
Tidak ada apapun di sini selain lantai yang dingin serta jeruji yang menahanku tetap di dalam, ada sebuah cahaya di dinding yang cukup jauh untuk digapai jadi aku sama sekali tidak bisa berteriak untuk meminta bantuan.
Hal baiknya bukan hanya aku saja yang berada di sini, di depan, samping ada tahanan juga.
Salah satunya bertanya padaku.
"Hey bro, kenapa kau masuk penjara?"
"Aku memungut uang di sungai."
"Kau melakukan itu hahaha sungguh nekat."
"Memangnya kau sendiri?"
"Di sekitar sini aku terkenal sebagai maling jemuran, aku mengunjungi rumah-rumah ibu muda dan mengambil apapun yang bisa aku ambil... aroma mereka sangat harum."
Orang ini saraf.
Aku bertanya ke arah satu lagi.
"Kau?"
"Sebenarnya aku tidak perlu di penjara seperti ini, aku hanya menyibak rok gadis bangsawan apa menurutmu itu kejahatan berat?"
"Bukan lagi berat kau seharusnya dihukum mati."
Apa di sini hanya diisi oleh orang mesum.
Seorang yang sama sekali aku tidak tanya malah berbicara.
"Jika kau mengatakan hal aneh-aneh, akan kuledakan dirimu."
"Tidak, aku tidak akan mengatakan hal aneh... kenapa aku di penjara karena aku tanpa sengaja menjatuhkan makananku dan lalu aku mengambilnya untuk dimakan lagi tahu-tahu para penjaga mengepungku dari segala arah."
Ini alasan yang lebih aneh, kau tahu.
"Padahal baru lima detik."
__ADS_1
Si maling jemuran memotong.
"Kau pasti baru datang ke kota ini, aturan di kota ini jika makanan jatuh hanya tiga detik kau bisa mengambilnya, lebih dari itu dianggap kejahatan."
"Yang dikatakannya benar, kau seperti melakukan kejahatan yang tak termaafkan."
Aku tidak ingin mendengar perkataan itu dari orang yang menyibak rok bangsawan serta maling jemuran. Ketika aku memikirkannya sebuah suara muncul dari jendela di belakangku.
"Sssssh, Rider, Rider, aku datang untuk menyelamatkanmu."
Suara itu berasal dari Fel. Tubuhnya pendek jadi kemungkinan besar dia menggunakan Elina untuk membantunya naik.
"Biar aku gergaji besi ini."
Dia mulai melakukannya dan aku hanya menatap dengan tatapan bermasalah.
"Bagaimana rencananya?"
"Kau bisa keluar dari jendela ini."
Lupakan saja mereka orang-orang tidak berguna, jelas sekali aku tidak bisa lewat sana, memangnya aku ini tikus.
"Oi, apa yang kalian lakukan di sana.. tunggu kalian."
"Lari."
"Kejar."
"Elina biarkan aku turun dulu."
Aku bisa membayangkan mereka yang berlarian panik. Paling tidak kuharap Cosetta tidak ikut dengan mereka.
"Kau punya teman-teman baik, aku sudah terkurung di sini beberapa hari tapi tidak ada teman yang datang ke sini."
"Aku khawatir mereka mungkin tidak ingin berteman denganmu lagi."
"Eh, padahal aku hanya mencuri jemuran."
__ADS_1
"Itu masalahnya, para pria tidak ingin dianggap berkomplot denganmu dan para wanita tidak ingin jadi korbanmu, jadi biasakan itu, kenapa kau menangis?"
"Padahal aku masih jomblo."
"Jangan menangis aku juga jomblo," potong si penyibak rok dan aku rasa mereka pada akhirnya akan berteman.
Si penyibak rok diam untuk memikirkannya.
"Dari kecil aku tidak memiliki teman jadi aku sudah terbiasa, mau dengar bagaimana aku di tolak oleh seratus wanita yang aku sukai."
"Tolong jangan menceritakan hal yang mengerikan seperti itu."
"Aku juga menulisnya di bukuku."
"Jangan menyodorkannya padaku, dan juga buku apa yang satunya?"
"Ini buku kematian, siapapun nama yang ditulis di dalamnya akan mati."
Aku lupa dia orang saraf.
Suara Fel terdengar kembali.
"Apa yang kau lakukan Rider, cepat keluar aku sudah menggergajinya?"
"Hanya satu yang ingin aku tanyakan, bagaimana aku bisa melewati jendela kecil itu sementara tubuhku besar... yah lupakan saja."
"Sepertinya kita haru memikirkan cara yang lain."
"Harusnya pikirkan itu sejak awal."
Kini giliran suara Cosetta yang terdengar.
"Penjaganya datang lagi ayo lari, Elina tolong gendong aku lagi."
"Baik."
"Aku akan datang lagi nanti."
__ADS_1
Mereka menyebalkan.
Kalau aku mau aku bisa saja meledakan temboknya, aku tetap diam hanya tidak ingin jadi buronan.