
Sembilan tahun tiga bulan sebelum kekalahan raja iblis, wilayah Utara.
Sudah tujuh bulan semenjak aku datang ke dunia ini, tidak banyak hal yang bisa aku ceritakan yang jelas kemana pun aku tuju selalu ada masalah di sana.
Tepat saat aku menyelesaikan quest aku telah dikerumuni banyak orang di kota, mereka semua mencurigaiku sebagai kaki tangan iblis. Walaupun demikian jelas sekali bahwa aku tidak ada sangkut pautnya.
Mari pikirkan kenapa aku bisa dalam situasi ini? Aku hanya pergi ke wilayah terlarang yang kini dikuasai iblis dan kembali hidup-hidup.
Apa ada yang salah dengan itu?
Tak lama kemudian seorang guild master menepis semua tuduhan tersebut, dia seorang wanita dengan mantel yang hanya ditanggalkan di bahunya, memiliki rambut pirang panjang yang berjuntai sampai pinggul, auranya bukan hanya wanita melainkan sebuah pejuang yang benar-benar telah banyak melalui rintangan sulit.
"Kami baru saja menerima laporan bahwa wilayah terlarang telah dimusnahkan, semua iblis terbantai semuanya."
"Jadi alasan dia bisa kembali, karena wilayah tersebut telah hancur?"
"Benar sekali, semua guild dan militer telah mencari tahu siapa yang melakukannya atau mungkin dialah orangnya?"
Semua orang mengalihkan pandangan padaku, tentu saja aku tidak mengklaimnya begitu saja, aku ingin sebisa mungkin tidak menarik perhatian siapapun.
"Aku hanya petualang rendah, hal seperti itu mustahil. Saat aku tiba... di sana sudah seperti itu "
Aku baru mengingat satu nama dalam benakku.
"Mungkin ini perbuatan pahlawan Fel dari selatan."
"Itu mungkin saja tapi kenapa dia tidak datang dulu ke kota ini."
__ADS_1
"Dia pasti sibuk, kenapa tidak kita buat patung miliknya bersama temannya saja."
"Sepertinya itu ide bagus, kalian semua mari lakukan itu."
"Baik."
Syukurlah mereka mau menerimanya begitu saja.
***
Kota suci memiliki beberapa makanan yang tidak bisa ditemukan di mana pun, berhubung ada di sini aku tidak akan melewatkannya.
Aku berbalik dan menemukan Elina dengan pakaian militernya berdiri di sana. Mantel yang ditanggalkan di bahunya adalah milik orang yang menyelamatkanku saat semua orang menuduhku sebagai tangan kanan iblis. Dia seorang guild master yang luar biasa dan termasuk orang yang berpengaruh di wilayah Utara khususnya dalam hal militer.
Dahulu aku berpetualang dari Selatan ke Utara ataupun sebaliknya, karena itu juga Elina bisa menggapai posisinya di militer.
"Kenapa kamu malah mengikutiku?"
"Aku tidak keberadaan."
"Kalau begitu."
"Mari pergi bersama."
"Yatta."
Terkadang Elina bersikap seperti gadis pada umumnya.
__ADS_1
Kami mengunjungi kios untuk membeli sebuah olahan makanan manis dari susu, seperti yang orang duga itu es krim.
"Enak."
"Senang mendengarnya, jika ada lagi yang kamu inginkan kamu bisa mengatakannya."
"Tidak, ini sudah lebih cukup lagipula tuan pengangguran."
"Aku ini pengangguran kaya kau tahu?"
"Artinya Anda akan mengambil uang nona Cosetta semakin banyak."
"Dari mana kau tahu?" aku mengatakannya sedikit terkejut.
"Sudah jelas kan."
Kami mengambil tempat kursi panjang.
"Aku belum bertanya soal militer kerajaan, bagaimana kehidupanmu di sana?"
"Kami hanya terus berperang tanpa henti, tidak ada yang menarik ataupun disyukuri, saat tuan memanggilku aku sangat senang, aku pikir Anda sudah membuangku."
"Mana mungkin aku membuangmu... aku sudah menganggapmu sebagai putriku sendiri."
"Terima kasih banyak, bahkan aku sama sekali tidak bisa membalas apa yang tuan lakukan... jika saat itu Anda tidak ada, aku mungkin tidak bisa membalas dendamku terhadap iblis dan hidup sampai sekarang."
"Kamu terlalu banyak berterima kasih."
__ADS_1
"Aku akan terus mengatakannya sebanyak yang aku inginkan."
Aku mengelus kepala Elina dan menariknya untuk lebih jauh berkeliling kota ini.