Penyihir Terkuat Di Dunia Menjadi Pengangguran

Penyihir Terkuat Di Dunia Menjadi Pengangguran
Chapter 72 : Siswa Bermasalah


__ADS_3

Aku menemukan bahwa Cosetta dan Claudia berada di kelas ini juga, sementara tiga lainnya juga duduk seolah acuh tak acuh.


Pertama aku meminta mereka memperkenalkan diri lebih dulu.


Seorang gadis berambut langit malam menjadi yang pertama.


"Jeniffer Holder, aku membenci bangsawan, kemampuanku sihir kamuflase."


Tidak banyak seorang gadis yang mencukur rambutnya seperti seorang laki-laki, Jeniffer adalah salah satunya. Aura yang diberikannya juga tidak bersahabat.


Di sebelahnya adalah laki-laki dengan penampilan protagonis komedi romantis yang kebanyakan semua orang benci, walau dia laki-laki ia memiliki mata besar bulat serta rambut hitam bergaya mangkuk.


Kebanyakan dari orang-orang seperti ini, akan bilang, apa kamu mengatakan sesuatu? Ketika ditembak seorang gadis.


"A-anu, namaku Toma, aku tidak ahli dalam apapun tapi aku akan berusaha."


Seperti yang aku duga, protagonis komedi selalu senang bersikap polos.


Berikutnya laki-laki yang terlihat sangar, dia memiliki rambut coklat yang berdiri ke atas, di pipinya tertempel beberapa plester yang terlihat akibat pertarungan.


"Namaku Everybody Hands Up, aku ahli dalam pertarungan jarak dekat, walaupun biasanya tidak bisa mengenai siapapun."


"Lalu bekas lukamu?"


Dia menggosok pipinya terlihat malu.


"Aku menyelamatkan kucing di atas pohon dan tidak sengaja jatuh."


Orang lembut toh?


Sebaiknya jangan menilai seseorang dari sampulnya.


Kini giliran muridku.


"Fufu akhirnya giliranku, namaku Cosetta, hobiku adalah menjadikan semua orang budakku, aku adalah murid terbaik Rider."


"Heh, jadi kamu sudah mengenal guru?" ucap protagonis komedi.

__ADS_1


"Sangat kenal, kami sering tidur bersama."


"Hentikan itu, kau akan membuat salah paham," teriakku.


"Salah paham kenapa?"


Jeniffer memotong.


"Maksudnya dia dan guru sering ngesek bersama, kau pria harusnya mengerti itu."


"Jadi begitu."


Hanya Everybody yang memasang wajah memerah.


"Kami tidak melakukan hal-hal seperti itu, jadi jangan terlalu mendengarkan dia."


"Kamu sungguh tega, semoga anak di kandungku tidak mendengarnya."


Aku menarik pipinya, kau sangat rajin mencoba untuk menghancurkan hidupku.


"Selanjutnya."


Kesukaannya terdengar aneh tapi dia masih mending.


Aku mendesah panjang.


"Apa ada yang salah guru?" tanya Everybody.


"Tidak, kukira kalian siswa berandalan tapi aku pikir kalian tidak seperti itu."


"Kemampuan kami saja yang dibawah rata-rata, kami bukan siswa berandalan," balas Jeniffer.


Aku yakin dengan itu.


"Hari ini kita tidak akan memulai pelajaran dengan serius, sebelumnya aku hidup sebagai pengangguran akan kuceritakan bagaimana asyiknya hidup menganggur."


Tepat saat aku mengatakan itu, Greace menerobos masuk, meninju wajahku hingga terlempar ke lantai, dia juga tidak ragu untuk menginjak wajahku.

__ADS_1


"Apa yang sedang kau ajarkan pada muridmu?"


"Hanya tentang kehidupan."


"Rider tipe masokis diinjak hal yang diinginkannya."


Perkataan Cosetta membuatnya terlihat jijik.


Tapi aku tidak peduli.


Ketiga murid bermasalah mengerumuninya.


"Guru lama tidak bertemu."


"Kalian bertiga terlihat baik-baik saja."


"Dibandingkan semua pengajar Anda lah yang masih peduli pada kami."


"Toma."


Aku sebenarnya tidak ingin memotong mereka namun berapa lama aku harus seperti ini.


Terlepas dari sikapnya, Greace kelihatannya merupakan guru yang baik.


"Jadi lain kali jika kau mengajari hal-hal aneh, aku tidak ragu membunuhmu."


"Seharusnya ini tanggung jawabku, aku bebas mengajari apapun."


Greace memalingkan wajahnya memerah.


"Jangan bilang kau sangat peduli pada ketiganya."


"Tentu saja, ini sudah kewajiban pengajar."


Aku senang mengetahuinya hanya saja bisakah kau mengatakannya dengan dibarengi ekpresi, dia jadi terlihat seperti Fel.


Ketika semua beristirahat aku memutuskan untuk pergi ke atap sekolah, di pagar pembatasnya Fel duduk selagi memandangi langit sedangkan Elina berdiri di sebelahnya.

__ADS_1


Seperti apa yang dikatakan Vira, aku tidak hanya sebatas menjadi seorang guru melainkan mengurus banyak hal juga di sini.


__ADS_2