Penyihir Terkuat Di Dunia Menjadi Pengangguran

Penyihir Terkuat Di Dunia Menjadi Pengangguran
Chapter 99 : Balas Dendam


__ADS_3

Atmosfer dingin telah mengisi ruangan tersebut, di tempat ini hanya ada Cosetta yang duduk tenang dengan segelas cangkir teh di tangannya sedangkan di depannya seorang gadis yang lain telah kehilangan kata-katanya.


Dia adalah kakak dari Alicia bernama Orca sekaligus putri pertama dari raja Hermione.


"Apa yang kau rencanakan?"


"Tadinya aku ingin mengambil alih kerajaan ini, namun aku pikir aku berubah pikiran... ternyata tempatku memang bukan di sini."


Putri Orca menatap proposal di dekat tangannya yang merupakan bukti kejahatan bangsawan lain serta perilaku buruk dari ayahnya sendiri.


"Tujuanku adalah menggulingkan kerajaan ini, karena itulah aku ingin menyambutmu untuk bergabung."


"Kenapa kau melakukan ini semua?"


"Aku menaruh dendam pada ayahmu."


Orca tertawa tapi tidak lama sampai senyumannya menghilang.


"Aku ingin kau menyebarkan seluruh kejahatan ini, kau bisa menganggap dirimu pahlawan dan menangkap para bangsawan itu untuk di eksekusi, bayangkan bagaimana masyarakat akan menaruh rasa kagum padamu."


"Jika aku menolak."


Tanpa bertanya lagi sebuah bilah sabit telah berada di lehernya.


"Aku cukup baik tidak menawarkan hal ini pada adikmu, kuharap kau tidak mengecewakanku."


"Anak Viscount juga turut jadi bagian juga?"

__ADS_1


"Aku hanya ingin sedikit membantu Cosetta."


Pada akhirnya Orca menyetujuinya.


"Setelah kejahatan kerajaan ini dipublikasikan akan ada pasukan pemberontak yang dipimpin oleh Quina, mereka akan menerobos istana sebagai bentuk perlawanan, jika kau bergabung dengan kami aku pastikan bahwa kau akan menjadi ratu di kerajaan ini, tentu jika kau seperti ayahmu aku tidak segan membunuhmu."


"Dasar gadis mengerikan, kau berusaha mengawasi kerajaan ini juga."


"Begitulah, kau tahu sementara ayahmu bersenang-senang, di bawah sana banyak orang-orang yang menderita, hal itu yang tidak bisa aku maafkan bahkan dia merebut orang tuaku tanpa melihat bahwa diriku hanya gadis cacat seperti ini."


"Aku mengerti, akan kulakukan apa yang kau inginkan."


Cosetta berjalan di koridor bersama Claudia di sebelahnya.


"Apa kamu yakin membiarkannya menangkap seluruh bangsawan itu Cosetta, bukannya sebelumnya kamu memiliki kesepakatan dengan mereka."


"Kesepakatan itu sudah tidak berlaku saat mereka mencoba membunuhku, seminggu lalu sudah 100 orang yang berusaha membunuhku, sayangnya mereka sendiri yang mati... setelah ini selesai, mari tinggal bersama Rider lagi."


Di hari pemberontakan pasukan Quina telah menerobos istana, dengan rumor bahwa mereka merupakan pasukan yang dipimpin oleh putri Orca mereka dianggap sebagai angin segar bagi kerajaan ini untuk menjadi lebih baik.


Para bangsawan telah kehilangan namanya dan raja juga telah kehilangan kedudukannya, bahkan saat Quina menerobos masuk tidak ada yang bisa menyelamatkannya.


"Kenapa hal ini terjadi padaku, seharusnya putriku tidak akan memberontak bahkan Alicia juga malah mendukungnya, ini tidak masuk akal."


Raja yang telah kehilangan ketenangannya menarik pedang di dekatnya lalu mengayunkannya untuk menebas sosok Quina, namun baginya yang tidak pernah tahu pertarungan, itu hanya menjadi sia-sia.


Pedang maupun dirinya telah dikirim ke udara.

__ADS_1


"Kau sebelumnya menjadikan kami sebagai tumbal, sekarang kau menerima balasannya."


Wajahnya ditendang oleh Quina hingga darah menyembur dari hidungnya. Tepat saat itu, sosok gadis dengan tongkat muncul dan mendekat pada raja.


"Ka-kau? Ini semua pasti ulahmu."


"Baru sekarang kau menyadarinya, apa wajahku tidak mengingatkanmu akan sesuatu? Ah benar, kau terlalu senang menghancurkan orang lain dengan mengambil wanita-wanita yang kau inginkan hingga melupakannya."


Raja menimbang-nimbang dan akhirnya menemukan satu hal yang disadarinya.


"Kau?"


"Aku adalah anak dari ayah yang kau bunuh dan ibu yang memutuskan bunuh diri dibandingkan kau mengambilnya."


"Mustahil?"


Raja tertawa sesaat sebelum akhirnya sebuah tombak es menembus kepalanya dari tangan Cosetta sendiri.


"Bahkan setelah membunuhmu, rasa kehilanganku tidak pernah sembuh, walau demikian paling tidak, tidak akan ada yang harus menderita karenamu lagi."


Cosetta berjalan pergi diikuti Quina, di depan pintu Orca dan Alicia berdiri mematung.


"Aku tidak melakukan apapun lagi dengan kerajaan ini, sekarang terserah kalian."


Cosetta memberikan berkas kepada Orca yang terdiam membisu.


"Apa ini?"

__ADS_1


"Perjanjian damai Hermione dan Astrea, dengan ini perang dinyatakan sudah berakhir."


Hanya langkah tongkat saja yang terdengar setelah semua itu terjadi.


__ADS_2