
Ini kedua kalinya aku dipenjara, sejak yang pertama aku mulai mendapatkan beberapa tips yang bagus soal apa saja yang dilakukan ketika kau dijebloskan ke tempat ini.
Tips pertama agar bisa dibebaskan pura-pura tidak bersalah. Aku memegangi jeruji sebelum berteriak.
"Lepaskan aku, aku tidak bersalah... aku tidak melakukan hal salah."
Para penjaga mulai membalasku dengan teriakan yang mengancam.
"Diamlah, kau mengganggu tahanan yang lain."
Aku melirik ke penjara yang lain dan kelihatannya tidak ada siapapun di sini kecuali aku.
Jika tips pertama gagal maka ada tips ke dua, salahkan orang lain yang melakukannya.
"Ini semua jebakan, aku pasti dijebak oleh iblis."
"Iblis? Mana mungkin tertarik dengan uang, terlebih korbannya sendiri yang mengatakan bahwa kau pelakunya."
"Berarti mereka yang menjebakku."
"Nih orang sudah pengangguran, pencuri tukang bohong.. kau pasti akan kena karma nanti."
Para penjaga yang tadi tertarik dengan omong kosongku mulai menyumpal telinga mereka kemudian ledakan terjadi dari arah belakangku.
Dinding kokoh itu telah hancur oleh sebuah tebasan pedang suci milik Fel yang berdiri gagah dengan wajah lelah.
"Sudah kuduga masalahnya akan seperti ini, mari pergi dari kota ini."
Claudia, Cosetta dan juga Elina berada di belakangnya.
__ADS_1
"Jika aku kabur begitu saja, mereka akan mengejarku."
"Harley bilang uang korban sudah dikembalikan dan jika kau kabur mereka tidak perlu dikejar lagi."
"Begitu."
Cosetta menambahkan selagi berjalan dengan tongkatnya.
"Usaha bagus Rider, kau sudah tahu bahwa kota ini minim kejahatan dan juga siapapun yang dipenjara diberikan makanan enak, sebagai pengangguran itu impian terbaik bukan?"
Karena inilah aku merasa bahwa gadis ini selalu mengerikan.
"Lalu guru dari sini kita akan kemana lagi? Aku tidak sabar untuk mendapatkan arahan latihan kembali darimu."
"Sebelum itu kita perlu membuat senjata untuk kalian, mari pergi ke Pemukiman Dwarf sebelum akhirnya ke wilayah Utara lagi."
"Kami mengerti."
"Pahlawan Harley juga akan datang ke sana untuk melakukan bisnis serupa."
"Kalau begitu kita akan mengambil jalan yang sedikit memutar agar tidak bertemu dengan mereka."
Atas usulanku Fel mengangguk setuju. Perjalanan berikutnya adalah hal yang aku tunggu.
Jika kami melewati jalan ini maka aku akan bertemu mereka. Di depan kami sebuah jembatan raksasa membentang luas.
Cosetta dan Claudia berdiri di sampingnya selagi menatap ikan-ikan di bawah jembatan. Mereka tidak berenang di air melainkan di kabut.
"Ini luar biasa Rider."
__ADS_1
"Aku sudah melihatnya beberapa kali, tidak kusangka tidak ada yang berubah dari tempat ini."
Fel juga tersenyum kecil.
"Apa ada sesuatu?"
Elina yang menjelaskannya.
"Coba lihat baik-baik nona, apa di bawah sana ada hanya ada ikan saja?"
"Di bawah, Claudia kamu lihat sesuatu?"
"Eh, aku melihatnya... ada yang berenang."
"Berenang?"
Ketika mereka terus memfokuskan diri sesosok peri kecil dengan sayap telah terbang di depan mereka. Ia mengeluarkan gaun dari daun serta terdapat bubuk bersinar yang berjatuhan dari tubuhnya.
"Owh, seperti yang aku duga ternyata Udin dan juga pahlawan Fel. Lama tidak berjumpa."
"Kamu masih hidup setelah 1000 tahun lebih."
"Kebanyakan kami hidup 5000 tahun, jadi siapa dua gadis ini."
"Muridku, benar... namanya adalah Pai, dia merupakan ras Pixy yang tinggal di bawah jembatan ini."
"Ras Pixy jadi seperti ini.. tinggi mereka cuma setinggi jari telunjuk."
"Pipinya empuk Cosetta."
__ADS_1
"Tolong jangan menusuk-nusuk pipiku."
Pai bersiul dengan mulutnya dan bersamaan itu puluhan peri lainnya terbang menyeruak keluar.