Penyihir Terkuat Di Dunia Menjadi Pengangguran

Penyihir Terkuat Di Dunia Menjadi Pengangguran
Chapter 20 : Latih Tanding


__ADS_3

Itu adalah sebuah lahan kosong yang sering kami gunakan sebagai latihan, tidak banyak orang yang mengunjunginya karena itulah di sini aman untuk menggunakan sihir apapun termasuk dalam adu pertarungan.


Aku menciptakan lima lingkaran sihir yang masing-masing dari sana menyemburkan bola api, pada dasarnya aku sebenarnya tidak perlu merapal karena itulah tidak sulit meskipun aku tidak melakukannya.


Bola api meluncur ke arah Cosetta yang berdiri anggun di depanku, sama sepertiku ia juga tidak perlu merapal, ia melindungi dirinya dengan dinding es sebelum membalas seranganku dengan tombak es sementara aku berlari untuk menghindarinya sekaligus mengelilinginya.


Cosetta adalah seorang jenius, walau kelemahannya sendiri ada pada kakinya yang membuatnya tidak bisa bergerak, dia bisa menutupinya dengan menciptakan kesatria es yang bisa dia kendalikan sesukanya.


Kesatria itu muncul lalu menarik pedangnya untuk menjauhkanku dari dirinya, dia menerjang ke depan dan sebagai balasan aku membuat lubang di bawah kakinya kemudian menguburnya dengan menelannya masuk ke dalam bumi sebelum kembali berlari ke arah Cosetta.


Aku sudah mengatakan bahwa tak masalah untuk menggunakan sihir air dan angin jika dia memerlukannya namun jelas sekali bahwa Cosetta lebih menuruti perkataanku untuk mengembangkan sihir es. Pada dasarnya kekuatan es hanya dimiliki 1 dibanding 100.000 orang. Itu adalah sihir special.


Dia menciptakan kesatria es kembali sayangnya itu adalah langkah yang terlambat, berada di depannya aku menusukkan jariku di pipinya memaksanya menyerah.


"Jika ini pertarungan asli, kau sudah mati."


Dia mengembungkan pipinya.


"Paling tidak kau harus membuat 5 sampai 10 kesatria es untuk menahan seseorang dan di saat yang sama kau harus menggunakan taktik agar musuhmu tidak bisa mendekatimu secara leluasa."


"Hal seperti itu mudah dikatakan dan sulit dilakukan."


Aku mengelus rambutnya.

__ADS_1


"Kau tidak perlu terburu-buru."


Wajah Cosetta memerah, biasanya dia akan marah jika aku memperlakukannya sebagai anak kecil tapi kurasa dia tidak keberatan jika diperlukan seperti itu sekali-kali.


"Nah Rider, aku ingin tahu kenapa kau terlihat tidak tertarik dengan wanita?"


"Bukannya aku tidak tertarik hanya saja ketika kau sudah hidup lebih dari 1000 tahun dorongan reproduksi atau hal seperti itu akan menjadi kurang."


Dia menatapku seperti ikan mati.


Yah, nggak usah terkejut seperti itu juga kali.


Dia melihatku seperti melihat makhluk asing.


"Hal seperti itu tidak mengagetkan, bukannya elf juga sama."


"Mereka masih ada hanya jumlahnya sedikit, apa kau kenal dengan elf bernama Fel."


"Aku hanya pernah membaca bukunya sekali... dia seorang kesatria pedang yang dinobatkan sebagai pahlawan dari daerah selatan."


"Aah, dibandingkan aku dia lebih terkenal."


"Itu membuatku penasaran kenapa dia lebih terkenal darimu sementara kau malah dilupakan meskipun kau yang mengalahkan raja iblis?"

__ADS_1


Aku diam memikirkannya sesaat.


"Aku pikir karena aku tidak pernah meninggalkan jejak kemana pun aku pergi, ketika aku melawan komandan raja iblis aku mengalahkannya sekaligus lalu pergi, dan hal itu terus berulang beberapa kali."


"Jangan bilang kau mengabaikan apapun di depanmu dan hanya melawan bos."


"Sepertinya aku orang seperti itu, aku tipe yang akan melewati musuh di RPG game dan langsung menantang bos."


Cosetta meletakkan tangannya di kepalanya.


"Sekarang aku mengerti saat kau mengalahkan pemimpinnya, Hero Party Fel yang mengurus anak buahnya termasuk melindungi desa jadi pantas saja dia dikenal dan malah dibuatkan patungnya."


Aku mengibaskan rambutku untuk berpose keren.


"Menjadi pahlawan bukan berarti harus dikenal banyak orang bukan."


"Aku tidak ingin mendengarnya, kau sudah melewatkan untuk dihormati banyak orang, jika saat itu kau melakukannya hidup pengangguranmu akan lebih terjamin."


Aku mengangkat tanganku dengan ekpresi terkejut.


"Kau baru menyadarinya ya, banyak pencapaian artinya banyak uang."


Elina yang berada di seberang memanggil kami.

__ADS_1


"Makan siangnya sudah siap."


"Baik."


__ADS_2