
Jumlah mereka ada tiga orang, pertama pria api, kemudian wanita rantai dan terakhir pria dengan senapan Gun Machine.
Kudengar senjata itu adalah senjata yang dikembangkan kerajaan sebelah yang mampu merubah mana menjadi sebuah peluru berkecepatan tinggi, tidak disangka bahwa dari mereka ada yang mampu menggunakannya.
Elina segera mengambil tempat di depanku.
"Tolong tetap di belakang nona, mereka jelas bukan manusia. Mereka lebih disebut sebagai mayat hidup."
"Necromancer."
"Bukan Necromancer biasa, jelas sekali tubuh mereka abadi."
"Sebaiknya aku menjauh."
Wanita rantai meletakan jarinya di bibir seolah sedang mengingat sesuatu, dari mereka sama-sama mengenakan penutup mata jadi sulit memperhatikan ekpresi seperti apa yang ditunjukannya.
"Aku sepertinya pernah melihatnya di suatu tempat... kalau tidak salah, mungkinkah kau.. Letnan Kolonel Elina Branka."
"Singkatnya mantan Letnan Kolonel."
Aku terkejut. Jangan bilang bahwa sebenarnya Elina adalah satuan militer kerajaan Hermione.
Di kerajaan Hermione sendiri di bagi akan dua fraksi pertama fraksi kesatria yang bertugas untuk melindungi para bangsawan dan bersumpah setia pada mereka, sedangkan kedua fraksi militer yang hanya bertujuan untuk melindungi kerajaan.
Untuk kesatria berada di kekuasaan raja sementara militer biasanya diserahkan pada anaknya.
"Bukan maksudku menyembunyikan hal ini pada nona, karena alasan tertentu aku lebih memilih meninggalkan tempat itu."
__ADS_1
"Aku bisa mengerti, tapi yang tidak bisa mengerti kenapa kamu mau nurut dengan Rider, walau pun."
"Nona?"
"Ah, maafkan aku."
Jelas sekali bahwa Elina sudah mengetahui identitas Rider.
"Aku tidak tahu bacot-bacot apa kalian di sana, tapi matilah."
Pria bola api melempar sihirnya, di saat yang sama pria Gun Machine dan wanita rantai menyerang serempak. Itu menciptakan ledakan saat ketiganya menghantam sosok Elina sekaligus, kendati demikian dia berdiri tanpa kerusakan sedikit pun.
"Kurasa sudah lama aku tidak bertarung seperti ini, ini akan menyenangkan."
Di depan tubuh Elina sebuah pedang salib telah menancap di tanah, sementara tubuhnya telah dibalut dengan pakaian militer serba hitam dengan rok pendek, topi serta mantel yang ditanggalkan di bahu, apa yang bisa aku katakan dia terlalu keren.
"Apa?"
Pria api memekik terkejut namun sebelum dia bereaksi tubuhnya telah terpotong dua bagian, wanita rantai tidak tinggal diam dia melilitkan rantai di tangan Elina namun bukan Elina yang tertarik malah dirinya sendiri yang tertarik ke depan.
Ujung pedang telah menantinya dan dalam sekejap itu menembus tubuhnya.
Pria Gun Machine menembakan senjatanya, peluru itu menghujani mereka semua, kecuali rekannya Elina berdiri tanpa kesulitan, mungkin karena mayat hidup mereka tidak terlalu saling peduli satu sama lain.
"Pedang itu Anti Magic."
Tanpa menjawab pertanyaan tersebut Elina membuang mayat di pedangnya lalu menebaskan tebasan angin yang membelah tubuh pria Gun Machine menjadi dua bagian.
__ADS_1
Berkedip saja aku jelas tidak akan bisa menyaksikan pertarungan kuat seperti ini, tubuh mereka mulai menyatu kembali dan di saat yang sama mereka kembali mati.
Ketika ketiga kalinya mereka tidak bisa hidup lagi lalu lenyap satu persatu menjadi debu.
Aku berjalan mendekat ke arah pria api lalu menempelkan ujung tongkat padanya sebelum dia lenyap seutuhnya. Adapun Elina ia telah berganti pakaian seperti sebelumnya.
"Barusan pertarungan yang bagus tapi kenapa mereka bisa mati?"
"Pedangku mengikis energi sihir mereka dan secara bertahap mereka tidak bisa mempertahankan wujud mereka."
"Jadi begitu, soal dirimu mungkin lain kali aku akan menanyakan detailnya," kataku tersenyum licik.
Elina segera merubah pembicaraan.
"Pemimpin mereka kemungkinan besar sedang melawan tuan Rider, apa sebaiknya kita membantunya?"
"Aku tidak yakin bahwa dia ada dipihak harus dibantu, mari lanjutkan lagi."
"Dimengerti."
Tangan kanan? Mungkin, Rider telah memberikanku lebih dari itu.
Dia seolah menunjukan banyak jalan yang harus ditempuh olehku, walaupun aku sendiri yang memutuskan memilih jalan yang mana.
Mungkinkah Rider sudah mengetahuinya?
Alasan yang sebenarnya kenapa aku ingin menjadi bangsawan adalah untuk menghancurkan kerajaan ini.
__ADS_1