
Sesuai yang diduga kedua muridku memang kurang ajar. Di hari pertama mereka hendak memancing keributan entah akan seperti apa di masa depannya.
Tepat saat berada di koridor suara seseorang menghentikanku, aku berbalik dan menemukan bahwa gadis yang kedua muridku ganggu telah berdiri dengan ekpresi sulit.
Jika tidak salah dia bernama Frizt Fulsa, berambut pirang serta membawa pedang di pinggangnya walaupun mengenakan jubah. Konsep penyihir dan kesatria seharusnya diubah dalam sebuah penampilan berbeda.
"Namaku Frizt Fulsa, anak ke-21 dari keluarga kesatria biasa yang mengabdikan diri pada kerajaan ini, apa bisa saya tahu nama Anda?"
Dia memiliki sikap yang pantas.
"Rider, mulai hari ini aku ditunjuk sebagai guru baru sementara."
"Ini pertama kalinya ada seorang guru yang diangkat tanpa ada pengumuman."
"Anggap saja sebuah pengecualian nona Frizt, dibandingkan aku bukannya luar biasa bahwa seorang kesatria biasanya bisa masuk ke dalam akademi ini."
"Aku pernah mengalahkan Black Oger sendirian jadi mereka mengizinkanku berada di sini sebagai kesatria elit."
"Begitu, kurasa akademi ini tidak seburuk yang aku bayangkan."
"Maaf?"
"Lupakan saja, sampai nanti."
Aku berbalik selagi melambaikan tangan.
__ADS_1
Frizt adalah anak ke-21 dengan kata lain ayahnya mungkin ahli poligami atau sebagainya. Yah, di dunia ini memang tidak masalah memiliki istri sebanyak yang mereka suka.
Aku mengetuk salah satu ruangan yang terisolir dari ruangan lainnya, ketika masuk aku menemukan seorang pria tua yang duduk di meja kepala sekolah serta seorang guru yang berdiri di depannya.
Pria tua itu mengenakan pakaian hitam putih bertaksido dengan satu mata kirinya ditutup sementara guru di depannya, memiliki rambut hitam pendek dengan pakaian resmi.
"Kau sudah datang, kebetulan sekali kami sedang membicarakan Anda tuan Rider," ucap si pria tua sementara guru wanita terlihat tidak memiliki ekpresi.
"Namanya nona Greace ia seorang pengajar juga di sini."
"Salam kenal."
Aku mengulurkan tanganku meminta jabat tangan dan guru tersebut hanya membiarkannya berlalu begitu saja.
"Jadi tuan Rider langsung saja, sebenarnya staf pengajar kami telah penuh, kami tidak memiliki tempat untuk Anda mengajar."
Mereka secara terang-terangan menolak keberadaanku.
"Walau demikian kami tidak bisa menolak permintaan bangsawan Viscount, karena itulah sebagai pengecualian kami membuat kelas baru untuk Anda."
"Aku mengerti."
Aku tidak perlu mendengarkan hal-hal seperti ini lebih jauh jadi aku menegaskannya.
"Nona Greace sisanya aku serahkan padamu untuk membimbingnya."
__ADS_1
"Baik, silahkan ikuti aku."
Aku menjawab dengan menaikan bahuku saja.
Tempat ini jelas sekali tidak terlalu baik dalam menyambut orang.
"Tuan Rider, aku peringatkan sebaiknya jangan melakukan hal-hal aneh di sini, khususnya menggoda siswi sekolah ataupun hal-hal yang berakibat Anda masuk penjara."
"Dari mana Anda menyimpulkan bahwa aku akan melakukan hal-hal seperti itu?"
"Wajahmu menunjukan kapasitas siapa Anda."
Dunia ini terlalu kejam untuk wajah pas-pasan sepertiku.
Dia memberikan berkas yang dibawanya sejak lama termasuk penjelasan kelas seperti apa yang akan aku bimbing. Itu memang benar kelas baru sayangnya kelas ini dibuat dengan mengambil murid-murid bermasalah dari setiap kelas untuk diajari olehku.
Mereka benar-benar sedang mencoba menjahiliku dengan cara seperti ini.
"Masuklah... semua rincian sudah aku tulis di sana."
"Kamu tidak masuk bersamaku."
Greace tidak mengatakan apapun dan hanya berbalik tidak peduli.
Dia terlalu dingin sebagai pengajar.
__ADS_1