Penyihir Terkuat Di Dunia Menjadi Pengangguran

Penyihir Terkuat Di Dunia Menjadi Pengangguran
Chapter 31 : Murid Kedua Yang Terkutuk


__ADS_3

Apa yang aku lakukan hanyalah untuk membuat Cosetta kuat dan kaya raya hingga akhirnya aku bisa menjalani hidup pengangguran dengan uang yang kudapatkan tanpa harus bekerja.


Itulah tujuanku sejak awal.


Aku bisa selangkah lagi menuju hidup pengangguran sejati.


Vira melemaskan otot bahunya lalu bersandar setelah meminum tehnya.


"Aku menerima semua kesepakatan tersebut, dari siapapun orang di dunia ini, aku lebih mengandalkanmu."


Aku senang jika dia bisa bekerja sama, seorang pelayan membawa putri Vira untuk bertemu dengan kami semua, dia memiliki tinggi, umur dan wajah cantik seperti Cosetta, untuk perbedaannya dia memiliki rambut sebahu dengan poni menutup sebelah matanya, ia mengenakan gaun gothic berwarna cerah dengan sepatu boot yang elegan.


"Inilah putriku, namanya Claudia Aferta, tolong jaga putriku dengan baik."


"Na-namaku Claudia, sa-salam kenal."


"Dia gadis pemalu tapi dia orang yang baik"


"Mohon bantuannya."


"Tentu, kedepannya kau akan berlatih keras jadi persiapkan hal itu."


"Ba-baik."


Walau aku mengatakan itu dia menjawabnya dengan senang, Vira memotong.


"Ngomong-ngomong kenapa kau bisa bersama pahlawan dari selatan?"

__ADS_1


"Sepertinya aku sudah disadari yah."


Fel melepaskan tudung yang menutupi kepalanya, Claudia tampak bersinar saat dia melihat telinga elf di sana.


"Cantik sekali."


"Untuk alasan tertentu aku perlu Rider untuk membantuku."


"Aku tidak akan bertanya lebih jauh, kalau begitu Rider tolong dengan kotanya."


"Aku pikir kau sudah lupa."


"Tentu saja tidak."


Kami pada akhirnya menyisir wilayah luar kota untuk berburu monster, Cosetta menggunakan es untuk menjatuhkan mereka sekaligus.


Claudia yang sejak awal mengikuti kami menunjukkan wajah bersinar.


Fel di sampingku berbisik setelah membunuh serigala dengan tangannya.


"Rider kau menyadarinya?"


"Dari awal, alasan kenapa dia tidak bisa menggunakan sihir aku lebih tahu dari siapapun."


Ini adalah kisah yang terjadi lima tahun yang lalu, ketika keluarga Vira akan pergi untuk urusan keluarga kerajaan kereta mereka diserang monster, dalam insiden itu salah satu monster hendak menyerang Claudia namun ayahnya melindunginya hingga dia mati.


Tentu pada dasarnya serangan monster itu bukan sesuatu yang tidak sengaja, melainkan ada seseorang yang melakukannya, seorang dengan sihir penjinak berusaha untuk membunuh Claudia.

__ADS_1


Karena gagal orang yang menyuruh si penjinak melakukan hal yang mengerikan sebagai gantinya, dia menggunakan sihir untuk membatasi penggunaan mana milik Claudia.


Orang yang melakukannya jelas sekali adalah seorang bangsawan yang merasa iri padanya, yang tidak ingin merasa bahwa sebagai bangsawan atas kalah oleh bangsawan rendah.


Dan orang itu adalah..


"Hey Rider, apa yang sedang kau pikirkan? Di sini aku belum dapat pujian."


Aku mengelus kepala Cosetta dan ia langsung terlihat senang. Jika ia punya ekor ia pasti akan menggoyangkannya.


Cosetta memang masih kekanak-kanakan.


"Aku juga ingin dielus."


"Kau harus belajar giat untuk melakukannya, dan karena kita akan berada dalam pelatihan guru yang sama, kau harus memanggilku kakak Cosetta."


"Aku mengerti, kakak Cosetta."


"Tolong ulangi lagi."


"Kakak Cosetta."


"Imutnya."


Sepertinya mereka berdua tidak menganggap dirinya rival satu sama lain, mungkinkah rencanaku gagal untuk itu.


Aku mengalihkan pandangan ke arah Elina yang bertarung secara brutal dengan pedang salib miliknya.

__ADS_1


"Mati, mati, mati, dasar makhluk sampah tak berguna. Kalian ke neraka saja."


Kepribadiannya juga tidak lebih baik dari semua orang di sini.


__ADS_2