatkan nya.."


****************


Apa benar, dokter Arya mempunyai rencana untuk membun*h Zaidan, yang jelas-jelas adik kandungnya..??


Apa yang akan di lakukan Amanda, untuk menyelamatkan Zaidan..??


Apakah Zaidan, akan menyadari pengorbanan Amanda??


Kisah masih berlanjut, dengan cerita yang tidak bisa di tebak.


Yang sudah pernah mampir kedua novelku yang sudah tamat, pasti tahu ciri khas ceritaku yang berliku dan bikin kepo, bahkan tidak sesuai ekspektasi kalian 😁🤭.


Kalau yang belum pernah baca, silahkan mampir👇👇



__ADS_1


__ADS_2