Penyesalan Zaidan

Penyesalan Zaidan
Kepulangan Yang Tiba-tiba


__ADS_3

Bab 35


"Penyesalan Zaidan"


Amanda, terkejut saat melihat Zaidan dan Devina, sedang duduk di meja makan, dengan tatapan tajam ke arah nya.


Sesaat, Amanda tertegun, menatap tidak percaya dengan kehadiran mereka.


"Kak Anggara bilang, mereka sedang bulan madu ke Turki, kenapa sekarang mereka sudah berada di meja makan..??"Tanya Amanda dalam hati, masih terus menatap ke arah Zaidan dan Devina.


"Kami sudah lapar, apa kamu tetap mau jadi patung di sana..!??"Suara menggelegar Zaidan, menyadarkan Amanda dari pikiran nya.


Amanda pun segera melangkah kan kaki nya ke meja makan, dan duduk di hadapan mereka.


Tampak, wajah Devina yang penuh kebencian menatap nya sinis, Sedang kan Zaidan menatap nya dengan tatapan dingin.


"Mau makan atau mau sidang sie ini..??!"Gumam Amanda dalam hati.


Dengan santai dan cuek, Amanda segera mengambil nasi dan lauk, tanpa bersuara atau pun melirik ke arah mereka.


"Biar, aku ambilkan nasi dan lauk nya mas."Tawar Devina, dengan suara yang sangat lembut.


"Iya sayang.."Zaidan berkata, dengan tatapan hangat nya kepada Devina.


Sesak, sedih itulah yang di rasakan Amanda, apalagi baru saja dia menangisi nasib nya.


"Ayo Amanda Semangat, jangan pernah sesali takdir mu, hidup itu penuh perjuangan, hadapi semua dengan sabar dan ikhlas, jangan cengeng.."Amanda berkata dalam hati, menyemangati diri nya sendiri.


Sambil tersenyum, dengan semangat dan cepat dia memasukkan suap demi suap makanan nya ke dalam mulut nya.


"Amanda, kamu itu wanita, bisa kah bersikap lebih sopan dan lembut, seperti wanita terhormat dan berpendidikan pada umumnya..!!"Hardik Devina, dengan tatapan sinis, dan wajah yang terlihat jijik menatap Amanda.


Seketika Amanda, menghentikan makan nya, menatap bergantian Zaidan dan Devina.


"Makan pelan-pelan, biar tidak tersedak, aku menunggu mu di ruang kerja.."Ucap Zaidan, sambil meletakkan sendok dan garpu. Kemudian meneguk segelas air putih milik nya, dan bangkit dari duduk menuju ruang kerja nya.


Amanda hanya tertegun, karena Zaidan hanya makan beberapa suap.


Terlihat Devina pun, meletakkan sendok dan garpu nya dengan agak kasar, sehingga terdengar suara nyaring dari benda tersebut.


Dengan wajah memerah dan kesal, Devina berkata dengan tatapan tajam nya, ke arah Amanda.


"Amanda, kehadiran mu benar-benar membawa si*l.."Umpat Devina.


"Kamu, sudah merusak rencana bulan madu kami, dan kamu sekarang merusak acara makan malam kami..!!"Bentak Devina.


"Maaf, kak Devina, aku tidak mengerti dengan maksud kakak.??"Tanya Amanda, dengan suara terdengar tenang, berusaha tidak tersulut emosi.


"Jangan pura-pura polos kamu, atau kamu benar-benar bod*h..!!"Hardik Devina, dengan senyum sinis nya.


"Aku tidak pernah mengganggu bulan madu kalian, bahkan aku juga tidak tahu kemana kalian berbulan madu.."Jawab Amanda, dengan suara masih terdengar tenang.


Terlihat senyum smirk di bibir Devina.


"Mohon maaf, nyonya Amanda di tunggu tuan di ruang kerja.."Salah satu pelayan, menghampiri mereka.


"Baik mba, terimakasih banyak ya ."Ucap Amanda lembut, sambil tersenyum dan mengangguk.


"Sama-sama nyonya, saya permisi dulu.."Pelayan itu membungkuk hormat, dan melangkah pergi meninggalkan Amanda dan Devina.

__ADS_1


Amanda pun bangkit dari duduk nya, begitu juga Devina. Saat Amanda ingin melangkah, tiba-tiba Devina mencengkram lengan Amanda.


"Ingat Amanda, kamu hanya istri di atas kertas, pernikahan kalian hanya karena terpaksa, jadi jangan berharap lebih, akan ku pastikan jika Zaidan, segera menceraikan mu..!!"Ucap Devina, dengan penuh penekanan.


"Aku mengerti kak, aku tahu posisi ku, kakak tidak perlu khawatir.."Jawab Amanda, masih berusaha setenang mungkin, walaupun dada nya terasa sesak.


"Aku pegang kata-kata mu..!!"Tegas Devina, sambil melepas kasar lengan Amanda.


Amanda menghela napas, sambil melangkah pergi meninggalkan Devina.


Terlihat, wajah dan mata Devina memerah menahan amarah, menatap tajam punggung Amanda.


Dengan langkah malas, sampai lah Amanda di depan pintu kerja Zaidan.


Dengan ragu, Amanda mengetuk pintu itu.


Tok..tok..


"Masuk..!!"Terdengar, suara bariton yang cukup kencang.


Amanda membuka pintu, dan terlihat Zaidan sedang duduk di belakang meja nya, sambil memegang lap top nya.


Terlihat juga, tatapan tajam dan wajah tegang nya, saat melihat layar lap top.


Tatapan nya pun berpindah kepada Amanda, yang sudah berdiri di hadapan nya.


"Duduk..!!"Perintah Zaidan, dengan sorot mata tajam penuh amarah.


Amanda pun segera duduk di hadapan Zaidan.


"Apa, yang kamu lakukan seharian ini..??"Tanya Zaidan langsung tanpa basa-basi, dan suara nya terdengar menahan amarah.


"Amanda Maheswari, apa pertanyaan ku kurang jelas..??"Tanya Zaidan, dengan suara yang mulai meninggi.


Terlihat wajah nya, yang sudah memerah.


Amanda, mencoba menenangkan hati nya.


"Tadi pagi, aku hanya lari pagi di sekitar komplek sini, setelah itu aku ke Panti, menemui bunda dan adik-adik.."Jawab Amanda, yang mencoba mengumpulkan keberanian nya menatap Zaidan.


"Lalu, apa lagi yang kamu lakukan.??"Tanya Zaidan, sambil mencondongkan tubuh nya ke arah Amanda.


Sehingga jarak mereka begitu dekat, bahkan Amanda dapat merasakan hembusan hangat napas Zaidan.


Tentu saja, membuat jantung Amanda berdetak lebih kencang. Tapi, Amanda berusaha mengendalikan debaran di hati nya.


"Pulang dari panti, aku langsung tidur, sampai melewatkan makan siang, dan terbangun saat pelayan memberitahu untuk makan malam.."Suara Amanda seakan tercekat, karena sedang di tatap Zaidan, dengan wajah nyaris tanpa jarak di antara mereka.


"Lalu, kenapa wajah mu sembab seperti ini, bahkan mata mu terlihat bengkak, Amanda..?? Tanya Zaidan lagi, sambil menyentuh wajah Amanda.


Seketika Amanda terperanjat kaget, refleks dia langsung menjauhkan wajah nya, menghindari tangan Zaidan.


Zaidan, hanya menyunggingkan senyum smirk nya, dengan menjauhkan tubuh nya dari Amanda.


Zaidan pun, kembali menatap lap top nya.


"Jelaskan kepada ku, tentang ini semua..!!"Ucap Zaidan, sambil membalikkan lap top nya, menghadap Amanda.


Seketika, Amanda terperanjat kaget, saat melihat foto-foto diri nya bersama Doni dan Dion. Mulai di taman, depan rumah Radthya, bahkan di taman panti.

__ADS_1


"Dari mana, mas mendapatkan ini semua..??"Apa mas memata-matai ku..??"Tanya Amanda, dengan wajah penuh selidik menatap Zaidan.


"Itu tidak penting, jelas kan kepada ku, siapa mereka..??"Zaidan bertanya, dengan suara agak meninggi, rahang nya mulai mengeras, terlihat urat-urat di leher nya mulai menegang.


Amanda, menghembuskan napas nya kasar.


"Kak Anggara ini, adalah teman kecil ku waktu di panti, dan anak kecil itu anak nya kak Anggara.."Jawab Amanda.


Tiba-tiba, Amanda mengerut kan kening nya, menatap Zaidan.


"Apa, ini semua penting untuk mu mas..??"Amanda bertanya, dengan tatapan aneh, menatap Zaidan.


Wajah Zaidan, terlihat gugup mendengar pertanyaan Amanda, tapi dia segera mengendalikan diri nya.


"Amanda, bagaimana pun orang-orang di luar sana tahu jika kamu istri ku, aku tidak mau kamu membuat malu nama besar Radthya..!!"Sergah Zaidan.


Mendengar perkataan Zaidan, hati Amanda terasa sakit.


"Maaf, aku tidak pernah bermaksud membuat keluarga Radthya malu, aku dan kak Anggara sudah berpisah 15 tahun lalu, dan takdir yang telah mempertemukan kami.."Amanda berkata dengan tatapan nanar, dan suara parau.


Ada rasa tidak tega pada hati Zaidan, saat melihat ekspresi wajah Amanda yang berubah sedih.


"Jangan pernah menemui laki-laki itu lagi..!!"Perintah Zaidan.


Lagi-lagi, Amanda tersentak kaget dengan perkataan Zaidan.


"T..tapi.."


"Ini perintah, jadi tidak ada bantahan..!!"Tegas Zaidan.


"Istirahat lah..!!"Perintah Zaidan.


Amanda tidak menjawab, dia hanya mengangguk, bangkit dari duduk nya, dan melangkah pergi meninggalkan ruang kerja Zaidan.


Saat Amanda keluar, tampak Devina sudah berdiri di depan kamar tidur Zaidan, dengan menyilang kan kedua tangan nya di dada, tersenyum dan menatap sinis Amanda.


"Selamat istirahat kak.."Ucap Amanda, dan segera berlalu menuju kamar nya, tanpa menunggu jawaban dari Devina.


Saat sudah berada di dalam kamar, Amanda segera melempar kan tubuh nya ke kasur.


Tubuh dan pikiran nya terasa lelah hari ini.


Pertemuan nya dengan Doni dan Dion, kenyataan Dion yang memanggil nya mamah. Pernyataan Doni yang meminta nya untuk melepaskan semua nya.


Kepulangan Zaidan dan Devina dengan tiba-tiba. Ancaman Devina dan Zaidan, serta foto-foto kebersamaan nya dengan Doni dan Dion, yang di milki Zaidan.


Amanda pun mengehela napas kasar, rasa pusing yang teramat sangat kembali menyerang nya, dia pun segera mencari obat penghilang sakit, meminum nya dan mencoba memejamkan mata nya.


***************


Kenapa, Zaidan dan Devina, tiba-tiba pulang dari bulan madu..??


Apa, maksud Zaidan memata-matai Amanda..??


Apakah, Amanda bisa bertahan di bawah ancaman Devina..??


Temui jawaban nya, di setiap kisah nya.


Dukungan, Vote dan Like dari kalian selalu author tunggu🥰🙏

__ADS_1



__ADS_2